NovelToon NovelToon
Sistem Raja Wisata: Gunung Legendaris Warisan Kakek

Sistem Raja Wisata: Gunung Legendaris Warisan Kakek

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Semua orang menganggap Gunung Sumber Abadi hanyalah tempat wisata gagal yang dikutuk, tetapi bagi Rizky Santoso, warisan yang dibuang oleh seluruh keluarganya ini adalah awal dari segalanya. Tepat saat ia menerima beban hutang dan kawasan wisata yang hancur itu, sebuah sistem misterius bangkit dan memberinya kekuatan untuk mengubah gunung tandus menjadi destinasi kelas dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Langit malam di atas Gunung Sumber Abadi terlihat sangat jernih bertabur puluhan bintang.

Rizky berdiri sendirian di ujung Jembatan Kaca di Atas Awan sambil memegang sebuah gulungan kertas biru.

Angin malam berhembus cukup kencang membuat jaket tebalnya berkibar pelan.

Wushhh.

"Sistem, aku sudah siap untuk memasang Lampu Hias Ilusi Aurora sekarang," ucap Rizky di dalam batinnya.

"Gunakan seluruh daya dari Genset Tenaga Surya untuk menyalakan atraksi ini tanpa membebani listrik utama."

Ding!

[Perintah diterima.]

[Mengaktifkan Cetak Biru Lampu Hias Ilusi Aurora Level 1.]

[Proses integrasi dengan material Jembatan Kaca dan bebatuan Air Terjun Pelangi sedang berlangsung.]

Gulungan biru di tangan Rizky seketika hancur menjadi serpihan debu bercahaya yang beterbangan ke udara.

Serpihan itu melayang mengikuti hembusan angin dan menempel di setiap tiang penyangga jembatan kaca.

Bzzzt.

Suara aliran listrik statis yang sangat halus terdengar dari permukaan kaca jembatan.

Tiba-tiba, pilar-pilar cahaya berwarna hijau neon dan ungu menyala terang menembak lurus ke arah langit malam.

Cahaya itu saling melilit dan menari di udara menciptakan ilusi tirai aurora raksasa yang sangat memukau.

Pantulan cahaya aurora itu juga menyinari lautan kabut di bawah jembatan membuat suasananya terasa seperti berada di planet lain.

Air Terjun Pelangi di kejauhan juga ikut berpendar memancarkan gradasi warna yang selaras dengan cahaya di langit.

"Luar biasa indah," gumam Rizky dengan mata terbelalak kagum.

"Ini benar-benar terlihat seperti sihir murni di dunia nyata."

Suara langkah kaki berlari tergesa-gesa terdengar dari arah jalan setapak di belakang Rizky.

Tap tap tap.

Siska muncul dari balik pepohonan dengan wajah yang masih setengah mengantuk namun matanya melotot lebar.

"Bos Rizky, cahaya apa yang menyala terang sampai ke pondokku di atas sana?" teriak Siska panik.

Langkah gadis itu seketika terhenti saat dia mendongak melihat tirai aurora buatan yang menghiasi langit malam.

Mulut Siska terbuka lebar dan dia bahkan menjatuhkan senter kecil dari genggamannya.

Bruk.

"Bos, apakah kiamat sudah dekat atau kita tiba-tiba pindah ke kutub utara malam ini?" tanya Siska dengan nada bergetar saking takjubnya.

Rizky tertawa pelan melihat reaksi manajernya yang sangat berlebihan itu.

Hahaha.

"Ini bukan kiamat Siska, ini adalah Lampu Hias Ilusi Aurora yang baru saja aku pasang," jelas Rizky santai.

"Ini adalah senjata utama kita untuk memukau ribuan pengunjung di Festival Malam Seribu Bintang besok."

Siska mengusap matanya berkali-kali untuk memastikan dia tidak sedang berhalusinasi.

"Gila, Bos benar-benar manusia paling gila yang pernah aku kenal," puji Siska menggelengkan kepalanya.

"Kalau pengunjung melihat pemandangan sehebat ini, mereka pasti rela membayar tiket seharga ratusan ribu rupiah."

"Kita tetap menggunakan harga normal Siska, kepuasan pengunjung adalah prioritas utama kita," balas Rizky tersenyum bijak.

"Sekarang kembalilah tidur, besok pagi kita punya banyak pekerjaan yang harus diselesaikan."

Keesokan paginya, suasana di lantai dasar Pusat Kontrol Wisata sudah sangat sibuk sejak pukul enam.

Rizky sedang mengumpulkan seluruh staf lapangan barunya di lobi depan untuk pengarahan pagi.

