NovelToon NovelToon
Gadis Impian

Gadis Impian

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:139.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: winda rahayu

jarum jam selalu berputar memutari dua belas angka yang sama yang terdapat di sekeliling nya, namun saat jarum jam membali menujuk angka yang sama, peristiwa yang perna terjadi sebelum nya telah menjadi masalalu.

Masalalu, sekuat apapum kita ingin kembali, waktu yang telah berlalu tidak akan pernah bisa terulang kembali layaknya jarum jam yang selalu berputar tuk kembali menujuk angka yang sama, kita hanya bisa memutar masa lalu hanya dalam sebuah ilasan kenangan.

"Gelang ini akan selalu tersenyum, mengingatkan mu padaku." Niana kembali mumutar ilasan kenangan nya, mengingat soso pria kecil penolong nya, setiap ia melihat gelang di tangan nya. "Aku ingin kembali ke hari itu."

Berharap pertemuan itu bisa terulang kembali, namun Waktu seakan merahasiakan Sebuah pertemuan yang tidak di sadari keduanya.

Hingga perjuangan, menjadi bukti kebersamaan mereka.

( Novel ini berkisahkan tentang perjuangan Niana dan Aksa untuk sampai akhirnya bisa bersama. Novel ini juga tidak hanya menceritakan percintaan saja, tapi juga mengangkat sebuah perjuangan seorang Aksa untuk meraih kesuseksanya, demi Gadis Impian nya, Keluarganya, juga Orang lain)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Hari sudah gelap, di kediaman Raksa yang nampak sudah sangat sepi. Raksa masih berdiri mematung di depan pintu binggung karna pulang tidak sendiri, serasa bimbang akan memutar gagang pintu untuk masuk kedalam rumahnya.

"Apa harus aku pulang membawa mu?" tanya Raksa melihat ke arah Niana di sampingnya, tapi pertanyaat itu tepatnya untul dirinya sendiri, Niana seakan sudah mengerti.

"Kamu berubah pikiran menolongku, baiklah aku mengerti, terimakasih sudah membantuku.." dengan rasa lelahnya, Niana memaksakan kakinya untuk berbalik dan berniat pergi dari sana.

"Arrghhhh..." Raksa yang bingung tak henti mengusap-ngusap kepalanya, tak tega juga pada gadis yang sudah berjalan menjauh darinya itu. "hehh tunggu, ayo masuk." Niana berbalik tersenyum, segera menghampiri Raksa ikut masuk kedalam rumah.

"Assalamualaikumm. Bu aku pulang."

"Waalaikum salam kak, shukurlah kamu sudah pulang." tak berapa lama tatapan Safira ibunya Raksa melirik gadis yang pulang bersama purtanya itu dengan sorot mata penuh tanya. "Ini Siapa sayang? cantik sekali,"

"Halo Tante, saya -- Ana tante." Niana berpikir sejenak saat akan menyebutkan Namanya, pikirnya lebih baik tidak menyebuykan siapa nama aslinya.

"Pacar kamu kak?" tanya Safira beralih melihat putranya. Sorot matanya begitu antusias, sebelumnya putranya belum pernah membawa anak gadis pulang.

"Aku tidak sengaja bertemu dia bu. Dia tadi di kejar-kejar orang yang mau bunuh dia katanya." Niana sedikit melotot mendengar Raksa berbicara, lalu mengalihkan pandanganya pada Safira dengan senyumnya.

"Ya Alloh nak.. kasihan sekali kamu, kamu tidak apa-apa?" Safira meraih tangan Niana dan mengusapnya hawatir, ya Karena ibu Rakas itu orang yang sangat pengertian, penyayang dan baik hati.

"Ada masalah apa, sampai kamu di kejar-kejar orang jahat?"

"Masalah keluarga Tante, maaf aku belum bisa cerita."

"Maaafkan aku, mungkin aku harus banyak berbhong." Batin Niana

"Apa tante bisa menampung saya di sini, saya benar-benar tidak tau harus kemana?" Mohon Niana pada wanita di depanya, bukan merasa tidak tau malu tapi ini satu-tunya cara menghindar sementara dari ayahnya.

"Maaf nak, bukanya tante tidak mau tapi apa tidak berbahaya kalo kamu tingal di sini?" jawab Safira sedikit ragu.

"Tolong tante kasihani aku, aku janji tidak akan membuat keluarga tante di posisi sulit."

"Baiklah." Niana senantiasa memeluk Safira. dengan begitu senang dia bisa lari dari ayahnya yang akan mengirimnya ke luar negri untuk belajar di Universitas bisnis ternama dunia yang tidak ia inginkan sama sekali.

"Kaka cantik ini siapa?" tanya Alea dan Alia langsung menghampiri Niana.

"Nama kaka Ana.. kalo princes yang cantik-canti ini siapa namanya?" Niana mencubit gemas kedua pipi cabi milik kedua gadis kecil itu.

"Talea, Talia." Kedua anak kembar itu menjawan bergantian.

"Aliea, Alia, mulai sekarang kaka Ana akan tinggal bersama kita." ujar Safira, Niana pun mengangguk pada kedua anak kembar itu.

"Asikkk.. kita sekarang punya kakak baru, kaka cantik." seru gembira kedua anak gadis kembar itu.

"Kak tolong antar Ana ke kamar tamu." Raksa yang sedari tadi sudah akan berlalu menuju kamarnya, tertahan oleh permintaan ibunya. "Ana kamu bersih-bersih dulu ya, lalu kita makan malam." lanjut pada Niana, yang di jawab iya oleh keduanya

Niana mengikuti Raksa mengekor dari belakang..

"Ini kamar kamu, kalo sedikit debuan bersihin aja, sudah lama gak di pake,"

"Makasih," jawab Niana, "Eh nama mu siapa siapa?"

