NovelToon NovelToon
Lewat Jalur Cinta

Lewat Jalur Cinta

Status: tamat
Genre:Tamat / Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Menikah dengan Musuhku
Popularitas:24.2k
Nilai: 5
Nama Author: Fajar Riyanti

Niatnya untuk membalas dendam membuatnya rela menikah dengan pria yang baru dia kenal. Zevana berniat untuk membalaskan dendam terhadap pria bernama Aksa atas kematian sahabatnya. Agar Aksa bisa merasakan sakit hati yang sama, Zevana memilih jalan lewat jalur cinta. Membuat Aksa jatuh cinta, setelah itu mencampakkannya.

Aksa adalah seorang playboy yang sering bergonta-ganti pasangan. Dia tidak percaya dengan cinta, karena baginya cinta hanyalah hal konyol. Dibalik sikap dinginnya, ternyata Aksa menyimpan luka di hati yang membuatnya tidak percaya akan adanya cinta sejati.

Berhasilkah Zevana meluluhkan hati Aksa demi misi balas dendamnya?

🩸
🩸
🩸

"Aku tidak biasa menjalin hubungan hanya dengan satu wanita saja. Jika kamu menginginkan pernikahan ini tetap terjadi, maka bersiap-siaplah untuk sakit hati."_ Aksa.

Yang penasaran dengan ceritanya, kepoin yuk...

Salam dunia perhaluan 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fajar Riyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 : Lewat Jalur Cinta.

Aksa menghentikan ciumannya dan mendorong pelan tubuh wanita yang sedang duduk di pangkuannya. Tiba-tiba saja pikirannya mulai di penuhi oleh Zevana, dia masih merasa kesal dengan kejadian di restoran tadi. Baru kenal sehari saja, gadis itu sudah membuat hidupnya mulai tidak tenang.

"Ada apa, sayang? Kenapa tiba-tiba berhenti?" Tanya wanita itu.

"Keluar," perintah Aksa dengan pelan.

"Tapi..."

"Aku bilang keluar!!!" Bentak Aksa.

Dengan wajah kesal, wanita itu segera bangun dari pangkuan Aksa dan pergi meninggalkan kamar hotel. Kemudian Aksa menyenderkan tubuhnya di punggung sofa sambil mengusap kasar wajahnya dengan kedua tangan.

Drrddtt...

Drrddtt...

Drrddtt...

Aksa meraih ponselnya dari atas meja untuk melihat siapa yang menelfonnya tengah malam begini. Ada panggilan masuk dari nomor yang tidak dia kenal.

"Halo..." sapa Aksa saat panggilan itu sudah terhubung.

"Calon suami?"

Tanpa bertanya, Aksa sudah bisa menebak siapa yang sedang menelfonnya sekarang. Meskipun baru pertama kalinya berbicara di telefon, Aksa tau itu adalah suara Zevana. Tapi darimana Zevana bisa mendapatkan nomor telefonnya? Sepertinya gadis itu benar-benar ingin membuat hidup Aksa tidak tenang.

"Kenapa kamu belum tidur? Apa kamu sedang memikirkan aku?" Tanya Zevana menggoda.

"Darimana kamu tau nomor telefonku?" Bukannya menjawab, Aksa malah balik bertanya. Dia semakin bertambah kesal saat mendengar suara gadis itu.

"Bagaimana mungkin aku tidak tau nomor telefon calon suamiku sendiri," jawab Zevana. Semalam saat memberikan jas milik Aksa, Zevana meminta nomor telefon Aksa pada Dani dengan alasan ingin meminta maaf tentang kejadian di hotel.

Aksa tersenyum miring. "Kita harus bertemu dan bicara empat mata besok!"

"Kenapa? Kamu sudah tidak sabar ya? Tunggulah sebentar lagi, kita akan bertemu lagi di acara pernikahan kita, satu minggu lagi."

"Satu minggu lagi? Maksud kamu?"

Sambungan telefon terputus, Zevana sengaja tidak ingin menjawab pertanyaan Aksa dan mematikan sambungan telefonnya. Aksa mencoba menelfon balik, namun tidak diangkat oleh Zevana.

Aksa meletakkan kembali ponselnya di atas meja, lalu dia menghembuskan nafas kasar. Zevana benar-benar gadis yang nekad. Tidak ada angin tidak ada hujan, gadis itu tiba-tiba datang seperti hantu yang gentayangan dalam hidupnya.

