Bagaimana jadinya jika sesosok hantu jatuh cinta pada manusia. Wiway seorang hantu patah hati yang diselingkuhi pasangannya jatuh hati dengan seorang playboy.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 7. Sepasang Manula
"Kenapa sih kamu menikahi wanita mandul dan penyakitan, merepotkan sekali. Lebih baik kau ceraikan saja dia lalu menikahlah dengan Dewi. Ibu rasa Dewi tidak akan menolak mu,"
"Kenapa ibu berkata seperti itu, aku menikahi Fathimah karena aku mencintainya, toh meskipun dia sakit ia sama sekali tidak pernah merepotkan kita, dia bisa menjaga dirinya sendiri."
"Mudah-mudahan saja dia cepat mati, agar kamu bisa nikah lagi dan aku bisa punya cucu!"
"Astagfirullah Ibu, kenapa berkata seperti itu," ujar Galih melirik kearah Fatimah yang terisak mendengar pembicaraan mereka dari balik pintu.
"Maafkan ibu ya sayang," hibur Galih menghampiri istrinya
"Jangan sedih dong, masa kamu nangis di hati ulang tahun suamimu," imbuhnya menyeka air mata Fatimah kemudian memeluknya.
"Maafkan aku Mas karena sudah merusak Memon bahagia mu," jawab Fatimah merasa bersalah
"Kalau begitu bagaimana kalau kita dinner untuk o tahunku,"
"Baik Mas,"
Gilang kemudian mengajak Fatimah pergi ke sebuah restoran mewah dan merayakan ulang tahunnya di sana.
"Kenapa kau memesankan aku Steak, kau tahu kan aku tidak boleh makan daging," ucap Fatimah kecewa
"Aku tahu steak adalah makanan kesukaan mu, jika hanya makan sedikit pasti tidak masalah bukan. Lagipula aku ingin membahagiakanmu di hari spesial ku ini, aku ingin melihat senyuman mu lagi saat menyantap hidangan favorit mu ini. Tapi kalau kau takut terjadi sesuatu denganmu sebaiknya kau tidak usah memakannya, biar ku pesankan lagi makanan baru untukmu,"
"Tidak usah Mas, aku tidak mau membuat kamu kecewa di hari bahagia mu. Aku pasti akan menghabiskannya, apalagi sudah lama sekali aku tidak pernah merasakan nikmatnya makan steak," ucap wanita bersemangat memotong steaknya.
"Nah ini baru Fatimah istriku yang tersayang," ucap Galih mengusap lembut kepalanya.
"Tara, aku sudah menghabiskannya," ucap Fatimah dengan senyum mengembang di wajahnya
"I love you sayang," sahut Galih mencium keningnya
"Selamat ulang tahun Mas, semoga apa yang kamu cita-citakan bisa terwujud tahun ini," ucap Fatimah memberikan kado kepada suaminya
"Aamiin, makasih sayang," sahutnya sembari mencium pipinya
"Arrgghhh,"
"Kamu kenapa sayang?" tanya Galih ketika melihat Fatimah memegangi dadanya.
"Sebaiknya kita cepat pulang mas, dadaku rasanya sesak," ucapnya lirih
"Kamu pucat sekali sayang, bagaimana kalau kita ke rumah sakit saja, aku takut terjadi sesuatu denganmu," sahut Galih khawatir
"Tidak apa-apa Mas, aku baik-baik saja, jika segera minum obat dan istirahat kondisi ku pasti akan baik-baik saja, jadi jangan khawatir." jawab Fatimah tenang
"Maafkan aku sayang, gara-gara aku memintamu makan steak kau jadi seperti ini,"
"Tidak apa, Aku baik Aku baik-baik saja. Lebih baik sekarang cepat pulang agar aku bisa minum obat dan istirahat,"
"Baiklah," Galih kemudian menggandeng istrinya menuju ke parkiran dan bergegas pulang meninggalkan restoran itu.
Namun belum sampai rumah kondisi Fatimah sudah drop hingga ia pingsan di dalam mobil.
"Maafkan aku sayang," ucap Galih membaringkan istrinya di ranjangnya.
*Dreet, dreet, dreet!!
Galih segera mengambil ponselnya yang bergerak dari sakunya.
"Halo sayang, apa masih lama?"
"Sebentar lagi aku otw, tunggu aku di tempat biasa ok."
"Tentu saja sayang, aku sudah tidak sabar untuk menghabiskan malam ini bersamamu. I Love you honey,"
"Love you too my Dewi," sahut Galih menutup ponselnya.
