Tragedi menimpa Kenanga, dia yang akan ikut suaminya ke kota setelah menikah, justru mengalami kejadian mengerikan.
Kenanga mengalami pelecehan yang di lakukan tujuh orang di sebuah air terjun kampung yang bernama kampung Dara.
Setelah di lecehkan, dia di buang begitu saja ke dalam air terjun dalam keadaan sekarat bersama suaminya yang juga di tusuk di tempat itu, hingga sosoknya terus muncul untuk menuntut balas kepada para pelaku di kampung itu.
Mampukah sosok Kenanga membalaskan dendamnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesedihan
Sahara menatap sinis kuyang itu yang masih tidak mau pergi karena masih ada sisa darah yang berasal dari janin Kenanga yang gugur, tapi Sahara tidak akan membiarkan kuyang itu mendapatkan apa yang dia mau dan akan Sahara urus darah itu secepatnya setelah kuyang itu dia usir.
"Pergi" ucap Sahara dengan nada dingin
"Hhrrr.... Aku tidak mau"
"Kamu menjijikan, tiap ngomong mulut kamu itu berdarah, apa kamu nggak kagok?" tanya Sahara
"Jangan main main denganku!" bentaknya
"Ish.. Di tanya baik baik malah marah, pantas kamu cepat tua, kamu pemarah, jangan jangan aslinya kamu itu nenek-nenek berusia seratus tahun ya" cibir Sahara
Kesal terus di ledek Sahara, kuyang itu marah dan menyerang Sahara, tadinya dia ingin mempengaruhi Sahara dengan hipnotis yang ada pada matanya, tapi ternyata Sahara pintar, dia tidak melihat ke arah mata kuyang itu karena itu bukan kali pertama dia menghadapi sesosok kuyang.
Srak. Srak.
"Aakhhh! Lepaskan aku!"
Kuyang itu terus terbang mencoba menyerang Sahara, tapi rambutnya justru di tarik Sahara sampai kuyang itu berhenti terbang, dan di lempar Sahara ke tanah.
Bruk.
"Ssttt...." kuyang itu meringis, tapi matanya terus mencari celah untuk bisa masuk ke dalam puskesmas yang ternyata juga baru di datangi seorang wanita yang akan melahirkan.
"Ish... Kamu ngeyel sekali, apa kamu sudah bosan hidup! Mau kamu terpisah dari jasadmu dan membusuk!" desis Sahara
"Tidak akan ada yang tahu di mana jasadku berada, aku sudah melalui ini selama puluhan tahun dan tidak pernah gagal" jawabnya
"Di dalam toilet kan? Kamu simpan jasadmu di dalam toilet yang terbengkalai, Sahara tahu dan akan Sahara bakar" ucap Sahara membuat kuyang itu terkejut.
Dia langsung pergi dari sana karena dia khawatir jasadnya di temukan orang dan di sangka korban mutilasi. Tapi sebelumnya Sahara sudah memberikan hadiah bola api yang langsung mengenai ginjal kuyang itu.
"Rasakan! Setelah ini kamu akan sibuk berobat ke dokter karena gagal ginjal!, makanya jangan lawan Sahara" sombong Sahara berkacak pinggang di atas atap puskesmas
Sementara itu di dalam ruang rawat Kenanga, Kenanga sudah sadar dan sedang di suapi sup yang tadi sempat di bawakan Herman saat menjemput Dimas, karena mobil Dimas akan di simpan di sana untuk berjaga jaga kalau mungkin Kenanga harus di bawa ke rumah sakit dan Sigit bisa langsung memakai mobil itu.
"Mas Sigit apa tidak mau kembali ke kampung Dara?" tanya Kenanga
"Aku akan kembali, tapi nanti saat kamu sudah siap untuk pulang, dan pastinya saat kamu sudah jadi Istriku" jawab Sigit
Kenanga menunduk, dia merasa kalau dirinya tidak pantas untuk Sigit karena Sigit begitu baik, begitu tulus dan juga jujur, Kenanga berpikir kalau Sigit layak dapat perempuan yang lebih baik dari Kenanga yang hanya orang biasa dan bekas ayahnya.
