NovelToon NovelToon
Angsa Cantikku

Angsa Cantikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Mafia
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Myz Pena

📢UPDATE TIAP HARI (SENIN - JUMAT) 🚨

​"Tak ada yang lebih menyakitkan daripada melihat orang yang kau cintai,
ragu memilihmu demi seseorang yang paling kau benci.
​Dan di antara amarah yang membakar serta air mata yang bengkak,
dua jiwa yang terluka dipaksa melangkah di jalan yang sama...
tanpa sadar, bahaya sebenarnya justru sedang mengintai dari jarak paling dekat"

​Bagi Lulu, menjadi sosok culun dan tak kasat mata di kantor adalah hal biasa. Namun, di balik penampilannya yang sederhana, senyum hangat dan ketulusannya justru menjadi "racun" paling mematikan bagi dua pria kelas atas.

​Angga, manajer berdingin hati yang membenci kesalahan, mendadak kehilangan fokus tiap kali Lulu berada di dekatnya.

Sementara Riko, CEO angkuh yang awalnya
memandang Lulu sebelah mata, malah terjatuh paling dalam akibat sebuah insiden tak terduga. Ketika dua pria berkuasa ini saling berhadapan demi merebut satu perhatian...

siapakah yang akhirnya memenangkan hati L

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myz Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8 : BAYANG - BAYANG DI LAMPU KOTA

​"Ya, Anna. Sekali lagi terima kasih," ujar Lulu tulus.

​"Sama-sama. Jangan panggil 'Mbak' lagi, ya" kekeh Anna ramah.

​Tanpa ragu, wanita anggun itu merebut beberapa kantong belanjaan dari tangan Lulu. Meski Lulu sempat menolak karena tak enak hati, Anna tetap bersikeras mengantarnya kembali ke ruang rawat tempat Lastri terbaring.

​Namun baru saja mereka melangkah di koridor, seorang perawat lari tergesa-gesa menghampiri.

​"Dokter Anna! Ada pasien darurat dari RS XX, kondisinya kritis dan kesadarannya terus menurun!"

​Aura santai Anna menguap seketika, berganti dengan ketegasan seorang profesional.

"Di mana pasiennya?"

​"Di UGD, Dokter"

​"Saya ke sana sekarang" Anna menoleh kilat pada Lulu.

"Lulu, aku ke UGD dulu!"

​Lulu mematung, menatap punggung Anna yang menghilang cepat di balik pintu ganda.

"Dokter...? Dia seorang dokter?" batin Lulu takjub. Pesona dan kebaikan wanita itu terasa begitu sempurna.

​Lulu kembali melangkah ke dalam ruang perawatan Lastri. Setelah memastikan sahabatnya itu sudah tertidur lelap di bawah pengaruh obat, Lulu membenahi selimut Lastri dan berbisik pelan.

​"Las, aku pulang dulu ya... aku harus membawa pakaian kotor ini ke tukang cuci,, cuman sebentar kok nggak lama " bisik Lulu lembut. Ia mengelus pelan lengan Lastri sebelum akhirnya menyambar tasnya dan beranjak keluar.

Namun, saat Lulu melangkah menyusuri koridor rumah sakit yang mulai lengang dan temaram, kuduknya mendadak meremang. Perasaan tak enak menusuk tengkuknya.

​Puk... Puk... Puk...

​Langkah kaki berdesir halus di belakangnya, mengikuti irama jalannya. Lulu menghentikan langkahnya mendadak. Suara di belakangnya ikut terhenti seketika. Dengan jantung berdebar keras, Lulu menoleh ke belakang. Koridor panjang berlantai putih itu tampak kosong, hanya menyisakan deretan bangku kosong dan pendar lampu neon yang berkedip suram.

​Perasaanku saja kali ya... batin Lulu menenangkan diri, meski tangannya meremas tali tasnya semakin erat.

​Ia mempercepat langkahnya menuju pintu keluar rumah sakit dan berjalan gontai menyusuri trotoar malam untuk mencari angkutan umum. Udara malam merayap dingin, membelai kulitnya. Lulu tak menyadari bahwa beberapa meter di belakangnya, dalam remang bayangan pohon tua di tepi jalan ada sesosok pria bertubuh tinggi besar bergeming menatapnya.