***********
"Kenapa kau tidak memakannya. Makanlah selagi panas karena kalau sudah dingin nggak enak," ucap Ezza menatap wajah Wiway yang tampak gusar
"Aku takut,"
"Kenapa harus takut, bukanlah aku sudah ku katakan jika orang yang sudah mati tidak akan terserang penyakit. Apa selama ini kau pernah melihat hantu di rawat di rumah sakit, atau ada hantu terkena serangan jantung?" tanya Ezza membuat Wiway menggelengkan kepalanya
"So tunggu apalagi, kuy sikat!" imbuhan
"Ah iya aku lupa, kau pasti menginginkan sesuatu yang romantis dariku bukan, cih dasar wanita semuanya sama saja," Ezza segera mengambil hot plate milik Wiway dan kemudian memotong-motong daging steak miliknya.
"Sekarang makanlah, aku tahu kau pasti lupa cara memotong steak setelah lama menjadi seorang vegetarian,"
"Terimakasih Ezza, kenapa kau selalu membuatku terharu," ucapnya berkaca-kaca
"Jangan lebay, cepat makan!" sahutnya sembari memakan makanannya.
"Ezza!!"
"Apalagi?" sahut pemuda itu menatap kesal kearah Wiway
"Kenapa?" Wiway balik bertanya
"Kenapa balik tanya, bukankah kau memanggilku tadi?"
"Aku tidak memanggilmu,"
"Lalu kalau bukan kamu yang memanggil ku siapa?"
"Aku?" jawab seorang wanita membuat Ezza membelalakkan matanya
"Berlin!!" Ezza terkejut melihat gadis di depannya
"Kenapa kau terkejut melihatku, seperti melihat hantu saja," ujar Berlin duduk di sebelah Wiway yang tak memperdulikan mereka.
Gadis itu terus asyik menikmati makanan di depannya tanpa sedikitpun terganggu dengan kehadiran Berlin.
"Hmmm lezatnya!" ucap Wiway begitu bahagia menikmati steak di tangannya
"Bukan begitu Lin, aku hanya kaget saja kau tiba-tiba muncul di depanku. Biasanya aku susah sekali menemui mu makannya aku kaget bukan main saat bertemu dengan bunga kampus sepertimu," sahut Ezza
"Biasa aja keles, btw siapa gadis ini, apa dia pacar barumu?" tanya Berlin melirik kearah Wiway
"Hai!!" sapa Wiway melambaikan tangannya kearah Berlin
"Hai juga,"
"Oh dia, dia...temanku," jawab Ezza sedikit gagap
"Teman??, sejak kapan kau punya teman perempuan selain aku?" tanya Berlin curiga
"Dia temenku saat mendaki gunung Selamat di Pekalongan, kebetulan kami bertemu lagi belum lama ini karena ia memutuskan bekerja di Jakarta. Kebetulan hari ini adalah hari ulang tahunnya jadi aku sengaja mentraktirnya, selagi aku tidak ada kelas," jawab Ezza
"Kau memang teman terbaikku Ezza, selalu ingat tanggal lahir ku meskipun aku sendiri tak mengingatnya. Thanks bro," sahut Wiway tersenyum padanya
"Dia memang seperti itu kepada semua wanita, untuk itulah kau harus berhati-hati terhadap buaya darat sepertinya," ucap Berlin
"Masa sih??"
"Kau lihat saja nanti," jawab Berlin menatap tajam kearah Ezza
"Tapi ... Ezza yang aku kenal bukan lelaki seperti itu. Ezza adalah lelaki sejati yang selalu menepati janjinya, memperlakukan wanita dengan hangat tanpa membeda-bedakannya. Jangan melihat sesuatu dari covernya, karena bisa jadi apa yang kita lihat tidak sesuai dengan isinya." ucap Wiway membuat Ezza tertegun mendengarnya.
"Tidak ku sangka kau begitu mengenal Ezza lebih dariku sahabat kecilnya," sahut Berlin
"Itu karena aku melihatnya dengan hati bukan dengan mata," jawab Wiway membuat Berlin menatapnya tajam
"Ah kenyangnya perutku!!" ujar Wiway kemudian bersendawa
"Cih, jorok sekali," ucap Berlin lirih
"Karena aku sudah kenyang berarti aku harus kembali bekerja, terimakasih Ezza atas traktirannya." ucap Wiway beranjak dari duduknya
"Sama-sama Wi," sahut Ezza
"Kalau ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi, kalau ada umurku panjang jangan lupa traktir steak lagi," ucap Wiway membuat Ezza tertawa
"Siap!" sahut Ezza memberikan hormat padanya
"Aku pergi, papay!" seru Wiway melambaikan tangannya
Gadis itu terus berjalan begitu riang sembari bersenandung membuat semua orang melihat kearahnya.
"Cantik-cantik tapi norak," ucap seorang wanita mencibirnya
Gadis itu terus menghentakkan kakinya tanpa menghiraukan ucapan orang-orang yang mencemoohnya.
Tiba-tiba gadis itu menghentikan langkahnya ketika menatap sepasang manula yang ketakutan melihatnya.
"Ha...ha..Han tuuuuuu!!!"