NovelToon NovelToon
Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Ruang Ajaib / Sistem / Time Travel / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Sejak kecil, Shen Yuhan, sang putri mahkota, telah ditinggalkan orang tuanya. Ketiadaan kasih sayang dan pendidikan yang layak membuatnya tumbuh menjadi gadis yang polos, naif, dan mudah dibodohi. Ia hanya tahu bersenang-senang dan menghabiskan waktunya dengan para pria. Alhasil, saat ia diangkat menjadi Maharani, ia tak lebih dari boneka yang dikendalikan oleh para menteri dan pejabat licik yang haus kekuasaan.
Satu-satunya orang yang tulus mencintainya adalah suaminya, Mu Liu. Namun, sang pangeran kelima ini harus hidup dalam bayang-bayang luka perang besar yang membuat tubuhnya cacat dan lumpuh. Penampilannya yang buruk membuat Yuhan tak pernah meliriknya, apalagi membalas cintanya.
Semua berubah ketika seorang pembunuh bayaran dari abad ke-21, yang dikenal kejam dan tak kenal ampun, tiba-tiba terbangun di dalam tubuh Shen Yuhan. Roh aslinya telah tiada, digantikan oleh jiwa yang dingin dan mematikan.
Kini, dengan kecerdasan dan kekuatan barunya, sang Maharani boneka itu bangkit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAHARANI 22

"Bagaimana mungkin?" mata Shen Lan terbelalak. Ia merasa kakinya seolah ditahan oleh gunung batu yang tak tergoyahkan.

Yuhan mengayunkan tubuh Shen Lan dan melemparkannya. Shen Lan berguling di udara dan mendarat dengan anggun, meski napasnya mulai tersengal. "Kultivasi merah... itu adalah energi terlarang! Kau pasti menggunakan sihir hitam untuk mencuri tubuh kakakku!"

Shen Lan kembali menyerang, kali ini dengan seluruh tenaganya. "Jurus Naga Samudra Langit!" Energi biru dari pedangnya membentuk siluet kepala naga yang menerjang ke arah Yuhan. Ini adalah jurus pamungkasnya.

Yuhan menyipitkan mata. Ia memusatkan energi Qi tingkat ketiga ke ujung pedangnya. Pedang itu mulai bersinar merah membara, membuat air hujan yang menyentuhnya langsung berubah menjadi uap.

BOOM!

Kedua energi raksasa itu bertabrakan di tengah aula terbuka. Ledakan itu membuat beberapa pengawal istana jatuh terjungkal. Mu Lian, yang memperhatikan dari kursi rodanya, mencengkeram lengan kursi dengan kuat. Ia siap mengintervensi jika keadaan menjadi tak terkendali.

Di tengah kepulan uap dan debu, Yuhan muncul secepat kilat. Ia tidak lagi menggunakan pedang untuk menebas, melainkan menggunakan pangkal pedangnya untuk memukul pergelangan tangan Shen Lan hingga pedang perak itu terlepas dan tertancap di tanah.

Yuhan kemudian melakukan gerakan yang sangat akrab di ingatan Shen Lan. Ia memutar tubuhnya, menangkap leher belakang Shen Lan, dan dalam sekejap sudah berada di belakang sang pangeran.

TUK! TUK!

Dua ketukan jari pada titik Meridian punggung membuat tubuh Shen Lan mendadak kaku seperti patung.

"Lancang! Lepaskan aku!" Shen Lan berteriak, wajahnya menyentuh bahu Yuhan. Ia merasa sangat dipermalukan di depan Mu Lian dan para pengawal.

Yuhan tertawa kecil, suara tawa yang hanya ditunjukkan pada orang-orang terdekatnya. "Kau masih tetap sama, Adik Lan. Selalu menyerang tanpa berpikir panjang jika sedang emosi. Apa kau ingat saat kita berusia tujuh tahun, dan kau mencoba menyerang babi hutan yang masuk ke taman belakang?"