"Jangan memikirkan banyak hal, cukup pikirkan masa depan kita saja, kalau kamu tidak mau kembali ke kampung itu juga tidak apa apa, aku sudah dapat pekerjaan, pak Bintang mengajakku bekerja di lahannya sebagai pengganti tangan kanannya yang sudah meninggal, pak Hasan" ungkap Sigit
"Mas pantas dapat yang lebih baik dari Kenanga" ucap Kenanga
"Dan yang paling baik untukku adalah kamu Kenanga, tidak ada yang lain" jawab Sigit mengecup tangan Kenanga
"Kamu mau kan memulai dari awal lagi bersamaku? Kamu tidak perlu menjawabnya sekarang, cukup kamu tahu kalau aku akan selalu berada di sisi kamu" ungkap Sigit
"Maaf, Kenanga ingin bebas dulu dari pernikahan Kenanga, setelah itu, Kenanga pasti akan bersedia jadi istri mas Sigit" jawab Kenanga
"Terima kasih Kenanga, terima kasih karena sudah memberikan kesempatan untukku" ungkap Sigit memeluk Kenanga
"Terima kasih karena sudah bersedia menerima Kenanga yang tidak sempurna ini" balas Kenanga
"Kamu sempurna di mataku Kenanga" jawab Sigit menitikkan air matanya karena terharu akhirnya Kenanga mau memberikan kesempatan untuk Sigit.
"Aku akan membuat kepalamu itu hanya memikirkan aku, isinya hanya aku sampai sampai kamu akan selalu mencari ku" ungkap Sigit
"Kenanga takut kalau begitu" ucap Kenanga
"Takut kenapa?" tanya Sigit
"Takut melihat tiang listrik jadi mas Sigit dan Kenanga peluk" jawab Kenanga tersenyum manis
"Mulai bisa bercanda" gemas Sigit tapi dia juga ikut tersenyum manis,
"So sweet sekali, Gandra dan Dimas juga begitu pada Sahara" ucap Sahara masih di atas genteng puskesmas
~~
Di kampung Dara, pernikahan Sigit batal di laksanakan karena Sigit di kira meninggal, tapi Zainab tidak mau pergi dari kampung itu, dia tetap memaksa tinggal di rumah Wisnu yang lain karena Zainab tidak mau di buang begitu saja oleh Wisnu setelah anak yang dia kandung juga gugur.
"Pergilah Zainab, aku hanya akan bersama istriku dan Kenanga saja" ucap Wisnu
"Tidak mas, aku mau jadi istri kamu juga" ucap Zainab
"Tidak, Hanya Dasih dan Kenanga saja Istriku" ucap Wisnu terus menggenggam tongkat yang dia pasangkan cincin Kenanga di ujungnya.
"Apa yang terjadi Dasih? Kenapa semuanya bisa hancur hanya dalam satu hari, anakku bahkan harus menanggung malu karena tidak jadi menikah dan dia sudah pernah hamil anaknya Sigit" ucap Tama
"Sigit bukan ayah dari anak yang di kandung Zainab kak, Burhan lah ayahnya karena Burhan yang selalu mengantarkan Zainab setiap kali dia habis jalan dengan Sigit. Sigit anakku anak yang taat agama, Kenanga saja tidak pernah dia sentuh meski mereka tinggal satu rumah, jangan memfitnah anakku yang sudah bahagia di sana" ungkap Dasih
"Tidak, itu bukan anak pak Burhan, itu anak...."
