Perjalanan kisah cinta seorang CEO yang hilang ingatan dan jatuh cinta pada kurir yang telah menabraknya yang ternyata cinta masa kecilnya.
Keduanya sama-sama tidak pernah jatuh cinta. Namun, ketika rasa cinta itu hadir, mereka harus memperjuangkan kisah cinta mereka agar tetap bisa bersama.
"Cinta itu datang karena terbiasa bersama," ucap Sean Alinskie dengan wajah datarnya.
"Bukan!" bentak Laluna yang tidak mau kalah.
"Cinta itu bisa tumbuh karena kita bisa menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing pasangan," ucap Laluna dengan senyuman manisnya.
Bagaimanakah kisah cinta CEO dingin dengan gadis kecilnya itu? Apakah rahasia di antara mereka bisa terbuka satu demi satu dan memperkuat ikatan cinta mereka?
Simak kisah serunya dalam cinta romantis ala Laluna yang dilengkapi dengan kebucinan ala Sean, ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 7. BERTEMU CALON MERTUA
Perhatian Sean kepada Laluna membuat heboh media massa. Apalagi ia adalah seorang CEO yang sangat dingin pada wanita. Namun, bukan Sean namanya kalau tidak bisa membungkam mulut media massa dengan kekuatan dalam sekejap mata.
Dari hal itu pula Laluna baru sadar jika Sean adalah orang penting bahkan sangat penting dan terkenal. Seketika ia menjadi insecure pada dirinya sendiri.
"Jika dia ada di langit, maka aku berada di bumi dan kami terpisah jarak yang cukup jauh," gumam Laluna sambil menyangga wajahnya dengan kedua tangannya.
"Jangan takut, aku sudah jujur padamu, itu artinya aku sangat mencintaimu."
Tiba-tiba bayangan Sean terlintas di sana. Sean memang sudah menyakinkan Laluna bahwa apapun perbedaan mereka pada akhirnya Sean tidak perduli asalkan Laluna bersamanya.
Laluna melirik pergelangan tangannya. Beberapa jam lagi ia akan melakukan kencan pertama dengan Sean. Ya, namanya adalah Sean Alinskie, seorang CEO muda yang terkenal dan berhasil karena kegigihannya dalam berbisnis. Ia berjanji setelah itu ia akan mengungkapkan identitas aslinya pada Laluna.
Akhirnya setelah berhasil membujuk Laluna, Sean berhasil mengajaknya pergi berkencan.
"Kamu ngajak aku nonton?"
"Iya, kenapa? Apa kamu keberatan?" tanya Sean sambil menunduk.
Laluna yang tiba-tiba dipegang tangannya oleh Sean menjadi gugup seketika.
"Eh, em, anu ... gimana ya, bilangnya?"
Laluna menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Oke, kita nonton."
Meskipun Laluna terpaksa, ia tetap menyunggingkan senyum, Sean sama sekali tidak keberatan dengan sikap Laluna yang belum terbiasa menjadi manis. Ia justru semakin tertarik untuk menggoda gadis bar-barnya itu.
Setelah mengantri cukup panjang, kini giliran Sean dan Laluna masuk ke bioskop. Kebetulan mereka duduk di bagian pojok.
Sean yang pernah melihat Laluna ngemil beberapa jenis snack, tanpa disadari Laluna justru telah lebih dulu memesankan makanan ringan kesukaannya. Tentu saja Laluna menjadi tersentuh karena perhatian kecil dari Sean.
"Dia sampai memesankan soft drink dan popcorn. Ada snack cokelat stroberi kesukaanku juga? Benarkah ini Mr. Arogant yang pernah aku kenal?" gumam Laluna di dalam hati.
Ia tidak menyangka jika Sean bisa perhatian seperti ini. Sikapnya yang lembut sangat kontras dengan pertemuan di awal-awal mereka berjumpa.
Sean masih malu-malu, mengucap sesuatu pada Laluna, "Maaf aku tidak terlalu paham dengan makanan ringan saat menonton, aku baru pertama kali ke bioskop, semoga kamu menyukainya."
"Eh, nggak apa-apa. Aku suka, kok. Sekali lagi, terima kasih," ucap Laluna sambil menyesap soft drink miliknya.
Ternyata untuk mengurangi rasa gugup, Laluna langsung minum soft drink miliknya. Pipinya masih bersemu merah. Ini adalah kencan pertama bagi Laluna dan juga Sean.
"Sean baru pertama kali ke bioskop? Akan tetapi hal-hal kecil seperti ini dia bahkan mempersiapkan dengan matang, benar-benar cowok idaman."
Merasa jika adegan film di depannya terlalu mesra membuat Laluna seketika kembali gugup. Sean sesekali melirik ke arahnya. Sehingga dengan cepat tahu akan perubahan mimik wajah Laluna.
"Dia gugup? Sepertinya jika aku memegang tangan Lun-Lun akan mengurangi ketegangannya. Semoga saja iya."
"Kamu jangan gugup, aku ada di sini, kok."
Dalam sekejap Sean sudah memegang salah satu tangan Laluna, tentu saja hal itu membuat dia menoleh.
"Kenapa pegang-pegang tanganku, aku tidak gugup, kok!" elak Laluna sambil membuang muka.
"Lagi pula, kamu jangan memandangku terus menerus ...."
"Katanya nggak suka, tapi pipinya bersemu merah, kamu tambah manis, Luna."
Mendengar keluhan Laluna, Sean semakin bersemangat memegang tangannya, kalau boleh justru ia ingin memeluknya. Sementara itu jantung Laluna sudah hendak melompat keluar karena Sean tidak juga melepaskan tangannya.
"Aneh, padahal ia hanya memegang tanganku, kenapa jantung ini rasanya akan segera melompat dari kerongkongan?" pekik Laluna kesal.
