NovelToon NovelToon
Gadis Kecil, Penakluk Tuan Muda

Gadis Kecil, Penakluk Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cintapertama / Balas Dendam
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Roha

Zahra Aulia, putri Lili Kirana, tumbuh dengan dendam setelah ibunya meninggalkannya di hari ulang tahunnya yang ke-5. Lili dipaksa menikah dengan Bara Hendra, tapi akhirnya ditinggalkan. Zahra diusir keluarga Hendra dan berjanji membalas dendam. Dia mendekati tuan muda Henderson, orang terkaya dan kejam, untuk perlindungan dan balas dendam. Tapi, apakah dia bisa menaklukkan hati Henderson dan mencapai tujuannya?"

mendekati tuan muda Henderson bukan lah sesuatu yang gampang, selain kejam dia juga tidak suka wanita yang sengaja datang karena tujuan tertentu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tidak pantas menerima pujian

orang orang suruhan pak Setyo Sampai di depan rumah Nevi.

Orang orang itu memukul pintu rumah bambu itu.

" keluar...! "

Nevi dan ibunya yang tengah mempersiapkan perlengkapan untuk dibawa besok keluar kota terkejut mendengar suara pintu di pukul pukul.

ibu Herlina beranjak dari tempat duduknya untuk membuka pintu.

" gak usah Bu. Biar Nevi saja yang buka. Siapa tau orang orang jahat. " ujar Nevi yang langsung melangkah ke pintu rumah.

" ada apa bang..? Kalian siapa..? " tanya nevi.

" gak usah banyak nanya . Kami ke sini mau memberitahukan kepadamu untuk segera meninggalkan rumah ini . Dan jangan pernah muncul di depan nona lili lagi. Jika tidak maka tuan kami tidak akan segan-segan untuk memberikan kalian pelajaran. mengerti...! "

" maksudnya pak Setyo , ayah nya lili...? "

" menurut mu siapa lagi..? "

" alasannya apa..? Saya dan lili juga sudah putus hubungan. Kenapa saya harus pergi meninggalkan rumah sendiri..? "

" banyak omong pula kamu ini , kalau sudah diperingatkan turutin saja..! Jangan banyak bicara..!"

" baik pak. Itu saja ..? Atau ada lagi..? "

" itu saja... ! Awas saja masih nongol muka mu besok..! "

" gak akan kok pak.." ujar Nevi dengan nada lembut.

Orang orang suruhan pak Setyo itu pun pergi meninggalkan rumah Nevi.

Nevi masuk kembali dan tidak lupa menutup pintu . Ibunya langsung menanyakan siapa orang orang itu.

" mereka suruhan pak Setyo Bu.." jawab Nevi yang melanjutkan melipat kain dan memasukkan nya kedalam tas.

" mau ngapain lagi mereka..? Kenapa pak Setyo itu benci itu sama kamu nak..? Apakah kamu pernah menyinggung nya..? "

" belum Bu. Pak Setyo memang orang seperti itu. Biasa orang orang kaya, gak banyak yang rendah hati , hanya sebagian saja. "

"ngapain lagi mereka kesini..? "

" mereka bilang, kita harus pindah dari rumah ini Bu. mereka juga mengancam saya agar tidak pernah bertemu dengan lili lagi. "

" astaga, ayah macam apa itu..? Tega sekali dia sama anaknya sendiri. Ibu kasihan sekali sama lili. Dia pasti tersiksa dengan sikap ayahnya yang sombong itu.."

" Nevi

......................

Mobil berhenti di depan cafe Kana yang terkenal mewah dan merupakan cafe untuk kalangan orang orang kaya.

Pak Setyo turun dari mobil disusul oleh lili.

" ingat ya, jangan permalukan ayah . kamu harus bersikap baik, dan tidak boleh bersikap kampungan, dan malu maluin.."

" iya ayah " jawab lili pasrah dan mengikuti semua perkataan ayah nya itu.

Langkah lili agak berat melangkah masuk di dalam cafe Kana itu, setetes air mata nya terjatuh sampai ke pipinya dan langsung di usapnya dengan telapak tangan nya .

" maafkan aku , mas Nevi. Semoga kamu mendapatkan yang lebih baik dari aku. " gumam lili dalam hati.

Cafe mewah , harum masakan nya tercium menggunggah selera pengunjung Nya. Tapi apa yng dirasakan lili..?

Harum masakan cafe tersebut bahkan tidak tercium di hidung nya , hidung nya pun tersumbat karena nangis dari tadi.

Kepala nya bahkan tidak bisa tegak memandangi pemandangan cafe mewah itu. Lili berjalan dengan menunduk dengan pikiran yang berkecamuk. Rasanya ingin menangis lagi ,tapi air matanya sudah habis.

