Kisah ini menceritakan seorang anak kecil yang harus menjadi korban ke egois san orang tua... dia bernama Vera Arsiana... bayi berumur 8 bulan, dia terpaksa harus di bawa oleh sang kakek untuk menjauhi Keluarga baru dari Mamah dan papahnya
Ada yang penasaran ngga dengan cerita ini yuk kita mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7
"TUAN RUMAH DI LARANG MENGELUH, PIKIRKAN SAJA HADIAH YANG TUAN RUMAH DAPATKAN... BUKAN KAH ITU JUGA BISA MEMBANTU SEMUA ORANG YANG MEMBUTUHKAN"
Vera hanya memutar mata malasnya mendengar ucapan sang sistem, dia bukan tidak ingin membantu tapi apa nantinya dia akan terkenal, dia belum siap menjadi Artis dadakan dengan percaya dirinya itu
Apa lagi sawah yang berada di kampung tersebut di beli oleh kepala desa, Vera pun binggung kenapa sawah mereka bisa jadi milik kepala desa
"Maaf pak RT, saya mau bertanya, kalau saya boleh tau, kenapa sawah para warga di kampung ini bisa menjadi milik kepala desa? bukankah sawah ini bisa membuat mereka menjadi petani padi? yang saya lihat sawah-sawah itu sangat subur ditanami dengan padi itu?" tanya Vera
Pak RT membuang nafas kasarnya seolah beban berat yang dia terima selama ini
"Sebenarnya, dulu sawah-sawah itu memang milik para warga kampung ini, Tapi semenjak kepala desa Harto menjabat entah kenapa sawah-sawah milik para warga ini tercatat sebagai milik PT, padahal sudah jelas kami para warga memiliki surat-surat sawah itu... tapi entah kenapa bisa tiba-tiba sawah milik kami berubah menjadi milik PT, dan sawah itu sekarang menjadi tanggung jawab kepala desa Harto, saya sudah beberapa kali mengajukan dan menanyakan masalah ini ke aparat desa... tapi ya seperti itu tanggapannya, kalau sebenarnya sawah milik kami itu milik PT, dari dulu yang diubah menjadi atas nama para buyut kami ataupun para nenek kami" ucap pak RT Hery
"Bukan nya itu membingungkan? kenapa tiba-tiba sawah itu menjadi milik PT? dan mereka menanggapinya karena dulu buyut atau nenek buyut kalian mengganti nama sawah itu menjadi milik keluarga kalian seperti itu?" ucap Vera
"Iya... kami juga bingung, karena zaman nenek kami atau buyut kami mereka tidak bisa membaca atau menulis, dan bagaimana luhur kami bisa mengganti atau mengatasnamakan nama mereka di surat-surat itu" jawab pak Hery
"Masalah baru lebih rumit ini, sistem Apa kamu bisa membantuku mencari tahu tentang masalah ini?" tanya Vera
"TENTU SAJA TUAN RUMAH.... APAPUN YANG TUAN RUMAH MINTA SISTEM PASTI BISA MEMBANTU TUAN RUMAH"
Vera mendengus mendengar jawaban dari sistemnya itu, kalau dia bisa membantu kenapa dari tadi sistemnya itu hanya diam tidak berbicara sedikitpun
"Baiklah cukup berguna juga kamu Sis" ucap Vera
"TENTU SAJA SISTEM CUKUP BERGUNA... UNTUK TUAN RUMAH, KALAU TUAN RUMAH MENANYAKAN KEPADA SISTEM, PASTI SISTEM AKAN MEMBANTU TAPI SELAMA INI KAN TUAN RUMAH TIDAK BERTANYA KEPADA SISTEM"
"Baiklah baiklah... sistem memang sangat berguna untukku, tapi bisakah kamu mengganti panggilanmu itu.... jangan tuan rumah panggil saja dengan Queen no tuan rumah oke" ucap Vera
"SISTEM MENURUTI KEINGINAN QUEEN... SISTEM MENEMUKAN KECURANGAN KEPALA DESA DAN BEBERAPA STAF KANTOR DESA BEKERJA SAMA DENGAN BEBERAPA PETUGA BPN UNTUK MEMBUAT SURAT-SURAT SAWAH MILIK WARGA"
Vera yang mendengar ucapan sistemnya itu cukup kesal dan menahan amarahnya, bisa-bisa aparat desa berkerja sama menipu satu kampung
"Biadab.... bisa-bisanya mereka melakukan hal curang ini kepada masyarakat setempat, apa mereka ingin memperkaya hidup mereka? jadi membuat semua warga di kampung ini menderita dan sengsara begitu? para manusia serakah" gumam Vera
Kedua tangan Vera pun mengepal dengan kuat Dia paling benci yang namanya penghianat apalagi banyak korban yang mereka khianati selama ini
"Baiklah... malam ini aku akan jarah semua harta mereka, Jangan sebut aku Cristin, kalau tidak bisa mengambil semua hak warga kampung ini, mereka bermain seperti itu mari aku akan tunjukkan permainan yang membuat mereka tak bisa" gumam sinis Vera. sistem yang mendengar ucapan Vera pun meringis
"QUEEN KALAU SEPERTI ITU MIRIP PSIKOPAT"
"Apa perduli ku, aku hanya ingin menunjukkan sesuatu yang membuat jantung mereka berdetak begitu kencang... dan Boom, mereka akan mati seketika" ucap Vera
"SISTEM MENGIKUTI KEINGINAN QUEEN.... ASAL QUEEN TIDAK MEMINTA MATI SAAT INI SAJA SISTEM TIDAK BISA MENGIKUTI KEINGINAN QUEEN YANG ITU" UCAP sistem
Mata Vera mendelik mendengar ucapan sistem tidak berakhlaknya itu andai saja sistemnya berwujud mungkin sudah Vera tendang dari kemarin
"Apa kau bisa berwujud?" tanya Vera
"TENTU SISTEM BISA MENJADI WUJUD ANAK KECIL YANG IMUT DAN LUCU"
Vera memutar mata malasnya saat mendengar ucapan sang sistem "Apalah wujud Mu... asal jangan kelihatan orang lain saja" ucap Vera
"SESUAI KEINGINAN QUEEN...."
SLING
Vera melotot melihat sistem yang dia miliki, begitu lucu dan imut, apalagi lihat dari pipi tembem sang sistem
"Apa orang lain bisa melihatmu?" tanya Vera
"TENTU TIDAK... SISTEM TIDAK AKAN TERLIHAT OLEH SIAPAPUN, HANYA QUEEN YANG BISA MELIHAT SISTEM INI"
"Tahan Vera.... sabar saat ini kamu di depan banyak orang, setelah kembali kau bisa mencubit pipinya dan mengigit tangan nya, aku akan melampiaskan kekesalanku padanya malam ini" gumam hati Vera. sistemnya itu tidak tahu bila malam ini, dia akan mendapatkan kejutan yang membuat dia akan berteriak kesakitan
"Hehehe... tunggu hukuman mu sistem nyebelin
ohya thor si vera gk ada asistennya sendri gtu selain mang hasan ma mang tubi
lanjut thor