NovelToon NovelToon
Rahasia Sang Wanita Besi

Rahasia Sang Wanita Besi

Status: tamat
Genre:Tamat / CEO / Kehidupan di Kantor / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / Fantasi Wanita
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nuah

Rahasia Sang Wanita Besi

Sebagai sekretaris pribadi, Evelyn dikenal sempurna—tepat waktu, efisien, dan tanpa cela. Ia bekerja tanpa lelah, nyaris seperti robot tanpa emosi. Namun, di balik ketenangannya, bosnya, Adrian Lancaster, mulai menyadari sesuatu yang aneh. Semakin ia mendekat, semakin banyak rahasia yang terungkap.

Siapa sebenarnya Evelyn? Mengapa ia tidak pernah terlihat lelah atau melakukan kesalahan? Saat cinta mulai tumbuh di antara mereka, misteri di balik sosok "Wanita Besi" ini pun perlahan terkuak—dan jawabannya jauh lebih mengejutkan dari yang pernah dibayangkan Adrian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Kejaran dalam Bayangan

Hujan rintik-rintik masih turun ketika Adrian tiba di apartemen Evelyn. Dia tidak membuang waktu untuk masuk setelah melihat pintu yang sedikit terbuka. Matanya segera menyapu ruangan, melihat kekacauan yang terjadi. Meja terbalik, pecahan vas berserakan di lantai, dan di tengah ruangan, seorang pria tergeletak dengan luka di kepalanya.

Evelyn berdiri tidak jauh dari sana, napasnya masih sedikit berat. Lengan bajunya terkoyak, memperlihatkan luka yang cukup dalam. Darah mengalir dari lengannya, tetapi ekspresinya tetap dingin dan tajam.

Adrian mendekatinya. “Kau baik-baik saja?”

Evelyn mengangguk pelan. “Hanya luka kecil.”

Dia berusaha terdengar biasa saja, tetapi Adrian bisa melihat jemarinya sedikit gemetar. Ini bukan pertama kalinya Evelyn menghadapi bahaya, tetapi jelas kali ini berbeda.

Damian masuk tak lama kemudian, membawa kotak P3K. Dia segera berlutut di depan Evelyn dan mulai membersihkan luka di lengannya.

Sementara itu, Adrian berjongkok di samping pria yang tergeletak. Dia memeriksa kantong pria itu, tetapi tidak menemukan kartu identitas atau petunjuk lain.

Namun, saat dia membuka lengan baju pria itu, dia menemukan tato kecil di pergelangan tangannya. Sebuah simbol aneh yang mengingatkannya pada sesuatu.

Adrian mengernyit. “Aku pernah melihat ini sebelumnya…”

Evelyn menoleh, matanya tertarik pada simbol itu. “Apa maksudnya?”

Adrian bangkit. “Kita harus mencari tahu.”

Setelah memastikan Evelyn dalam kondisi lebih baik, mereka bertiga kembali ke kantor pusat Adrian.

Damian duduk di depan sistem keamanan mereka, mencoba mencocokkan simbol tersebut dengan database yang mereka miliki. Tidak butuh waktu lama sebelum dia menemukannya.

“Gotcha,” gumam Damian sambil mengetik lebih cepat.

Evelyn dan Adrian berdiri di belakangnya, menunggu dengan cermat.

“Simbol ini milik organisasi rahasia yang dikenal sebagai Black Crescent.” Damian membaca lebih lanjut. “Mereka dikenal sebagai kelompok bayangan yang bekerja untuk pihak-pihak tertentu, membunuh target mereka dengan metode yang sulit dilacak.”

Evelyn menyipitkan mata. “Jadi seseorang telah menyewa mereka untuk membunuhku.”

Adrian mengangguk. “Pertanyaannya adalah, siapa?”

Damian melanjutkan pencariannya. “Sejauh ini, satu-satunya orang yang kita curigai adalah Leonard Verhoven. Dia satu-satunya yang cukup berpengaruh dan memiliki kepentingan dalam kasus ini.”

Evelyn berpikir sejenak, mengingat kembali pertemuannya dengan Leonard. Tatapan pria itu, caranya berbicara, dan ancamannya yang terselubung—semuanya terasa semakin masuk akal sekarang.

“Kita harus menyelidiki dia lebih dalam,” kata Evelyn akhirnya.

Adrian menatapnya dalam-dalam. “Dan jika dia benar-benar pelakunya?”

Evelyn menarik napas. “Maka kita harus menjatuhkannya sebelum dia menjatuhkan kita.”

 

Adrian mengatur pertemuan darurat dengan salah satu kontaknya di dunia bawah tanah, seorang informan bernama Felix yang memiliki akses ke banyak informasi ilegal.