🍃

🍃

🍃

Pagi-pagi sekali Herman sudah berada di kediaman sang ibu, Nyonya Berlina. Oma Berlina sengaja menelfon sang putra dan memintanya untuk datang ke rumah karena semalaman Aksa tidak pulang. Oma Berlina merasa sangat khawatir sekali.

"Herman, jangan sesekali kamu berani menyakiti cucuku hanya karena dua orang itu," ucap Oma Berlina. Saat ini mereka berdua sedang duduk di kursi sofa ruang tamu.

"Ibu, Aksa pergi dari rumah karena keinginannya sendiri. Aksa adalah putraku, aku akan tetap membujuknya untuk pulang ke rumah," ujar Herman.

"Tidak perlu! Aksa akan tetap tinggal di sini bersama dengan ibu."

"Tapi Bu..."

"Herman, cukup Arini dan ayah kamu yang menjadi korban atas perbuatan kamu. Ibu tidak rela jika Aksa ikut hidup tertekan hanya karena keegoisan kamu. Jadi biarkan Aksa hidup dengan tenang disini. Dan tentang Libra Group, Aksa akan tetap menjadi pewaris sah perusahaan."

"Aku mengerti soal itu, Bu. Tapi tolong ibu jangan membedakan antara Arvan dan Aksa. Bagaimana juga Arvan adalah cucu ibu, putra kandungku." Herman nampak kecewa, karena ibunya hanya memprioritaskan Aksa dan belum mau mengakui Arvan sebagai cucu.

"Cucu ibu hanya Aksa, tidak ada yang lain!!"

Herman menghela nafas berat, dia tidak ingin berdebat dengan ibunya yang sudah sepuh. Herman tidak ingin ibunya sampai drop jika dia terus menentang ucapan ibunya.

"Minggu depan Aksa akan menikah, Bu," ucap Herman mengalihkan pembicaraan.

"Apa? Cucuku Aksa akan menikah?" Oma Berlina nampak bahagia sekali mendengarnya, matanya sampai berbinar-binar.

Herman mengangguk, "Semalam kami sudah melakukan pertemuan keluarga untuk membicarakan tentang rencana pernikahan. Keluarga Adrian menginginkan jika pernikahan mereka dilangsungkan minggu depan."

Semalam setelah sampai di rumah, Adrian menelfon Herman dan mengatakan jika Zevana ingin pernikahannya dilangsungkan minggu depan. Itulah sebabnya siang ini Herman berniat mengunjungi kantor Adrian untuk membahas masalah ini lebih jauh.

"Siapa gadis itu? Gadis yang akan dinikahi oleh cucuku?" Tanya Oma Berlina penasaran.

"Dia putri pemilik perusahaan CV. Mitra Perdana, Adrian Setiawan. Namanya Zevana Stefanie," jawab Herman.

"Zevana..." Gumam Oma Berlina pelan. "Persiapkan semuanya dengan baik. Aku ingin pernikahan cucuku dilangsungkan dengan meriah. Jadikan acara pernikahan itu menjadi acara yang sangat berkesan untuk Aksa dan calon istrinya."

Herman menganggukkan kepalanya, "Baik, Bu."

🍃

🍃

🍃

Aksa melaju kencang mobilnya, dia hendak menuju ke restoran. Siang ini dia ada janji makan siang dengan seorang wanita bernama Cindy. Saat suasana hatinya sedang tidak baik, Aksa memang lebih suka menghabiskan waktunya bersama seorang wanita.

Sebelum meninggalkan kantor, Herman sempat datang menemui Aksa di ruangan. Herman mengatakan jika siang ini dia ada janji ketemuan dengan papa Zevana untuk membicarakan tentang pernikahan anak-anak mereka yang akan dilangsungkan satu minggu lagi. Ini adalah keinginan Zevana supaya pernikahan mereka dipercepat. Membuat Aksa tidak habis pikir dengan jalan pikiran gadis itu, bisa-bisanya gadis itu mau menikah dengan pria yang baru saja dia kenal.

"Gadis itu benar-benar sudah tidak waras! Bisa-bisanya dia berfikir untuk menikah. Padahal kita saja baru bertemu dua kali dan tidak pernah berkenalan." Aksa memang belum sempat berkenalan dengan Zevana. Dia tau nama gadis itu dari asistennya kemarin.

Nafas Aksa begitu menggebu-gebu, sudah sejak semalam dia menahan kesal pada Zevana. Hatinya benar-benar gondok, beberapa kali dia menjelaskan namun papanya tetap tidak percaya jika diantara dia dan Zevana tidak ada hubungan apapun.

