EKSLUSIF HANYA DI NOVELTOON, JIKA ADA DI TEMPAT LAIN BERARTI PLAGIAT!! LAPORKAN!
Algazro adalah anak orang kaya, orang tuanya punya sebuah perusahaan yang cukup besar, mereka hidup dengan damai dan tenang.
Namun ada sebuah insiden yang menyakitkan, musuh bisnis papanya membakar perusahaan dan rumah yang mereka tinggali lalu membunuh kedua orang tuanya.
Saat itu ia hidup terluntang lantung sendiri, tidak ada yang mengasihaninya. Padahal semasa hidup, kedua orangtuanya sangat baik pada mereka. Tapi setelah semuanya berubah, bukan belas kasihan yang ia dapatkan, melainkan hinaan dan ejekan, mereka sungguh tidak tahu membalas budi.
Sebelum kematiannya dihakimi massa karena dituduh mencuri, saat itulah ia mendapatkan sistem ia merubah hidupnya. Dengan sistem ia mendapatkan wanita cantik mengelilinginya seperti detektif cantik yang jeli, CEO manis dan pintar, polwan tegas dan mempesona, dokter cerdas dan penampilan anggun dan sang mafia cantik yang kejam, mereka semua adalah aset terbesa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7
Algazro menghembus nafasnya dan pada akhirnya ia pun pasrah.
Algia pun membukanya dan melihat jika semua dalam keadaan baik-baik saja meskipun wajah Algazro memerah karena malu.
"Semuanya sudah cukup baik, ini sangat luar biasa sih," ucap Algia mengangguk-angguk.
"Oh ya, jika seperti ini apa aku sudah bisa pulang?" tanya Algazro.
"Apa tidak mau nginap beberapa hari lagi?" tanya Algia. Saat ini Algazro memang sudah bisa pulang.
"Aku ingin melihat rumah ku Buk dokter, rasanya sudah lama aku di rumah sakit," ucap Algazro beralasan.
"Baiklah, tapi kamu harus sering datang untuk kontrol luka kamu ya," pesan Algia.
"Hehehe, dengan senang hati aku pasti akan ke sini," ucap Algazro tersenyum. Algia menutupnya kembali dengan perban dan membuka kembali gorden tersebut.
Meskipun lukanya sudah sembuh, tapi ada sepenuhnya kembali seperti semula, ada bagian-bagian yang masih bentuk bekas luka.
Pengawal Emile pun datang memberikan baju dan sebuah ponsel kepada Algazro.
"Itu untuk mu, jangan lupa hubungi aku nanti," ucap Emile.
"Siap Nona," jawab Algazro membolak balikkan ponselnya.
'Dia ini … entah apa yang dia gunakan sampai wanita ini pun lengket dengannya,' batin Algia mengerutkan alisnya tidak suka.
"Dokter Algia, saya sudah memeriksa pasien Nona ini, setelah minum obat nanti dia akan buang air besar untuk membersihkan lambungnya. Setelah ini tidak perlu ada perawatan asalkan Nona ini banyak minum air putih," ucap Dokter Firgon.
"Oh, jadi aku juga sudah bisa pulang?" tanya Emile.
"Benar, untung saja obat itu hanya sedikit yang masuk ke dalam lambung Anda, seharusnya itu tidak membuat Anda pingsan. Menurut saya yang membuat Anda pingsan ada faktor lain karena otot-otot Anda menjadi tegang, seperti … Anda sedang ketakutan akan sesuatu," ucap dokter Firgon.
"Aku rasa juga begitu," ucap Emile mengingat kejadian tadi, karena ia melihat seekor laba-laba mendekati ke arahnya lalu menaiki kakinya, di tambah pria itu memasukan obat tersebut dan akhirnya ia tak sadarkan diri.
'Aku harus sembuh, harus secepatnya sembuh, semoga saja dia tidak bohong,' menyelipkan rambut di telinganya sambil melihat Algazro yang sedang asik dengan ponselnya.
