NovelToon NovelToon
Cinta Di Tapal Batas

Cinta Di Tapal Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Romansa pedesaan / Diam-Diam Cinta / Cintamanis
Popularitas:14.1k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Dini Kirana yang masih kelas dua SMA dijual oleh ayah tirinya kepada pria kaya yang sudah banyak istri untuk melunasi hutang. Dini memilih kabur dari rumah dan akhirnya kesasar ke salah satu Desa. Di tempat itu, Dini bertemu Aksa yang sudah berusia 28 tahun.

"Mas, boleh ya saya tidur di rumah kamu? Tolong Mas, saya butuh tempat tinggal."

"Kamu bukan siapa-siapa saya Dini, saya tidak mau digerebek warga Desa."

Bagaimana kisah selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

"Marini, ayo ambil" Lusi meletakkan atm di telapak tangan Marini karena muridnya itu tidak segera menerima.

"Maaf Bu, saya belum bisa memutuskan sekarang," Marini menolak dengan sopan. Ia beranjak dari duduknya salim tangan Lusi kemudian pergi.

"Saya pastikan besok pagi kamu akan menemui saya dan akan menerima tawaran ini, Marini" Gumam Lusi. Bibirnya tersenyum miring memandangi Marini yang sudah meninggalkan dirinya. Karena ia pikir orang miskin seperti Marini tidak akan menolak uang.

************

Di atas bukit yang rindang, pria dan wanita menatap ke bawah. Di mana sawah sudah dipanen, hanya tersisa jerami-jerami kering yang bertebaran. Matahari sore memancarkan cahaya hangat, gadis cantik tengah mendengarkan pemaparan si pria dengan seksama.

"Dini, walaupun Burhan Ayah saya, tapi saya tidak tahu jika perbuatannya seperti itu," Aksa rupanya menceritakan apa yang dia dengar dari ibunya.

"Jika memang yang Pak Aksa katakan itu benar, apa Bapak bersedia melindungi saya jika suatu saat nanti Pak Burhan menemukan persembunyian saya dan berbuat nekat?" Tanya Dini risau. Mendengar cerita Aksa ia justru semakin takut, dengan anak sendiri saja Burhan tega apa lagi dengannya.

"Saya berjanji Dini" jujur Aksa, bertekat akan melindungi dua wanita yang ia sayang, Dini dan juga Wati ibu kandungnya.

"Tapi, Pak Burhan itu ayah Bapak, loh" Dini menatap Aksa yang teduh itu mana mungkin berani melawan ayahnya.

"Lebih tepatnya bukan Ayah yang baik Dini," Aksa tidak akan melawan ayah melainkan sifat buruknya agar segera sadar selagi masih ada kesempatan.

"Semoga begitu ya, Pak" Dini masih juga tidak yakin, seburuk apapun orang tua, seorang anak tidak akan berani melawan, apa lagi Aksa pria lembut seperti itu.

"Oh iya Dini, sebenarnya apa yang Ayah lakukan sama kamu?" Aksa sampai lupa menanyakan ini, padahal yang paling penting.

Dini menatap kosong ke arah lahan sawah ketika lagi-lagi harus mengingat bagaimana kejamnya ayah tirinya yang akan menjualnya. "Bapak tiri saya bukan menganggap saya manusia. Tetapi saya tidak lebih dari seekor ayam dan dengan mudahnya dijual kepada pria tua."

"Pria itu Ayah saya, begitu kan, Dini?" Aksa seketika ingat penuturan ibunya tadi pagi, jika Burhan sekarang semakin tidak benar mencari gadis-gadis dan akan dijadikan pemuas nafsu.

"Begitulah, Pak" Dini merasa tidak kuat lagi untuk melanjutkan ceritanya. Percakapan Ringgo bersama Burhan satu setengah tahun yang lalu masih terngiang di telinga. Dini merasa seperti barang yang harus diperjual belikan tidak ada nilainya sebagai manusia.

Air mata Dini pun mengalir, sejauh ini gadis itu sudah berusaha melupakan Ringgo dan Burhan dengan cara mencari cinta sejati dan secepatnya menikah. Dengan begitu Ringgo dan Burhan tidak akan berani mengganggunya lagi. Padahal seharusnya Dini belum boleh berpikir seperti itu mengingat usianya yang masih terlalu muda. Hingga akhirnya dipertemukan dengan Aksa pria baik dan jujur, membuat Dini benar-benar lupa dengan masalahnya. Namun, ternyata kehadiran Aksa justru membuat memorinya kembali ke masalah yang lebih pelik lagi.

