Sebelah tangan Inara yang hendak membuka pintu tiba - tiba saja langsung terhenti dan melayang di udara. Ketika ia tak sengaja mendengar pembicaraan Brian dengan Melisa - mertuanya.
" Aku akan menikahi Anita ma.."
" Apa maksud kamu Brian? Kamu itu sudah menikah dengan Inara. Kenapa kamu malah ingin menikah dengan wanita tak tahu diri itu."
" Maaf ma. Aku harus segera menikahi Anita. Saat ini dia telah mengandung anaku. Yang berarti penerus dari keluarga Atmaja."
Kedua mata Melisa langsung terbelalak lebar.
Begitu pula dengan kedua mata Inara yang sedari tadi tak sengaja menguping pembicaraan rahasia dari kedua orang yang ada di dalam ruangan sana.
Perih , sakit , dan sesak langsung menyelimuti hati Inara.
Wanita berkulit putih itu tak menyangka. Jika selama ini pria yang selalu ia cintai dan sayangi sepenuh hati . Malah menorehkan luka sebesar ini pada hatinya yang rapuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INNA PUTU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Inara menoleh dan menatap Brian dengan sorot mata dalam.
Dalam hati ia masih tak percaya. Jika sosok suami yang selama ini ia cintai dan layani sepenuh hati. Malah tega berselingkuh di belakangnya.
" Hari ini aku ada dinas keluar kota. Jadi kau tak usah menungguku pulang."
" Terserah kau saja. " balas Inara singkat dan berlalu pergi meninggalkan Brian yang merasa cukup terkejut dengan sikap Inara yang tampak aneh ia rasa.
Bagaimana Brian tak menyebutnya aneh.
Biasanya Inara akan bertanya dengan cerewet. kemana dia pergi, dengan siapa ia akan pergi. Kapan ia akan pulang?
Tapi kali ini. Sikap Inara terlihat sangat dingin. Seolah - olah gadis itu tak ingin melihat keberadaannya di dunia ini lagi.
Ada apa dengan gadis itu?
Apa dia sudah tahu tentang hubungannya dengan Anita?
Sejenak Brian sempat berpikir. Sembari menatap kepergian mobil mewah yang Inara tumpangi untuk menuju ke kediaman keluarga wanita itu.
Sampai sebuah panggilan masuk tiba - tiba terdengar dari arah dalam saku jas yang saat ini Brian kenakan.
Pria itu bergegas mengangkatnya , ketika melihat sebuah nama tertera pada layar ponsel itu.
" Ya Anita... Ada apa? "
" Brian kau dimana? Cepat datang kesini. Aku membutuhkan bantuanmu sekarang." ucap wanita di seberang sana yang membuat Brian seketika berubah jadi panik.
Mengingat jika wanita itu saat ini sedang mengandung darah dagingnya.
Tentu saja membuat Brian yang akan menyandang status menjadi seorang ayah, menjadi begitu khawatir akan kondisi wanita itu.
" Tenanglah Anita. Aku akan segera kesana. Sekarang katakan padaku, kau sedang ada dimana? "
" Aku ada di apartement, Brian. Cepat kau datang kesini. Aku tak bisa menunggumu lebih lama lagi."
Sambungan ponsel terputus.
Dan hal itu , tentu saja membuat Brian jadi semakin khawatir akan keadaan Anita yang ia pikir sedang mengalami keadaan gawat darurat.
Hingga tanpa pikir panjang. Brian pun langsung melesat pergi menggunakan mobil sport miliknya. Menuju ke kediaman Anita yang selama ini tinggal di salah satu apartement mewah yang ada di tengah ibukota.
Tentu saja apartement mewah itu milik Brian. Yang memang pria itu berikan kepada Anita. Sebagai tempat sementara wanita itu tinggal. Sebelum hubungan mereka berubah resmi beralih ke jenjang pernikahan.
___
Ckittt...
Bunyi rem berdecit terdengar.
Dengan lekas Brian keluar mobil. Tanpa perduli akan mobilnya yang kini teronggok sembarangan.
" Tuan Aidan..." sapa salah satu satpam yang ada di apartement mewah itu dengan tundukan hormat.
Brian adalah sosok terkenal di ibu kota Lankar.
Selain karena latar belakang keluarga pria itu yang berasal dari salah satu keluarga tersohor di ibu kota sana.
Kegeniusan Brian sebagai seorang pengusaha muda sukses pun juga turut membuat pria itu cukup dikenal dan juga di segani oleh masyarakat banyak.
" Parkirkan mobilku dengan benar."
" Baik tuan."
Brian tergesa berlari memasuki apartement.
Meninggalkan sang satpam sendiri menggeleng di belakang sana.
Sampai seorang penjaga lainnya terlihat menghampiri satpam itu.
" Ada apa lagi denganya? "
" Biasa.. Apalagi jika tak untuk menemui wanita itu."
" Dasar orang kaya. Tak ada puas - puasnya. Sudah punya istri cantik dan baik. Masih saja suka punya simpanan lain."
" Husst.. Jangan asal bicara. nona Anita itu adalah cinta pertama tuan Brian. Sementara nona Inara adalah pengantin pengganti yang di paksakan menikah dengan tuan Brian. Karena tak ingin membuat keluarga besar mereka malu."
" Ya.. Apapun alasannya. Tuan Brian itu sudah menikahi nona Inara. Jadi tak seharusnya ia memiliki hubungan spesial dengan wanita lainnya. Apalagi memiliki hubungan lagi dengan wanita yang sempat kabur di hari pernikahan dan hampir membuat seluruh keluarga besarnya malu. Kalau aku jadi tuan Brian sih tak akan mau berurusan dengan wanita seperti itu lagi. Apalagi sampai memiliki hubungan."
" Ya.. Namanya juga cinta buta. Sudahlah... Jangan suka ikut campur urusan orang. Apalagi urusan para orang - orang kaya seperti mereka. Bisa - bisa kita ikut terkena masalah nanti."
" Benar juga katamu. Ya sudah aku mau memarkirkan mobil ini dulu. Kau jaga di pos sana. Mana tahu ada telpon darurat nanti di sana."
Kedua satpam itu terlihat bubar. Dan kembali melakukan pekerjaan mereka masing - masing.
Sementara di sisi lain. Brian masih berlarian panik sendirian.
Nafas pria itu memburu. Dengan kondisi jantung berdebar parah. Karena berlarian cepat sedati tadi untuk menuju keruangan kamar yang Anita tempati.
Hingga sampailah Brian tepat di depan pintu kamar Anita.
Tanpa perlu memencet bell. Brian pun langsung memencet nomor sandi yang ada di pintu masuk itu. Sampai pintu itu otomatis terbuka. Dengan tubuh Brian yang dengan gerakan cepat masuk ke dalam sana.
" Anita.. " Suara berat nan menggelegar Brian terdengar menggema di seluruh penjuru ruangan apartement mewah itu.
Bahkan kedua mata tajam milik pria itu pun juga turut terlihat mengedar kesana kemari seolah berusaha mencari sosok wanita yang saat ini tengah membuatnya khawatir setengah mati.
Sampai sebuah suara lembut terdengar memanggil nama Brian dari arah belakang.
Disanalah kepala Brian menoleh. Dan cukup terkejut dengan apa yang ia saksikan sekarang di depan sana.
" Anita.. Kau.."
Yang bener Naura atau Inara Thoor
ok kita lihat sebadast apa kau Ra