Shen Lan terdiam. Amarahnya sedikit mereda, digantikan oleh rasa heran.

PAK! PAK!

Suara tepukan pada pantat Shen Lan terdengar nyaring. "Masih keras kepala seperti dulu," ejek Yuhan.

Wajah Shen Lan memerah hebat. "Kau... kau benar-benar Kak Yuhan?"

"Siapa lagi yang berani melakukan ini padamu di depan umum? Dan siapa lagi yang tahu tentang rahasia kecilmu saat kau mengompol karena takut pada jangkrik besar di kamar Ibu Suri?" bisik Yuhan dengan nada jahil yang sangat khas.

Mata Shen Lan berkaca-kaca. Ia merasakan kehangatan yang sama, meski aura kakaknya kini jauh lebih kuat dan mengintimidasi. Yuhan melepaskan kunci meridiannya, dan Shen Lan langsung berbalik, memeluk kakaknya dengan erat hingga zirah peraknya beradu dengan perhiasan Yuhan.

"Kakak! Kenapa kau jadi sekuat ini? Aku hampir mengira kau dirasuki iblis!" tangis Shen Lan meledak, tak peduli lagi pada harga dirinya sebagai pangeran yang gagah.

Yuhan tertawa dalam hati, jika adiknya tahu bahwa kekuatan ini muncul setelah berkultivasi ganda dengan Mu Lian pasti dia kan menyindirnya habis-habisan.

...***********...

Perjamuan dalam Kegelapan: Kediaman Han

Sementara itu, kontras dengan suasana haru di istana, di kediaman Perdana Menteri Han Tan, suasana dipenuhi oleh aura busuk pengkhianatan. Cahaya lilin temaram menerangi wajah-wajah licik yang berkumpul di paviliun rahasia.

Han Fen duduk di samping ayahnya, jari-jarinya yang lentik memainkan sebuah belati kecil. "Ayah, jangan hanya diam. Kehadiran Shen Lan justru menjadi ancaman baru. Dia pangeran yang dicintai rakyat, dan sekarang dia tampak kembali ke pelukan Yuhan."

Han Tan menggebrak meja kayu mahoni di depannya. "Justru itu kesempatannya, Fen'er. Shen Lan sangat membenci Mu Lian. Kita semua tahu Lan menganggap Mu Lian sebagai beban bagi kakaknya. Kita hanya perlu membisikkan satu hal bahwa Mu Lian-lah yang merusak Dantian Yuhan agar dia bisa mengendalikan Maharani."

Shen Bo mengangguk setuju, matanya berkilat jahat. "Aku bisa mengatur agar mata-mata kita di istana menyebarkan rumor itu. Jika Shen Lan percaya, dia akan menyerang Mu Lian. Saat dua kekuatan besar itu saling menghancurkan, kita akan masuk membawa pasukan pribadi kita sebagai 'penyelamat'."

"Bagaimana dengan para pejabat daerah?" tanya Han Fen.

"Aku sudah mengirim surat ke Gubernur Muangting," jawab Han Tan dengan seringai. "Dia berutang nyawa padaku. Aku memerintahkannya untuk menutup jalur irigasi rahasia. Jika ubi kayu itu gagal tumbuh, rakyat akan melihat Maharani mereka sebagai pembawa sial yang hanya bisa memanggil hujan sesaat namun tak bisa memberi makan."

Shen Bo menuangkan arak ke dalam cawan Han Tan. "Ayah Mertua, Anda benar-benar jenius. Kita biarkan wanita itu bermain-main dengan tanah dan lumpur. Sementara itu, kita akan menarik satu per satu menteri dan pejabat ke pihak kita. Tanpa uang dan dukungan militer penuh, tahta Yuhan hanyalah kursi kayu biasa yang siap dibakar."

Han Tan menyesap araknya, matanya menatap tajam ke arah jendela yang basah oleh hujan. "Nikmatilah kemenangan kecilmu hari ini, Shen Yuhan. Karena badai yang sesungguhnya tidak membawa air, melainkan darah."

