Siapa bilang niat balas dendam akan berakhir sesuai rencana?
Buktinya nih si Nisa!
Hatinya udah di buat jungkir balik sama Aziz. Tetap aja hatinya gak bisa berpaling dari pria galak yang acap kali berkata nyelekit di hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahlina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
🥀🥀🥀🥀
“Emang yang lo lihat gua ini lagi bohong?” tanya Nisa balik.
Dengan wajah serius, Nisa menatap Aziz. Tepat di hadapan kolam ikan, keduanya kini berjongkok.
Aziz menelan salivanya sulit, netranya mengamati wajah Nisa dari jarak dekat tanpa berkedip.
‘Sumpah demi apa pun! Nih anak nyeselin kenapa jadi terlihat gemesin ya? Pipinya yang gemoy kaya bakpao, pengen bangat gua cu bit. Belum lagi idung nya yang rada mancung ke dalam, terlihat unik kan! Buat dia yang punya muka lonjong.
Belum lagi mulutnya yang bawel, bisa aja bikin suasana canggung jadi cair. Aduh jantung gua, jangan bilang gua jadi jantungan deket ini anak!’ pikir Aziz, dengan degup jantung yang kian bertalu talu.
“Woy, gua lagi nanya lu, Ziz! Yang lu liet gua bohong apa kaga?” beo Nisa dengan menjentikkan jarinya di depan wajah Aziz.
Tik tik.
Namun hal itu gak membuat Aziz tersadar dari buaian lamunan, akan wakah Nisa.
Aziz memiringkan kepalanya, semakin larut dengan wajah Nisa yang tampak tersenyum di matanya.
‘Coba aja Nisa ini lebih kalem tingkahnya. Lebih anggun sikapnya. Lebih pinter akal nya, kaga ada kata ceroboh! Mungkin gak sih gua bakal langsung naksir ama ini anak?’ imbuh Aziz lagi, dengan segaris senyum terbit di bibirnya.
Nisa menaikkan satu alisnya, menggaruk kepalanya yang gak gatal, “Dih dia malah ngelamun! Enjiiir bangat ini asisten koki! Jangan bilang nih anak mulai terpesona dengan wajah gua? Imut kan!”
Nisa meraba wajahnya sendiri, lalu melihat bayangannya dari permukaan air kolam yang ada di hadapannya.
“Anak ayah Sabah perpaduan sama ibu Naraya, emang paling imut, limit edisi pula! Pantes lah ya kalo nih koki ampe ngelamun di depan gua! Secara dia udah mulai terpesona dengan segala kelebihan gua hahaha!” kekeh Nisa.
Prat.
Dengan jahilnya Nisa mencipratkan air dari jemarinya yang ba sah ke wajah Azizi, usai ia celupkan ke dalam kolam.
Pluk.
Aziz dengan spontan, mengulurkan tangannya ke depan, tanpa sengaja mendorong bahu Nisa.
“Apa yang kamu lakukan!” seru Aziz dengan keterkejutannya.
“Akkkhhhhhh!” jerit Nisa.
Byur.
Tubuh Nisa jatuh kedalam kolam ikan yang memiliki kedalaman 1 meter.
Aziz membola, “Astaga! Apa yang baru aku lakukan!”
“Nis! Kamu bisa berenang kan?” beo Aziz dengan panik, saat Nisa belum juga muncul ke permukaan.
Nisa muncul ke permukaan, rambut ba sahnya menciprati wajah Aziz.
“AZIIIIIIZ!” seru Nisa dengan nafas memburu kesal. Gadis itu menyapu rambutnya yang ba sah menghalangi wajahnya. Sepasang netranya menatap Aziz dengan galak.
Pluk pluk pluk byur.
Seekor ikan mas kecil, menggelepar di atas kepala Nisa sebelum akhirnya jatuh kembali ke kolam.
Aziz mena han tawa, menggigit bibir bawah nya, ‘Dia pasti sangat marah sekali! Eh tapi itu bukan salah ku! Salahnya sendiri yang mengejutkan ku! Dan ikan itu beruntung bisa melihat dunia dari atas kepalanya!’
Prak.
Nisa mengayunkan tangannya ke atas permukaan air, membuat air di kolam seketika menciprat.
“Ehem, gak usah marah! Aku bantu kamu naik, ayo!” beo Aziz dengan wajah dinginnya. Seakan gak terjadi masalah, ia mengulurkan tangan untuk di raih Nisa.
“Ya Tuhan! Nisa!” beo Naraya, menutup mulutnya gak percaya dari pintu penghubung antara taman dan dapur.
Sabah terkekeh melihat Nisa, “Kangen kamu sama ikan, Nis?”
“Ayah, ibu! Ini semua salah dia! Aziz yang mendorong ku!” Nisa mengacungkan jarinya, menunjuk wajah Aziz dengan tatapan marah.
Aziz mengibaskan kedua tangannya di depan wajah.
“Bu- bukan, yah! I- ini bukan salah ku! Salah Nisa yang mengejutkan ku!” sangkal Aziz dengan gugup.
Bersambung …
lain kamar aja lah nis bukan muhrim loh ,tadi kata mu ini itu macam tau itu salah kalau masih satu kamar ya pada Bae itu mah 🤣🤣🤣