"Panggil aku bos." ucap Raksa tanpa menoleh pergi kemudian berlalu meninggalkan Niana.

Niana mencebikan bibirnya sedikit kesal, lalu menjatukan dirinya di atas tempat tidur, duduk di tepi tempat tidur yang berukuran sedang yang jauh lebih kecil dibanding tempat tidur di kamarnya.

"Aku tidak percaya aku bisa senekat ini." ucap Niana sambil tersenyum bangga, merasa tak percaya untuk pertama kalinya bisa pergi dari pengawasan ayahnya. "Sepertinya aku akan suka disini." sampai seluruh tubuhnya terjatuh melentang di atas tempat tidur, dengan senyuman menyeringai tak hilang. Setelah mendapat baju ganti dari ibu Safira, lanjut pergi ke kamar mandi untul membersihkan diri.

***

tuk, tuk, tuk... cellek

ketukan pintu yang kemudian terbuka, Niana menoleh siapa yang masuk, sampai menurunkan pandangannya ke arah anak yang datang ternyata Alea.

"Kak, ayo makan malam.." Ajak gadis manis itu pada Niana yang mendekati Niana hendak menarik tangannya.

"Tunggu sayang."

"Iya.." Sahut Alea yang kemudian duduk di samping Niana.

"Apa kak Ana tidak masalah tinggal di sini untuk kalian?"

"Tentu tidak, Aku senang kakak cantik tinggal di sini, kenapa?" Tanya Alea.

"Tidak sayang, Kakak hanya tidak mau membuat keluarga mu tidak nyaman apa lagi kakak kamu." Jawab Niana sambil mecubit gemas gadis berusia delapan tahun yang duduk di sanpingnya itu.

"Kak Ana jangan hiroukan kakak, dia kadang memang menyebalkan tapi dia baik ko kak. Sejak kecil dia menggantikan posisi ayah menjaga kami, bahkan yang aku rasa sosok ayahku itu adalah kakak. karna Aku sama sekali tidak pernak melihat Ayah yang meninggalkan saat aku masih bayi." Tutur Alea dengan senyum bangga ketika membicarakan kakak nya.

****

Niana tengah berada di meja makan untuk menikmati makan malam yang jauh berbeda dari biasana. Makanannya pun jauh dari kata mewah yang biasa di nikmati Niana. Namun masakan rumahan itu serasa jauh lebih nikmat iya rasakan di banding makanan mewah yang selalu terhidang untunya.

Yang biasanya hanya makan sendiri dan jarang sekali bisa makan bersama ayahnya, sekarang makan bersama dengan sebuah keluarga yang sangat hangat seperti yang selalu Niana impikan.

"Maaf ya nak, Seadanya." Seru Safira pada Niana.

"Ini enak sekali tante, masakan tante sangat lezat." Niana dengan sangat lahap menikmati suapan demi suapan yang masuk ke dalam mulutnya.

"Iya dong kak, masakan ibu paling enak." ucap Alea dan Alia bersamaan di susul satu suapan besar mendarat masuk ke dalam mulut mereka kompak, Niana tersenyum melihat tingkah lucu Alea yang duduk saling berhadapan Alea di sampingnya dan alia duduk di samping Raksa.

Sementara Raksa hanya melirik ke arah Niana dan kedua adiknya hanya diam menikmati makan malamnya.

"Kak, gimana kamu mau ambil tawaran beasiswa itu?" Pertanyaan dari Safira yang akhirnya membuat pemuda itu bersuara.

"Entahlah bu.. kalou aku ambil pasti harus ada timbal balik, suatu saat aku harus bekerja di perusaahan mereka. Karna sudah jelas kan bu perusaah seperti itu sengaja memberi beasiswa pada siswa berprestasi agar nanti bisa bekerja untuk perusahaan mereka." jawab Raksa tetap menikmati makananya.

"Tapi ini kesempatan besar untuk mu Nak, prusahaan Propat Jaya Mandiri itu prusaan yang sangat besar, terlebih kamu lulusan dari sekolah milik mereka dan sekarang kamu juga mendapat beasiswa masuk Universitas terbesar di kota ini di bawah naungan mereka juga." Tutur Safira memberi harapan putra sulung nya itu, agar menerima beasiswanya.

"Aku pikir-pikir dulu ya bu.." jawab Raksa, Sementara Niana hanya terdiam menunduk mendengar Nama prusahaan milik ayahnya.

1
Dwika Artama
thor jangan2 sekretaris si aska berkianat,jangan ya
kalea rizuky
bapaknya tolol
kalea rizuky
naina ne aneh uda jadian aja ma daafin lo Aksa berpaling paleng lu bs mewek doank kan dAsar tolol
kalea rizuky
aga egois karena bapaknya Aksa anak lu bs selamat woy
kalea rizuky
naina cm anak manja menye2 bkin tegas dan kuat donk gk dikit2 nangis
kalea rizuky
jangan ampe Aksa suka ma boncabe
Martina Alfarizqi
semangat
Mommy Gyo
3: like hadir thor mampir di karyaku cantik tapi berbahaya
Nie Yha
akhirnya up thor
nazaruddin thamrin
Like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Ginna_ginna
Novel kaya gini yangaku cari...
nazaruddin thamrin
2 like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Martina Alfarizqi
2 like semangat
Dee Daisy
semangat ya kak
Nara Ns🐈
haiii.. bantu favorite kan novelku saling mendukung..
Salam Dari Navillera (Cinta yang beracun)
Nikma
Lanjut kak!

~Cinta Pertama~
Nikma
Like
Dewi_k
lanjut up
Dewi_k
sukses dengan karya hebatmu...terus semangat thor
Anindyta
semangat😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!