Mereka bertemu di sebuah bar kecil di pinggiran kota, tempat yang remang-remang dan jauh dari perhatian.

Felix sudah duduk di sudut ruangan ketika mereka tiba. Pria itu mengenakan jaket kulit usang, rambutnya sedikit berantakan, dan ada bekas luka samar di pelipisnya.

“Aku penasaran kenapa kau tiba-tiba mencariku,” kata Felix sambil menyeruput minumannya. “Biasanya kau hanya datang jika ada sesuatu yang besar.”

Adrian tidak membuang waktu. “Kami butuh informasi tentang Leonard Verhoven.”

Felix mengangkat alis. “Ah… pria itu.” Dia tersenyum tipis. “Kalian memang mencari lawan yang berbahaya.”

Evelyn mencondongkan tubuh ke depan. “Apa yang kau tahu tentang dia?”

Felix menghela napas sebelum berbicara pelan, “Leonard bukan sekadar pengusaha teknologi biasa. Dia memiliki jaringan yang sangat luas, dan banyak dari bisnisnya yang terhubung dengan proyek-proyek rahasia.”

Damian menyela, “Apakah dia ada hubungan dengan Black Crescent?”

Felix tersenyum miring. “Tentu saja. Kau pikir siapa yang membiayai sebagian besar operasi mereka?”

Evelyn merasakan jantungnya berdegup lebih cepat. Ini mengonfirmasi kecurigaan mereka.

Felix melanjutkan, “Tapi ada sesuatu yang lebih menarik. Aku baru saja mendapatkan informasi bahwa Leonard berencana melakukan sesuatu dalam beberapa hari ke depan. Sebuah pertemuan rahasia dengan seseorang yang sangat berpengaruh.”

Adrian bertukar pandang dengan Evelyn. “Kau tahu di mana dan kapan?”

Felix mengangguk pelan. “Aku bisa mencari tahu. Tapi harga informasiku tidak murah.”

Adrian tersenyum tipis. “Aku tidak keberatan membayarmu… asalkan informasimu benar.”

Felix tertawa. “Jangan khawatir. Aku selalu memberikan yang terbaik.”

Dua hari kemudian, Damian akhirnya mendapatkan lokasi pertemuan rahasia Leonard.

Sebuah gedung tinggi di pusat kota, dengan sistem keamanan ketat yang menghalangi orang-orang biasa untuk masuk.

Evelyn dan Adrian berdiri di atas gedung seberang, mengamati dari kejauhan.

“Kita harus menyusup ke dalam,” kata Adrian.

Evelyn menyesuaikan alat komunikasi di telinganya. “Aku akan masuk dari belakang. Damian, pastikan sistem keamanan mereka lumpuh selama aku di dalam.”

Damian yang berada di markas menjawab, “Siap. Aku akan memberikan kalian waktu sepuluh menit sebelum sistem kembali normal.”

Adrian menatap Evelyn. “Hati-hati.”

Evelyn tersenyum tipis. “Aku selalu hati-hati.”

Dengan cekatan, Evelyn mulai bergerak. Menggunakan peralatan khusus, dia menuruni gedung dan memasuki celah kecil di bagian bawah.

Di dalam, suasana terasa sunyi. Dia bergerak dengan cepat, melewati koridor dengan langkah ringan.

Setelah beberapa menit, dia sampai di dekat ruang utama tempat pertemuan berlangsung. Dia bersembunyi di balik dinding, memasang alat penyadap kecil untuk mendengar percakapan di dalam.

Suara Leonard terdengar jelas.

“Target masih hidup.”

Suara lain menjawab, “Itu bukan masalah. Kami sudah mengirim orang lain untuk menyelesaikannya.”

Evelyn merasakan tubuhnya menegang.

Mereka masih mengincarnya.

Dia harus segera keluar sebelum ketahuan. Namun, sebelum dia sempat bergerak, suara langkah kaki mendekat.

Dia menahan napas, bersiap untuk bertarung.

Saat seseorang muncul di hadapannya, Evelyn langsung menyerang—tetapi orang itu lebih cepat.

Sebuah tangan mencengkeram pergelangan tangannya dengan kuat.

Dan saat dia melihat wajah orang itu…

Jantungnya berhenti sejenak.

Pria itu adalah seseorang dari masa lalunya.

Seseorang yang seharusnya sudah mati.

 

Jantung Evelyn berdegup kencang saat matanya menangkap sosok pria di hadapannya. Cahaya remang-remang dari lorong sempit itu memperjelas setiap detail wajahnya. Sebuah wajah yang tidak mungkin dia lupakan.

Liam Aldrich.