Lili juga teringat dengan kata kata ayahnya tadi. Jika dia menangis maka semua, tamu cafe itu akan melihat nya dan dia akan menjadi bahan tontonan, Ayah nya juga akan marah besar padanya.

" selamat malam pak Hendra. " ayah nya lili tersenyum dan menyalami keluarga Hendra.

Lili bahkan tidak tau kalau mereka sudah sampai di meja calon mertua nya.

lili mengangkat kepala nya dan melihat calon mertuanya itu , seorang wanita yang terlihat berpura-pura ramah padanya, begitu juga dengan suaminya.

Lili tersenyum paksa, sehingga senyuman itu tidak manis Jiak dilihat.

" Tante, om.." sapa lili dengan senyuman paksa nya.

Nyonya Hendra dan tuan Hendra tersenyum kepada nya.

" lili ya..? "

" iya , Tante.."

" kamu anak yang baik, dan ber etika. Kami senang punya menantu seperti kamu. " ujar tuan Hendra dengan tersenyum.

Lili balas tersenyum dan mengangguk. Walaupun dia tau kalau keluarga Hendra dari ekspresi mereka tidak menyukai nya mereka juga tersenyum penuh sandiwara.

" bara , ini lili nak. Lili ini putra saya bara calon suami kamu.."

Bara Hendra mengulurkan tangannya kepada lili yang menatap nya bengong.

" ehm..! , saya bara.." ujar bara membuyarkan lamunan lili.

" eh , maaf . Saya lili "

lili dan bara Hendra calon suaminya itu berjabat tangan.

Beberapa waiters cafe kana keluar dari dapur dengan sebuah nampan yang diatas nya banyak jenis makanan. mereka berhenti di meja lili dan menghidangkan makanan makanan yang sudah kian dipesan tadi . Lobster , kepiting, udang dan berbagai pesanan lain sudah datang.

" pak Setyo , silahkan.." ujar nyonya Hendra mempersilahkan untuk makan.

" terimakasih.."

" nak lili , silahkan. "

" terimakasih Tante.."

" jangan panggil Tante dong , panggil mama saja. Lagipula kalian sebentar lagi menikah, dan kamu akan Menjadi menantu kami. "

" um baik Tante, eh mama..."

" gitu dong. Ayo di habisin makanan nya mumpung masih panas. "

" um "

Malam itu keluarga Hendra ,pak Setyo dan lili membahas pernikahan dan acara pertunangan.

" bagaimana ..? Kapan kira kira waktu terbaik untuk melangsungkan pernikahan..? " tanya tuan Hendra.

" saya setuju setuju saja. kapan saja tidak akan menjadi masalah. " ujar pak Setyo yang sudah selesai makan.

" hahaha, pak Setyo memang besan yang baik dan pengertian. Tidak sia sia kita menjalin hubungan kedua keluarga.." ujar tuan Hendra.

Pak Setyo terlihat bahagia sekali, tapi beda dengan lili yang sedari tadi diam dan hanya bicara jika ada yang ditanyakan kepadanya.

" Putri mu ini sangat pendiam dan penurut sekali. Kami suka gadis yang pendiam dan penurut seperti lili ini.dengan begitu Kami tidak perlu repot-repot mengajari nya aturan kelurga Hendra. "

" hahaha, nyonya Hendra terlalu memuji. lili sebentar lagi menjadi menantu keluarga Hendra, saya sebagai ayahnya menyerahkan nya kepada tuan dan nyonya Hendra jadi , jangan sungkan mengajarkan nya aturan.."

" hahaha, baiklah kalau begitu pak Setyo. Lili ini kami lihat penurut sekali, kami berpikir pak Setyo Mungkin sudah berjuang keras selama ini dalam mendidik nya. "

" ha-ha-ha, terimakasih pujiannya.."

Lili menatap ayahnya yang bahagia sekali berbicara dengan keluarga Hendra.

" ajaran apa..? Ajaran yang hanya buat sakit hati ..! selama ini ajaran ayah bahkan bukan ajaran yang baik , dia bahkan membuat saya menjadi orang bodoh, yang mengikuti semua perintah nya. Tidak ada manusia yang pernah mengerti saya, bahkan ayah saya sendiri.."

Lili ingin bilang kalau ayah nya tidak pantas menerima pujian itu. Dia bukan ayah yang baik , caci maki , perlakuan kasar, dan hanya mementingkan diri sendiri itulah sifat ayahnya nya yang diterima nya selama ini.

Sekejam itukah dunia ini , ayahnya bahkan mengorbankan anaknya sendiri kepada keluarga yang tidak pernah suka pada lili , dan hanya memanfaatkan situasi saja.

1
DISTYA ANGGRA MELANI
Owalh ini awal kehidupan penderitaan lili sampe dengn Zahra nnti lahir bru dibuat meninggal tho... Smngt deh kak author..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!