NovelToon NovelToon
Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati

Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Vampir / Teen Angst / Cinta pada Pandangan Pertama / Suami Hantu / Nikah Kontrak
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Bagaimana hidup Naura yang harus di jodoh kan dengan orang yang sudah mati. selang sehari saat dia meraya kan ulang tahun ke 18.
Naura Isabella adalah seorang murid di SMA Nusa bangsa dengan jalur prestasi.
Di pagi yang mendung itu. Orang tua Naura Tiba tiba menyuruh putri semata wayang mereka untuk tidak ke sekolah.
Dan membawa Naura ke rumah mewah.
Naura yang sudah berdandan cantik layak nya pengantin sangat lah heran. Dia melihat ke kanan dan ke kiri. Banyak orang menangis. Dia bingung kenapa dia malah di dandani seperti seorang pengantin.
Dengan di gandeng oleh kedua orang tua nya. Naura berusaha bersabar dan tidak banyak bertanya.
Orang tua nya menjelas kan jika dia harus ikut karnaval agar bisa mendapat kan uang untuk makan besok. Itu ucapan singkat ke dua orang tua Naura.
Naura tiba di sebuah altar dan sudah ada pendeta di sana. Naura melihat ke sekeliling dan mata Naura terpaku pada mayat pria yang seumuran dengannya dengan wajah yang sangat pucat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7.

Liam pun menelan saliva nya dengan susah payah, karena pagi pagi sudah di lihat kan gundu kan dada Naura yang terbuka. Apalagi gundukan dada yang yang sekel dan lumayan montok.

Sementara di ruangan lain. Tepat nya di ruang makan. Liliana dan juga suami nya Steve sedang sarapan pagi. Liliana yang mendengar teriakan menantu nya yang bagi nya begitu urakan dan begitu ndeso itu. Hanya bisa memutar bola mata nya dengan jengah. Dan tetap meminum lagi kopi yang sudah berada di genggaman tangannya.

Sedangkan suaminya Steve yang duduk di seberang meja miliknya terlihat cuek dan tidak mengatakan apa apa. Dia masih saja memakan sarapan nya.

"Nyonya saya permisi dulu," ucap bibi Asih yang berdiri di samping Liliana. Karena setiap makan Liliana dan Steve selalu minta di layani makan oleh Asih.

"Mau kemana?" tanya Liliana cuek dan dingin, tapi walau pun begitu Liliana sudah menganggap Asih seperti ibu kandung nya sendiri.

"Emmm ... Itu nyonya. Non Naura, dari tadi kok belum keluar kamar. Malah teriak teriak, saya kan takut nyonya. Kalau ada apa apa sama non Naura," ucap wanita ber umur 49 tahun yang ber nama Asih.

"Tidak akan terjadi sesuatu hal yang buruk pada nya, tenang saja!. Tadi saya sengaja menyuruh Liam untuk datang ke kamarnya untuk menemui istrinya. Agar Naura, bisa bertemu dan juga berkenalan langsung sama suami nya itu. Karena tadi, saya liat perempuan itu mengintip dari balik kamar nya. Waktu peti Liam akan di bawa ke makam Revendlis." jelas Liliana tanpa ekspresi.

"Baik nyonya" ucap asih dengan agak lesu. Jika melihat Naura. Dia teringat almarhum putri nya yang meninggal 18 tahun lalu. Sebagai ganti lahir nya seorang pewaris tunggal. Jika mengingatnya sungguh Asih sangat lah sedih.

Sementara di kamar Naura.

"Elo hantu termesum baru pertama kali gue temui di muka bumi ini. Elo minggir, atau kalau gak ... " Dengan wajah yang terlihat begitu garam, Naura nampak memberikan ancaman pada suaminya.

Tanpa di sadari, ke dua sudut bibir Liam nampak terangkat naik.

"Kalau gak apa?" kata Liam seperti menggoda istrinya. Ia malah semakin mengeratkan pelukannya pada istrinya itu.

"Astaga, udah gue bilang lepasin gue," kata Naura geram sembari menggertakkan gigi giginya. Terlihat percikan api kemarahan yang ada di wajahnya malah terlihat semakin berkobar.

"Gue mau ganti baju, lo itu denger gak sih!" imbuh Naura dengan nada meninggi. Karena sedari tadi Liam memegangnya begitu erat.

"Aku cuman mau kenalan sama istri ku yang cantik ini," ucap Liam  tanpa sadar, bahkan wajah polos nya terlihat malu malu. Dengan perlahan ia nampak melepaskan tangannya dari tubuh Naura.

