NovelToon NovelToon
Sandiwara Cinta Sang Presma (Presiden Mahasiswa)

Sandiwara Cinta Sang Presma (Presiden Mahasiswa)

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cinta setelah menikah / Selingkuh / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:19.7k
Nilai: 5
Nama Author: ayuwidia

Dilarang memplagiat karya!

"Pernikahan kontrak yang akan kita jalani mencakup batasan dan durasi. Nggak ada cinta, nggak ada tuntutan di luar kontrak yang nanti kita sepakati. Lo setuju, Aluna?"

"Ya. Aku setuju, Kak Ryu."

"Bersiaplah menjadi Nyonya Mahesa. Besok pagi, Lo siapin semua dokumen. Satu minggu lagi kita menikah."

Aluna merasa teramat hancur ketika mendapati pria yang dicinta berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.

Tak hanya meninggalkan luka, pengkhianatan itu juga menjatuhkan harga diri Aluna di mata keluarga besarnya.

Tepat di puncak keterpurukannya, tawaran gila datang dari sosok yang disegani di kampus, Ryuga Mahesa--Sang Presiden Mahasiswa.

Ryuga menawarkan pernikahan mendadak--perjanjian kontrak dengan tujuan yang tidak diketahui pasti oleh Aluna.

Aluna yang terdesak untuk menyelamatkan harga diri serta kehormatan keluarganya, terpaksa menerima tawaran itu dan bersedia memainkan sandiwara cinta bersama Ryuga dengan menyandang gelar Istri Presiden Mahasiswa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayuwidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 7 Pernikahan Kontrak

Happy reading

Ryuga geram begitu membaca tulisan yang merendahkan dirinya dan Ayu di aplikasi berlogo X.

Jelas, cuitan yang ditulis adalah fitnahan keji. Ryuga berjanji akan mencari si pemilik akun dan memberi hukuman yang tak main-main.

Berbeda dengan Ryuga. Ayu tampak biasa saja dan malah geli melihat postingan itu.

Sebagai seorang penulis sekaligus announcer, ia memiliki kemampuan menganalisis tulisan si pemilik akun anonim dengan memperhatikan gaya bahasa, topik yang sering dibahas di beberapa postingannya, waktu posting, dan detail spesifik lokasi yang tidak sengaja disebutkan dalam salah satu cuitan.

"Ck, dia sengaja ngobarin api yang hampir padam. Tapi, caranya lawak." Ayu bergumam dan tersenyum miring.

Ini foto asli kami. Terimakasih atas fitnahan lawaknya. Kamu sukses bikin aku terhibur dan pastinya ... ngakak.

Cuitnya--menyertai beberapa foto dirinya ketika bersama Arjuna dan Ryuga. Scene di tangga Fakultas Sasing.

Selain itu, Ayu juga mengunggah foto yang diposting oleh pemilik akun anonim dan menulis caption; Ternyata editan AI. Sungguh komedi.

Jangan ditanya, bagaimana ekspresi si pemilik akun anonim ketika membaca cuitan dan foto yang diunggah oleh Ayu. Bisa dipastikan, matanya membelalak dan hidungnya mendengus seperti banteng ngamuk. Luapkan amarah dengan membanting ponsel.

Untuk saat ini, abaikan dia yang sebenarnya entah siapa ....

Selaku CEO Amerta Group, Arjuna sering berkunjung ke Universitas Cakrawala, karena perusahaan yang dipimpinnya memang memiliki hubungan kerjasama dengan universitas tersebut.

Ia dikenal oleh semua warga kampus 'Cakrawala'.

Mereka tahu betul siapa Arjuna Tsaqif.

CEO Amerta Group sekaligus suami Ayunda Nafsha Azia--mahasiswi Fakultas Sasing dan announcer di Cakrawala Media.

Bu Ayu, Lo udah buka X? Ada postingan lawak yang sukses bikin gue emosi

Pesan itu dikirim oleh Ryuga dan mendorong Ayu untuk segera membalas.

Udah. Aku juga udah liat postingan lawak itu. Nggak usah esmoni. Ketawain aja

Tangan gue menggatal, pingin ngasih hadiah bogem ke tuh orang

Yakin?

Banget. Lo tau siapa pelakunya?

Tau, tapi masih kurang bukti

Siapa?

Warga Cakrawala, yang jelas bukan Xavier

Kasih clue. Biar gue cari dia

Nggak usah dicari. Orangnya sering nongol di sekitarmu. Dah, nggak usah digubris. Mending kamu fokus nyelametin Aluna dulu

Nanti siang gue mau ketemuan sama dia di Kafe Aurora

Ngajuin diri buat jadi pengantin pengganti?

You don't need to know !!!

Heleh gayamu, Pak Ketu. Wish you luck, ya. Aku percaya, kamu pasti bisa jadi pasangan terbaik buat Aluna. Dan sebaliknya ....

Ulu hati Ryuga serasa diremas ketika membaca pesan yang dikirim oleh Ayu. Sepasang matanya memanas, ingin tumpahkan setetes kristal bening.