"Dini..." Aksa berjongkok di depan Dini, tanpa Dini duga jari pria itu menyusut air matanya.

Dini kaget tapi juga merasa sejuk menerima sentuhan jemari Aksa hingga terpejam. Walaupun sedikit kasar karena kapalan sering mencangkul di sawah, tapi bukan masalah.

"Saya minta maaf atas nama Ayah, tapi yakinlah, mulai saat ini dan seterusnya saya akan melindungi kamu" ucapan Aksa itu membuat hati Dini sedikit tenang.

"Terima kasih, Pak" Dini pun akhirnya tersenyum hingga tampak gingsulnya yang paling Aksa suka.

Melihat hal itu, Aksa segera kembali ke tempat duduknya. Ia tidak mau tenggelam dalam lautan api cinta dan akhirnya imannya goyah. Jika sudah begini, Aksa ingin rasanya mempercepat waktu dan membawa Dini ke penghulu.

"Oh iya, bicara apa bu Lusi tadi?" Tanya Aksa membuka percakapan lain untuk menetralkan pacu jantungnya yang begitu cepat.

"Membicarakan Pak Aksa" Dini melirik Aksa di sebelah kanannya.

"Tentang apa?" Aksa benar-benar ingin tahu karena Lusi terdengar menyebut namanya.

"Kata bu Lusi Pak Aksa tampan, eh, bukan-bukan. Jelek deng, hihihi..." Dini meralat tertawa lalu berdiri membelakangi Aksa, menyembunyikan rasa malunya. Ia tepuk mulutnya sendiri karena keceplosan menyebut kata tampan.

"Kamu mulai ngelunjak" Aksa pun berdiri mendekati Dini, tapi gadis itu berlari melintasi pepohonan.

 Aksa mengejar Dini yang sudah berubah ceria dan bersembunyi di balik pohong. Hingga terjadi kejar-kejaran seperti anak kecil. Namun, Dini akhirnya diam dengan dada berdebar ketika tubuhnya bersandar di batu dan dikunci oleh kedua tangan Aksa.

Aksa menatap Dini lekat, gadis itu benar-benar membuat seluruh tubuhnya bergejolak. "Aksa, dia ini murid kamu, bersabarlah" hati kecil Aksa berbisik lirih membuat Aksa tersadar dan meninggalkan Dini.

"Astagfirullah... ternyata begini rasanya jatuh cinta" monolog Dini. Sejenak ia diam terpaku di tempat itu hingga terdengar Aksa memanggilnya.

"Kita pulang Dini, belum shalat ashar."

"Iy, Pak..." Dini berlari-lari mengejar Aksa, begitu menuruni bukit dia kesulitan karena medan lumayan terjal. Jika musim hujan tiba jalan tanah itu Dini pastikan licin dan sulit di lalui.

"Pak... Takut jatuh..." seru Dini dari atas bukit memandangi Aksa yang sudah jalan lebih dulu, bahkan hampir tiba di pinggir sawah. Dini rasanya kesal menurutnya Aksa tidak perhatian.

Dengan mudahnya Aksa naik kembali menghampiri Dini. "Sini tangan kamu" Aksa mengulurkan tangan agar Dini berpegangan.

"Bapak kenapa bukan lewat jalan yang tadi saja sih..." Dini ngomel-ngomel sebab ketika naik tadi bukan lewat jalan itu walaupun agak jauh tapi tidak terlalu tinggi.

Aksa tidak berkata-kata lagi, lalu berjongkok membelakangi Dini. "Ayo naik ke punggung" Aksa bermaksud menggendong Dini.

"Aaagghhh... nggak mau... memangnya aku anak tk apa," Dini tidak bergerak, wajahnya pun berubah merah.

Aksa tertawa, tentu saja tidak akan melakukan hal semacam itu. Dia hanya bergurau, mengingat Dini adalah muridnya yang harus dijaga.

"Haiiis... Ayo, ikuti saya" Aksa pun naik kembali melalui jalan lain, menuruni bukit itu tanpa kendala karena sudah terbiasa.

