Di tengah dunia yang terbelah antara realita modern dan kiamat zombie, Shinn Minkyu—seorang cowok berwajah androgini dengan pesona misterius—mendadak mendapatkan sebuah sistem unik: Sistem Pengasuh.
Dengan kemampuan untuk berpindah antar dunia, Shinn berniat menjalani hidup damai... sampai seorang gadis kecil lusuh muncul sambil dikejar zombie. Namanya Yuki. Imut, polos, dan penuh misteri.
Tanpa ragu, Shinn memutuskan untuk merawat Yuki layaknya anaknya sendiri—memotong rambutnya, membuatkannya rumah, dan melindunginya dari bahaya. Bersama sistem yang bisa membangun shelter super canggih dan menghasilkan uang dari membunuh zombie, keduanya memulai petualangan bertahan hidup yang tak biasa.
Penuh aksi, tawa, keimutan maksimal, dan romansa menyentuh saat masa lalu Yuki perlahan terungkap...
Apakah Shinn siap menjadi ayah dadakan di tengah kiamat? Atau justru… dunia ini membutuhkan keimutan Yuki untuk diselamatkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F R E E Z E, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6: Mesin Uang dan Masakan Telur Zombie
“Shinn… perutku… lapar…”
Suara kecil itu mengalun lirih, seperti kucing kelaparan yang nyasar di atap genteng waktu hujan. Yuki menatapku dengan mata lebarnya yang berair dan… ya ampun, dia memeluk perutnya sambil mengelus-elus seperti sedang menidurkan bayi.
Aku menghela napas. “Kita baru pindah Shelter, Yuki. Stok makanan tinggal satu kaleng sup rasa… rasa apa ini? Jamur busuk?” Aku mendekatkan hidung. "Eh, bukan. Ini rasa duka cita."
Yuki langsung meringis dan menjauh. “Aku nggak mau makan sedih…”
Aku juga.
Tapi masalahnya, ini dunia kiamat. Makanan nggak tumbuh di pohon, dan ayam goreng legendaris sudah punah bersama peradaban.
Aku berdiri dan membuka Panel Sistem. Layar transparan muncul di depan mataku, seperti HUD karakter game FPS.
[Sistem Dimensi Ganda Aktif]
Dunia Saat Ini: Apocalyptic World
Shelter Status: Level 1
Energi: 35/100
Stamina: 72%
Persediaan makanan: [1x Sup Duka Cita]
Misi Baru Tersedia!
[Misi: Mesin Uang Zombie]
Bunuh 5 zombie untuk mendapatkan [Blueprint Alat Pemroses Daging Otomatis]
Hadiah: 100 Kredit Dimensi, Resep Rahasia: Telur Zombie Asap
Aku menyipit. “Telur… zombie? Serius?”
Yuki memeluk kakiku. “Aku suka telur!”
“Nggak kalau telurnya masih nyambung sama zombie yang lari-lari,” gumamku.
Tapi hey, demi perut Yuki yang sudah mulai berbunyi seperti drum marching band, aku harus berkorban. Aku ambil jaket tempurku, geser pisau plasma ke pinggang, dan aktifkan Gerbang Dimensi kecil yang membawaku ke titik koordinat perburuan.
Zona 12-A, Perbatasan Kota Runtuh
Angin dingin menyambut ku dengan aroma khas zombie—campuran keringat basi, daging busuk, dan harapan yang gagal. Aku menyelinap di antara reruntuhan, berusaha menjaga suara tetap minimum.
Groooaarrr!!
Oke. Gagal menjaga suara minimum.
Satu zombie besar muncul dari balik bangunan tua, kepalanya miring kayak abis ikut kelas yoga terlalu ekstrim. Aku segera lompat ke belakang dan menarik pisau plasma. Satu ayunan cepat—ZAP!—dan kepala itu melayang.
[Zombie terbunuh: 1/5]
Empat lagi. Aku lanjut menyusuri lorong sempit. Dua zombie kecil muncul, tapi mereka... pakai helm sepeda?
Aku menatap mereka lama. “Apaan sih ini, cosplay zombie pelajar?”
Setelah beberapa detik kekonyolan, aku tetap mengeksekusi mereka dengan presisi. Tiga zombie mati. Dua lagi.
Saat aku berbelok ke sudut bangunan, seekor zombie yang badannya cuma tinggal setengah—tanpa kaki tapi tangan kuat banget—merangkak cepat dan melompat ke arahku.
“Astaga ini zombie gaya spiderman!” teriakku sambil menghindar.
