NovelToon NovelToon
Pemilik Hati #1

Pemilik Hati #1

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Alana Kanaya

Cinta bisa datang dimana saja, termasuk di tempat bencana sekalipun. Itulah yang terjadi dengan Keyza, seorang mahasiswi sekaligus aktivis sosial yang bertemu dengan Sang Letnan ketika dia menjadi relawan di daerah bencana.

Cinta hadir di keduanya, tetapi tugas negara membuat mereka terpisah jarak, ruang dan waktu...
kepercayaan yang mulai terkikis, merasa terabaikan juga terkhianati merasuki keduanya, tapi mereka tak bisa melupakan cinta yang telah mengakar, sampai akhirnya masalah besar pun munghadang mereka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alana Kanaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Biar ku ceritakan sedikit tentang Arga Dewantara, mahasiswa tekhnik sipil yang hobi naik gunung dan photografi. Secara fisik Arga tak kalah tampan dari sang Letnan, hanya saja badannya tak setegap sang Letnan, tubuh Arga kurus tinggi dengan rambut gondrong sebahu yang kadang suka dikuncir kuda. Gayanya terkesan urakan dan cuek, tapi berbeda dengan penampilannya Arga memiliki hati yang sangat lembut dan baik, itulah mengapa banyak perempuan yang suka padanya karena dia sangat tahu bagaimana menghormati dan memperlakukan seorang perempuan.

Arga berhenti di depan rumah yang dijadikan markas OASIS, beberapa orang terlihat duduk di teras sambil merokok. Aku turun dari motor, membuka helmku dan menyerahkannya kepada Arga.

“Thanks, Ga… salam buat Wina.”

“Ya… Kang, jalan dulu ya!” seru Alga pamit sama Kang Adit dan yang lainnya, yang memang telah mengenal Arga karena kadang suka mengantar atau menjemputku, bahkan kadang ikut ke lokasi hanya untuk mengabadikan kegiatan kami di dalam kameranya.

“Gak masuk dulu, Ga?”

“Lain kali deh Kang, sekarang sudah ada janji… assalamualakum.”

“Wa’alaikumsalam,” jawabku sebelum masuk ke dalam.

“Arga mau kemana, Key?”

“Biasa, anak muda,” jawabku sambil tersenyum.

Di dalam aku melihat Yuni dan Kak Yoan tengah berdiskusi tentang materi pengajaran anak-anak di SKA atau sekolah kereta api, sekolah yang didirikan oleh OASIS untuk anak-anak jalanan dan tidak mampu di sekitaran stasiun kereta api. Kami menyulap sebuah gerbong KA yang sudah tidak digunakan menjadi ruang kelas, setelah sebelumnya mendapat ijin dari PT. KAI.

Bukan sekolah resmi memang, tapi minimal kami mengajarkan mereka kemampuan dasar membaca, berhitung, menulis dan sedikit bahasa inggris. Memang sekolah sekarang sudah gratis, tapi tidak bisa dipungkiri masih banyak anak-anak yang putus sekolah dengan berbagai alasan dan berakhir dijalanan dengan menjadi pengamen atau pengimis.

Kami-kami ini lah yang merangkul mereka untuk tidak melupakan hak dan kewajiban mereka sebagai generasi penerus. Kami membantu mereka untuk mendapatkan ijazah dengan mengikut sertakan mereka dalam ujian kejar paket A, B atau C. karena dengan selembar ijazah yang mereka miliki itulah minimal mereka akan mendapat pekerjaan yang layak, supaya bisa terlepas dari kerasnya hidup jalanan.

OASIS sendiri awalnya didirikan oleh beberapa mahasiswa yang peduli dengan isu-isu sosial dan kemanusian, tapi lambat laun berkembang menjadi sebuah lembaga independent yang memiliki pembukuan dan management yang tertata dan terbuka. Kami memiliki website dimana semua orang bebas mengaksesnya dan melihat apa saja yang telah kami kerjakan, dari sanalah kami memiliki beberapa orang donator tetap, tidak sedikit juga para donator itu datang dari mantan aktivis OASIS yang kini telah sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Karena para donator yang dermawan ini lah kami sampai sekarang bisa membantu orang-orang yang membutuhkan, Alhamdulillah. Semoga Allah membalas mereka dengan rezeki yang berlipat ganda, aamiin. Dan mungkin karena sistem keuangan terbuka yang akan di upload di website kami setiap bulannya, kami mendapat kepercayaan para donator yang setiap waktu bertambah.

Aku berada di OASIS sampai jam 7 malam, membantu Yuni dan Kak Yoan menyiapkan soal-soal untuk besok. Aku tak bisa setiap hari berada SKA, hanya pada saat libur kuliah saja tapi kami memiliki staff khusus yang memegang SKA, Yuni dan Kak Yoan salah satunya. Sedangkan aku dan Mira boleh dibilang hanya magang jadi hanya pada saat luang saja.