Sakit

Namun Ryuga berusaha menahan.

Hancur

Biar hancur sekalian, karena sudah tidak ada lagi harapan untuk merengkuh wanita yang dicinta.

Ryuga menekan dadanya dan berulang kali meraup udara dalam-dalam, menetralisir rasa yang sesak-kan dada.

Inikah cinta yang dibilang orang?

Katanya indah.

Namun kenapa mencipta lara?

Membawa jiwa tercebur ke palung nestapa.

Melihatmu tersenyum, seperti melihat rupa bidadari surgawi.

Namun elok-mu bukan untukku

dan haram untuk ku puja.

Kini, biarkan jiwaku hancur berderai.

Dekap cinta yang hanya bergelar sandiwara.

Kidung itu, mengalun sendu di dalam benak seorang Ryuga Mahesa.

.

.

Suara kerinduan Sang Maha Cinta terdengar. Hempas pilu dan memandu Ryuga untuk bersujud, tumpahkan pesakitan yang menyiksa jiwa.

Usai melafazkan dua salam, Ryuga duduk 'cukup' lama di atas sajadah. Termenung dan berpikir.

"Pak Ketu, lo kenapa? Nggak biasanya lo duduk lama di sini." Teguran itu dilontarkan oleh Tara--Sang Wakil Jendral BEM.

"Gue ... capek. Capek banget. Pingin rebahan di Planet Pluto, tapi nggak ada tumpangan buat pergi ke sana."

"Pfftt. Ngadi-ngadi aja lo, Pak. Bilang aja kalau lo capek jadi obat nyamuk mulu."

Ryuga menghela napas panjang dan sejenak memejamkan mata. Benaknya membenarkan celotehan Tara.

"Tadi gue liat postingan di X tentang lo sama Bu Ayu. Bikin gue geting dan pingin nyantet orang yang udah nulis cuitan nggak ada akhlak."

"Gue juga. Kita cari dukun di mana? Biar bisa nyantet tuh orang."

"Tanya Nofi. Kali aja punya kenalan dukun."

"Ck, kaya' beneran aja mo nyantet. Bisa disembur habis-habisan kita sama Bu Ayu kalau cari dukun."

"Iya. Nggak nyangka, mantan ketua geng yang bar-bar sekarang bermetamorfosa jadi ustadzah."

"Bang Juna ... emang sosok imam yang hebat dan tepat buat Ayu. Dia berhasil bimbing istrinya. Nggak kebayang kalau Ayu nikahnya sama gue. Pasti, dia makin bar-bar dan nggak terarah," ucap Ryuga sendu.

"Dah lah, Pak. Kita ngobrolin yang lain. Kalau ngobrolin Bu Ayu mulu, hati lo nggak bakal aman."

Ryuga mengangguk samar, lalu melirik mesin waktu yang melingkar di pergelangan tangan.

"Udah jam satu. Gue cabut dulu."

"Mau ke mana, Pak? Ada janji?"

"Ngedate sama Aluna."

Speechless.

"Oh my gosh, really?" tanya yang terucap dari bibir Tara setelah sejenak bergeming. Sepasang matanya berbinar, bibirnya menganga.

Bukan dengan kata. Ryuga menanggapi dengan mengejapkan mata dan mengulas senyum--yang dipaksa.

"Best of luck, Pak. Gue girang banget dengernya, karena sebentar lagi anak-anak BEM nggak piatu."

Ryuga tertawa kecil dan menoyor pelan kepala Tara.

"Doain gue ya, biar keliatan keren waktu ketemu sama Aluna," ujar Ryuga--berceloteh, sembari membawa tubuhnya bangkit dari posisi duduk, diikuti oleh Tara yang turut bangkit.

"Pasti, Pak. Gue bakal doain lo. Pepet Aluna. Singkirin calon suaminya."

Ryuga mengangguk ragu, lantas berlalu pergi dari hadapan Tara dan keluar dari mushola kampus.

Satu jam, Aluna menanti kedatangan Ryuga.

Duduk termenung, sambil menatap hampa pemandangan yang tersaji di luar jendela.

Gai-rah hidupnya hilang, bersama angan-angan yang melayang. Dihempas khianat dan sisakan luka.

Satu minggu lagi, Aluna akan menghadapi momen yang tak pernah terbayangkan. Berdampingan dengan pria yang tak dicinta dan pernah berperan sebagai penyumbang trauma di masa lalu.

Sayang, bibirnya terkunci setiap ingin menuturkan fakta karena terkendala bukti.

"Luna." Suara khas Ryuga memecah kaca lamun. Alihkan atensi pada sosok rupawan yang sudah duduk di hadapan.

Penampilan Aluna kali ini sempat membuat Ryuga pangling. Berhijab--menutupi rambut dengan pasmina dan mengenakan gamis berwarna khaki. Sangat berbeda dengan penampilan Aluna kemarin dan di hari-hari yang telah lalu.

