NovelToon NovelToon
Pelakor Tak Berdosa

Pelakor Tak Berdosa

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Poligami / Hamil di luar nikah / POV Pelakor / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:531.5k
Nilai: 5
Nama Author: Reski Muchu Kissky

⚠️Novel ini hanya karya fiksi semata ⚠️

Kesuciannya direnggut secara paksa oleh pria tak di kenal dalam semak-semak sepulang sekolah.

Dirinya yang ketahuan berbadan dua tak di terima dalam lapisan masyarakat, hingga ia berhenti sekolah dan di usir dari kampung halamannya.

Kedua orang tuanya yang hanya buruh lepas pemetik teh, terpaksa menikahkannya dengan sang tuan tanah yang telah memiliki istri namun tak punya keturunan.

“Aku hanya mau anak mu, setelah kau melahirkan kau akan ku ceraikan.” ucap Arash sang tuan tanah pengendali masyarakat setempat.

Bagaimana kisah hidup Ruby Maryam selanjutnya?

Akankah ia bahagia? Atau justru menderita?

Instagram : @saya_muchu


Ikuti terus alur novel Pelakor Tak Berdosa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan

Tet... tet.. tet..

Bel tanda istirahat pun berbunyi. Ruby yang masuk ke kelas di sambut oleh Ayu dan Ida.

“Hei, apa kau sudah merasa sehat?” Ayu merangkul bahu Ruby.

”Alhamdulillah, sudah mendingan Yu.” Ruby pun duduk di bangkunya.

“Apa kau sudah makan?” tanya Ida seraya duduk di sebelah Ruby.

“Belum.” Ruby geleng-geleng kepala.

“Ayo ke kantin.” Ida mengajak sahabatnya untuk jajan.

“Aku enggak punya uang Ida, kalian saja yang pergi.” Ruby cukup tahu diri. Meski ia dekat dengan keduanya, tapi dirinya tak mau

meminta-minta pada teman-temannya.

“Ayolah Ruby, nanti ku traktir 2 bakwan!” Ida yang ekonominya tak jauh beda dengan Ruby, hanya bisa membagi seadanya.

“Iya, nanti aku akan ambil nasi dari rumah ku.” ucap Ayu, yang rumahnya tepat di samping sekolah mereka.

“Jangan, aku makan di rumah saja.” Ruby yang miskin tak ingin memiliki hutang budi.

Sebab ia tak tak bisa memberi hal yang sama pada teman-temannya.

“Ayolah!” Ayu menarik tangan Ruby.

“Enggak Yu, kalian saja yang pergi, aku makan di rumah saja.” walau sudah di paksa, namun Ruby tetap menolak.

“Baiklah, kalau begitu kami pergi,” ucap Ida.

Setelah itu, Ayu dan Ida pun menuju kantin sekolah yang ada di belakang kelas mereka.

Ruby yang sebenarnya lapar mengambil air minum dari bekas botol akua yang ia bawa dari rumah.

Gluk gluk gluk!

Ruby mengganjal perutnya yang lapar dengan air.

Ruggg!!!

Tentu saja itu tak dapat menuntaskan rasa laparnya.

15 menit kemudian, bel berbunyi kembali. Para siswa dan siswi pun kembali masuk ke kelasnya masing-masing.

Ruby yang tidur untuk mengatasi laparnya di lihat oleh Ayu dan Ida.

Mereka yang ternyata membawa goreng bakwan dan nasi yang di bungkus dengan pembungkus nasi, diam-diam memasukkannya ke dalam tas Ruby saat Ruby masih terlelap.

Setelah itu mereka kembali ke kursi mereka masing-masing.

Tak lama Ruby pun bangun, ia mengusap perutnya yang terasa begah.

Pukul 14:00, bel sekolah berbunyi, semua siswa siswi dan para guru pulang ke rumah mereka masing-masing.

Sarah yang bertemu Ruby di depan kelas memberi sebuah amplop putih.

“Ini apa bu?” tanya Ruby yang tak tahu apapun.

“Berikan pada orang tua mu, dan besok mereka wajib datang kemari, karena ini penting.” ucap Sarah dengan menghela napas panjang.