Aksa menghentikan mobilnya mendadak, dia merogoh ponselnya dari balik jasnya dan mencoba menghubungi nomor telefon Zevana. Namun tidak ada jawaban, Zevana tidak mengangkat panggilan darinya. Akhirnya Aksa menghubungi Dani.

"Kirimkan alamat wanita itu padaku!"

"Wanita? Wanita yang mana, Tuan?" Tanya Dani tidak paham. Seingatnya dia sudah mengatur janji ketemu tuannya bersama seorang wanita bernama Cindy di restoran.

"Zevana. Kirimkan alamat rumahnya padaku sekarang juga!"

Aksa langsung menutup panggilan telefonnya. Dia tidak peduli bagaimana caranya, Dani harus bisa mendapatkan alamat rumah Zevana. Dia harus bicara empat mata dengan gadis itu supaya Zevana mau meralat ucapannya dan membatalkan rencana pernikahan mereka.

Lima belas menit Aksa menunggu, akhirnya Dani mengirimkan alamat rumah Zevana padanya. Aksa kembali menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya menuju rumah Zevana. Tidak peduli jika sekarang Cindy sudah menunggunya untuk makan siang di restoran.

Sesampainya di depan sebuah rumah dengan nuansa warna cream, nampak seorang penjaga gerbang membukakan pintu gerbang untuk Aksa dan membiarkan mobil Aksa untuk masuk ke halaman rumah. Setelah memarkirkan mobilnya, Aksa segera turun dan berjalan ke arah pintu, dia menekan bel pintu rumah itu.

Tak lama pintu itu dibuka oleh seseorang. Devi merasa sedikit terkejut melihat kehadiran Aksa dirumahnya. Meskipun Devi sempat kecewa dengan kejadian di hotel antara putrinya dengan Aksa, namun Devi tidak ingin menjadi penghalang cinta mereka berdua. Devi merestui hubungan Zevana dan Aksa, apalagi putrinya sangat mencintai pria itu.

"Calon mantu?" Ucap Devi.

"Maaf Tante, boleh saya bertemu dengan Zevana?" Sebenarnya Aksa merasa risih dengan panggilan Devi untuknya, namun dia tidak bisa protes dan harus tetap bersikap sopan. Tujuannya datang ke rumah itu adalah untuk bertemu dan bicara dengan Zevana.

"Tentu saja boleh, ayo silahkan masuk," ajak Devi. "Kamu duduk saja dulu, biar Tante panggil Zevana."

Sementara Devi memanggil Zevana, Aksa duduk menunggu dengan gelisah di ruang tamu. Ini adalah untuk pertama kalinya dia datang bertamu ke rumah seorang wanita. Biasanya para wanita-wanita itu yang datang padanya tanpa perlu diundang.

Sementara itu, Zevana yang mendengar Aksa datang untuk menemuinya langsung bergegas keluar dari kamarnya. Dia berjalan menuruni tangga menuju ke ruang tamu. Dalam hatinya, Zevana merasa sangat senang karena sekarang pikiran Aksa mulai teralih padanya. Buktinya Aksa sampai datang ke rumah untuk menemuinya. Cepat atau lambat Aksa pasti akan jatuh ke pelukannya.

"Ehemm..."

Aksa nampak sedikit terkejut, dia menatap ke arah pintu tengah dan melihat Zevana sudah berdiri dengan tersenyum manis padanya. Aksa segera bangun dari duduknya saat melihat Zevana berjalan mendekat ke arahnya.

"Sekali lagi aku tanya, apa mau kamu?" Tanya Aksa dengan serius.

"Mau aku ya kamu."

"Aku sedang tidak ingin bercanda."

"Dan aku serius."

Zevana menatap Aksa dengan penuh damba, dia mencondongkan tubuhnya ke depan, membuat jarak mereka begitu dekat.

"Malam itu di hotel memang adalah pertemuan pertama kita. Tapi asal kamu tau, sudah sejak lama aku mengagumi kamu, bahkan aku menyimpan banyak foto-foto kamu di kamarku. Aku mencintai kamu, Aksa. Sangat-sangat mencintai kamu." Zevana harus menunjukkan seolah-olah dia sangat mencintai Aksa, berusaha membuat Aksa percaya dengan cinta palsunya. Pria seperti Aksa memang pantas untuk diberi pelajaran, supaya tidak lagi mempermainkan hati wanita.