Namun, berbeda bagi Dini tetap saja kesulitan untuk turun dan pada akhirnya tergelincir. Bagusnya Aksa cepat menangkap tubuh Dini hingga jatuh dalam pelukan. Tanpa berpikir panjang Aksa membopong Dini kemudian melompat.

 Keringat dingin mengucur deras ketika tubuh Dini terasa terbang dan diturunkan perlahan-lahan.

"Astagfirullah... Bapak... kita sudah berbuat dosa" Dini menyesal karena ia dengan Aksa bukan mahram. Walaupun bukan pintar bidang agama tetapi Dini tahu batasannya.

"Tidak ada jalan lain, Dini... kalau tidak saya tangkap kamu pasti jatuh" Aksa pun sebenarnya merasakan dadanya ingin copot karena seumur hidupnya belum pernah membopong wanita seperti tadi.

"Huh" Dini memukul pelan lengan Aksa.

 "Sudahlah ayo" Aksa pun tersenyum menatap wajah Dini yang memerah, kemudian minta Dini berjalan lebih dulu ke pinggir jalan.

Dalam perjalanan tidak ada yang saling bicara, masing-masing berusaha mengentikan dadanya yang terasa menabuh drum.

"Terus, saya pulang bagai mana, Pak?" Dini bingung ketika sudah tiba di pinggir jalan. Dia berangkat tadi diantar ibunya maka tidak membawa motor.

"Aku antar lah, masa membiarkan kamu jalan kaki..." Jawab Aksa sembari mengeluarkan kunci dari saku celana.

"Iya, Pak... Terima kasih."

"Kita sudah jadian kamu masih mau manggil saya Pak terus..." protes Aksa.

"Terus kenapa? Pak Aksa kan memang sudah tua, pantas menjadi bapak aku" Dini terkikik.

"Biar tua tapi kamu cinta kan?" Aksa menyentuh hidung Dini dengan ujung kunci motor.

"Sedikit..." Dini menunjukkan ujung jari. Keduanya pun akhirnya tertawa bahagia.

Mereka tidak tahu jika tidak jauh dari tempat itu ada yang mencuri gambarnya tanpa izin sejak di atas bukit.

...~Bersambung~...

1
Darti abdullah
luar biasa
Eka ELissa
knpa tu Lusi..... entahlah hy emk yg tau.....
Buna Seta: Jangan jangan bunting
total 1 replies
Attaya Zahro
typo kak..yang memberi Burhan bukan Ringgo
Attaya Zahro: Iya kak 😍😍
total 2 replies
Ita rahmawati
ada apa nih dg bu lusi
Ita rahmawati
polisi dateng,,apakah 22 nya ditangkep 🤔
Eka ELissa
nah lohh.... Burhan Ringgo msuk bui.,. tu bersiap udh di jmput mo di bawa ke hotel 🏨🏨🏨 prodeo 😄😄😄😄🤭
Buna Seta: Kapok dia 😁
total 1 replies
neng ade
aku hadir disini thor .. 🙏😍
Buna Seta: Lanjut ya
total 1 replies
Ita rahmawati
aksa kah yg dateng atau orang lain
vj'z tri
🫣🫣🫣🫣 semoga selamat 🫣🫣
Eka ELissa
Lusi pa Ringgo.....yg culik....dini... entahlah hy emak yg tau...
Eka ELissa
aduh....Bu ..dini....di culik tau ...smoga GK knpa2....yaaa......🤦🤦🤦
Bu Kus
lanjut
Fitriah Fitri
pleazee thor ... 2 bab tudey. nti sore up lg kan dr kmrn 1 bab trs up nya
Buna Seta: Lagi galau say, retensi buruk 😭
total 1 replies
vj'z tri
sabar Mak sabar tanya pelan pelan jangan langsung gas 🤭🤭🤭🤭
Ita rahmawati
siapa ya yg nyulik,,lusikah atau ringgo kah atau ada lg orang baru 🤔
Eka ELissa
dini....pak....msih inget kan kmu...😡😡😡
Ita rahmawati
hadeuh siapa nih yg bekap dini
Attaya Zahro
Jangan² nih kerjaan si Bu Lusi,.dan malah membuat Aksa jadi salah paham ma Burhan..
Attaya Zahro
Waduh..Dini di culik..tolong Dini Bang Aksa
Bu Kus
lebih baik jujur aja dini kan Aska gak tahu dengan kamu jujur pasti akan bertindak jangan main curiga nanti kamu nyesel lho
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!