NovelToon NovelToon
Ranum

Ranum

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Cintapertama / Balas Dendam / Mafia
Popularitas:359.4k
Nilai: 5
Nama Author: khebeleteee

Sebuah perjalanan hidup anggota keluarga black economy.

Ranum Anatoly anak ketiga dari keluarga Loshad. Ranum adalah pria yang selalu fokus dalam setiap misinya. Dia tidak pernah melibatkan orang banyak untuk membantu misinya.

Misi pertama yang diberikan untuk Ranum saat usianya 18 tahun adalah bertemu dengan pembeli senjata terbesar di Australia yaitu Master Wu.

Tapi dari pertemuan itu, Ranum melihat banyak sekali kejanggalan yang merujuk pada hilangnya truk keluarga Loshad yang berhasil dicuri oleh orang tak dikenal disekitar Cowwabie.

Setelah berhasil menemukan fakta tentang truk keluarga Loshad yang hilang, Ranum segera menyerang Krowned Towers milik Master Wu. Setelah penyerangan Krowned Towers, Ranum menghilang bertahun - tahun.

Kemanakah Ranum menghilang? Apakah dia tewas saat penyerangan?

Ikuti terus novel Ranum untuk mengetahui perjalanan hidup Ranum Anatoly yang semakin penuh rintangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khebeleteee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SI GILA PERANG

Pilatus PC-24 yang membawa Ranum telah tiba di pacuan kuda, jam sudah menunjukkan pukul 06.53 waktu setempat. Ranum masih tertidur pulas akibat anestesi, awak pesawat memindahkan Ranum dari pesawat ke kamarnya yang ada di pacuan kuda. Setelah Ranum selesai dipindahkan, pesawat jet itu pun kembali mengudara untuk di parkirkan di bandara Melbourne.

Ranum terbangun dari tidurnya, Alexa yang melihat Ranum terbangun langsung menghampiri.

“Jangan pernah lakukan hal bodoh seperti itu lagi.” Alexa berkata ke Ranum dengan wajah muram.

“Aku tidak melakukan apapun dan aku baru bangun, jangan pasang wajah seperti itu.” Ranum tersenyum.

“Kamu sudah janji mau menghabiskan masakanku. Jika kemarin kamu gagal, kamu tidak akan bisa menepati janjimu itu.” Alexa masih tetap cemberut.

“Nyatanya aku masih hidup kan?” Ranum berkata sambil tertawa kecil.

“Hidup dengan luka sebanyak itu?” Alexa bertanya dengan ketus.

“Bukankah hidup itu luka?” Ranum bertanya serius. “Kita lahir dari luka dan rasa sakit, jadi menurutku luka itu menandakan bahwa kita masih hidup.” Ranum menjelaskan sambil tersenyum.

“Pokoknya kamu harus janji untuk tidak nekat lagi.” Alexa menjulurkan jari kelingkingnya ke arah Ranum.

“Aku janji untuk tetap berusaha hidup.” Ranum membalas jari kelingking Alexa dengan jari kelingkingnya. “Sekarang aku ingin makan nasi goreng buatanmu.” Lanjut Ranum tersenyum.

“Baiklah akan aku buatkan.” Alexa tersenyum lalu beranjak keluar dari kamar.

Melihat Alexa keluar dari kamar, James langsung bergegas masuk ke dalam kamar Ranum.

“Tuan Muda bagaimana keadaanmu?” James bertanya sambil berjalan menghampiri Ranum.

“Aku baik – baik saja James, bagaimana dengan senjata pesanan Master Wu?”

“Tadi siang sudah sampai dan sekarang sedang dirakit Tuan Muda.”

“Tadi siang ?” Ranum terkejut. “memang sekarang jam berapa?” Ranum lanjut bertanya.

“Sekarang sudah jam 16.30 Tuan Muda.”

“Pasti ini karena anestesi sialan itu.” Ranum dengan nada kesal. “Aku sudah bilang untuk tidak pakai anestesi.” Lanjut Ranum dengan nada kesal.

“Itu sangat baik untuk anda Tuan Muda, setidaknya anestesi sedikit membantu anda beristirahat. Juga anda tertembak di banyak tempat Tuan Muda.” James berusaha menjelaskan.

“Oh iya, apa ada kabar tentang truk kita?”

“Truk kita masih di perjalanan Tuan Muda, mungkin sekitar empat jam lagi tiba disini.”

“Bagus lah selama truk itu masih aman selama perjalanan.” Ranum membakar sebatang rokok.

“Bagaimana anda bisa menemukan truk itu Tuan Muda?” James bertanya. “Apa ada hubungannya dengan Master Wu Tuan Muda?” lanjut James bertanya.

