NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Dua Dunia : Baby Alexie

Takdir Cinta Dua Dunia : Baby Alexie

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Romansa Fantasi / Ibu Pengganti / Mafia / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Malam itu, di balik rimbun ilalang takdir seorang gadis muda yang baru saja lulus sekolah menengah atas itu berubah selamanya. Seorang wanita sekarat menitipkan seorang bayi padanya, membawanya ke dalam pusaran dunia yang penuh bahaya.

Di sisi lain, Arkana Xavier Dimitri, pewaris dingin keluarga mafia, kembali ke Indonesia untuk membalas dendam atas kematian Kakaknya dan mencari sang keponakan yang hilang saat tragedi penyerangan itu.

Dan kedua orang tua Alexei yang di nyatakan sudah tiada dalam serangan brutal itu, ternyata reinkarnasi ke dalam tubuh kucing.

Dua dunia bertabrakan, mengungkap rahasia kelam yang mengancam nyawa Baby Alexei

Bisakah Cintya dan Arkana bersatu untuk melindungi Alexei, ataukah takdir akan memisahkan mereka selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Di rumah yang baru, Cintya dengan hati-hati menimang Baby Al. Ia merasa gugup sekaligus bahagia. Ia tidak pernah menyangka akan menjadi seorang ibu dadakan secepat ini.

"Baby Al. Sekarang kita mandi, ya? Bunda Cintya ini masih newbie, jadi kalau ada salah-salah, mohon di maklumi ya," ucap Cintya sambil tersenyum geli.

Sebelumnya Cintya sudah menyiapkan air hangat di dalam bak mandi kecil. Dengan telaten, ia membuka pakaian Baby Al, memperhatikannya dengan seksama.

"Ya ampun, badannya kecil banget. Gimana ya cara mandiinnya biar nggak kenapa-kenapa?" batinnya khawatir.

Dengan ragu-ragu, Cintya membasahi tubuh Baby Al dengan air hangat, lalu mulai menyabuninya dengan sabun bayi yang lembut. Baby Al tertawa geli saat Cintya mengusap sabun di perutnya. Cintya ikut tertawa, merasa lega karena Baby Al tampak menikmati mandinya.

Setelah selesai menyabuni, Cintya membilas tubuh Baby Al dengan air bersih. Ia melakukannya dengan sangat hati-hati, takut air masuk ke mata atau telinganya.

Selesai mandi, Cintya membungkus Baby Al dengan handuk lembut, lalu mengeringkan tubuhnya dengan perlahan. Ia memperhatikan setiap lipatan kulit Baby Al, memastikan tidak ada yang terlewat.

"Nah sekarang kita pakai minyak telon dulu ya, setelah itu baru kita pakai baju yang hangat," ujar Cintya sambil mengambil pakaian bayi yang sudah ia siapkan. Ia memilihkan baju yang paling lembut dan nyaman, agar Baby Al tidak kedinginan dan terasa nyaman.

Dengan telaten, Cintya memakaikan Baby Al baju, celana, dan topi. Ia tersenyum lega saat Baby Al tampak nyaman dengan pakaian barunya.

"Gantengnya anak Bunda," puji Cintya sambil mencium pipi Baby Al dengan gemas. Baby Al tertawa riang, membuat hati Cintya semakin luluh.

Setelah selesai memakaikan baju, Cintya membawa Baby Al ke kamar. Ia meletakkan Baby Al di atas kasur yang empuk, lalu menyelimutinya dengan selimut hangat.

"Sekarang waktunya kita bobo, ya," ajak Cintya sambil mengelus kepala Baby Al dengan lembut. Ia menyanyikan lagu nina bobo dengan suara yang lembut, berusaha menenangkan Baby Al.

Namun, Baby Al masih tampak enggan menutup mata. Ia menggeliat-geliat kecil di atas kasur, seolah tidak bisa menemukan posisi yang nyaman.

Cintya bingung. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Hingga ia teringat dengan internet. "Ah, iya! Kenapa nggak dari tadi kepikiran," batinnya sambil menepuk jidatnya sendiri.

Cintya segera mengambil ponselnya dan mengetikkan kata kunci. "Cara menidurkan bayi." Di mesin pencari Google. Ia membaca beberapa artikel dan menonton beberapa video tutorial tentang cara menidurkan bayi.

