NovelToon NovelToon
Mahkota Berlumur Anggur Merah

Mahkota Berlumur Anggur Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak
Popularitas:785
Nilai: 5
Nama Author: Iseeyou911

Pangeran Gautier de Valois.

Ia mengenakan seragam Duke-nya, seragam berwarna biru tua dengan hiasan perak yang berkilauan. Postur tubuhnya tegak sempurna, memancarkan aura bahaya dan otoritas yang membuat ruangan terasa kecil. Matanya—abu-abu sekeras baja—menatap Amélie tanpa ekspresi, seolah-olah sedang menilai kuda pacu yang tak berguna.

"Pernikahan. Kau, Amélie LeBlanc, akan menikah dengan Pangeran Gautier de Valois dalam waktu satu bulan."

"Apa? Ini gila! Saya tidak akan—"

"Ini bukan permintaan, Countess,"

"Ini adalah dekrit dari Tahta. Aku butuh pewaris dan Raja membutuhkan stabilitas politik yang diberikan oleh aliansi dengan Countess yang memiliki koneksi luas. Keluargamu, melalui Éloi, menawarkan penyelesaian utang kuno ini. Pernikahan, dengan segera. Aku tidak tertarik padamu, atau pada intrik keluargamu. Anggap ini transaksi dan aku tidak menerima penolakan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iseeyou911, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 (Kontrak di Balik Jubah)

Suasana di Versailles pada malam sebelum upacara pernikahan Pangeran Gautier de Valois dan Countess Amélie LeBlanc terasa seperti campuran antara kegembiraan yang dipaksakan dan ketegangan politik. Seluruh istana berdengung. Para bangsawan berbisik tentang kecepatan pernikahan, tentang skandal upaya pelarian Amélie yang berhasil ditutup-tutupi oleh Gautier sebagai "salah paham kecil akibat stres," dan tentang dinginnya sikap Gautier terhadap calon istrinya.

Amélie, dikurung di Suite Grand Duchess yang megah, merasakan dirinya hanyut dalam pusaran kemewahan yang ia benci. Pelayan istana mondar-mandir, sibuk menyesuaikan gaun pengantin sutra yang berat, sementara Dubois mengawasi dengan mata elang. Éloi sesekali datang, wajahnya penuh senyum palsu, menikmati kemenangan yang ia raih di atas penderitaan Amélie.

"Kau akan menjadi Duchess, ma chérie," bisik Éloi, saat para pelayan sibuk di sekeliling Amélie. "Semua perlawananmu sia-sia. Valois akan menjamin kita kekuasaan yang tak terbatas. Kau akan berterima kasih padaku nanti."

"Saya hanya akan berterima kasih pada Anda, Paman, saat saya tahu kebenaran penuh di balik kehancuran nama baik keluarga saya," balas Amélie dingin, tanpa menoleh. "Jangan berpikir posisi ini akan membuat saya melupakan keangkuhan Anda."

Éloi hanya tertawa. "Lidah yang tajam, Amélie. Tapi besok, lidah itu akan dibungkam oleh sumpah mu pada Valois. Kau milik kami sekarang."

Tepat ketika kegelapan malam menyelimuti istana dan hanya jam-jam terakhir yang tersisa sebelum lonceng pernikahan berdentang, sebuah ketukan terdengar di pintu kamar.

"Hanya saya, Dubois," kata suara yang dalam dan dingin.

Gautier.

Dubois dengan cepat mengusir semua pelayan dan penata busana. Ia memberi hormat dengan sempurna dan keluar, meninggalkan Amélie sendirian di kamar yang dihiasi lilin yang berkedip.

Amélie berdiri di tengah ruangan, mengenakan jubah tidur satin yang berat. Ia tegap, meskipun jantungnya berdebar. Ia sudah siap untuk menghadapi penghinaan lagi, untuk mendengarkan perintah terakhir.

Gautier, masih mengenakan pakaian seremonial Duke-nya, terlihat lelah dan tertekan. Ada ketegangan yang lebih besar dari biasanya di sekitar matanya yang tajam. Ia menutup pintu dan menguncinya.

