Mereka menikah selama 2 tahun, sebuah pernikahan yang tidak di inginkan. Hingga berujung pada sebuah perceraian, tapi siapa sangka. Di malam terakhir menjadi sebuah malam panas yang sulit untuk di lupakan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MISM : Bab 7
Yumna menata bunga-bunga miliknya dengan rapi, ia sesekali bersenandung dengan senang. Tubuhnya yang indah dengan lekuk tubuh yang terlihat jelas, hari ini cuaca cukup panas.
Yumna menggunakan pakaian yang cukup pendek, dengan bagian yang sedikit memperlihatkan lekuk tubuhnya. Di tambah kulit putihnya yang mulus, membuatnya semakin terlihat sangat cantik.
Tring...
Terdengar suara bel pintu saat di buka, Yumna tersenyum lalu melirik pelanggan yang datang ke toko bunganya.
Yumna melihat seorang pria dengan jas hitam, namun wajahnya nampak sangat murung. Meski begitu, ia tetap terlihat sangat tampan.
"Selamat datang." Sapa Yumna dengan ramah, ia selalu bersikap ramah pada setiap pengunjung yang datang ke tokonya.
Pria itu melihat ke arah Yumna, ia terdiam dengan mata yang sedikit terkejut.
"Emm, aku ingin mencari bunga mawar." Jawab pria itu dengan singkat.
"Baik."
Yumna dengan lembut, berjalan ke tempat bunga mawar. Ia memilihkan beberapa tangkai bunga mawar untuk pelanggannya.
Angga terdiam dengan mata yang menatap Yumna, ia terus menatap wanita itu. Wanita cantik dengan gerakan yang sangat lembut, wanita itu seakan menikmati pekerjaannya dengan senang hati.
"Ini.." Yumna memberikan pesanan Angga.
Angga terdiam saat pesanan sudah selesai, ia menerima dan segera membayar. Tapi setelah selesai membayar, Angga tidak langsung pergi. Ia malah berdiam diri di meja kasir.
Yumna heran dan bingung dengan pelanggan di depannya, "Tuan, apa anda baik-baik saja?" Tanya Yumna seraya memiringkan kepalanya.
Angga tersenyum tipis, "Boleh ku tahu, siapa nama mu?" Tanya Angga dengan sopan.
Yumna tersenyum, "Nama ku Yumna."
Setelah itu, Angga langsung pergi begitu saja meninggalkan toko bunga Yumna. Kini Yumna hanya duduk diam, ia merasa heran toko bunganya kini menjadi sepi dan tidak ada pelanggan yang datang lagi.
Biasanya banyak pelanggan yang datang untuk membeli beberapa tangkai bunga, tapi sekarang tidak ada satupun pelanggan yang datang. Bahkan pelanggan yang menjadi langganannya pun tidak ada.
Hingga jam sudah menunjukkan pukul 19.00 WIB, Yumna membereskan semua bunga-bunga. Wajahnya terlihat sangat kusam karena tidak ada satupun pelanggan yang datang untuk membeli bunga miliknya. Dengan perlahan, Yumna menutup tokonya.
Ia melihat jalanan kota masih ramai karena waktu masih belum terlalu malam, Yumna berjalan sendirian dengan wajah yang kesal dan kusam. Ia tidak menyangka jika berbisnis akan seperti ini.
"Ayo.. Semangat Yumna." Yumna menyemangati dirinya sendiri, ia tidak lagi mau menjadi wanita yang tergantung pada orang lain apalagi pria, ia ingat bagaimana dirinya terus menunggu kedatangan Raymond. Tapi pria itu tidak pernah datang sama sekali.
Yumna berjalan pelan, ia menyusuri gang sepi, ada rasa sesal di benak Yumna karena memilih apartemen kumuh. Karena ia harus pulang melewati jalanan sepi.
"Hei cantik..." Terdengar panggilan dari seorang pria.
Seketika bulu kuduk Yumna berdiri, ia langsung takut. Tanpa menoleh ke belakang, Yumna berjalan dengan cepat. Ia tahu, pria itu pasti bukan pria baik-baik.
Di saat Yumna berjalan dengan cepat, pria asing di depannya juga berjalan dengan cepat. Yumna yang ketakutan langsung berlari, dan tanpa di duga pria itu juga ikut berlari.
"Ah..." Yumna menjerit saat sebuah tangan menariknya, ia melihat pria asing yang menatapnya dengan nakal.
"Kenapa lari cantik? Sini temani Abang yu." Ucapnya yang menarik tangan Yumna.
"Lepas!" Teriak Yumna.
"Jangan teriak sayang, Abang janji akan bersikap lembut." Ucapnya lagi dengan tatapan nakal, ia menatap tubuh Yumna yang nampak sangat menggoda.
Hingga pria itu terdiam dengan mata yang menatap sosok di belakang Yumna, pria itu langsung melepaskan tangan Yumna.
Yumna yang ketakutan langsung berbalik dan hendak lari, tapi ia malah menabrak seseorang yang berdiri di belakangnya.
"Bawa pria itu, dan jangan biarkan aku melihatnya lagi." Ucap Raymond dengan tatapan mata yang tajam.
Yumna terkejut saat melihat Raymond, untuk pertama kalinya setelah malam itu. Yumna kembali melihat Raymond, tapi tatapan pria itu kini berbeda.
"Terimakasih." Ucap Yumna, ia tidak ingin kembali memiliki urusan dengan mata suaminya.
Tapi langkah Yumna terhenti saat tangan Raymond memegang tangannya, Yumna menatap heran Raymond. Pria itu menatap Yumna dengan dingin.
"Apa sih yang pria ini mau?" Pikir Yumna kesal, karena Raymond sama sekali tidak bicara tapi pria itu tidak melepaskan tangan Yumna.
aku masih ingat soper nya reymon yg meninggal ,,kasihan..yumna sudah di peringati oleh soper nya jgn sembarangan kasih tau orang nama suami nya,,karna kita tidak tahu rencana seseorang...sudah tahu suami nya byk musuh....sekarang jadikan pelajaran yumna..jgn ngeyel kalau lg di peringati oleh suami mu atau orang kepercayaan suami mu..
tiap hr up knapa thor..
cerita mu ini bgs kok