“Belum jelas James, jika aku sudah bisa memastikannya, aku akan mengabarimu.” Ranum sambil menghisap rokoknya.

“Baiklah, aku permisi dulu Tuan Muda.”

Ranum mengangguk, mempersilahkan James untuk keluar dari kamarnya.

Beberapa menit kemudian, Alexa datang membawa nasi goreng buatannya.

“Makanan sudah siap.” Alexa berkata sambil berjalan menuju meja kamar untuk menaruh baki yang dia bawa.

“Aku sudah tidak sabar untuk mencobanya.” Ranum menghisap lagi rokoknya lalu mematikan rokok tersebut, Ranum berusaha berdiri dari tempat tidurnya sambil sedikit merintih kesakitan.

“Hey – hey, kamu tidak perlu beranjak dari tempat tidur, biar aku yang menyuapimu.” Alexa sambil membawa piring yang berisi nasi goreng terasi buatannya.

Ranum mengangguk, lalu dia kembali duduk di tempat tidurnya, Alexa mulai menyuapinya.

“Wow, ini enak sekali.” Ranum takjub. “Kamu bisa dapat terasi dari mana?” lanjut Ranum bertanya sambil lahap mengunyah nasi goreng itu.

“Kemarin aku membelinya secara online dan baru tiba disini tadi siang. Untungnya tadi kamu masih tertidur.” Alexa menjelaskan. “Aku sangat senang jika kamu menyukainya.” Lanjut Alexa dengan tersenyum sambil menyuapi Ranum lagi.

“Jika seenak ini, siapapun ingin makan nasi goreng buatanmu setiap hari.” Ranum tertawa kecil sambil menahan rasa sakitnya. “Sore ini kita harus ke bar Irlandia itu.” Lanjut Ranum.

“Ranum, bekas lukamu belum kering dan kamu butuh istirahat panjang.” Alexa berkata dengan wajah khawatir.

“Aku butuh whiskey untuk sembuh dari luka – luka ini.” Ranum bergurau sambil tetap mengunyah makanannya. “Intinya, setelah ini kita langsung bersiap – siap untuk ke bar itu.” Lanjut Ranum sambil tersenyum.

Setelah makanan itu habis, Alexa mulai membasuh tubuh Ranum dengan kain basah di bagian yang tidak tertutup perban, lalu menggantikan pakaian Ranum. Setelah Alexa selesai mengurus Ranum, Alexa mulai menuju kamar mandi. Ranum beranjak dari tempat tidurnya untuk menemui James.

“James antarkan aku dan Alexa ke bar, Alexa akan memberitahukan tempatnya padamu, siapkan mobilnya terlebih dahulu, Alexa sedang bersiap – siap.” Ranum berbicara ke James

“Baik Tuan Muda.” James langsung bergegas menyiapkan mobil.

“Tuan Muda, ini ada tongkat untuk membantu Anda berjalan.” Salah satu pelayan memberikan tongkat rebotec ke Ranum.

Ranum mengangguk sambil mengambil tongkat itu dan memakainya, Ranum berjalan menuju bangku yang berada di lobi pacuan kuda untuk menunggu Alexa, range rover berwarna hitam di parkirkan di lobi pacuan kuda itu, James keluar dari mobil itu dan berdiri disebelahnya.Tidak berapa lama Alexa pun datang.

Setelah sekitar 15 menit menempuh perjalanan, akhirnya mereka tiba di bar Irlandia tersebut.

“Selamat datang nona Alexa.” Salah satu pelayan menyapa Alexa.

Alexa tersenyum, lalu mereka bertiga duduk di bar counter seperti sebelumnya.

“Apa yang terjadi kepada anda tuan Ranum?” Pelayan itu bertanya ke Ranum dengan wajah bingung.

“Aku tergelincir dari motorku, biasa lah aku terlalu mabuk saat itu.” Ranum tertawa kecil.

“Semoga lekas pulih tuan Ranum.”

“Oh iya, dimana tuan Anthony ?” Alexa bertanya ke pelayan itu.

“Waduh, saya tidak enak menjelaskannya nona.” Pelayan itu bingung untuk menjelaskan.

“Memang dia dimana ?” Alexa kembali bertanya.

“Anthony sedang di tahan di kantor polisi nona.” Pelayan itu sedikit menunduk.

“Karena aku?” Ranum memotong.

“Karena mayat – mayat geng motor itu tuan Ranum, anda tidak salah, anda menyelamatkan bar ini, dan sebenarnya Anthony melarang saya untuk memberitahu anda dan nona Alexa.” Pelayan itu berbicara ke Ranum.

“James sepertinya kamu harus beraksi sekarang.” Ranum berbicara ke James.

“Siap Tuan Muda.” James langsung bergegas keluar dari bar, lalu menuju kantor polisi terdekat.

