NovelToon NovelToon
TIRAKAT

TIRAKAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Novel ini berdasarkan kisah nyata.

Nama tokoh, nama tempat, atau nama daerah sudah diganti demi menjaga kerahasiaan identitas asli.

Apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, laku tirakat tertentu, profesi tertentu, atau latar daerah tertentu dengan para pembaca semua, mohon dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEBUAH KISAH DARI BAPAK UNTUKKU

Aku secara refleks menoleh ke arah kamar Bapak. Tapi... Tak ada siapapun di sana. Aku beristighfar dan segera menuju teras.

"Ini Pak kopinya." Kutaruh cangkirnya di meja sebelah Bapak. Dan aku duduk tepat di sisi lain meja teras. Suasana malam saat di rumah sangat menenangkan. Meskipun rumah ini tampak sederhana, namun terasa sangat nyaman. Ditambah dengan suasana sekitar rumah yang sejuk, dan ada suara jangkrik yang mulai saling bersahutan. Bapak yang sudah mulai merokok ketika aku memasak air di dapur, mulai mengobrol denganku.

Kali ini, obrolan dengan Bapak terasa berbeda, terasa lebih serius...

"Nisa..." Bapak berucap pelan dan lembut sambil mengepul asap rokok dari mulutnya.

"Iya Pak?" Sahutku sambil menatap wajah Bapak yang terlihat serius itu.

"Bapak mau tanya, tolong kamu jawab jujur ya... Tadi sore pas kamu lagi ngajar ngaji, kamu kenapa?"

Pertanyaan Bapak tiba-tiba membuatku sejenak menahan nafas. Dan aku memalingkan wajah, menatap cangkir kopi di atas meja.

"Jawab aja Nis, gak apa-apa..." Tambah Bapak saat melihatku terdiam sejenak mendengar pertanyaannya itu.

"Em... Gak kenapa-napa kok Pak..." Jawabku berbohong.

"Nis, lihat Bapak..." Pintanya saat aku menjawab namun tak berani menatap wajahnya.

"Kamu lihat apa tadi di pendopo Pak Ustadz Furqon?" Tanya Bapak tanpa basa-basi lagi. Seolah Bapak mengetahui apa yang terjadi denganku.

"Em... Nisa... Tadi pas bimbing anak-anak sholat Ashar di pendopo itu, lihat sosok yang sama persis kayak Nisa Pak. Tapi dia pakai mukena yang lusuh gitu." Aku memberanikan diri untuk menjelaskan perlahan.

"Terus?" Bapak bertanya lagi.

"Sosok itu sebelumnya gak pernah aku lihat Pak. Sosok itu dekati aku, terus kayak mau pegang pundakku, tapi aku gak bisa bergerak, gak bisa ngomong, badanku terasa kayak diam dikunci." Jawabku.

"Sebelum kamu lihat sosok itu, apa yang kamu cium?" Tanya Bapak lagi, seolah Bapak sudah tahu namun ingin memastikan bahwa apa yang dia tahu itu benar.

"Em... Aku cium kayak aroma bunga kantil Pak." Singkat saja jawabku sambil memperhatikan wajah Bapak yang semakin serius.

Ketika Bapak sudah mendengar jawabanku, ia memalingkan tatapannya ke arah halaman rumah yang disinari oleh lampu berwarna kuning. Dia hisap lagi rokoknya. Sambil diam sejenak. Seolah sedang mencerna apa yang dia tahu, dan sedang menyiapkan penjelasan bagiku atas apa yang aku alami itu.

Beberapa saat Bapak terdiam dan aku menunggu penjelasan Bapak. Bapak mulai bercerita.

"Nis, Ibu waktu dulu masih hidup, sebenarnya punya perewangan. Tapi perewangan itu baik, dan karena itulah Ibu bisa banyak membantu orang-orang yang butuh bantuannya." Kalimat awal itu membuatku bertanya-tanya.

"Perewangan? Maksudnya perewangan itu apa Pak?" Tanyaku.

"Perewangan itu maksudnya sosok dari bangsa halus atau lelembut yang menemani Ibu." Jawab Bapak.

"Em... Maksudnya kayak jin qorin Pak?" Tanyaku lagi.

"Bukan jin qorin Nisa, kalau jin qorin itu memang sudah diciptakan oleh Alloh semenjak ditiupkan ruh ke dalam tubuh kita ketika masih dalam kandungan seorang Ibu. Tapi kalau perewangan, itu biasanya didapatkan karena garis keturunan, atau laku tirakat tertentu yang dilakukan sama seseorang. Tapi ya itu, perewangan itu dari bangsa lelembut." Penjelasan Bapak itu semakin menambah pengetahuanku.

Sebenarnya aku sudah sedikit banyak tahu tentang dunia seperti itu. Karena aku sejak kecil sudah sering melihat almarhumah Ibu membantu menyembuhkan orang-orang yang terkena gangguan makhluk halus, atau menderita sakit yang bukan ranah dunia medis. Tapi aku hanya sekedar tahu saja, aku tidak pernah mencari tahu lebih dalam, bahkan tak ada rasa ingin punya kemampuan seperti itu.

1
CADAS JALARAMBANG
betul
Kristiana Subekti
thor kau gantungkan ceritamu thor😭😭
Deni Komarullah: 🤭🤭🤭 Biar penasaran Kak... 🙏🙏🙏
total 1 replies
👣Sandaria🦋
wah. berarti memang ada ya yg begitu begitu Thor? ini kisah nyata kan? gen millenial kurang percaya ini😀
Deni Komarullah: Iya Kak... Dan ini cerita dari teman saya yang memang menggeluti dunia semacam ini...
total 1 replies
👣Sandaria🦋
gegara hobby melamun ini si Nissa, makanya hantu pengen ngajak main😅
👣Sandaria🦋
Tirakat di sini artinya apa, Thor? apakah sama dengan kelompok tarekat yg puasa dan hari raya idul fitri beda waktu?🤔 soalnya itu yg kuingat😅
👣Sandaria🦋: oh iya. berarti beda kalau gitu. aku belum paham ini cerita. ntar lanjut baca dulu. yg aku maksud tadi kelompok aliran tarekat yg biasanya puasa dan lebaran ada selisih waktu.
total 2 replies
👣Sandaria🦋
komen pertama nih, author. menarik judulnya☺️
Deni Komarullah: 😍😍😍 Terima kasih ya... Semoga suka sama ceritanya...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!