NovelToon NovelToon
Takdir Sang Pembantai Abadi

Takdir Sang Pembantai Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Action
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Restu Agung Nirwana

Lin Tian lahir dengan seluruh meridian tertutup rapat. Di mata dunia kultivasi, ia tak lebih dari sampah—mustahil menyerap qi, mustahil berdiri sejajar dengan siapa pun. Namun di balik tubuh "cacat" itu, tersimpan sebuah segel kuno yang justru menjadi alasan keluarganya dibantai hingga tak bersisa.

Ketika seorang pengembara tua bernama Mo Cang membuka segel tersebut, Lin Tian akhirnya mengenal qi untuk pertama kali. Sayang, kebahagiaannya hanya bertahan sebentar. Musuh lama sang guru datang, dan Mo Cang tewas di hadapannya.

Kehilangan keluarga. Kehilangan harga diri. Kini kehilangan satu-satunya orang yang menganggapnya anak.

Dari abu tragedi itu, bangkitlah seorang kultivator yang tak kenal ampun. Ia tidak membunuh demi kesenangan—tapi siapa pun yang menghalangi jalannya, tak akan pernah melihat matahari esok hari.

Istana Langit Hitam telah memilih mangsa yang salah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Restu Agung Nirwana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 - Jurang Racun dan Robekan Formasi

Udara di sisi barat Gunung Awan terasa berat dan menyesakkan. Semakin dalam Lin Tian melangkah, vegetasi hijau di sekitarnya perlahan berubah menjadi pohon-pohon mati dengan batang menghitam dan berlendir.

Ini adalah Jurang Pembuangan Limbah Alkimia. Tempat di mana Sekte Pedang Perak membuang sisa-sisa racun, logam berat, dan qi korosif dari ribuan eksperimen pil yang gagal selama berabad-abad.

Kabut tebal berwarna ungu kehijauan menyelimuti dasar jurang. Bau asam yang menyengat hidung langsung membakar paru-paru makhluk hidup biasa. Seekor tikus gunung yang tidak sengaja berlari melewati kabut itu langsung kejang, kulit dan dagingnya meleleh dalam hitungan detik, hanya menyisakan kerangka putih.

Lin Tian menarik napas dalam-dalam, membiarkan kabut racun itu masuk ke dalam tubuhnya.

Bagi kultivator pada umumnya, tempat ini adalah zona kematian mutlak. Namun bagi Lin Tian, racun alkimia ini tidak lebih dari suplemen nutrisi. Qi hitam berurat emas di dalam dantiannya berputar, menyaring racun tersebut, memisahkan energi destruktifnya, dan mengubah sisa-sisa qi murni menjadi tetesan cairan emas hitam yang jatuh ke lautan dantiannya.

Ia membuka gulungan peta formasi patroli yang ia ambil dari mayat Tetua luar tadi, lalu mencocokkannya dengan ingatan tentang peta titik buta dari markas Faksi Ular Berbisa.

"Titik buta terdekat ada di balik air terjun limbah asam, tepat di bawah tebing batu kapur," gumam Lin Tian, matanya menembus kabut pekat.

Ia melesat menuruni tebing curam. Di dasar jurang, terdapat sebuah sungai kental berwarna kuning kehijauan yang mengalir deras, bermuara pada air terjun limbah yang jatuh ke dalam gua buntu. Suara desisan asam yang memakan batu terdengar nyaring, memekakkan telinga.

Lin Tian tidak ragu. Ia langsung melangkah menembus tirai air terjun asam tersebut.

Cairan korosif itu menyiram tubuhnya, merobek jubah hitam Faksi Ular Berbisa yang ia kenakan hingga hancur menjadi serpihan kain. Namun, saat cairan itu menyentuh kulitnya, hanya terdengar suara mendesis pelan. Kulitnya yang ditempa oleh darah jantung naga purba berkilau samar dengan lapisan sisik hitam tak kasat mata, sama sekali tidak mempan terhadap asam ini.

Di balik air terjun, terdapat sebuah gua sempit. Di tengah gua, tertancap sebuah pilar giok putih setinggi tiga meter yang memancarkan cahaya biru redup. Ini adalah jangkar fisik dari Formasi Penutup Langit Sembilan Pedang di sektor barat.

Pilar itu dikelilingi oleh parit berisi limbah asam yang mendidih.

Tiba-tiba, tekanan spiritual yang sangat masif menyapu puncak gunung di atas sana. Suara Tetua Han kembali bergema, kali ini terdengar jauh lebih dekat dan penuh dengan amarah yang menahan diri.

"Jejak qi iblis terdeteksi di sektor barat! Semua Tetua Luar, kepung Jurang Limbah Alkimia! Jangan biarkan dia lolos!"

Waktu Lin Tian sudah habis. Jika ia menghancurkan pilar ini dengan kekuatan fisik, ledakan energinya akan langsung memancing Patriark sekte yang sedang tertidur di puncak utama. Ia harus mematikannya secara sunyi.