Lima tahun lalu, pria itu seharusnya sudah mati. Dia adalah salah satu orang yang paling dipercayai Evelyn di masa lalu—seseorang yang pernah menjadi rekan setianya sebelum dia menghilang dalam sebuah misi yang dianggap gagal. Semua orang percaya Liam tewas dalam ledakan yang menghancurkan markas rahasia tempat mereka bekerja.

Namun kini, dia berdiri di hadapan Evelyn, dengan tatapan tajam yang sama, tubuh yang lebih kokoh, dan ekspresi yang sulit ditebak.

Bagaimana ini bisa terjadi?

"Liam..." Evelyn berbisik, suara yang jarang menunjukkan emosi kini terdengar bergetar.

Liam masih mencengkeram pergelangan tangannya, matanya menelusuri setiap detail wajah Evelyn.

"Kau tidak banyak berubah," katanya dengan suara rendah.

Evelyn menelan ludah, mencoba mengendalikan emosinya. "Bagaimana kau masih hidup?"

Senyuman tipis muncul di wajah Liam. "Itu cerita panjang. Tapi aku tidak punya waktu untuk menjelaskannya sekarang."

Evelyn mengeraskan rahangnya, merasa kecurigaan mulai merayapi pikirannya. Jika Liam masih hidup, mengapa dia tidak pernah menghubungi dirinya selama ini? Apa yang sebenarnya terjadi lima tahun lalu?

Sebelum dia bisa bertanya lebih lanjut, suara langkah kaki mendekat dari ujung koridor.

Liam dengan sigap menarik Evelyn ke dalam bayangan, menempatkan satu jari di depan bibirnya, mengisyaratkan agar dia diam.

Dari sudut lorong, dua pria berbadan besar muncul, mengenakan seragam hitam dengan logo yang sama dengan tato di pergelangan tangan pria yang menyerangnya di apartemen beberapa hari lalu.

Black Crescent.

Salah satu pria itu berbicara melalui alat komunikasi di telinganya. "Kami menemukan sesuatu yang mencurigakan di bagian utara gedung. Akan kami periksa."

Liam berbisik di telinga Evelyn, "Kita harus keluar dari sini. Sekarang."

Evelyn menatapnya tajam, ingin menolak, tetapi akalnya mengatakan bahwa ini bukan saatnya untuk berdebat.

Liam menariknya dengan cepat, membimbingnya melewati lorong-lorong gelap dengan langkah yang hampir tidak bersuara. Evelyn mengikutinya, masih belum sepenuhnya percaya bahwa pria yang dia pikir telah mati kini ada di sini, membantunya melarikan diri dari sarang musuh.

Setelah melalui jalan keluar rahasia yang hanya diketahui oleh orang dalam, Liam dan Evelyn akhirnya tiba di sebuah tempat yang lebih aman—sebuah gudang tua yang terlihat sudah lama ditinggalkan.

Evelyn menepis tangan Liam dan menjauh beberapa langkah, matanya penuh dengan kecurigaan.

"Jelaskan sekarang," katanya tegas. "Bagaimana kau bisa masih hidup? Dan kenapa kau bekerja dengan Black Crescent?"

Liam menghela napas sebelum bersandar pada dinding, melipat tangannya di depan dada.

"Aku tidak bekerja dengan mereka," katanya pelan. "Aku menyusup ke dalam."

Evelyn menyipitkan mata. "Untuk siapa?"

Liam menatapnya, ragu sejenak sebelum akhirnya menjawab, "Untuk orang yang sama denganmu, Evelyn."

Evelyn membeku.

Dia tidak bekerja untuk siapa pun selain dirinya sendiri sekarang. Tapi jika Liam tahu tentang misinya, maka itu berarti…

"Kau masih bekerja untuk mereka?" Evelyn mengernyit, menyebut organisasi rahasia yang dulu pernah menaunginya.

Liam mengangguk. "Aku tidak punya pilihan lain. Mereka membantuku bertahan setelah insiden lima tahun lalu. Mereka menyembunyikanku dan membiarkanku bekerja di dalam bayangan."

Evelyn mengepalkan tangannya. Jadi selama ini, Liam masih hidup, tetapi tidak pernah berusaha menghubunginya.

"Aku pikir kau sudah mati," kata Evelyn dengan suara lebih rendah. "Aku menangisi kematianmu, Liam."

Liam menatapnya dengan sorot mata yang sulit dijelaskan. "Aku tahu. Aku ingin menghubungimu, tetapi aku tidak bisa. Semuanya terlalu berbahaya."

Evelyn menggeleng, masih tidak percaya sepenuhnya.

"Kau ingin aku percaya begitu saja?"