"Countess LeBlanc," kata Gautier, tidak berbasa-basi. Ia mengeluarkan dokumen yang sangat tipis dari balik jubahnya. "Kita harus menyelesaikan ini sebelum fajar. Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang terjadi di kastil. Aku harus memastikan pernikahan ini berjalan sesuai rencanaku, bukan Tahta dan pasti bukan rencanamu."

Amélie menyilangkan tangan di dada. "Anda sudah mempercepat pernikahan dan mengambil kebebasan saya. Apa lagi yang Anda inginkan? Ikrar darah?"

Gautier mengabaikan sarkasmennya. Ia meletakkan dokumen itu di meja rias marmer, tempat pantulan bayangan lilin menari.

"Ini adalah perjanjian di antara kita. Bukan kontrak resmi Valois, tetapi kontrak yang mengikat kita berdua. Kau tidak akan menandatanganinya di depan notaris, tetapi di depan Tuhan dan kehormatanmu sendiri. Jika salah satu dari kita melanggar, kehormatan kita yang akan hancur, bukan hanya reputasi."

Amélie melangkah maju, tangannya memegang tepi meja. "Saya mendengarkan."

"Aku sudah menjelaskan. Pernikahan ini hanya demi politik dan garis keturunan," Gautier memulai, suaranya pelan dan mengancam, tetapi mengandung kejujuran yang menakutkan. "Kau adalah jaminan stabilitas. Aku, butuh pewaris untuk mengamankan posisiku, agar aku bisa melindungi orang yang kucintai. Aku tidak akan pernah berbagi hidup, hati, atau ranjang denganmu, kecuali itu mutlak diperlukan untuk menghasilkan anak."

Gautier mengambil nafas panjang, menyentuh tepi meja. "Aku tidak tertarik pada tubuhmu, Amélie. Aku tidak tertarik pada sentuhanmu. Aku tidak tertarik pada peran istri yang akan kau jalani. Aku akan melakukan tugasku di depan umum, tetapi di dalam tembok kastil, kita akan hidup sepenuhnya terpisah."

Amélie memandangnya, mencari jejak kebohongan atau intrik. Yang ia temukan hanyalah kelelahan dan resolusi yang dingin.

"Tugasmu adalah menghasilkan ahli waris," lanjut Gautier. "Setelah itu, kau mendapatkan kebebasan. Aku tidak akan pernah mengganggu urusan pribadimu, selama urusan itu tidak mencoreng nama Valois. Aku akan memberimu aset dan hak untuk menjalankan tanah LeBlanc dari kejauhan. Dan yang paling penting: kita tidak akan tidur bersama."

Gautier menatap Amélie, matanya abu-abu dan membeku. "Inilah poin kuncinya, Countess. Kita akan hidup sebagai orang asing yang terikat secara hukum. Kau memiliki kamar sendiri, sayap sendiri dan kebebasan untuk melakukan apa yang kau suka, selama itu dilakukan dalam diam. Ini adalah penghormatan yang aku berikan kepadamu, Amélie. Aku tidak akan memaksakan diriku kepadamu."

Amélie merasakan gelombang lega yang tak terduga. Ini... ini adalah kesempatan emas. Jika mereka hidup terpisah, jika Gautier sibuk dengan urusan militernya dan urusan cintanya, maka Amélie akan memiliki kebebasan yang ia butuhkan—kebebasan untuk bergerak di dalam istana, untuk mencari informasi dan untuk membongkar kebohongan Éloi dan Valois.

"Bagaimana dengan kewajiban di depan publik?" tanya Amélie, suaranya kini tenang, sepenuhnya terkendali.

"Itu diatur dalam kontrak sebelumnya. Makan malam bersama, acara kerajaan, balet—semua akan kita hadiri sebagai pasangan yang sempurna. Tapi tidak ada keintiman, tidak ada kunjungan mendadak ke kamar masing-masing. Jika kau menghormati privasiku, aku akan menghormati privasimu."

Amélie berjalan ke meja, mengambil dokumen tipis itu, dan membacanya dalam cahaya lilin.

Klausul Tambahan 1: Pemisahan Fisik.

Klausul Tambahan 2: Kebebasan Bertindak (dengan Batasan Reputasi).

Klausul Tambahan 3: Tidak Ada Klaim Emosional.