"Baiklah, aku akan pulang. Dan biaya dia aku yang bayar," ucap Emile menunjuk ke arah Algazro.
"Eh." Algazro mendeggak saat Emile menunjuk ke arahnya.
***
"Akhirnya aku bisa pulang juga," ucap Algazro saat ini sedang berada di depan rumah sakit. Sedangkan Emile buru-buru pulang dan pastinya Algazro sudah memakai bajunya.
Algazro pun berjalan kaki pergi dari rumah sakit.
Saat di perjalanan Algazro meliah seorang kakek tua tapi ia masih berjualan. Rasanya sangat kasihan karena setua itu ia masih berjualan.
Algazro menghampirinya.
"Kakek, ku beli semua jualannya ya," ucap Algazro.
"Apa?" tanya kakek itu tidak kedengaran, sepertinya pendengarannya bermasalah.
"Aku beli semua jualannya ya," ucap Algazro sedikit lebih keras.
"Apa?" tanyanya lagi.
Algazro menarik nafasnya. "Aku beli jualannya!" teriak Algazro.
"Kamu serius Cu?" tanya kakek itu dengan mata berbinar.
Algazro mengangguk kuat.
"Terima kasih Cu," ucap kakek itu senang. Ia pun mengambil plastik dan memasukkan semua barang-barangnya berupa sayur yang sudah layu.
"Ini Cu semuanya," ucap kakek itu memberikan sayur itu kepada Algazro.
Algazro menerimanya.
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
Algazro mengambil uangnya dan memberikan kepada kakek tersebut. Dan ia pun pergi.
"Tunggu Cu, ambil kembaliannya dulu," ucap kakek itu mencari-cari uang kembalian.
"Tidak usah, ambil saja untuk Kakek," ucap Algazro mendorong tangan kakek itu.
Kakek itu bingung karena ia tidak mendengar ucapan Algazro.
Algazro mengambil uang dari tangan kakek itu dan memasukkan ke dalam saku kakek itu dan menepuk-nepuknya.
Kakek itu mengangguk-angguk. "Terima kasih banyak ya Cu, semoga kamu jadi orang sukses dan suka membantu orang yang susah," ucap kakek itu.
Algazro mengangguk.
Ia pun pergi meninggalkan kakek itu.
[Ding Ding]
[Saldo Anda di potong 100.000]
[Sisa saldo Anda 11.000.000]
[Ding Ding]
[Misi tersembunyi selesai]
[Selamat Anda mendapatkan penambahan saldo 10.000.000]
[Selamat Anda mendapatkan 10 poin]
[Selamat tubuh Anda membaik 30%]
[Selamat, Anda mendapatkan sebuah mobil Mercedez Benz]
[Saldo \=21.000.000]
[Penampilan \=5]
[Pesona\=5]
[Kecepatan \=5]
[Kelincahan \=5]
[Kekuatan \=5]
[Kecerdasan\=5]
[Level \=3]
[Poin \=30]
[Reward \= mobil Mercedez Benz]
"Aku mendapatkan mobil," ucap Algazro senang.
Ia melihat sebuah mobil dan rumah di layar hologram di hadapannya.
"Sebaiknya aku cari tempat sepi untuk mengeluarkan mobil ini," ucap Algazro melihat ke kiri dan kanan.
Ia pun melihat sebuah gang kecil perbatasan antara bangunan ruang dengan bangunan lainnya.
"Di sini aja deh," ucap Algazro.
Ia pun mengklik gambar yang ada di hologramnya dan keluarlah sebuah mobil mewah.
"Benar-benar keren bangetttttt!" ucap Algazro terpukau dengan mobil mewah di depannya.
Tanpa sadar ternyata ada anak kecil di sana.
"Eh, adek kecil, kamu ngapain di sini?" tanya Algazro khawatir jika ada yang melihatnya.
Anak itu dia saja karena ia masih berumur 1,6 bulan.
"Eh Alfi! Ke sini!" panggil ibunya.
"Untung deh cuma bocah yang lihat," ucap Algazro masuk ke dalam mobil secepatnya.