Follow IG : cerita_ajeng Kirana
"Yah... Sya bisa jelasin, ini gak seperti yang ayah Lihat..."
"Tidak seperti yang ayah lihat?? Kamu sudah merusak kepercayaan ayah Sya"
Syafeera Hadibah Putri -seorang mahasiswa jurusan Manajemen.. dengan karakter keras kepala tapi juga cerdas. mengharuskan menikah dengan seorang Pria bernama Aydan Atthallah. Seorang Dosen yang cukup jadi idola di kampus nya.
Akankah pernikah itu berjalan seperti Pernikahan pada umum nya??
Akankah peterpaksaa ini membuat mereka saling mencintai??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ajeng Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pesan Ayah
Syafeera masih terdiam....saat dikamar dia baru saja memohon kepada sang Khaliq, berjanji akan menjadi lebih baik lagi,. patuh, dia teringat akan janji nya sendiri
"Ya Allah Sya sadar Sya belum bisa jadi anak yang baik, anak yang Sholeha, bahkan Sya suka buat Ayah dan Bunda marah... tapi Sya mohon, Sya pengen kuliah di Almamater Coklat.. Sya janji sya bakal nurut sama kata Ayah..."
"Allah benar-benar sesuai prasangka hambanya ya??" batin nya
"Syafeera Hadibah Putri" Panggil ayah karna melihat bang putri malah melamun
Mendengar nama lengkap di panggil, ia pun langsung kaget dan menatap sang Ayah , spontan.
"Apa syarat yang Ayah berikan begitu berat??"
Syafeera menggeleng tapi di detik berikutnya dia juga mengangguk, dan membuah ayah mengerutkan keningnya
"segitu beratkah??"
Syafeera menggeleng
"Mana jawaban yang sebenarnya, berat atau tidak?? sedetik kamu menggeleng lalu detik berikutnya kamu Mengangguk"
Ayah lalu menangkup ke dua pundak Syafeera "dengarkan Ayah" mendengar perkataan sang Ayah, Syafeera pun menatap wajah sang ayah yang tampak serius
"Jangan kamu meninggalkan SHOLAT, karna banyak orang yang TELAH MATI, ingin hidup kembali untuk SHOLAT" ujar Ayah penuh penekanan dan itu membuat Syafeera menelan saliva nya.
"Sukses di dunia tidak akan berarti jika kita lalai akan akhirat" Bunda bersuara
"kami ingin kesuksesan mu tak hanya di mata dunia, tapi juga akhirnya" Qanita ikut bersuara
"Gimana...??" tanya Ayah "Jika kamu mampu, ayah akan segera urus keperluan kamu"
Syafeera bisa saja menyetujui syarat ayah, soal dia amanah atau tidak toh Ayah tidak tahu, apalagi jarak PKU - Jogja itu sangat jauh.. Tapi sebandel-bandelnya Syafeera dia masih tahu akan yang namanya janji, akan makna amanah. Dia masih memiliki rasa takut kepada Allah.
"Ayah yakin akan izinkan Syafeera, nanti kalau Syafeera lalai gimana?? kan Ayah gak lihat??"
"Maka dari itu Ayah kasih kamu kepercayaan, maka tugas Mu menjaga kepercayaan itu"
"Syafeera akan berusaha menjalankan amanah dari Ayah..."
"sesungguhnya itu bukan perintah Ayah, itu perintah Allah"
Syafeera tertunduk, sadar dirinya masih jauh dari Allah, suka Lalai bahkan sangat Lalai.
"Bu Santi tadi siang udah hubungi Ayah, dan Ayah juga sudah bilang Kami Semua mendukungMu, kata nya kamu pernah bertanya bagaimana jika nanti yang terpilih membatalkan diri"
Lagi dan lagi perkataan Ayah membuat nya terteguk, memandang lekat wajah sang Ayah, sang Ayah tak pernah main-main dengan perkataan nya. jika A maka A lah hasilnya, tak bisa melenceng.
"Ayah Serius kan...?? gak PHP in Sya...??"
"Apa itu PHP..??" tanya Ayah dengan mengerutkan keningnya
"PHP yah.. Pemberi Harapan Palsu, kayak deketin tapi nikahnya sama yang lain"
Ini sebenarnya bahas apa ya??, kenapa jadi lari dari jalur, lagi nyindir Sya...?? tapi sayangnya yang di sindir gak ada Sya...🤭
"Haha... ayah baru tahu ada istilah kayak gitu" kini raut wajah ayah serius tadi, ayah malah tertawa
"banyak yah..."
"kamu bukan Korban yang begituan kan Sya...??" tanya Bunda penuh selidik
"Sya.. di PHP in?? haha, yang ada Sya yang PHP in mereka" ujar nya sombong, padahal baru-baru ini dia sedang patah hati
"Gak perlu, nanti kalo udah tiba waktunya, gak perlu kata pacaran,. langsung kaya teteh kamu, lamar...nikah" ujar Ayah
"Sya masih mau kuliah yah, kerja, dan banyak lagi, bukan ngurusin nikah"
"serius... nanti kepincut dosen pula..hehe" canda Qianita
"Boleh.. tapi Dosen muda ya, ganteng, baik,. Sholeh, kaya lagi"
"Bisa... asal kamu juga belajar memantaskan diri" ujar Bunda
"Harus gitu, kan Sya pengen di ajarin...kalau udah pantas, dia gak perlu ngajarin Sya Donk..."