Kembali ke istana, Yuhan melepaskan pelukan adiknya. Ia menatap Shen Lan dengan serius. "Lan, kau baru kembali. Beristirahatlah. Besok, aku butuh keahlianmu dalam membangun bendungan untuk mengairi lahan baru kita."

Shen Lan mengusap air matanya, lalu menoleh ke arah Mu Lian yang masih duduk diam di kursi roda. Tatapan Shen Lan kembali menajam. "Aku akan membantumu, Kak. Tapi ingat, aku masih belum menerima pria cacat ini di sampingmu. Jika dia tidak berguna, aku sendiri yang akan membuangnya dari istanamu."

Mu Lian hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman yang penuh dengan misteri dan kekuatan terpendam. "Kita lihat saja nanti, Pangeran Keempat."

Yuhan hanya bisa menggelengkan kepala melihat persaingan kedua pria itu. Ia tahu, perjalanan untuk membangkitkan kerajaan ini masih sangat panjang, dan musuh-musuh di dalam bayangan mulai menarik pedang mereka.

"Mari masuk," ajak Yuhan. "Hujan ini adalah awal, tapi besok, kita punya dunia yang harus ditaklukkan."

1
@Mita🥰
mu Lian
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
siapa ini?? jangan bilang itu paksu 🤔🤭
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
pantesnya disiksa ini orang dicambuk terus di kebiri 😤😠
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉: nanti jadi Kasim donk🤭🤭🤭
total 1 replies
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
semoga pangeran ke-lima yang melesat menyelamatkan Yuhan dan Shen lan melihat sendiri klo suami kakaknya gak lumpuh lagi
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
hukum cambuk aja sih si zao yun biar jadi peringatan buat yang lain 😶
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
miskinkan aja ini menter, copot dari jabatannya terus suruh hidup susah di wilayah perbatasan
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
jahat banget euy siapa sih yang lakuin ini 😶
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉: aduhhh euu🤣🤣🤭
total 1 replies
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
wakakaa biar diemin dulu aja tuh anak songong 😂
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
wakakaa kalau maharani ngomel iyain aja udah 🤫😂
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
duhhhh kurang banyak cikguuuuu ahhhh jadi makin ingin lihat wajah wajah kesal Han Tan , Shen Bo dan 'tikus ' ini sepertinya Zao Yun 🤔🧐
@Mita🥰
wuhaaaa ....🤣🤣🤣🤣
ˢ⍣⃟ₛ ɾҽƈƙʅҽʂʂ
Kaget gak tuh Shen Bo, Han Tan cs? kaget pasti😅 zonk. mksd hati mau ngeprank ternyata kena prank sendiri.
ˢ⍣⃟ₛ ɾҽƈƙʅҽʂʂ
Bagus Shen Lan, klu gak gitu, Lian gak ngerasa tertantang. Mang sepantasnya pendamping Yuhan harus sepadan.
@Mita🥰
wah cari mati yang merusak bibit kentang
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
wah sepertinya ada yang sabotase itu pasti orang orang suruhan pangeran kedua dan perdana menteri Han Tan harus tetap tenang lapor ke pangeran ke-lima atau Maharani aja cepat
ˢ⍣⃟ₛ ɾҽƈƙʅҽʂʂ
haiss baca bab ini jadi senyum sendiri 😅 klu Lian udah sembuh pasti mereka jadi pasangan yg serasi memimpin istana. Lian juga GK ngerasa insecure sama Yuhan.
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
adohhhh ini pangeran keempat nih gak asik ahhhh jadi ambyarrr kan harusnya romantisan gak jadi deh 🤭😆😆
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
laaah ganggu aja 😌 udah biar aja sih 🤫
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ adik kesayangannya itu...
total 1 replies
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
waaah hebaaat 💪💪💪
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
udah langsung aja hukum dia 😶
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!