"Nama gue Ura, udah ya gak perlu sebutin siapa nama lo itu, karena gue udah tahu. Buruan deh lo itu mending menghilang, gue itu mau ganti baju. Jangan sampai ya, lo itu di kutuk sama Tuhan karena menjadi hantu termesum di dunia ini," papar Naura. Ia nampak mengomel ngomel kesal karena hantu yang ada di depannya itu membuat dirinya harus membuang waktu saat bersiap siap.

Iya benar, Naura itu mengira jika suami yang ada di depan nya adalah seorang arwah gentayangan alias hantu.

Liam sendiri malah kala mendengar nama istrinya itu. Ura seperti slogan sepak bola. Ha ha ha.

Naura dengan kaki yang di hentak hentak kan masuk kembali ke kamar mandi. Setelah mengambil seragam nya dari tas milik ke dua orang tua nya. Tas usang warna coklat milik ayah dan ibu Naura.

"Fyuh, untung hantu itu dah keluar kamar gue!" ucap Naura pada diri sendiri setelah ke luar dari kamar mandi.

Dengan langkah gontai Naura berjalan pelan dari kamarnya. Dia memilih untuk turun tangga yang ada di ujung kanan.

Dia kaget saat melihat Liliana ter senyum ke arah nya bersama para asisten rumah tangga yang ada di belakang nya.

"Pagi Naura sayang," ucap mertua Naura dengan senyuman yang sulit untuk di artiikan.

"Pagi nyonya," ucap Naura terbata bata. Ia menahan takut, sungguh wajah Liliana terlihat begitu berkharisma.

"Panggil aku dengan panggilan mamah mertua," sahut Liliana dengan suara dingin.

"Ba- baik mamah mertua," ucap Naura masih dengan nada takut. Karena sungguh wajah mertuanya itu terlihat tegas dengan tatapan mata nyalang. Seperti menyimpan sebuah dendam. Tapi Naura memilih untuk tidak memikir kan semua itu. Naura memilih menjadi acuh dan juga cuek bebek.

"Kamu sekolah akan di antar kan oleh Aron," ucap Liliana dengan singkat dan juga dingin.

"Hay Naura, aku Aron salam kenal!" ucap anak laki laki yang di perkirakan seusia dengannya. Dia ter lihat menyerah kan tangan nya agar bisa ber salaman dengan Naura.

"Iya," jawab Naura singkat.

Lalu mereka berkenalan dan juga berjabat tangan.

Naura berjalan di belakang mertuanya untuk menuju ke depan rumah. Ia benar benar di buat sangat lah takjub.

"Rumah yang sangat luas dan megah," batin Naura.

Tapi ntah mengapa Naura merasa keluarga ini penuh misteri dan juga teka teki. Ia memilih untuk diam dan berusaha tidak banyak berfikir.

"Naura hati hati saat di sekolah. Dan ingat jangan pernah dekat dengan anak laki laki lain di sekolah dan juga jangan ganjen. Ingat kamu itu sudah punya suami," kata Liliana dengan tegas.

"Baik Mamah mertua," sahut Naura patuh dan langsung mencium punggung tangan mertua nya.

Ada yang aneh sebenar nya dengan ucapan mertuanya itu, Naura benar benar di buat bingung. Bahkan beberapa pertanyaan sekarang ini sangat mengganjal di dalam benaknya.

"Bukankah suami nya itu sudah meninggal, bahkan peti nya juga sudah di bawa pergi. Tapi kenapa? Apa jangan jangan arwah Liam akan terus menerus menghantui ku. Oh my God." batin Naura dari dalam hati nya.

"Bagus," kata mertua Naura singkat sembari mengelus pucuk kepala menantu nya itu dengan penuh kasih.

Tak ber selang lama sebuah mobil hitam dengan logo H pun muncul di depannya. Naura memilih untuk duduk di kursi belakang. Seperti apa yang barusan mamah mertuanya kata kan. Jika dia memang sudah bersuami.

Naura pun memasuki mobil itu. Dia melihat ke arah kaca mobil. Terlihat Liliana dan juga kepala pembantu yang bernama Asih, masih menatap mobil nya dengan diam dan pandangan yang sangat sulit untuk di arti kan. Dia melihat ibu mertua nya Seperti menyimpan banyak kesedihan.

Di dalam mobil hanya ada keheningan. Naura yang biasanya begitu cerewet dan supel kali ini memilih diam. Banyak sekali pikiran pikiran yang sangat mengganggu dirinya.

1
princess libery
lanjut ka
princess libery
lanjut ka semangat
svzadi
Keren agak horor💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!