James memacu Mobil itu dengan cepat, James tiba di kantor polisi terdekat dalam waktu lima menit. Sesampainya di kantor polisi itu, James mengangkat jok penumpang mobil range rover tersebut, dibawah Jok itu terdapat dua pistol AMT hardballer dan beberapa magasin yang penuh dengan peluru. Setelah mengambil pistol dan magasinnya, James bergegas masuk ke dalam kantor polisi tersebut. Dari kejauhan, pintu depan kantor polisi itu dilengkapi dengan pendeteksi logam. James langsung menghubungi markas satelit di Australia untuk membantunya.

“Luke James butuh bantuan, matikan pendeteksi logam didepanku saat aku melewatinya.” James berbicara ke Staff markas satelit lewat earpods yang digunakannya.

“Gunakan kacamatamu James.” Suara dari earpods itu terdengar.

“Oh maaf, aku lupa.” James tersenyum sambil memakai kacamatanya. “Apa kamu sudah menangkap gambarnya?” lanjut James.

“Sudah, kamu bisa melewatinya sekarang.”

James langsung bergegas melewati pintu dengan pendeteksi logam tersebut, satu polisi yang berjaga di samping pintu itu tidak menyadari bahwa metal detetctor di pintu mati sepersekian detik.

“Aku juga sudah mengurus cctv, cctv itu tidak sedang dalam mode rekam selama 20 menit. kamu harus segera keluar dari sana sebelum mode rekamnya aktif kembali.” Suara dari earpods James kembali terdengar.

“Dimengerti.”

James langsung menghampiri meja polisi yang ada didepannya.

“Apa dikantor ini ada tahanan bernama Anthony?” James bertanya ke polisi di meja tersebut.

“Liam Anthony?” polisi itu bertanya ke James.

“Kasus pembunuhan geng motor?” James balik bertanya ke polisi tersebut.

“Sepuluh anggota geng motor.” Polisi itu menjawab dengan yakin.

“Maka sekarang akan ada kasus pembunuhan polisi.” James tersenyum, lalu dengan cepat James mengeluarkan pistol AMT hardballer miliknya, James menarik pelatuk pistol tersebut lalu membunuh dua polisi di depannya. Tidak berpikir lama, James langsung mengarahkan pistol ke bagian belakang dan menembak polisi yang berjaga di depan pintu masuk. Orang – orang yang berada di kantor polisi itu berlarian keluar, teriakan histeris orang – orang itu membuat kantor polisi menjadi gaduh. Dua polisi keluar dari ruangan arsip, dengan cepat James menembakkan pelurunya, dua peluru berhasil menembus dua kepala sekaligus. Dari pintu masuk datang tiga orang polisi yang langsung menembak ke arah James, James melompat ke balik meja, kaki kirinya tergores peluru. Dari ruangan lainnya keluar lagi satu polisi, James dapat menjangkau polisi tersebut dari balik meja, dengan cepat James menembak kepala polisi itu dengan cepat, satu polisi lagi tumbang. Setelah sudah tidak terdengar lagi suara tembakan dari pintu masuk, James langsung muncul, lalu menembak ketiga polisi itu tepat di dada mereka.

James mulai berjalan ke arah ruang tahanan, saat James membuka pintu lorong menuju ruang tahanan muncul didepan James dua polisi lainnya. Dengan cepat James menembakkan dua peluru yang berhasil menembus kepala salah satu polisi dan dada polisi lainnya. James melewati lorong tersebut, lorong itu mengarahkan James untuk berbelok ke kanan, tapi sebelum berbelok James mendengar langkah kaki polisi yang sedang berlari. Dengan cepat James muncul lalu menembak tiga polisi yang sedang lari ke arahnya itu. Dua polisi langsung tumbang dan satu polisi lagi berhasil menghindari tembakan James, James langsung mengganti magasinnya, belum selesai mengganti magasin, polisi itu langsung menyerang James dengan pukulan ke arah wajah, James terpental dan pistolnya terjatuh, James belum sempat berdiri, polisi itu sudah berlari ke arah James lalu menendang perut James dengan kencang, polisi itu mencekik leher James lalu mengangkatnya, polisi itu melayangkan pukulan ke wajah James berkali – kali, lalu melemparkan James ke tembok. Tidak diberi jeda, polisi itu langsung berlari lagi ke arah James, polisi itu mengayunkan kakinya untuk menendang James, tapi dengan cepat James menendang kaki lain polisi itu yang menjadi tumpuan di lantai. Seketika polisi itu terjatuh, dengan cepat James mencekik polisi itu dilantai dengan tangan kirinya, lalu memukuli wajah polisi itu menggunakan tangan kanannya hingga wajah polisi itu tidak bisa dikenali lagi.

