Amora adalah seorang mahasiswi yang terpaksa menikahi pria pilihan orang tuanya
ini karya kedua aku, semoga suka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ella_imupp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
permintaan Amora
Keesokan harinya
Amora bangun pagi karena ingin menagih janji para Abang-abang nya itu
Amora mandi dan setelah selesai mandi Amora berganti pakaian lalu berjalan turun ke ruang makan
"Selamat pagii" ucap Amora
"Selamat pagi, Dede Mora" ucap Arkan
"selamat pagi, my little baby" ucap Argan
"selamat pagi, little princess" ucap Anantara
seperti biasa kedua orang tua Amora tidak membalas ucapan Amora
"ayo makan, nanti telat ke kampus" ucap Daddy Amora
mereka semua sarapan, setelah selesai sarapan
"kalian ingat kan sama janji kalian?" ucap Amora
"tentu saja" ucap Anantara
"Jadi apa permintaan mu?" ucap Arkan
"permintaan ku adalah.. nanti setelah Amora pulang kampus kita ke Timezone tapi.." ucap Amora
"Tapi apa?" ucap Argan
Kalian harus pake baju warna pink yang waktu itu aku kasih" ucap Amora sambil tersenyum jahil
"princess.. Gak ada permintaan lain apa?" ucap Anantara
"Gak ada, pilihannya hanya 2 ikuti permintaan Amora atau Amora bakal ngambek lagi sama kalian" ucap Amora
Ketiga Abang Amora hanya diam tanpa menjawab sepatah kata pun
"Kalau gak mau ya sudah..." ucap Amora
"Eh iya kita mau" ucap Anantara
"Bang.." ucap Arkan
"diam" ucap Anantara
"Okeyy, kalau gitu Amora berangkat ke kampus dulu" ucap Amora lalu berjalan Pergi
"Gak mau di antar dek?" ucap Arkan
"Gak usah itu ada Susi dan Leona di bawah, kasihan mereka sudah menunggu ku" ucap Amora
"Tidak!! Kau berangkat bersama Arkan dan jangan pernah mendekati Susi dan Leona lagi" ucap Anantara tegas
"Kenapa?" ucap Amora heran
"pokoknya tidak boleh, kau berangkat di antar Arkan saja" ucap Anantara
"tapi kasihan mereka loh bang.." ucap Amora
"turuti saja mau bang Anan jangan membantah, Amora" ucap Argan
"Abang juga kenapa sih?" ucap Amora menatap Argan curiga
"ada sesuatu yang penting, dan ini menyangkut hubungan antara kau dan mereka" ucap Arkan
"Lah.. Abang juga ngelarang Amora?" ucap Amora menatap Arkan
"Sebenarnya ada apa sih" ucap Amora lalu melihat abang-abang nya secara bergantian
"Pokoknya ikut bang Arkan saja" ucap Anantara
"Yaudah deh, babayy bang Anan, Babay bang Argan" ucap Amora lalu berjalan bersama Arkan
"cih masih berani mereka mendekati my little princess gue.. Kayaknya gue harus bicara langsung sama mereka" ucap Anantara
"gue ikut bang" ucap Argan
"Yaudah ayo" ucap Anantara lalu berjalan ke depan
"kenapa kalian di sini? Masih kurang kah kehancuran itu?" ucap Anantara
"k-kami hanya ingin meminta maaf dengan, Amora. Jadi mana Amora?" ucap Susi
"cih kalian pikir kami bodoh? gue tahu apa yang kalian pikirkan Susi Brinata dan Leona Angela" ucap Anantara dingin
Di sekian Anantara berbicara di sisi lain ada Argan hanya diam tapi menatap Susi dan Leona tajam bahkan Susi dan Leona tidak berani menatapnya
"kami beneran tidak akan melakukan itu lagi.. kami mohon maafkan kami" ucap Leona sambil menunduk
"tidak.. Pergi kalian atau ingin gue hancurkan lagi perusahaan ayah kalian? Hm? gue lihat ayah kalian punya banyak perusahaan ya.. sepertinya aku akan menghancurkan 3 sekaligus nanti malam" ucap Anantara
"Jangan.. Baiklah kami pergi" ucap Susi lalu berjalan pergi dan di susul Leona
Di kampus universitas Arasastra Nusantara
"dah sampe, ayo turun my little babyy" ucap Arkan
"udah sampe ya? Yaudah kalau gitu Amora masuk dulu, dadahh bang Arkan" ucap Amora lalu berjalan keluar mobil
"Dadahh my little baby, ingat jangan cari Masalah fokus saja belajar oke" ucap Arkan
"Asiap Abang Arkan" ucap Amora sambil hormat
"Yaudah dadahh" ucap Amora lalu berjalan masuk ke kampus
"Kalau ada apa-apa telfon Abang ya, princess" ucap Arkan sedikit berteriak
"okeyy" ucap Amora sambil berteriak
Arkan mengendarai mobil nya pergi dari kampus universitas Arasastra Nusantara begitu juga dengan Amora yang masuk ke dalam kampus
Amora masuk ke kelasnya tanpa menyapa mahasiswa dan mahasiswi yang ada di sana
Amora duduk di bangkunya, banyak mahasiswa dan mahasiswi yang membicarakan nya tapi Amora tidak perduli