"Kak Ryu," balasnya tanpa menyematkan seutas senyum. Mendung kelabu menaungi wajah cantik tak bermake-up, memaksa Ryuga untuk menatap lekat.

"Udah lama nunggunya?" Ryuga sekedar berbasa-basi.

"Baru satu jam. Kebetulan ... aku lagi nggak sholat, Kak."

"Maaf, udah membuat lo nunggu. Tadi, gue keasyikan ngobrol sama Tara."

"Nggak pa-pa, Kak. Nggak usah minta maaf."

"Btw, lo udah pesan menu?"

"Belum. Karena ... aku nggak tau minuman atau makanan kesukaan Kak Ryu."

"Maksud gue ... buat lo. Bukan buat gue."

"Belum juga. Aku nunggu Kak Ryu."

"Okay. Lo mau gue pesenin apa?"

"Air mineral saja, Kak. Aku lagi nggak berselera --"

Ryuga menghela napas, lalu memanggil seorang waiters untuk memesan beberapa menu yang tersedia di Kafe Aurora. Dua cangkir vanilla latte, satu gelas air mineral, Chicken Katsu Curry Don, dan Spaghetti Brulee.

"Lo harus temenin gue makan, meski lagi nggak berselera," ucap Ryuga memecah atmosfer hening yang sesaat menyelimuti.

"Tapi, Kak --"

"Lo harus punya energi buat ngadepin ujian hidup. Lo juga harus nguatin diri. Jangan berpikir buat bunuh diri lagi, karena gue bakal bantu lo."

"Maksud Kak Ryu?"

"Gue ... bakal nikahin lo, biar lo nggak jadi nikah sama Pak Hamdan."

Hening.

Senyap.

Tak ada lagi kata yang terucap. Tergantikan hembusan napas dan denyut jantung yang bertalu.

"Tapi, pernikahan kita bersifat sementara atau bisa dibilang ... pernikahan kontrak. Gimana? Lo nggak keberatan?"

Aluna bergeming.

Bibirnya bungkam.

Sakit yang dirasa semakin menjadi.

Ingin menolak pernikahan kontrak yang dicetuskan oleh Ryuga, tapi keinginan lepas dari Hamdan lebih mendominasi.

"Aku ... nggak keberatan --"

Hancur.

Biar hancur sekalian.

Dari pada harus takluk seumur hidup pada orang yang pernah ingin meruda paksa.

🍁🍁🍁

Bersambung

1
Eridha Dewi
segera tinggalin ryuga, aluna
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
Elisabeth Ratna Susanti
aaahhhh ikut meleleh nih🥰
Elisabeth Ratna Susanti
like plus 🌹 untuk chapter ini😍
Titik Subekti
ayu jgn dimatikan ya thor kasihan bang juna dan anaknya
Ayuwidia: Iya, Kak. Terima kasih udah komen 🥰
total 1 replies
Eridha Dewi
kapan Aluna ningalin ryuga
Ayuwidia: masih lama kaya' nya, Kak
total 1 replies
Najwa Aini
Ada temannya juga ya..yang butuh lbh satu hari utk satu bab
Ayuwidia: Betul, semangat. Niat kita kan nggak cuma ngasih hiburan, tapi juga nyelipin edukasi, Kak. Tetap pertahankan ciri khas, meski yg disuka sekarang cerita kaya' short
total 3 replies
Najwa Aini
yaa...kok ada scene kayak gini sih...
Ayu....jangan ikut arus jauh² ya...
Ayuwidia: bukan ikan, tapi gelondongan kayu buat bikin rumah 😆
total 3 replies
Najwa Aini
Oh pasti Bisa. Ayu itu kuat
Najwa Aini
Ya Allah...sampai kesini sedihnya...
Najwa Aini: Banget. Aku sampai merinding
total 2 replies
Najwa Aini
Naik Heli Wehhh...gak kebayang
Najwa Aini: Iya..di cerita Doraemon..😆
total 2 replies
Najwa Aini
Jakarta--Hongkong...
Jauhhh
Ayuwidia: Wkkkkkkk🤣🤣🤣
total 1 replies
Najwa Aini
kode kerasssd👍👍
Santai Dyah
hadir kk
Najwa Aini
Yakin??
Yang setitik itu terkadang yg sangat frontal
Najwa Aini
menyelesaikan satu kalimat aku kamu, pasti kayak habis nelen sambel secobek..😆😆
Ayuwidia: Hiyaaaa. Geli2 gimana gitu 🤣
total 1 replies
Najwa Aini
Ka-munya, aku-nya..🤣🤣 apaan sih Ryu..Aku geli ini bacanya
Ayuwidia: Yg nulis aja geli 😆
total 1 replies
Najwa Aini
Hujan lokal deh
Eridha Dewi
pinggunnya Aluna tahu KLo ryuga masih ada rasa sama ayu, terus ditinggalin deh
Ayuwidia: Semoga ya, Kak ✍🏻
total 1 replies
Nofi Kahza
iyaaa.. aku percaya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!