“Makan pencarianmu itu sialan!” James berkata ke mayat polisi tersebut sambil meludahi mayat tersebut, James mengambil kunci sel di salah satu mayat polisi, lalu menuju ruang tahanan.

“Anthony mana Anthony.” James berteriak di ruang tahanan.

“Saya tuan.” Anthony menjawab dari salah satu sel.

James menghampiri sel Anthony. Di dalam sel tersebut ada lima orang lainnya yang di tahan bersama Anthony, James membuka sel tersebut.

“Hey kalian berlima ambil kunci ini, bukakan pintu untuk tahanan lainnya.” James berkata ke tahanan lain dan memberikan mereka kunci sel yang dipegangnya. “Anda ikut dengan saya tuan Anthony.” Lanjut James.

James meraih korek yang ada di sakunya, lalu dia masuk ke dalam ruang arsip, James mengambil botol minuman beralkohol yang ada di meja ruangan tersebut lalu menumpahkannya ke sembarang arah, James menyalakan koreknya, lalu melempar korek itu. Api sangat cepat merambat, James dan Anthony bergegas keluar dari kantor polisi tersebut.

Kurang dari lima menit, akhirnya James dan Anthony tiba di bar Irlandia tersebut.

“Bagaimana latihanmu James?” Ranum bertanya sambil tetap menikmati rokok dan whiskeynya.

“Hanya goresan di kaki kiri Tuan Muda.” James menjawab sambil menuju ke bangkunya.

“Goresan di kaki dan wajah yang hampir tidak aku kenali?” Ranum bergurau sambil tertawa, James ikut tertawa. “Bagaimana keadaanmu tuan Anthony?” Lanjut Ranum bertanya ke Anthony.

“Aku baik – baik saja Ranum, terima kasih telah membebaskanku, tapi rasanya sedikit berlebihan.” Anthony tertawa.

“Apa yang dilakukan James disana?” Ranum bertanya ke Anthony.

“Aku lupa membawa uang tebusan Tuan Muda.” James memotong.

“Untuk orang yang gila perang, aku bisa menerima alasan itu.” Ranum tertawa. “Tolong sajikan makanan dan minuman untuk kawanku ini tuan Anthony.” Lanjut Ranum berbicara ke Anthony.

1
Yanti
anak sultan emang beda
Callista Ayu
huhh bapak nya si chen sok tau skg liat nihhh anak mu aja sampai mau lempar aja badan nya keranum tp ranum gk mw tuhh
yanneBee
bgini ni orng kaya beneran...bukan orang yg pura2 kaya🤭
mami bilqis
lebih sedih bab ini dari miranda
sari
si gampang namanya
Reni acenk
another sad scene
Callista Ayu
sombong sekaapak nya chen pasty si bapak nya itu yg ngebuat chen kerja di rumah bordirr . blm tau aja kau tun siapa ranum olivia saja geram
emma
cerita sebagus ini gk trending lho
Yanti
aku setuju dengan Alexa,tiap nyawa berharga, betapa kehilangannya keluarga yg ditinggalkan...Ranum cepat atau lambat harus berhenti membunuh orang
Angel
sedih
Angel
keren ni authornya, risetnya bagus bisa detail samapai ke nama nama tokohnya
febriano
SIAPA YG NAROH BAWANG!
Callista Ayu
huhhh kehilangan wanita yg sangat mencintai ranum untuk kedua kali nyaa knpa ranum kau tidaj mencoba membuka hati mungkn dengan kematian mmwanita yg menyayangikamu bisa merasakan cinta kmu sebelum dia meninggal . alexa dr awal sgt mencintai kamu menunggu kamu bwrtahan dn melindungi kamu sampai kamu menikah dg miranda pun dy masih mencintai kamuu
yanneBee
dan terjadi lagi....satu persatu orang yg mencintai ranum hrus meninggal,smg ranum segera berhenti
Callista Ayu
chen begitu tulus ke ranum tp semua wanita tuluss ke ranum amalagi si himari
Callista Ayu
sllu himari yg ngebantu ranum dg tantangan misi yg tersulitt
Callista Ayu
ini pasty ad adegan berantem nya yaa krna kepemilikan keluarga nya ranum udah di ambil org lain lagi . semoga misi ranum kali ini dipermudah juga yaa jgn temukan ranum dg wanita lg ya terllu byk wanita bingungg thorr
Callista Ayu
gk kerenn dong yaa di panggil paman ranum . daddy ranum aj hha
Callista Ayu
sepeduli itukan ranum ke chen . chen sangat menyukai ranum kan knpa gk menikh aja deh mereka beedua
Callista Ayu
mudah sekali tantangan ranum kali ini . knpa dy gk mw membabtu lyana yaa .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!