Akhirnya setelah beberapa jam kemudian, acara nonton pun selesai. Kejutan dari Sean tidak berhenti di situ. Ia bahkan membawa Laluna pergi ke keluarga besarnya untuk diperkenalkan pada ayah angkat Tuan John.
"Kita nggak langsung pulang, ya?"
"Enggak, aku mau ngajak kamu sekalian datang ke rumahku," jawab Sean dengan santai.
"Rumah siapa, rumah kamu? Bukankah itu artinya kamu membawaku untuk bertemu dengan kedua orang tuamu?"
"Bukan dua orang tua, karena sekarang aku hanya tinggal bersama ayah angkat dan dua saudara laki-lakiku."
"Oh, maaf," cicit Laluna.
"Apakah dia yatim piatu? Lalu nanti aku ketemu siapa?"
Bagaimana status Sean, justru membuat Laluna semakin merasakan perbedaan status di antara keduanya. Beberapa saat berjalan, tibalah mobil Sean di sebuah pelataran rumah mewah.
"Rumahnya besar sekali, sangat mirip dengan punya Papa."
Sejenak ketakutan memasuki rumah mewah menghantui Laluna.
"Ayo masuk!" ajak Sean yang sudah membukakan pintu mobil untuk Laluna.
Dari kejauhan Chryst tersenyum memandang kedatangan Sean bersama gadis simpanannya. Leo yang baru saja tiba menepuk bahu Chryst.
"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri?"
"Lihatlah, Kak. Adik kesayangan kita membawa gadisnya kemari!"
Seketika kedua mata mereka langsung tertuju pada Sean di bawah.
"Sudahlah, ayo kita sambut mereka!"
Ternyata semua ini sudah diatur oleh Sean. Tampak sekali jika Tuan John sangat ramah pada Laluna. Ia merasa bahagia karena putra bungsunya sudah menemukan tambatan hati.
"Apakah kamu kuliah? Kalian ketemu di mana? Kenapa tidak pernah Papa melihat kalian bersama? Apakah Papa harus mengetahuinya lebih dulu dari media massa?"
"Bukan begitu, Pa. Hanya saja Laluna adalah gadis desa yang pemalu."
"Gadis desa? Jadi kamu berasal dari desa?"
Keterkejutan Tuan John tentang identitas asli dari Laluna membuatnya sedikit meragu.
"Iya, Tuan. Saya memang dari desa dan tidak kuliah, tetapi saya bekerja di sini."
"Oh, ya? Apa pekerjaanmu?" tanya Leo sambil memandang sinis.
"Animator, aku bekerja sebagai animator dalam sebuah perusahaan indie home."
"Wow, benarkah, berarti itu cukup untuk ...."
Sean memberikan isyarat agar ayahnya tidak mengatakan jika perusahaan miliknya bekerja di bidang yang sama dengan profesi Laluna.
"Untuk apa, Ayah?" tanya Chryst seolah ingin memancing keributan.
"Ah, sudahlah, lupakan saja."
"Tapi, statusmu yang berasal dari desa dan hidup mandiri di kota membuat kami meragukan statusmu, Laluna."
Kali ini ucapan Leo seolah ingin menjatuhkan harga diri Laluna. Beruntung ia sudah terbiasa dengan situasi seperti ini. Ucapan Laluna bahkan mematahkan opini orang-orang sombong di depannya kali ini.
"Meskipun saya miskin, dan berasal dari desa, ditambah saya tidak tinggal bersama kedua orang tua, bukan berarti kalian bisa menghina. Kedua orang tua saya masih ada, akan tetapi saya lebih memilih hidup mandiri tanpa menggunakan harta mereka. Agar kelak tidak terlalu bergantung hidup pada kekayaaan mereka. Apakah itu salah?"
Seketika semuanya terdiam, Sean menyunggingkan senyum untuk keberanian Laluna.
"Aku salut pada pemikiranmu Laluna, kalian memang pantas bersama. Sama-sama pekerja keras," sambung Tuan John.
"Eh, maksudnya bersama-sama itu apa? Lagi pula hubunganku dengan Sean hanya sebatas teman."
Kecerdasan otak Laluna membungkam mulut mereka, bahkan Leo yang semula merendahkan dirinya kini mulai tertarik pada sikap tegas dan lugas dari Laluna.
"Gadis ini rupanya lebih menarik daripada yang aku bayangkan!"
Semakin dia bersikap manis, semakin rasa cinta untuk Laluna di hati Sean semakin bertambah. Sean juga bangga dengan pencapaian Laluna di bidang animasi.
Sean berencana untuk membantu setiap langkah Laluna dalam mengejar impiannya. Semoga apa yang menjadi impian Laluna segera terwujud, Aamiin.
......................
Hai-hai jangan bosan dengan kisah Sean dan Laluna, ditunggu komen serta likenya, makasih banyak.
Sean kedua kali nya...tunggu pembalasan darie Jo Leo ♌♌.
dunia sempit ya Lun 😁😁 diusir dari kost merantau ke kota ketemu orang mencari orang bisa gambar...eh memang jodoh Lun ketemu deh sama Arogan Sean aasiap semangat 🤗🤗💪💪😄😄
pengitian CEO...tereng muncul CEO lama Sean....oh semua melongo mirip kerbo....ooooo...kocak CEO Arogan kekasih Aluna...Luna kasian di tinggal...😭😭😭🤫🤫🤫
Cinta emang datang jika kita saling mengisi d dalam perbedaan.
cinta emang datang ngk terduga.
cinta sejati hadir kalau sesama pasangan saling mengerti dan menghargai pasangany...dan sadar akan hak dan kewajiban masing"🥰🥰