NovelToon NovelToon
Aku Bukan Pelacur

Aku Bukan Pelacur

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Keluarga / CEO / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:128k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

Malam itu, di sebuah desa terpencil, Alea kehilangan segalanya—kedua orang tuanya meninggal dan dia kini harus hidup sendirian dalam ketakutan. Dalam pelarian dari orang-orang misterius yang mengincarnya, Alea membuat keputusan nekat: menjebak seorang pria asing bernama Faizan dengan tuduhan keji di hadapan warga desa.

Namun tuduhan itu hanyalah awal dari cerita kelam yang akan mengubah hidup mereka berdua.
Faizan, yang awalnya hanya korban fitnah, kini terperangkap dalam misteri rahasia masa lalu Alea, bahkan dari orang-orang yang tak segan menyiksa gadis itu.

Di antara fitnah, pengkhianatan, dan kebenaran yang perlahan terungkap, Faizan harus memutuskan—meninggalkan Alea, atau menyelamatkannya.

Kita simak kisahnya yuk di cerita Novel => Aku Bukan Pelacur.
By: Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 7

Alea akhirnya memilih pulang. Faizan tak sedikit pun merasa kasihan. Pria itu membiarkan istrinya pergi, bahkan membawa kembali makanan yang sudah ia buat dengan sepenuh hati.

Karena sopir sudah pulang, tak ada yang mengantar Alea kembali ke rumah. Gadis itu berjalan pelan menyusuri trotoar, dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.

“Alea...”

Langkah Alea terhenti saat namanya dipanggil oleh seseorang dari pinggir jalan. Sebuah mobil sedan berwarna hitam berhenti, pintunya terbuka, dan tak lama seorang pria keluar dari mobil tersebut. Alea tersenyum simpul melihat sosok itu.

“Alea, sedang apa kau di sini? Kenapa jalan kaki?” tanya pria itu.

“Aku dari perusahaan Althaf, dan mau pulang ke rumah,” sahut Alea lembut.

“Kau mau melamar pekerjaan di perusahaan itu?” tanya pria itu lagi.

Alea menggeleng.

“Lalu? Untuk apa kau ke sana?”

“Hanya ingin mengantarkan makan siang... tapi dia tidak mau masakanku,” jawab Alea lirih, ragu untuk jujur.

“Ya sudah, ayo aku antar kamu pulang. Masuklah.” Pria itu, yang bernama Rahman, menggiring Alea masuk ke dalam mobilnya.

Rahman adalah sepupu Alea, anak dari adik sang ayah. Mereka sangat akrab, bahkan selalu satu sekolah saat Alea masih duduk di bangku SMA. Paman Alea menikah dengan seorang janda kaya raya, sehingga kini Rahman difasilitasi satu mobil dan bekerja di perusahaan milik ibu tirinya.

.

.

Mobil yang dikendarai Faizan akhirnya berhenti di halaman rumah. Dengan wajah tegang, pria itu keluar dari mobil dan menutup pintunya dengan kasar.

Tanpa membuang waktu, Faizan melangkah cepat menuju pintu rumah. Ekspresi wajahnya yang dingin dan penuh amarah membuat suasana terasa menakutkan.

“Selamat sore, Tuan,” sapa Bi Iyem dengan suara hati-hati.

Namun, Faizan sama sekali tak menanggapi. Dengan langkah lebar dan tergesa-gesa, ia langsung menaiki tangga, tidak sedikit pun menoleh ke kanan atau kiri.

Braaak!

Suara pintu yang dibuka dengan kasar memecah kesunyian, membuat Alea yang sedang melamun di balkon terkejut bukan main. Jantungnya berdetak kencang.

“Mas… k-kau sudah pulang?” suara Alea bergetar ketika menyambut sang suami. Tubuhnya ikut gemetar melihat sorot mata Faizan yang penuh amarah.

"Siapa pria yang kau layani siang tadi?!" Suara Faizan terdengar menuduh, sarat dengan kebencian yang mendidih.

Alea mengerutkan kening, kebingungan menyelimuti pikirannya. Pertanyaan suaminya itu datang begitu tiba-tiba, tak terduga sama sekali.

"Apa maksudmu, Mas?!" serunya tak percaya, suaranya bergetar di antara ketakutan dan keterkejutan.

"Dasar pelacur!!! Apa uangku tidak cukup untuk memenuhi kebutuhanmu? Atau karena aku tidak menyentuhmu, sampai-sampai kau nekat bermain dengan lelaki lain di luar sana?!" Amarah Faizan meledak-ledak. Matanya menyala merah, penuh tuduhan yang menusuk.