Lin Tian melompati parit asam dan mendarat tepat di depan pilar giok. Ia menempelkan kedua telapak tangannya ke permukaan pilar yang dingin dan padat.

"Segel Dewa Penelan Langit, aktif," bisiknya.

Pusaran qi hitam pekat langsung merembes dari telapak tangannya, menyusup ke dalam ukiran rune di permukaan pilar. Alih-alih menghancurkan, qi iblis Lin Tian mulai memakan aliran energi formasi yang menghubungkan pilar ini dengan kubah pelindung di langit.

Cahaya biru pada pilar giok itu berkedip-kedip tidak stabil. Energi murni formasi yang seharusnya tak tersentuh, kini tersedot paksa ke dalam meridian Lin Tian, langsung dimurnikan oleh lautan qi di dantiannya.

Pilar giok itu perlahan kehilangan kilauannya, berubah dari putih murni menjadi abu-abu kusam, dan akhirnya retak-retak seperti kaca yang dipukul palu.

Di langit malam, kubah transparan bergambar ribuan pedang raksasa yang menyelimuti Gunung Awan tiba-tiba berkedip di sektor barat. Sebuah robekan kecil, hanya selebar bahu orang dewasa, terbuka di antara jaring cahaya biru tersebut.

"Di sana!"

Teriakan keras terdengar dari atas tebing. Puluhan obor qi melesat turun, dipimpin oleh Tetua Han yang wajahnya pucat karena menahan amarah. Tetua Han langsung menebaskan pedangnya, mengirimkan bilah cahaya putih raksasa yang membelah kabut racun dan menghantam air terjun asam.

BUM!

Air terjun meledak, menghancurkan tebing batu kapur dan membanjiri dasar jurang dengan gelombang asam yang mematikan.

Namun, Tetua Han hanya membelah kekosongan.

Di luar batas formasi, beberapa ratus meter dari tepi jurang, Lin Tian mendarat dengan mulus di atas dahan pohon raksasa. Napasnya sedikit terengah, bukan karena kelelahan, melainkan karena baru saja menelan energi mentah dari sebuah pilar formasi tingkat tinggi.

Ia menoleh ke belakang. Melalui robekan yang kini sedang menutup dengan sendirinya, ia bisa melihat Tetua Han berdiri di tepi jurang yang hancur, menatap ke arah luar dengan tatapan ngeri dan tidak percaya. Sang penegak hukum sekte akhirnya menyadari bahwa pembunuh Jin Wuya telah berhasil lolos dari kurungan formasi tertinggi mereka.

Lin Tian tersenyum tipis, sebuah senyuman yang dingin dan penuh ejekan. Ia mengangkat tangan kanannya, memperlihatkan cincin spasial emas milik Jin Wuya, lalu memasangnya ke jari telunjuknya.

Kubah cahaya di langit akhirnya menutup sempurna, kembali menyegel Sekte Pedang Perak di dalam gunung mereka yang kini penuh dengan kekacauan dan paranoia. Mereka akan menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk memperbaiki urat naga gunung yang rusak dan mencari tahu ke mana perginya harta karun brankas bawah tanah mereka.

Lin Tian berbalik, menatap hamparan hutan liar yang membentang luas di bawah cahaya bulan.

Udara di luar gunung terasa bebas, namun membawa bau darah yang tak kasat mata. Istana Langit Hitam masih bersembunyi di balik bayang-bayang, dan Zhao Yan masih bernapas dengan arogansinya.

"Jin Wuya hanya anjing penjaga," gumam Lin Tian, matanya menatap ke arah utara, ke wilayah Ibu Kota Kekaisaran. "Tuan sejati dari pembantaian itu... aku akan datang untuk menagih kepalamu, Zhao Yan."

Dengan satu hentakan kaki, dahan pohon raksasa itu patah. Sosok Lin Tian melesat ke dalam kegelapan hutan, meninggalkan Gunung Awan dan masa lalunya yang berlumuran darah, melangkah masuk ke panggung dunia persilatan yang sesungguhnya.

1
Alia Chans
semangat thor nulisnya💪
Restu Agung Nirwana: hehe.. iya.. makasih dukungannya 👍
total 1 replies
B. Toon
Wah, seru. Suka MC nya, sadis, kejam, tanpa ampun, tapi masih punya batasan. Cuma musuh-musuhnya saja yang di bantai habis, orang yang tidak bersalah aman. Yang baik sama MC di balas 10x lipat kebaikannya, yang jahat sama MC di balas 100x lipat kejahatannya. Lanjut Thor 🔥🔥🔥
Restu Agung Nirwana: Hehehe... makasih bro. Ikuti trs ceritanya, jgn loncat-loncat bab. Biar gak bingung sama alurnya, slmt membaca 🙂🙂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!