“Tapi, kenapa orang tua saya di kasih surat panggilan bu?” Ruby merasa takut, jika amarah ibu tirinya meledak karena surat itu.

“Bukan hal besar,” ucap Ruby.

“Jangan panggilan orang tua jugalah bu, kasihan Ruby. Nanti bisa di amuk ibunya. Lagi pula Ruby kan baru libur satu hari.” Ida membela sahabatnya.

“Ini hanya panggilan biasa, yang bertujuan diskusi mengenai pembelajaran, nanti kalian juga dapat giliran kalau sudah waktunya.” Sarah tak ingin menakut-nakuti Ruby sebelum siswinya itu berhasil membawa kedua orang tuanya ke sekolah.

“Yang benar bu?” Ida tak sepenuhnya percaya dengan apa yang di katakan oleh kepala sekolahnya.

Ruby yang tak punya pilihan, terpaksa menerima surat yang di berikan oleh Sarah.

“Ya sudah, kalian hati-hati di jalan ya, ibu pulang dulu.” Sarah pun pulang dengan menaiki motor metiknya.

“Aku pulang dulu.” ucap Ruby, karena ia ingin buru-buru sampai rumah, sebab ia merasa sangat lapar sekali.

“Oke.” sahut Ida.

Setelah itu kedua sahabat itu pun berpisah arah.

Ruby yang berjalan sendiri melihat teman-teman sekolahnya yang menggunakan sepeda atau motor.

Ia yang tak punya kendaraan hanya mengandalkan kakinya untuk pulang ke rumahnya.

Saat Ruby dekat dengan jembatan, ia yang haus pun memutuskan untuk turun ke sungai.

Air jernih yang rasanya manis membuat Ruby suka mampir ke sungai itu saat pulang sekolah.

Untung, si brengsek sudah tak pernah muncul lagi, batin Ruby.

Hatinya merasa lega, karena laki-laki yang menyakitinya tak pernah muncul di hadapannya lagi.

Sesampainya Ruby di sungai, ia pun duduk di batu besar seperti biasanya.

Saat ia mengambil botol akuanya, ia pun tak sengaja melihat plastik berisi makanan di dalam tas lusuhnya.

“Apa ini?” Ruby pun mengeluarkannya. “Goreng bakwan dan nasi, pakai sambel juga?” Ruby tersenyum, hatinya merasa bahagia, karena ia tahu itu dari kedua sahabatnya.

Ia yang sangat lapar pun membuka bungkus nasi yang di ikat dengan karet, kemudian ia taruh kedua bakwan tersebut di atas nasinya.

Sebelum menyantap makanannya, Ruby terlebih dahulu mencuci tangan.

Setelah itu Ruby memakan hidangan yang baginya sudah mewah.

Bagaimana tidak, kondisinya yang kekurangan membuat keluarganya jarang menggunakan minyak goreng.

Mereka selalu merebus sayur, karena baru samapi disitulah tahap mampu keluarganya.

Kemudian Ruby memasukkan nasi yang ada di tangannya ke mulutnya.

Nyaum...

Senyum bahagia kembali tersirat di bibirnya yang manis.

Ia yang suka goreng bakwan merasa sayang kalau harus ia habiskan semua sekaligus. Sebab ia masih ingin memakannya saat di rumah.

Sebagai solusi, Ruby menggigit sedikit demi sedikit satu bakwan yang besarnya setengah telapak tangannya.

Tak lupa ia mencolek sedikit cabe goreng merah pemberian sahabatnya.

Suasana yang teduh dan juga sejuk membuat Ruby merasakan nikmat makan yang sesungguhnya.

Belum lagi hembusan angin berhasil membuat daun-daun pepohonan besar yang ada di sekitar sungai menghasilkan bunyi yang menenangkan di telinga Ruby.

Selesai makan, Ruby pun sendawa, kemudian ia meminum banyak-banyak air jernih yang mengalir deras yang ada di hadapannya.

Selesai membersihkan area mulut dan juga berkumur-kumur, Ruby menyimpan baik-baik sisa goreng bakwannya.