​Pria itu mengenakan mantel hitam tebal dengan topi hoodie yang ditarik rendah hingga menutupi separuh wajahnya. Dari balik kegelapan topinya, sepasang mata tajam yang dingin tanpa emosi mengunci setiap pergerakan Lulu. Pria misterius itu mulai melangkah pelan, membuntutinya tanpa suara bagaikan bayangan maut yang merayap.

​Setiap kali Lulu menoleh karena merasa curiga, pria itu dengan lihai menyatu bersama kegelapan gang atau berpura-pura berdiri di balik tiang listrik. Ketakutan perlahan merayapi dada Lulu. Langkah kaki gadis itu kian cepat dan terburu-buru, panik melintasi lorong-lorong sempit menuju area pemukiman padat.

​Malam makin larut saat Lulu akhirnya tiba di lorong kos - kosannya usai lolos dari rasa cemas yang menghimpit. Napasnya masih tersengal-sengal. Namun, langkah lambatnya di lorong gelap mendadak terhenti saat bayangan tinggi menghalangi jalan.

​"Tumben jam segini baru pulang, Lu?" tegur Ibu Ina, sang pemilik kontrakan, dengan lipatan tangan di dada dan tatapan penuh selidik.

​"Eh... Bu Ina. Iya Bu, pekerjaan di kantor menumpuk, lalu Lastri juga masuk rumah sakit karena kecelakaan," sahut Lulu pelan, berusaha bersikap sopan.

​"Kecelakaan? Alasan saja! Awas ya, kalau tunggakan kontrakanmu sampai terhambat gara-gara urusan begini!" cetus Ibu Ina ketus sebelum berbalik pergi.

​Lulu menarik napas panjang, mengusap dadanya.

"Sabar, Lulu... Bos di kantor bagai manusia es, ibu kos bagai kanebo kering. Kamu harus tahan"

​Di sudut lain Ibu Kota, Angga mencengkeram kemudi mobilnya dengan buku-buku jari memutih. Pikirannya kacau. Sosok wanita berambut panjang yang ia lihat di trotoar sore tadi terus membayangi ingatan.

​Ponsel di sakunya bergetar berulang kali dari sebuah nomor asing. Setelah lima kali diabaikan, sebuah pesan singkat masuk.

"Bro! Ini Rizwan. Sombong amat telepon tak diangkat. Gua di Jakarta, lagi nongkrong di club tua kita semasa SMA. Buruan ke sini!"

​Angga terpaku. Rizwan adalah sahabat karibnya yang lima tahun menghilang di Amerika kini telah kembali. Tanpa membuang waktu, Angga memutar arah mobilnya membelah malam menuju club malam eksklusif di pusat kota.

​Suara dentuman bass memecah dada saat Angga melangkah masuk ke ruangan VIP berlampu temaram di lantai dua. Rizwan, yang dikelilingi wanita dan asap rokok, langsung menyambutnya dengan pelukan hangat.

​"Gua balik ke Jakarta buat pegang bisnis Bokap, Bro!" seru Rizwan di tengah hiruk-pikuk musik.

​Di antara dentingan gelas, Andi rekan SMA mereka menyorongkan segelas alkohol pada Angga.

"Nih, minum! Atau lo masih belum bisa move on dari Anna?"

​Suasana mendadak hening. Nama itu kembali disebut sehingga menghantam dada Angga bagai hantaman gada berat. Tanpa mengucap sepatah kata pun, Angga menyambar gelas tersebut dan meneguk isinya hingga tandas. Rasa terbakar merayap di tenggorokannya, namun tak sanggup memadamkan api kerinduan yang sudah membakar jiwanya selama bertahun-tahun.

​Ia menghempaskan tubuhnya ke sofa, menuang kembali cairan pekat itu ke gelasnya.

​Siska, sahabat dekat Anna yang duduk di seberang meja, menggeser duduknya mendekati Angga. Wajahnya yang setengah mabuk mendadak berubah serius.

​"Angga..." bisik Siska, menatap lurus ke mata Angga yang mulai sayu dan memerah.

"Gua cuma mau kasih tahu... Anna sudah pulang dari Oxford"

​Tangan Angga yang memegang gelas membeku seketika.

"Jangan bercanda"

​"Gua serius" potong Rizwan mantap.