Akhirnya, satu tendangan tepat ke dagu dan satu tebasan membuatnya diam selamanya.
Yang terakhir? Seekor zombie tua, membawa… telur?
Aku bingung. Telur itu bersinar ungu. Aneh.
Zombie itu mendekat pelan, seperti sedang menawarkan barter. “Uwaaaaar…”
“Eh… lo jual telur zombie?”
Kupikir sebentar. “Ya sudahlah, maaf, ini demi masakan.”
[Zombie terbunuh: 5/5]
[Misi Selesai!]
Hadiah dikirim ke Shelter.
+100 Kredit Dimensi
+Blueprint Alat Pemroses Daging Otomatis
+Resep: Telur Zombie Asap
Aku kembali membuka Gerbang Dimensi, dan dalam sekejap mata, aku sudah berdiri lagi di ruang utama Shelter.
Kembali ke Shelter
Yuki duduk sambil menggambar di lantai. Gambarnya? Aku sedang bertarung melawan zombie, tapi aku digambar pakai rok pink dan pita kupu-kupu.
“Aku... nggg... kayak gini?” tanyaku dengan wajah datar.
Yuki mengangguk bangga. “Soalnya Oppa cantik!”
Aku tersedak.
“Aku cowok, Yuki.”
“Tapi Oppa kayak mama—eh, maksudku—eh... lucu!”
Aku menyerah. Oke, biarlah aku jadi pahlawan cantik demi anak kecil ini.
Aku langsung menuju Workshop Shelter, mengaktifkan blueprint baru dari sistem.
[Blueprint: Alat Pemroses Daging Otomatis - Terpasang]
Bahan: Besi tua x10, Kabel x5, Zombie core x1
Status: Siap Digunakan
Fungsi: Mengubah daging zombie steril jadi bahan masak aman
“Steril? Tapi tadi zombie itu menjijikkan banget…”
Tapi sistem tidak pernah bohong. Jadi aku memasukkan potongan daging zombie ke alat itu, menunggu, dan…
Ding!
[Item Diperoleh: Daging Zombie Grade-A (Aman dikonsumsi)]
Aku langsung buka menu resep dan pilih “Telur Zombie Asap”.
Setelah 5 menit penuh rasa cemas, mesin kecilku mengeluarkan sepiring telur keunguan dengan aroma... surprisingly lezat?
Aku sajikan ke piring kecil dan membawanya ke Yuki.
“Nah, ini… telur zombie asap.”
Yuki menatapnya. “Boleh aku makan?”
Aku mengangguk. “Iya, tapi kalau berubah jadi zombie nanti, kabari aku dulu ya.”
Dia tertawa kecil dan mulai makan. Satu suap… dua suap… matanya membulat.
“Enak banget! Ini kayak telur puyuh rasa marshmallow pedas!”
“...apa itu kombinasi yang normal?”
Aku ikut mencicipi. Dan ternyata… beneran enak. Rasanya kaya fusion food antara dunia kiamat dan dunia fine dining.
Malam Harinya
Setelah makan kenyang, Yuki tertidur sambil memeluk boneka kelincinya. Aku duduk di depan monitor sistem, mengecek perkembangan Shelter.
Shelter Level: 1 → 2
Fitur Baru: Gudang, Mode Otomatis Pendeteksi Zombie, Dapur Mandiri
Kredit Tersisa: 120
“Hmm, bisa mulai bikin pertahanan dan teknologi penghasil uang.”
Aku buka tab Marketplace Dimensi. Ternyata kita bisa menjual daging zombie, telur asap, bahkan... boneka buatan tangan?
Aku melirik Yuki yang masih tidur sambil memeluk bonekanya. “Kalo boneka itu dijual, bisa kaya sih…”
Yuki menggeliat dalam tidur dan bergumam, “Oppa… jangan jual bunny ku…”
Aku langsung mundur pelan-pelan. Oke, gak jadi.
Keesokan Harinya
Sebuah notifikasi membangunkan ku.
[Koneksi Dunia Bumi Aktif - Portal Tersedia]
Waktu Akses: 2 Jam
Lokasi Tujuan: Pasar Loak Tokyo, 2025
Mata terbuka lebar. Dunia Bumi. Aku bisa cari bahan, mungkin juga petunjuk tentang ibunya Yuki.
Tapi… Yuki nggak bisa aku tinggal.
Tepat saat aku berpikir, Yuki bangun dan menatapku.
“Oppa… kamu mau ninggalin aku ya?”
Mataku melembut. “Nggak mungkin. Kita ke dunia Bumi bareng, oke?”
mampir kak