Di rasa punya tenaga lagi, Ruby pun bangkit dari batu besar yang ia duduki.

Kemudian ia naik ke jalan raya. Selanjutnya melangkahkan kakinya dengan semangat menuju rumahnya.

Setelah berjalan 10 menit, Ruby pun tiba di rumah.

Perutnya yang telah terisi penuh membuatnya semangat dalam mengerjakan tugas rumah.

Pada pukul 17:00 Ruby sudah selesai membersihkan rumah dan memasak nasi.

Kedua orang tuanya yang telah pulang bekerja pun masuk ke dalam rumah.

“Assalamu'alaikum.” ucap Dahlan dan Marisa.

“Wa'laikum salam bu, ayah.” Ruby pun mencium tangan ibu dan ayahnya.

“Kau sudah masak Ruby?” tanya Marisa, karena ia yang lelah ingin segera makan.

“Sudah semua bu.” ucap Ruby penuh senyum.

“Apa yang terjadi pada mu? Sehingga kau senyum-senyum tak jelas?” Marisa tertawa getir.

“Tidak ada apa-apa bu.” jawab Ruby karena bagi ibu sambungnya. Dirinya bukanlah hal penting.

Jadi Ruby pun merasa tak perlu mengatakannya apapun yang terjadi padanya .

“Oh ya Ruby, kau tak ingin nonton ke rumah Mey?” pertanyaan Marisa membuat Ruby heran.

Sebab sang ibu tiri tiba-tiba bersikap baik padanya. Dengan mengijinkannya pergi menonton televisi di rumah tetangga yang jaraknya 100 meter dari rumahnya.

...Bersambung......

1
υɐnɾɐnɥ🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
pastinya Arash juga suka dengan gadis yang muda 🤣🤣
υɐnɾɐnɥ🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
awas aja ya Arash jatuh hati kepada Ruby 👊🏻👊🏻
υɐnɾɐnɥ🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
lama² Kesal sama kepseknya ihh.. kok tidak membela muridnya yang menjadi korban asusila 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Evy
Dikira tidak sampai diperkosa Thor...kok begitu sih..
Evy
Jahatnya..gak punya hati..
Evy
Teman teman yang menyesatkan...
Evy
Aku curiga adiknya Arash yg telah memperkosa Ruby....
Evy
kerja diperkebunan Tuan Arash kok gajinya miris banget.Ayah dan ibu Ruby bekerja tapi untuk beli minyak goreng juga tidak mampu.jangan2 orang kepercayaan nya itu korupsi gaji karyawan ya...
Evy
Ibu tirinya kejam banget ya... kenapa sampai tidak diberikan makanan.kasihan...
Ainisha_Shanti
dari awal cik Aini curiga kalau Alvin adalah ayah biologi janin yang d kandung Ruby
Ainisha_Shanti
Astaghfirullah... mulut bu guru ni rasa nak je cik Aini cilikan 😡😡😡.
Ainisha_Shanti
Astaghfirullah... ini buk guru pendidik ka bu guru pem'provokasi? seorang pendidik tak akan pernah mengeluarkan kata2 kesat walau sesalah apa pun muridnya. bu guru akhlak less juga namanya ni😡😡😡
Ainisha_Shanti
bu marisa ada planing jahat ke pada ruby?
Ainisha_Shanti
malangnya nasib mu ruby. sudah jatuh, tertimpa tangga pula
Ainisha_Shanti
Yaa Allah... semoga d luar sana tak ada yang mengalami nasib seperti apa yang ruby alam, semoga hanya ada di dalam novel sahaja. sudah miskin, di dera ibu tiri, dan di nodai lagi. betul2 malang hidupnya.
Ainisha_Shanti
Astagjfirullahalazim... nak membunuh pula rasanya si iblis jantan ni😡😡😡
Puspa Trimulyani
ini seperti jaman apa ya .... sepertinya....semacam desa tertinggal atau apa ya....
Puspa Trimulyani
siapa sebenarnya dia?
Puspa Trimulyani
ibu tiri lucknut 😡
Puspa Trimulyani
mendiang ibumu? berarti ibunya sdh meninggal??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!