Setelah mendapatkan beberapa tips, Cintya mencoba mempraktikkannya. Ia mulai menimang-nimang Baby Al dengan lembut, sambil terus menyanyikan lagu nina bobo. Ia juga mencoba memberikan dot berisi susu formula kepada Baby Al.

Dan ajaibnya, Baby Al mulai tenang. Ia menghisap dot dengan lahap, lalu perlahan-lahan memejamkan matanya. Cintya tersenyum lega. Akhirnya, Baby Al tertidur juga.

"Ah ternyata ia haus," seru Cintya lalu terkekeh sendiri. Matanya terus mengawasi Baby Al, memastikan ia tidur dengan nyaman. Ia merasa lega. Karena berhasil menidurkan Baby Al dengan nyenyak.

"Ya ampun, ternyata jadi ibu itu susah banget. Tapi aku akan berusaha sekuat tenaga untuk melindungi Baby Al. Aku akan menjadi ibu yang baik untuknya," batin Cintya dengan tekad yang membara.

Kucing putih yang sedari tadi memperhatikan mereka dari pojok ruangan, mengeong pelan seolah memberikan dukungan pada Cintya. Cintya tersenyum pada kucing itu, merasa berterima kasih atas kehadirannya.

"Makasih ya, Pus. Kamu sudah nemenin aku jagain Baby Al," bisik Cintya pada kucing putih itu.

Kucing itu mendekat dan menggesekkan tubuhnya ke kaki Cintya, lalu melompat ke atas kasur dan berbaring di samping Baby Al, seolah menjaganya dari mimpi buruk. Cintya tersenyum, merasa damai dan tenang. Ia tahu, ia tidak sendirian sekarang.

Setelah memastikan baby Al tertidur dengan nyenyak dan nyaman, ia mematikan lampu utama dan menghidupkan lampu tidur, setelah itu ia pun ikut naik ke atas ranjang dan tidur di samping kanannya baby Al, dengan hati-hati ia mengecup kening bayi di sampingnya dengan penuh kasih sayang di ikuti senyum tulusnya. Lalu ikut menyusul baby Al ke alam mimpi.

_____&&_____

Di sisi Arkana ia sama sekali belum bisa memejamkan matanya. Ia berdiri di balkon kamarnya yang mengah, membiarkan angin malam membelai tubuh lelahnya.

Tangannya menggenggam erat besi pembatas di hadapannya, tatapannya kosong menatap ke jauh ke hamparan luar.

"Kau dimana Alexie?" bisiknya pelan.

"Kak Alex, beri aku petunjuk, kemana aku harus mencari putramu!" lanjutnya lirih.

Setelah bertahan lama berdiri di balkon, ia merasakan dada semakin sesak oleh kegelapan malam yang menutupi mansion. Wajahnya yang selalu datar dan dingin tampak lebih tegas, alisnya terjal memisahkan kedua mata yang tajam tapi penuh keraguan.

Cahaya lampu jalan yang jarang menyinari halaman mansion membuat suasana terasa lebih sunyi dan sepi, persis seperti hatinya yang selalu tertutup rapat.

Tanpa berpikir panjang lagi, ia mengambil kunci mobil dan melangkah keluar kamar.

"Mungkin angin malam bisa membuat pikiran jadi jernih," bisiknya dengan suara yang datar, tanpa emosi yang terlihat. Mobil sport hitam mengkilap itu meluncur cepat dari garasi, lampu depannya menyinari jalan raya yang sepi, hanya dipenuhi bayangan pohon-pohon yang menjulang tinggi seolah ingin menangkap langit gelap.

Angin malam yang sejuk menyebrang melalui kaca jendela yang ia biarkan setengah terbuka, melipur wajahnya yang lelah tapi tetap tegas.

Arkana masih terbenam dalam kekhawatiran akan sang ponakan, Alexie dan pikiran itu seperti duri yang selalu menusuk hatinya.

Tiba-tiba, seekor kucing putih muncul dari bayangan pohon, bulunya menyala terang di bawah cahaya lampu jalan, seolah sepotong salju yang terlewatkan musim dingin.

Arkana yang terkejut, menginjak rem dengan cepat hingga ban mobil mengeluarkan bunyi "Skreeeek!" yang keras di jalan aspal. Mobil berhenti tepat sesaat sebelum menyentuh makhluk kecil itu.