"Gua satu pesawat sama dia. Kuliah kedokterannya sudah selesai dan dia sekarang bertugas di rumah sakit milik ayahnya di Jakarta"

​Jantung Angga berdegup kencang hingga terasa menyakitkan.

​Bayangan wanita di trotoar sore tadi mendadak menjadi nyata. Itu bukan halusinasi, itu benar-benar dia.

​Angga meneguk habis sisa minuman di gelasnya, membiarkan rasa pahit dan pening menguasai kesadarannya. Di balik pejam matanya yang berat, satu nama berbisik lirih dalam kehampaan jiwanya.

​"Anna... kamu akhirnya kembali..."

1
mama Al
Berobat gih Riko
lu apa yang d sukai angga di embat juga.
Myz Pena: bener 🤧
total 1 replies
mama Al
pengen tau gimana reaksi Angga kalau Lulu belom datang
Myz Pena: ada di bab selanjutnya 🤭🤣
total 1 replies
Aquarius97 🕊️
enak bener ya si indah jadi anak emas... giliran yg lain pontang panting 🙄
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
anna ini tipe yang serakah atau gimana sih, masih belum move on sama angga. bikin riko juga jadi benci ke angga. meski sodara tiri tapi kan kalau bisa baik bagus
naws
paling parah diapain sama angga? dia gak main fisik kan? 😖
Myz Pena: ya mau di smack down depan semua karyawan 🤣🤣🤣
total 1 replies
naws
gaboleh gitu lu.
bahaya banget kalo jadi kebiasaan.
naws
cuma mimpi?
cewek yg di mimpi lulu kah? siapa cowoknya?
Myz Pena: beda orang.. yang di prolog dan di mimpikan lulu itu berbeda.. hanya aku membuatnya seolah kejadiannya sama 🤭
total 1 replies
Kartika Candra Buwana
kasihan banget. jurnalis ingin ungkap fakta malah kecelakaan. dibunuh ya?
Myz Pena: ya ... seperti yang dituliskan kematian yang nggak wajar.. bisa jadi pembunuhan 🤧
total 1 replies
Kartika Candra Buwana
baik juga lastri beri support buat lulu
Myz Pena: bener sekali 🥹
total 1 replies
Prayy
angry bird yang warna hitam itu suka meledak
Myz Pena: ya bener....yang suka.sensian itu 🤧
total 1 replies
Prayy
jangan bawa bawa ke berita mbak kalau hanya masalah itu mah🤭
Prayy
mulai mulai di gosipin emak emak🤣
Myz Pena: ya.biasalah ibu2.gosip.🤭
total 1 replies
Putry Chan
yaelah gengsian bgt sih pak Angga ini mugkin karena terbiasa dengan sikap dingin malu lah klo smpai ketahuan dia mikirin Lulu
klo Angga tau dia ketemuan sama pria lain gmn ya reaksinya
Myz Pena: ya sih... sambil menunggu nanti bacaan di bab berikutnya.. 🤭
total 3 replies
Putry Chan
sahabat ini udh kek saudara aja
Myz Pena: ya seperti itulah sahabt seharusnya
total 1 replies
Putry Chan
sahabat dari SMA 🥰
Myz Pena: jujur aku nggak tahu,, maksudnya apa ?
total 5 replies
ginevra
manusia mah sama, kenapa harus insecure. kita punya keahlian dibidangnya masing-masing
Myz Pena: baru sadar.. bahwa angga lebih ia butuhkan di banding riko 🤧
total 1 replies
ginevra
dia terobsesi sama apa yang dimilikin Angga. mungkin karena marah saat ayahnya diambil
Myz Pena: bener banget kak... 🤭
total 1 replies
ginevra
Angga hanya nggak biasa mengkomunikasikan perasaannya🤭
Myz Pena: lebih tepat ia ingin memastikan makanya dia nggak langsung ke intinya.. pelan2 dia nunjukin perasaannya 🤧
total 1 replies
ginevra
kacamatanya mana thor? aku bayanginya dia selalu kuncir kuda dengan kacamata tebal
Myz Pena: wkwkkwkw macam benar2 beti lafea 🤣🤣 ,,, nggak dia aslinya kayak gini.. cuman ya jarang dandan aja... 🤣
total 2 replies
ginevra
tanggung jawab apa tanggung jawab?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!