"Perhatian semuanya, malam ini adalah sejarah baru bagi Gunung Sumber Abadi," ucap Rizky dengan suara lantang.

"Kita akan beroperasi penuh hingga jam sepuluh malam untuk pertama kalinya."

Bagas, sang mantan preman yang kini menjadi kepala tim kebersihan, mengangkat tangannya dengan penuh semangat.

"Siap Mas Rizky, tim kebersihan sudah menyapu semua daun kering sampai tidak ada satu pun debu yang tersisa di jalan setapak!" lapor Bagas bangga.

"Kami juga sudah membersihkan lumut di bebatuan air terjun agar tidak ada pengunjung yang terpeleset."

Rizky mengangguk puas melihat perubahan sikap drastis dari mantan musuhnya tersebut.

"Kerja bagus Bagas, pastikan area Jembatan Kaca juga bebas dari jejak sepatu dan kotoran," perintah Rizky tegas.

"Siska akan membagikan bonus makan siang spesial kotak nasi padang untuk kalian semua siang ini."

Semua karyawan bersorak gembira mendengar kabar bonus makan siang tersebut.

Horeee.

Setelah pengarahan selesai, para karyawan segera menyebar ke pos masing-masing dengan semangat membara.

Siska berlari mendekati Rizky sambil membawa sebuah tablet pintar di tangannya.

"Bos Rizky, kamu harus lihat data aplikasi penjualan tiket daring kita sekarang juga!" teriak Siska dengan napas terengah-engah.

Rizky mengambil tablet itu dan melihat grafik penjualan yang menanjak lurus nyaris vertikal.

"Lima ribu kuota tiket malam ludes terjual hanya dalam waktu lima belas menit setelah penjualan dibuka tengah malam tadi," jelas Siska histeris.

"Ini adalah rekor penjualan tercepat yang pernah ada di sejarah pariwisata provinsi ini Bos."

Rizky tersenyum tipis karena dia sudah menduga hal ini pasti akan terjadi.

"Ini adalah efek dari poster promosimu yang sangat spektakuler kemarin sore Siska," puji Rizky mengembalikan tablet tersebut.

Siska menepuk dadanya bangga dan tertawa renyah merasa sangat dihargai oleh atasannya.

"Tentu saja Bos, aku menggunakan kata-kata hiperbola paling sensasional yang bisa menarik perhatian semua kalangan netizen," ucap Siska ceria.

Di sisi lain kota, suasana di dalam ruangan rapat Taman Mega Ria terasa sangat suram dan panas.

Anton mondar-mandir di depan layar proyektor besar dengan wajah yang terlihat sangat stres dan mata yang memerah kurang tidur.

Trak trak.

"Bagaimana mungkin anak desa itu bisa membuat acara festival malam di saat listriknya sudah diputus total?" bentak Anton ke arah para stafnya.

Di layar proyektor itu terpampang dengan jelas poster Festival Malam Seribu Bintang milik Gunung Sumber Abadi.

"Maaf Tuan Anton, kami juga tidak mengerti dari mana mereka mendapat pasokan listrik mandiri sebesar itu," jawab seorang manajer operasional dengan takut-takut.

"Juragan Darma juga sudah mengonfirmasi bahwa kabel dan pipa air benar-benar sudah dipotong semalam."

Anton menggebrak meja rapat kayu jati itu dengan sangat keras untuk melampiaskan amarahnya.

Brak.

"Mereka pasti mempermainkan kita dan punya mesin penyokong rahasia di atas gunung sana," geram Anton mengepalkan tangannya.

"Panggil Rio si peretas kepercayaanku itu ke ruanganku sekarang juga tanpa alasan apa pun."

Lima menit kemudian, seorang pemuda kurus berkacamata tebal masuk ke dalam ruangan Anton membawa laptop perak tebal.

"Tuan Anton memanggilku pagi-pagi begini?" sapa Rio sang peretas bayaran sambil duduk bersandar santai di kursi.

"Aku mau kau meretas masuk ke dalam sistem aplikasi pemesanan tiket milik Gunung Sumber Abadi sekarang juga," perintah Anton dengan nada dingin dan kejam.

"Curi semua data pelanggan mereka dan hancurkan sistem servernya sampai festival malam mereka hari ini gagal total."

Rio tersenyum sombong meremehkan permintaan yang menurutnya sangat sepele tersebut.

1
Eka Yudha
Bagus sih meskipun fiksi tapi ceritanya hidup
Rifqy Channel
kak nissa segera update ini gue suka pokoknya sampe 100 Bab pun gak apa-apa karena suka bangett
Nissa Safira: terima kasih kak atas dukungannya🙏
total 1 replies
Rifqy Channel
i like it
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!