Aku sampai rumah jam 8 malam nebeng Kang Adit yang rumahnya di Cimahi, lumayan ngirit ongkos angkot hehe. Ayah dan Ibu sedang duduk di ruang keluarga nonton TV, sedangkan Dirga tak tahu kemana.

“Pulang sama siapa, Key?”

“Sama Kang Adit, Yah.”

“Gak sama Arga?” Ibu bertanya sambil makan buah dukuh.

“Arga ada janji.”

Ibu mengangguk mengerti, aku memilih duduk di samping Ayah karena ada sesuatu yang bikin aku penasaran.

“Yah.”

“Hmm, apa? Pasti minta duit.”

“Hahaha… engga, tapi kalau mau ngasih sih boleh.”

“Hahaha, pijitin dulu tar baru dikasih.”

“Siap!”Aku mulai memijit pundak ayah yang terlihat sudah tak setegap dulu lagi.

“Yah, memang kalau tentara ada tugas keluar negri ya?”

“Ya ada, apalagi kalau terpilih dan lulus tes masuk pasukan Garuda untuk perdamaian PBB kan tugasnya di luar, biasanya Negara-negara yang lagi ada konflik.”

“Oh, jadi itu di tes dulu ya, Yah?”

Aku ingat semalam sang Letnan memberitahuku kalau tugasnya kali ini bukan hanya mewakili Indonesia tapi juga mewakili PBB untuk perdamaian di Myanmar.

“Iyalah, tesnya juga susah, gak sembarangan yang bisa gabung dengan pasukan Garuda, mareka pastilah yang terbaik.”

Aku tersenyum bangga mendengarnya.

“Kenapa memang?”

“Engga, ada teman Kekey di pasukan Garuda dan sekarang lagi tugas di Myanmar.”

“Oh iya? Hebat tuh temanmu.”

Aku tersenyum seolah Ayah tengah memuji diriku sendiri.

“Ibu, gak tahu kamu punya teman angkatan.”

“Ketemu waktu di Ciwidey kemarin.”

“Oooh… sudah nikah belum? Tanyain mau gak jadi mantu ibu?”

“Hahahaha… tar ditanyain.”

“Karir dan masa depannya sudah terjamin tuh.”

“Iya, Yah?”

“Biasanya sih kaya gitu, secara otomatis mereka memiliki nilai lebih makanya bisa terpilih di pasukan Garuda juga, dan jangan salah tentara kita ini salah satu tentara elit yang ditakuti dunia.”

Rasa bangga selalu tergambar jelas di wajah ayah ketika bercerita tentang TNI, dan biasanya kalau sudah ngomongin soal militer Ayah akan semangat dan lupa waktu, sampai akhirnya aku pamit untuk mandi dan ganti baju tidur.

Tidak, aku ganti baju tidur bukan untuk siap-siap tidur, tapi menunggu malam semakin larut hanya untuk bercerita dengan sang Letnan nan jauh di sana, hehehe. Dan tepat seperti kemarin tepat jam 11 malam ponselku-pun berbunyi membuatku tersenyum dan langsung membuka pesan yang masuk.

“*Assalamu’alaikum, Za.”

“Wa’alaikkumsalam”

“Nungguin ya? Hehehe”

“Iya hehehe, kan kemarin sudah janjian.”

“Oh iya… tadi ngapain aja?”

“Kuliah, makan bakso si kumis sama Arga, terus main ke OASIS bentar, pulang ke rumah di suruh mijitin Ayah biar dapat duit tambahan hehehe, terus buka sosmed sambil nungguin WA dari mas Yudha, udah deh laporan selasai!”

“Hahahaha... kumplit banget laporannya.”

“Hehehe, harus donk.”

“Ngomong-ngomong siapa Arga?”

“Teman dari zaman SMP sampai kuliah sekarang, yang paling tahu aku banget ya dia, aku juga cerita soal Mas Yudha sama dia.”

“Cerita apaan?”

“Cerita kalau kemarin kita chat sampai jam 1 malam, hehehe”

“Terus, dia bilang apa?”

“Dia cuma bilang, ooh.”

“Oh doang? Gak komen apa-apa?”

“Kata dia kalau mau komen di facebook aja hehehe.”

“Hahaha.”

“Dia bilang dia belum kenal Mas Yudha jadi belum bisa komen apa-apa takut salah.”

“Asyik kayanya tuh Arga.”

“Asyik banget, Mas, makanya aku bisa temanan sampai sekarang… ngomong-ngomong Mas Yudha punya sosmed gak?”

“Engga, kenapa?”

“Oh beneran gak punya ya? Yaa, tadinya aku mau follow.”

“Beneran gak punya, takut viral ada tentara ganteng.”

“Hahahahaha… ih pd!.”

“Beneran, tar kalau terkenal jadi artis susah deh gak bisa kemana-mana.”

“Pada mintain tanda tangan sama foto bareng ya?”

“Iya hahaha… kamu punya, Za?”

“Punya.”

“Banyak followernya?”

“Lumayan hehehe.”

“Jangan keseringan upload foto kamu ya.”

“Kenapa?”

