Jauh di lubuk hatiku, aku menolak pernikahan ini. Tapi bagaimanapun, aku tidak bisa mengecewakan kedua orang tuaku.
Aku terpaksa menikah dengan laki-laki yang tidak aku cintai sama sekali. Ini di karnakan, pacarku yang akan menikah denganku, menghilang. Bisakah aku mengubah rasa terpaksa ini menjadi rasa cinta pada suamiku? Haruskah aku bertahan dengan orang yang dingin seperti Adya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7
"Kenapa kamu malah tersenyum dengan perkataan ku Kaila? Apa ada yang lucu dengan apa yang aku katakan?"
"Tidak ada."
"Lalu, kenapa kamu bisa tersenyum?"
"Salahkah jika aku tersenyum walaupun tidak ada perkataan yang lucu bagiku?"
"Tidak, ya sudahlah. Sebaiknya kita tidur, sekarang sudah hampir jam sepuluh."
"Mas Adya bisa tidur duluan, nanti aku nyusul. Aku masih belum ngantuk sekarang," kataku sambil terus bermain ponsel.
"Baiklah, aku akan tidur duluan. Karna aku sudah merasa sangat lelah."
Aku mengangguk, namun tidak melihat mas Adya sedikitpun. Aku sibuk dengan game yang lumayan bisa mengusir rasa suntuk yang aku miliki.
Beberapa menit kemudian, aku merasa sedikit bosan dengan game yang aku mainkan.
Saat aku memilih untuk beristirahat, mataku tertuju pada laptop yang berada di atas bufit berlaci dua dan satu rak.
Aku membuka laptop itu, tanpa ada perasaan ragu lagi sekarang, aku mencoba membuka file-file yang ada dalam laptop tersebut.
Tidak ada yang istimewa dengan file yang terdapat di dalam laptop ini. Semuanya tentang perusahan dan pekerjaan kantor yang mas Adya kerjakan.
Aku tertarik untuk melihat galeri yang ada di laptop ini. Mana tahu, aku bisa melihat foto-foto mas Adya yang berada di luar negeri.
Saat aku membuka galeri foto, ada beberapa file yang tersusun di dalam galeri. Yang pertama, file pernikahan. Isinya, jelas saja semua foto pernikahan aku dan mas Adya.
Ternyata, mas Adya menyimpan foto pernikahan kami di dalam laptopnya. Sedangkan aku, tidak punya satu pun foto pernikahan kami.
Tangan nakal ini terus saja mengacak-acak galeri laptop milik mas Adya. Hingga aku menemukan file yang diberi nama kebersamaan.
Aku pun membuka file itu, ternyata, isi file kebersamaan adalah, foto mas Adya dengan seorang perempuan yang sangat cantik dan seksi.
Gadis ini terlihat sangat manja pada mas Adya. Walau di dalam foto, aku bisa merasakan kedekatan antara mas Adya dengan gadis tersebut.
Aku terus menelusuri setiap foto yang berada di file kebersamaan ini. Yang semakin jauh aku telusuri, semakin aku lihat kedekatan mereka. Hingga sampai batas cium-ciuman yang begitu mesra.
"Siapakah gadis ini? Apakah dia mantan mas Adya? Atau ... Ah, sudahlah, siapa aku yang boleh tahu semua ini," kata ku dalam hati, sbil terus menelusuri setiap foto.
Apakah dia mantan mas Adya, atau dia adalah pacarnya mas Adya. Mungkin aku harus bertanya, apa alasan ia menikahi aku sebenarnya. Aku juga akan bertanya, apakah mas Adya punya pacar, namun tidak bisa menolak permintaan mama dan papanya, untuk menjadi suami pengganti buat aku.
Aku memutuskan untuk kembali dari file kebersamaan ini. Karna, aku rasa tidak ada gunanya aku terus melihat semua foto mas Adya dengan wanita ini. Tidak ada untungnya juga aku melihat foto mereka.
Aku memutuskan untuk menutup galeri, namun aku melihat dengan jelas, foto mas Adya dengan Bram saat bersama.
"Bram," ucapku lirih tanpa sadar.
Ya, aku mungkin jauh berbeda dengan mas Adya. Saat Bram memutuskan untuk meninggalkan aku, aku memutuskan untuk menghapus semua kenangan bersama Bram.
Aku menghapus semua foto, membakar semua barang yang berkaitan dengan Bram, apapun itu jenisnya, aku buang semuanya.
Karna aku tidak ingin melihat satu pun dari kenangan yang mungkin akan membuat aku terluka luka jika melihatnya.
Ku hapus air mata yang perlahan jatuh dengan sendirinya. Ku tutup laptop mas Adya dengan pelan, lalu memilih berbaring di samping mas Adya yang sudah terlelap sejak tadi.
Kenangan, memang akan tetap menjadi kenangan. Seberapa kerasa aku berusaha menghapus setiap kenangan itu, maka, sekuat itu juga kenangan itu tetap bertahan di benakku.
Adya Pov
Aku tersadar saat Kaila menyebut nama Bram dengan kuat. Aku yang baru saja terlelap, tiba-tiba harus bangun lagi karna suara Kaila yang memanggil nama Bram.
Aku kaget saat melihat Kaila sedang melihat laptop milikku yang aku letakkan di atas bufit itu.
Aku kasihan pada Kaila yang terlihat sangat sedih. Aku tidak mungkin bangun dan menghiburnya, karna itu sama saja dengan membuat ia semakin tidak karuan dengan hatinya.
Aku memilih untuk berpura-pura tidur saja. Dengan begitu, Kaila pasti akan bisa membuat hatinya damai dengan caranya sendiri.
Beberapa menit lamanya, Kaila mencoba membuat hatinya tenang. Hingga akhirnya, ia menutup laptop ku, dan berbaring di sampingku.
Kaila masih menangis saat berbaring di sampingku. Aku mendengarkan, ia mengisak dengan sangat pelan, namun masih terdengar dengan jelas di telinggaku. Karna jarak aku dan Kaila, hanya beberapa senti saja.
"Kaila, maafkan aku yang tidak bisa mencoba menghibur kamu. Aku janji, aku akan menjadi teman terbaik buat kamu."
APA KATA BRAM TADI? CINTA SESAAT.. PENGEN NGAKAK AKU,APA BRAM AMNESIA? MALAH WAKTU ITU DIA SENDIRI NGAKU DENGAN MAYA DIA GAK MENCINTAI KAMU,NIKAH JUGA ORTU YG MAKSA,DIA BILANG TERGILA-GILA DENGAN MAYA,UDAH MAU NIKAH AJA MASIH SELINGKUH,ORANG KALO SEKALI SELINGKUH TETAP AKAN SELINGKUH,APAPUN ALESANNYA,DIA SUDAH MEMPERMALUKAN PIHAK KELUARGA WANITA..🙄🙄🙄