Ini adalah senjata rahasia.

"Mengapa Anda melakukan ini?" tanya Amélie. "Mengapa tidak memaksa saya? Itu akan lebih mudah bagi Duke yang sombong seperti Anda."

Gautier menghela napas, bersandar di dinding. "Karena aku benci kebohongan dan paksaan, bahkan jika aku terpaksa menggunakannya. Pernikahan ini sudah cukup menjadi kebohongan besar bagi Tahta dan rakyat. Aku tidak akan menambah kebohongan di ranjang. Aku mencintai wanita lain dan aku tidak akan menodai kehormatan pernikahan—bahkan yang palsu—dengan sentuhan yang tidak jujur."

Amélie menyadari, meskipun Gautier kejam dan dingin, ia memiliki kode kehormatan yang aneh. Kode kehormatan yang kini dapat ia manfaatkan.

"Saya setuju, Pangeran Gautier," kata Amélie, meletakkan dokumen itu. "Saya akan menjadi permaisuri palsu Anda di hadapan dunia. Saya akan melahirkan pewaris Anda. Dan setelah itu, saya akan mendapatkan kebebasan saya. Tetapi imbalannya, Anda harus menjamin saya akses penuh ke semua perpustakaan dan arsip yang ada di Valois dan Versailles. Saya perlu memulihkan silsilah dan catatan tanah keluarga LeBlanc yang sudah lama hilang."

Ini adalah jebakan. Amélie tidak peduli dengan silsilah. Ia hanya ingin akses ke tempat-tempat yang mungkin menyembunyikan bukti tentang utang palsu dan kematian orang tuanya.

Gautier menatapnya dengan curiga. "Untuk apa? Kau sudah mendapatkan semua yang kau minta dalam kontrak sebelumnya."

"Saya setuju menjadi tawanan Anda, Pangeran," jawab Amélie, suaranya tenang dan tegas. "Tetapi saya harus diberi kesempatan untuk membangun kembali nama baik keluarga saya di balik layar, tanpa campur tangan orang lain. Jika Anda tidak bisa memberikan saya sarana untuk memulihkan kehormatan saya sendiri, bagaimana saya bisa menjadi Duchess yang layak bagi Valois?"

Gautier mempertimbangkan. Akses ke arsip tidak mengancamnya secara langsung. Itu bahkan terdengar seperti alasan yang sah bagi seorang Duchess baru.

"Disepakati," jawab Gautier. "Aku akan memberi tahu petugas kepala arsip Valois. Jangan memanfaatkan ini, Amélie. Jika aku tahu kau mencari sesuatu yang mengancamku, aku akan mencabut semua akses dan mengambil kebebasanmu."

Amélie mengangguk. "Saya menghormati batas, Pangeran. Selama Anda menghormati batas yang Anda buat sendiri, hidup terpisah."

Gautier mengambil pena dari saku dalam jubahnya. "Tandatangani, Countess."

Amélie mengambil pena itu. Di tengah kegelapan yang dihiasi lilin, beberapa jam sebelum ia mengikrarkan janji pernikahan yang sakral, ia menandatangani kontrak rahasia yang mengikat dirinya pada kehidupan perpisahan yang disengaja.

"Sekarang," kata Gautier, memasukkan dokumen itu kembali ke jubahnya. "Kembalilah tidur. Besok adalah hari yang panjang. Dan jangan coba-coba melarikan diri lagi. Sekarang, kau tidak akan melarikan diri dari kastil. Kau akan melarikan diri dari sumpah kehormatanmu dan itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah aku ampuni."

Gautier membalikkan badannya dan berjalan ke pintu. Tepat sebelum ia keluar, ia berhenti dan menoleh, matanya terpaku pada Amélie.

"Dan Amélie... jangan pernah jatuh cinta padaku. Aku tidak punya apa-apa untuk diberikan padamu selain nama."

Pintu tertutup. Amélie sendirian, tetapi hatinya tidak hampa. Di tengah kekejaman yang dilontarkan Gautier, ia melihat celah. Celah yang akan ia gunakan untuk menghancurkan pernikahan ini.

...*****...

1
Iseeyou911
Jangan lupa Like dan Komennya yaa 🤍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!