"Mengaku saja Zainab, Burhan sudah mengakuinya sebelum dia meninggal pada mas Wisnu! Awalnya aku berniat untuk membatalkan pernikahan, tapi kami masih peduli dengan omongan orang, jadi kami tetap melanjutkan itu!" ucap Dasih sementara Wisnu masih sibuk dengan tongkat yang dia lihat sebagai Kenanga
"Wisnu, lakukan sesuatu, aku juga tidak mau anakku di cemooh warga karena dia sudah bukan gadis lagi" mohon Tama
"Percuma kak, mas Wisnu begitu kehilangan Sigit dan Kenanga, dokter bilang dia depresi dan merasa kalau Kenanga juga Sigit masih ada, dia mungkin terlihat normal, tapi kepalanya sudah rusak, dia akan melakukan apapun yang dia mau kalau sedang di rumah, bahkan rumah kami yang hangus terbakar juga dia ratakan dengan tanah" ungkap Dasih
"Mas..."
"Berhenti memanggil suamiku dengan panggilan tak pantas itu Zainab, kamu memang hampir jadi menantu kami! Aku bahkan mengijinkan kamu untuk memanggil kami dengan sebutan ibu dan bapak, tapi kamu malah meminta Suamiku untuk menikahi kamu!" bentak Dasih karena Zainab masih tidak mau menyerah.
"Aku dan mas Wisnu sudah menjalin hubungan selama satu tahun! Anak yang aku kandung juga adalah anaknya mas Wisnu, dia sengaja menjodohkan aku dengan Sigit supaya anaknya tetap bisa kamu rawat! Itulah suamimu!"
Plak.
"Lancang kamu! Karena tidak ada yang menjadi saksi perselingkuhan kamu dengan Burhan kamu jadi memfitnah suamiku!" bentak Dasih menampar pipi Zainab.
"Dasih!" bentak Tama merangkul Zainab yang mulai menangis.
"Aku tidak suka ada yang kurang ajar padaku dan suamiku! Salahmu mau saja menyerahkan kegadisanmu pada lelaki yang belum jadi suamimu!" bentak Dasih
"Ayo nak kita pulang, kamu bisa menikah dengan Adam, dia bersedia menikahi kamu dan menerima kamu yang pernah hamil" bujuk Tama
"Tapi pak, Zainab tidak bohong, memang mas Wisnu yang sudah menghamili Zainab saat itu" ucap Zainab terisak
"Jangan percaya padanya Kenanga, dia itu bohong, aku hanya mencintai Dasih dan kamu saja, Sigit juga sudah menerima kamu, jadi jangan dengarkan dia" ucap Wisnu memeluk tingkat yang dia pegang juga mengecup kening Dasih.
"Lihat, dalam keadaan gila pun suamiku tetap tidak menginginkan yang lain selain kami, pulanglah, kamu hanya akan mendapatkan malu kalau tetap di sini" ucap Dasih
Tama memaksa Zainab untuk pulang meskipun harus di seret karena Zainab tetap keukeuh ingin meminta pertanggungjawaban dari Wisnu. Tapi Tama melihat Wisnu sudah hilang akal, jadi dia tidak mau anaknya menikah dengan orang gila.
"Mas, minum obat dulu ya, hari ini kamu akan ke ladang untuk mengawasi pekerja kan?" tanya Dasih
"Iya, kamu dan kenanga harus ikut aku ya, Sigit juga, Kalian tidak boleh jauh lagi dari ku" jawab Wisnu juga mengusap kalung perak Sigit yang dia Pakai.
"Iya, kami akan ikut" jawab Dasih menitikkan air matanya
"Jangan menangis, kita sudah bahagia sekarang, apalagi keinginanku sudah terkabul, Sigit menerima Kenanga sebagai ibunya" bujuk Wisnu
"Iya, aku menangis karena bahagia mas" jawab Dasih semakin memeluk Wisnu yang dalam penglihatannya sedang mengusap rambut Kenanga dan Sigit juga.
"Sembuhlah mas" lirih Dasih dalam hatinya.
aq suka suasana di kampung Dimas, selalu kompak mereka, apalagi klo ada Sahara mesti ketawa aq, lucu bin somplak sih🤣