Arkarna gegas keluar mobil dengan langkah cepat, wajahnya masih dingin tapi mata elangnya memindai kucing itu dengan cermat. "Hampir saja kau hancur," ujarnya dengan suara yang kaku, seolah marah tapi sebenarnya khawatir.

Kucing itu berdiri tegak di tengah jalan, matanya yang besar seperti mutiara hitam menyala di kegelapan, menatap Arkana dengan tatapan marah. "Meonggg ... meonggg!" ia mengeong dengan nada keras.

Arkana menggeleng, tangannya menyelip ke saku jaketnya karena dingin. "Aku tidak sengaja. Sekarang cepat menyebrang," ucapnya dengan nada tegas, tapi tangannya sudah siap untuk menggenggam kucing itu jika perlu.

Tapi sebelum tangannya menyentuh, kucing itu malah lebih dulu mengulurkan kakinya menarik-narik celana jeans Arkana dengan cakarnya yang lembut, gerakannya lambat tapi tegas.

"Apa yang kau mau?" tanya Arkana dengan tatapan yang bingung namun nada bicaranya mulai sedikit lembut.

"Kamu mau ikut? Jangan ngada-ngada ya," tegasnya. Lalu gegas berbalik masuk ke mobil, begitu Arkana membuka pintu si kucing lebih dulu melompat cepat ke dalam mobil dan duduk di kursi depan.

Arkana terkejut, alisnya terangkat. "Hei, keluar dari sana!" tapi si kucing cuma duduk manis, mengangkat kepala dan mengeluarkan bunyi "meong" yang lembut seolah mengejek.

Cahaya lampu dalam mobil menyinari wajahnya yang imut, dan Arkana melihat bulunya yang basah sedikit karena embun malam. Tanpa sadar, bibirnya sedikit meringis, tanda bahwa dia peduli.

Arkana menarik nafas kasar. "Jangan buang air di mobilku," tegasnya dengan suara yang lebih lembut, ia memasang sabuk pengaman dan melajukan mobil kembali.

Kucing putih itu melengkungkan tubuhnya di kursi, dan Arkana secara tidak sengaja memandangnya dari cermin spion, rasanya aneh, tapi ada perasaan tenang yang muncul di hati yang selalu dingin itu.

Bersambung ...

1
Marsya
lanjut kak, makin keren dan bikin penasaran, gak sabar deh apa yang akan terjadi selanjutnya. kalau bisa up Doble kak
Eridha Dewi
next thor
Ai Sri Kurniatu Kurnia
bagus thor
riniandara
Assalamualaikum semua! semoga semua dalam keadaan sehat ya. bagaimana menurut kalian karya ini. jangan lupa support dan tinggalkan jejak ya biar author semangat upnya terimakasih./Applaud//Kiss/
Marsya: lanjut kak seru banget aku suka/Heart//Heart//Heart//Heart/
total 2 replies
☘️💮Jasmine 🌸🍀
kgn baby al thor
riniandara: baby Al menyapa kak /Facepalm/
total 1 replies
Marsya
lanjut thor
Marsya
Ngeri juga ya
Marsya
siap-siap saja mendapatkan murkanya Arkan
Marsya
semangat Arkana, baby alexie aman sama bundanya
Marsya
makin seru Thor lanjut terus ya.
Miu Miu 🍄🐰
next thor
Marsya: lanjut thor
total 2 replies
Iqlima Al Jazira
🤩🤩
Eridha Dewi
next thor
riniandara: siap kakak/Good/
total 1 replies
Inah Ilham
baru juga keluar... dah main dor doran aja sih thor
Iqlima Al Jazira
next thor👍
ngga sabar nunggu paman & bunda sah.
kopi untuk mu
Marsya: lanjut Thor, semakin penasaran aja
total 2 replies
V3
Arkana bakal mengamuk nih , siap-siap ja dibantai sama Arkana 🤣🤣
V3
waalaikumsalam kak Rini 🤗
aku mencoba mampir di novel mu 🤗
di awal Bab ceritanya dh seru bgt ,, smg selanjutnya ceritanya bagus
V3: Ok kak Rini 🤗
total 2 replies
Iqlima Al Jazira
vote untuk mu👍
riniandara: terima kasih banyak kakak
total 1 replies
Iqlima Al Jazira
crazy up thor
Iqlima Al Jazira
next thor
riniandara: suap kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!