Liam terdiam sejenak, lalu berkata, "Aku bisa membuktikannya. Aku tahu sesuatu tentang Leonard Verhoven. Sesuatu yang bisa membantumu."

Evelyn menatapnya dengan penuh waspada.

"Apa yang kau tahu?"

Liam mendekat, suaranya menjadi lebih serius. "Leonard tidak hanya menyewa Black Crescent untuk menghabisimu. Dia juga sedang mencari sesuatu… sesuatu yang berkaitan dengan masa lalumu."

Evelyn membeku.

"Apa maksudmu?"

Liam mengeluarkan sebuah file dari dalam jaketnya, lalu menyerahkannya kepada Evelyn. "Lihat sendiri."

Dengan tangan sedikit gemetar, Evelyn membuka file itu. Matanya segera menangkap foto-foto dan dokumen yang ada di dalamnya. Sebuah nama yang tertulis di bagian atas dokumen membuat jantungnya berdegup lebih cepat.

"Proyek Iron Maiden."

Evelyn merasakan udara di sekelilingnya menjadi lebih berat. Matanya terpaku pada kata-kata itu.

Iron Maiden.

Sebuah nama yang seharusnya terkubur dalam sejarah kelam organisasi yang dulu menaunginya.

"Darimana kau mendapatkan ini?" suaranya terdengar nyaris berbisik.

Liam menatapnya dengan penuh keseriusan. "Aku menyusup ke dalam sistem Leonard dan menemukan proyek ini dalam database pribadinya. Dia sedang menggali informasi tentangmu, Evelyn. Sesuatu tentang masa lalumu yang dia yakini masih bisa digunakan."

Evelyn mengepalkan tangannya.

Proyek Iron Maiden adalah sesuatu yang selama ini dia hindari. Itu adalah bagian dari dirinya yang ingin dia lupakan.

"Apa yang sebenarnya dia cari?" Evelyn bertanya, mencoba mengendalikan pikirannya yang bergejolak.

Liam menggeleng. "Aku belum tahu sepenuhnya. Tapi dia sudah terlalu dalam mencari tahu tentangmu. Kau harus menghentikannya sebelum dia menemukan sesuatu yang tidak seharusnya."

Evelyn menutup file itu dengan kasar.

"Kita harus bergerak sekarang."

Liam mengangkat alis. "Apa rencanamu?"

Evelyn menatapnya dengan mata tajam.

"Aku akan mengakhiri ini sebelum semuanya semakin memburuk."

Liam tersenyum tipis. "Itulah Evelyn yang kukenal."

Evelyn menarik napas dalam, menyadari bahwa semua yang terjadi selama ini adalah bagian dari permainan yang lebih besar. Dan dia harus siap untuk menghadapi apa pun yang ada di depannya.

Karena jika Leonard Verhoven benar-benar mengetahui tentang Iron Maiden, maka ini bukan hanya tentang hidup dan matinya.

Ini tentang rahasia yang seharusnya terkubur selamanya.

1
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
siapa tuh sosok yang bertopeng apakah dia suruhan leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
bnr selesai aja misi nya baru deh nanti bicara soal perasaan 🤭
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
pasti kalian bisa menghancurkan musuh² itu
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
meskipun Leo udh ditahan masih aja ada musuh lain yang mau mengalahkan lyn dan teman² nya,
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
hati hati takutnya ada jebakan disana,semoga aja kalian menang melawan leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
semoga misi nya berhasil mengalahkan leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
JD benar kah lyn itu hasil penelitian dari leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
kapan perang dimulainya udh GK sabar nih melihat lyn dan sopi menghancurkan robot yg dibuat oleh leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
semoga lyn dan sopi bisa mengatasi robot yg digunakan oleh leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
keren ceritanya nya
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
semoga aja lyn selamat dan bisa keluar dari perangkap nya leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
sebentar lagi perang akan dimulai
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
untung aja lyn udh keluar dari gedung itu coba kalau TDK pasti udh ketangkep sama Leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
km pasti bisa mengatasi semua ini Evelyn biar rahasia nya tak terbongkar smaa org lain
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
walaupun udh ketangkep pria misterius itu masih aja belum cerita siapa org yg nyuruh mereka buat menghancurkan evelyn
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
siapa org yg sudah mengkhianati nya
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
untung ada Adrian JD kau bisa selamat dari musuh itu
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
Adrian masih penasaran sama sekertaris nya apakah dia akan mencari info lebih dalam
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
ada yang mata²n mereka kah ko Adrian bisa tau.
QueenRaa🌺
Keren banget ceritanya thorr✨️ Semangat up!!
Kalo berkenan boleh singgah ke "Pesan Masa Lalu" dan berikan ulasan di sana🤩
Mari saling mendukung🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!