Plak!

Tamparan Alea mendarat di pipi Faizan. Bukan terlalu keras, namun cukup untuk membuat pria itu terdiam sesaat. Napas Alea terasa sesak menahan rasa sakit yang bukan hanya di hati, tetapi juga di harga dirinya.

"Kau menamparku?!" teriak Faizan, suaranya meninggi, sarat penegasan. Tatapannya menusuk tajam ke arah Alea.

Alea cepat-cepat menggeleng, wajahnya pucat. Ia sendiri terkejut dengan tindakan refleks yang baru saja dilakukannya.

"Mas… aku tidak bermaksud menamparmu. Sungguh. Maafkan aku," ucapnya lirih, suara seraknya pecah. Hatinya bergetar hebat, dihantam perasaan bersalah yang menyesakkan dada.

Namun amarah Faizan justru semakin berkobar. "Mama selalu memuji-muji kamu di hadapanku. Di belakang, Mama tak tahu kalau kamu manusia munafik! Kamu hanyalah sampah yang tak punya nilai apa-apa!" suaranya meledak, setiap katanya menyembur seperti api. Matanya menyala-nyala, seperti bara yang siap membakar habis apa pun di hadapannya.

“Mas… tolong, kita bicara baik-baik,” suara Alea pecah, lirih namun penuh harap. Matanya yang berkaca-kaca memantulkan ketakutan yang tak bisa ia sembunyikan.

Ingatan tentang siksaan Faizan kemarin masih membekas di bahunya, meninggalkan nyeri yang belum sempat mereda. Dan kini, rasa sakit itu kembali hadir—lebih kejam—melalui genggaman Faiz yang mencengkram pergelangan tangannya begitu erat, seakan ingin menghancurkan tulangnya.

Ketegangan di ruangan itu makin menyesakkan. Tangan kasar Faizan bergerak ke pinggang Alea, menarik tubuh mungil itu dengan paksa. Alea meringis. Setiap tarikan terasa seperti bara api yang menembus tulangnya, meninggalkan perih yang tak hanya di tubuh, tapi juga di hatinya.

“Lepaskan, Mas… sakit,” bisik Alea, suaranya nyaris tenggelam oleh desakan emosi.

Dengan sisa tenaga, Alea mencoba mendorong dada bidang Faiz. Tapi lelaki itu bagai tembok besar yang tak tergoyahkan—kukuh, dingin, dan menakutkan.

"Aku akan memberimu pelajaran yang tak akan pernah bisa kau lupakan," suara Faizan berat, penuh tekanan. "Sampai kau kehilangan keberanian untuk mengulangi perbuatan menjijikan itu lagi."

Tatapan matanya menembus tajam ke arah Alea. Di balik sorot mata itu, Alea melihat sesuatu yang asing—dingin, penuh amarah, dan menakutkan.

"Sa-sakit, Mas..." suara Alea bergetar, hampir tak terdengar. Wajahnya memerah menahan perih akibat cengkeraman Faizan yang begitu kuat di lengannya.

Tanpa sepatah kata pun, Faizan mendorong tubuh mungil Alea hingga terhempas ke atas ranjang. Alea terkejut, tubuhnya kaku ketakutan, napasnya tercekat tak beraturan. Air matanya jatuh semakin deras, menyisakan ketakutan yang tak mampu ia sembunyikan.

"Ja-ngan... ja-ngan..." pinta Alea lirih, suaranya nyaris tak terdengar.

Memori kelam itu kembali menghantam Alea tanpa ampun—ingatan saat suami kakaknya mencoba melecehkannya. Bayangan penyiksaan dan pukulan kejam berputar di kepalanya, membuat seluruh kekuatannya seolah tersedot habis. Pandangannya yang sempat buram kini seperti memutar ulang semua kenangan mengerikan itu.

Dengan kaki gemetar, Alea berusaha menurunkan kakinya ke lantai. Namun tubuhnya yang lemas tak mampu menopang langkahnya, membuatnya hampir terjatuh. Seolah semua tenaga telah benar-benar meninggalkannya.

Faizan mendekat perlahan. Tatapannya dingin, liar, seperti binatang buas yang siap menerkam mangsanya. Tanpa belas kasihan, ia mendorong Alea sekali lagi hingga tubuh rapuh itu terhempas, terbaring tak berdaya di atas kasur.

"Ja-ngan... ja-ngan..." pinta Alea lirih, suaranya begitu pelan hingga nyaris tak terdengar.