"Hemmm... nanti berjalannya waktu pasti paham, pentingnya memantaskan diri" ujar Ayah sambil mencubit pipi chubby milih Syafeera
Pembahasan malam ini selesai, bahkan Ayah akan segera cari info untuk kos tempat tinggal Syafeera, pastinya tidak sembarang.
*
*
Syafeera sudah berada di kamar, bahagianya bukan main, tapi amanahnya juga gak main-main.
Menscroll handphone nya, ingin menghubungi Fitri, tapi tiba-tiba ada chat masuk dari nomer yang tidak di kenal.
📨 Assalamualaikum Syafeera..ini kak Aditya
Tenyata nomer Aditya yang menghubungi nya, Syafeera mengingat kembali dia pernah memberikan nomernya kepada Aditya,.senior yang Ia temui di kampus tempat nya ujian beasiswa
📨 Waallaikumusallam....oh ya kak Adit, ada apa??
📨 Belum tidur???
📨Kalau udah tidur berarti chat ini siapa yang balas?? Sya gak ada peliharaan robot, apalagi jin..
📨hahaha... ia ya... Gimana hasil nya?? udah keluar??
📨Sudah... Sya lulus di Almamater coklat
📨Wih hebat ya... jadi gak bisa jumpa lagi ya kita...😔
📨Bisa kok, kalau pas Sya balik atau pas Kak Adit liburan ke Jogja..hehehe
📨bisa aja kamu ya... kapan berangkat??
📨masih nunggu info, oh ya kak, Sya ngantuk udah dulu ya...
Syafeera memang selalu seperti itu jika berhadapan dengan laki-laki, yang membuat betah dulu adalah Yusuf, entah lah apa ada pria lain yang bisa membuatnya betah ngobrol, berbagi cerita, ya selayaknya pasang.
📨ok....good night.. jangan lupa baca doa
Chat pun di akhir, Syafeera tak membalas chat terakhir dari Aditya..lebih memilih merebahkan tubuhnya di atas ranjang nya, tak terlalu besar, tapi nyaman.
Tak sabar menunggu hari esok untuk segera memeluk Fitri, menyampaikan kabar bahagia nya.
Disini lain ayah dan Bunda masih berbincang, mengenai persiapan Syafeera, Bersyukur Syafeera mendapatkan beasiswa, jadi Ayah tinggal fokus dengan kebutuhan harian Syafeera.
Bukan ayah tak mampu, jika urusan pendidikan ayah sudah mempersiapkan nya.. tabungan pendidikan sudah Ayah persiapkan.
"Kemungkinan nanti Ayah akan berangkat bersama Syafeera, mengecek tempat kos secara langsung, kita tinggal cari referensi nya aja Bun..."
"Bunda mah manut apa kata ayah..Ayah tahu yang terbaik untuk anak-anak"
"Sebentar lagi kita tinggal berdua, Qianita di bawa sang suami... Syafeera kuliah jauh.." ada kesedihan yang terpancar dari wajah ayah, dimana akan melepas kedua anak nya di waktu yang bersamaan
"Itu kan memang akan kita jalani yah..."
"ia.. ayah tahu, tapi waktu nya bersamaan, jadi makin berat gitu..."
"sudah jalan anak-anak kita, kita kan cuma bisa mendukung dan mendoakan"
"Tinggal kita berdua, apa perlu nambah momongan lagi...??" tanya Ayah dengan nada menggoda
Dan itu membuat ayah mendapat pukulan kecil dari banyak yang Bunda pegang
"hahaha... kan gak papa Bu..."
"Sekarang itu waktunya ngurus cucu..."
"eh.. kita masih muda loh... begini nih nikmat nya nikah muda Bun..."
"ogah....Bunda ngantuk mau tidur"
"ihh.. mana boleh ninggalin suami tidur duluan,dosa loh..." ujar ayah masih dengan nada menggoda, sedangkan bunda sudah memunggungi Ayah.. dan Ayah malah mengguncang pundak Bunda, tak terima di tinggal tidur duluan..
*
*
*
hai..hai..hai.... Jazaakumullah khairon yang sudah mampir, Jangan lupa tinggalkan jejak nya ya...Like, Komen, Vote, Gift... sungguh dukungan kalian semua begitu berarti❤️
bnyk ilmu agama yg di dapat dan dmengerti....matur nuwun kakak..
sehat selalu nggeh💝💝🙏🙏
matur nuwun🙏🙏🙏
selalu mengingatkan...bahwa Alquranlah yg terbaik💝💝🙏🙏
nggak cuma menceritakan tentang kisah cinta,tapi ilmu agama kita dapat
banyak nilai positifnya,jd tau artinya adzan untuk bayi baru lahir artinya kek gitu makasih kak, ilmunya sangat bermanfaat
sukses selalu kak Ajeng kirana 🤭🥰