Kedua tangan Zevana meraih tangan Aksa dan menggenggamnya erat, "Aku ingin menjadi yang istimewa, itulah sebabnya aku menerima pernikahan ini. Aku ingin menjadi wanitamu satu-satunya."

"Tapi aku tidak berniat untuk mengistimewakan kamu. Jika kamu tetap nekad menerima pernikahan ini, bersiaplah untuk menanggung resikonya sendiri!!"

Aksa tidak tau lagi bagaimana caranya menghadapi Zevana. Dia menarik tangannya kasar dan memilih untuk pergi meninggalkan rumah gadis itu. Memang sudah banyak wanita yang dia kencani, tapi untuk serius, Aksa belum memikirkan sampai sejauh itu, apalagi jika dia sampai harus menikah dengan wanita yang tidak dia cintai.

...☘️☘️☘️...

1
Nur Adam
smgt untuk krya mu thjoor
Zhu Yun💫: Terimakasih kakak 🙏🥰
total 1 replies
Eka Bundanedinar
dispillll jg jodoh arvan
.nah klo saling jujur dr awal psti g kn ada kbohongan
Zhu Yun💫: Iya kakak 😁
total 1 replies
Mrs.Riozelino Fernandez
makasih kk Thor 🙏🏻
Zhu Yun💫: Iya itu,,, Ivana muncul cuma di beberapa bab doang c,,, karena sebenernya dia juga tidak jahat 😁😆
Mrs.Riozelino Fernandez: ternyata aku udah baca ceritanya kk Thor...
ternyata kisah Erina yang dijebak...
lupa akunya 🤦🏻‍♀️😆😆🙏🏻🙏🏻
total 3 replies
Mrs.Riozelino Fernandez
langsung unboxing ya Van...😆😆😆😆
Mrs.Riozelino Fernandez
ivana ,adakah novel sebelumnya KK othor?
Zhu Yun💫: Mantan pacar Devan di Cinta Bukan Sekedar Perawan kak
total 1 replies
Aras Diana
lanjut thor
FT. Zira
☕️ untuk akhir bahagiaa🥰🥰
FT. Zira
mau ngadon dulu... eehhh🫢🫢

jangan biarkan popcorn ku nganggur kakaaa/Curse//Curse//Curse/
FT. Zira
udahh tamatttt😳😳😳😳😳
ciuussssss????
FT. Zira: cus judul baru/Determined//Determined//Determined//Determined/
Zhu Yun💫: Seribu ciuussss 🤣🤣🤣
total 2 replies
FT. Zira
eeehh.. yg lompat si ndin ndin...😳😳 wooww ..... 😭😭.. haruskah aku sedih???😮‍💨😮‍💨 /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
FT. Zira
enak aja... kamu anggap aksa barang apa??😤😤😤
FT. Zira
di keadaan ini aku bingung.. mals kali Rian nongol, tapi gak tega ma caca😥😥
FT. Zira
jawabanmu itu aksa.. ya ampunnnn🤣🤣
FT. Zira
beneran dah rsak nih si andin..di kencengin skrup nya juga percuma😮‍💨😮‍💨
FT. Zira
aksa kan sikap Zev. lebih sigap dari kamu mlah😏😏
FT. Zira
perlu di sekrup nih otak andin
Eka Bundanedinar
tamat dah...siapa istri arvan ya kok tamat gitu g da bab tambahan
Zhu Yun💫: Nanti ada bonus chapter untuk pengantin baru kakak 🤭
total 1 replies
Eka Bundanedinar
zev kamu ngeyel ya sudah dibilang jngan dkt" dg andin sama aksa msih aja mlh prgi berdu
andin udah gika g tau malu minta suami orang
ada ya orang kaya andin memang lbh baik mati si caca sama rian
kok ada levbel end nya kk
Eka Bundanedinar
zev kamu ngeyel ya sudah dibilang jngan dkt" dg andin sama aksa msih aja mlh prgi berdu
andin udah gika g tau malu minta suami orang
ada ya orang kaya andin memang lbh baik mati si caca sama rian
kok ada levbel end nya kk
Zhu Yun💫: Iya kakak sudah end 😁
total 1 replies
Eka Bundanedinar
zev kamu ngeyel ya sudah dibilang jngan dkt" dg andin sama aksa msih aja mlh prgi berdu
andin udah gika g tau malu minta suami orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!