Alea meremas sprai di bawahnya sekuat tenaga, seolah ingin menyalurkan semua rasa sakit dan ketakutan akibat perlakuan kasar Faizan di atas ranjang.

...----------------...

Bersambung...

***

Haaay selamat malam pembaca setiaku semua...

Gimana nih cerita Alea dan Faiz? Sudah bikin gregetan belum? Simak terus ceritanya sampai tamat yaaa... Jangan lupa jempol dan ratingnya, biar aku bisa semangat terus nulis kisah Alea..

Okey, selamat membaca semuaaa... semoga suka dengan ceritanya, i love you sekebon buat kalian semua...

See you...

1
Ai Meysi
kasian alea mentalnya ancur../Sob/
Ai Meysi
serba salah ya
Ai Meysi
sedihnya salam kenal kakak otor
Miss Ra: salam kenal juga kaka...

/Heart/
total 1 replies
May Daman Sara
tapi cerita nya kyak gak nyambung betul gak sieh 😄
gralsyah
mampir kak authorrr
Miss Ra: trimakasih kaka...

/Heart/
total 1 replies
Rika Anggraini
ini saja baca novel nya sdh sedih hati rasa teremas.
apalagi mau baca novel rela dimadu.
kayaknya aku tdk sanggup thor
Miss Ra: /Grin//Grin/

baca ajah gak pp kak..
kalo bisa baca Cinta Aisyah sama Kekejaman Suamiku..

dijamin makin nyesek..
total 1 replies
Rika Anggraini
nyesak banget
Rika Anggraini
baru tau kau faiz rasanya sakit itu bagianana🤣
Rika Anggraini
malu mengakui.
gengsi lu ketinggian pak
Rika Anggraini
bubar sj kalian dr pernikahan
Rika Anggraini
sdh faizan tinggalkan alea.
dan alea pergi tinggalkan faiz.
walaupun ending aku sdh baca tetap jg jengkel sm.kalian berdua.
buat apa nahan hati.
vari kebebasan sendiri
Miss Ra: /Facepalm//Joyful//Joyful//Facepalm/

sabar beb sabaaarr
total 1 replies
Rika Anggraini
dimana2 pelakor memang tdk tau diri
Rika Anggraini
saking penasarannya sy lompat bacanya🤣
nnt ulang lg baca dr atas 🤣🤣
Miss Ra: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Rika Anggraini
emosi berlioat2 sama faizan.
walaupun sy paham.posisi mu.
harus nya kamu bersikap adil.
cuek sama semua org.
jgn sm nayla kamu begitu.
hampir banting hp.tp ingat harganya ngak jadi banting hp🤭🤣
Miss Ra: /Joyful//Joyful//Joyful/

seneng aku kalo ada pembaca ikut emosi..
total 1 replies
Rika Anggraini
kenapa jg masih di hotel.
terkilir kamu bs plg kan.
kenap harus 1 kamar sama suami org.
gila
Rika Anggraini
calon pelakor.
emosi baca novel ini bertambah meningkat.😄
Miss Ra: /Joyful//Facepalm/

sabar kak
total 1 replies
Rika Anggraini
bawa ke RS g*bl*k.
bukan bawa ke hotel.
bisa jadi korban salah paham dia kira kamu baik.
padahal kamu tu lg tdk baik
Rika Anggraini
alea pergi saja.
hidup jauh dr suami d keluarga toxic mu itu.
tujuan awal mu tuk aman bbrp hari dr keluargamu kan??
jangan menyakiti diri sendiri dgn bertahan.
beri juga faizan ketenangan.
mgkn dgn jamu pergi kalian akan baik2 satu sama lain.
di tempat yg berbeda
Rika Anggraini
jangan kasih haraoan pada mantan.
kamu bukan pilihan makanya dia dulu pergi.
maafkan istri mu..bagaimana pun emosimu ada anak diantara kalian
Rika Anggraini
kalau sy paham posisi faizan.
di jebak.
tdk cinta.
sulit menerima wajar.
harus nya alea kuat dong.
dia yg menjebak faizan.
harus nya tangguh dong.
bukan bentar2 nanggis
sedih
alea yg jebak harusnya sdh tau konsekwensi nya.
sy suka wanita tegar.
apa tujuanmu menjebak faizan??
jalani itu ambil hati suamimu.
jgn menanggis setiap sebentar.
kamu bukan di jodohkan.
ngk kebayang kl anak sy diposisi faizan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!