“Nanti banyak yang tahu kalau kamu cantik, nanti tambah banyak saingan dech.”

“Hahahaha…Mas Yudha gombal.”

“Bukan gombal tapi fakta, pasti banyak yang suka sama kamu kan?”

“Gak tahu.”

“Kok gak tahu?”

“Gak pernah nanya-nanya.”

“Hahaha tapi pasti banyak yang bilang sayang sama kamu kan?”

“Hehehe ada.”

“Pernah ada tentara yang bilang sayang sama kamu gak?”

“Ada, tadi.”

“Beneran? Siapa?”

“Ayah, hahaha.”

“Hahaha… oh Ayah orang angkatan juga?”

“Iya, tapi sudah pensiun.”

“Oh hehe...selain Ayah ada lagi ga*?”

Aku memegang dadaku yang berdetak semakin kencang, dengan senyum lebar aku mulai mengetik jawabanku.

“*Belum ada lagi, hehehe.”

“Yaa… kasian belum pernah ada tentara yang bilang sayang*.”

Aku benar-benar tertawa membacanya, ya Allah, terlalu ge-er aku ini.

“*Hahahaha… aku gak nyangka lho bisa ngobrol sama Mas Yudha kaya gini.”

“Memang kenapa?”

“Waktu di Ciwidey kan Mas Yudha jarang banget ngomong, judes banget.”

“Hahaha, kondisinya kan waktu itu lagi di tempat musibah, jadi harus banyak kerjanya daripada ngobrolnya, kalau ngobrol terus kasihan para korban*.”

Aku tersenyum membaca jawabannya, dan bisa menyimpulkan kalau dia adalah orang yang bertanggung jawab. Malam itu kami membicarakan banyak hal yang membuatku secara tidak langsung semakin mengenal sosok Letnan Yudha Adipati Pramata. Bukan hanya gagah nan rupawan tapi juga seseorang yang hangat dan bertanggung jawab.

Waktu terus berlalu, sudah lebih tiga bulan dari pertama kali aku chating dengan sang Letnan, setiap malam kami akan berbagi cerita tentang apa saja yang membuatku semakin dan semakin mengenal sosoknya dan itu membuatku semakin jatuh cinta padanya. Kami berbicara seolah-olah kami sudah saling mengenal lama, dan saling jatuh cinta.

*****

Haiii... bonus, double up hari ini.. khusus buat yg nungguin Letnan kaya Kekey 😁

1
Elly R.Rasya
nacauntuk yang k sekian kalli nya.....ga bosenin cerita nya..setasa berada ikut d dlm nya...😍
Teh Alana...bikin kelanjutan nya atuh...
cerita Sang Letnan dan Keyza stelah berumah tangga
DZ_Dikamara
author nya orang palembang kah? serius nanya
Tina Nine
Kakak othor ini nulisnya dimana sekarang ya
Cahaya Mentari
hatiku ikut hancur rasanya kak
Ana Setya Diningsih
Novel yg alur nya bener² susah ketebak. Awal baca kirain Keyza akhirnya sama Arga. Ternyata diluar prediksi. Tetap Asik dibaca meskipun sudah berulang² baca. Sukses selalu buat Author nya
adisty aulia
Nyesek banget ya.. 🥹🥹
Tidak kebayang jadi Keyza.. terlanjur cinta tapi dihianati🙄🙄
tertatih menata hati.. 😢😢
Aldiansyah Bara
balik lagi untuk yang kesekian kali..pake akunnya suami aku/Smile/
adisty aulia
Jangan kasi kendor Za..😤😤
adisty aulia
Sudah baca berulang tapi tetap nyesek😢😢
adisty aulia
Selalu suka dengan pribadi Key- za
adisty aulia
Balik lagi... 😊
sakura🇵🇸
kirana ini yang bikin aku baca novel2 mu yg lain kak...bagus banget ceritanya
sakura🇵🇸
Luar biasa
sakura🇵🇸
sad ending ternyata😭😭😭 tapi jadi penasaran gimana kelanjutannya
sakura🇵🇸
mas letnan mode apa nih yang dipake?udah berkali2 nyakitin trus sekarang minta temenan....omg
sakura🇵🇸
jadi yang dikandung widy beneran bukan anak yudha?🙈🙊🙉
otw balikan apa gimana ini?ishhh aku masih sakit hati sama yudha...
sakura🇵🇸
nyesek banget g bisa bayangin kok bisa yudha seegois itu☹️
sakura🇵🇸
😭😭😭 apapun itu,yudha jahat banget...mending mati aja karuan ya key
sakura🇵🇸
merasa berhutang nyawa sampe harus nikahin?🥺 g paham lagi deh sama yudha...
sakura🇵🇸
jadi keyza sakit banget...tp diposisi widy pasti g kalah sakit sih😮‍💨
bayangkan camer dan tunangannya terlihat lebih perhatian ke cewek lain...run widy run
masih mending gagal nikah drpd dah nikah harus cerai karena suami dan keluarganya gagal move on
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!