NovelToon NovelToon
Bernafas Tanpamu

Bernafas Tanpamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:515
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

Udara terasa berbeda hari itu lebih berat, lebih sunyi. Ia mengucapkan sebuah kalimat yang telah lama ia simpan, berharap waktu masih cukup untuk mendengarnya kembali.

Tak ada balasan.

Hanya diam yang terlalu lama untuk diabaikan.

Detik demi detik berlalu tanpa perubahan, seakan sesuatu telah bergeser tanpa bisa dikembalikan. Kata cinta itu menggantung, tidak jatuh, tidak pula sampai, meninggalkan pertanyaan yang tak terjawab.
Apakah kejujuran memang selalu datang terlambat?

Atau ada perasaan yang memang ditakdirkan untuk tak pernah didengar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21 The Shattered Promise

​Hening yang tercipta di lorong paviliun itu mendadak pecah oleh suara langkah terburu-buru Eleanor. Ia datang tepat saat Leo masih mematung dengan tangan yang ternoda darah Liora. Mata Eleanor membelalak ngeri melihat perban kemeja yang melilit tangan Liora dan ceceran merah di lantai marmer.

​Eleanor menatap Leo dengan tatapan yang seolah bisa membunuh. Namun, ia tidak meneriaki putranya kali ini. Ia beralih pada Liora, merengkuh bahu gadis itu yang terasa sedingin es.

​"Liora... Nak, apa yang terjadi? Kenapa tanganmu seperti ini?" suara Eleanor bergetar hebat.

​Liora tidak meringis. Ia bahkan tidak melihat lukanya sendiri. Ia menatap Eleanor dengan mata yang sudah mati, seolah-olah jiwanya sudah pergi mendahului raganya. Perlahan, Liora melepaskan diri dari pelukan Eleanor dan menjatuhkan lututnya ke lantai. Ia bersimpuh di kaki wanita tua itu.

​"Nyonya... saya mohon," suara Liora terdengar parau dan lirih. "Biarkan saya pergi. Sejauh mungkin dari tempat ini. Sejauh mungkin dari jangkauan Tuan Leo."

​"Liora, tidak... kau sedang terluka, Nak," Eleanor ikut berlutut, mencoba mengangkat tubuh Liora.

​"Saya berjanji," potong Liora dengan nada yang begitu teguh hingga membuat suasana semakin mencekik. "Semua pakaian ini, makanan yang saya makan, obat-obatan, dan setiap sen yang sudah Nyonya berikan... saya akan mencatatnya. Saya akan mengembalikannya. Saya akan bekerja seumur hidup saya untuk melunasi hutang budi itu. Tapi tolong... lepaskan saya sekarang. Saya tidak bisa bernapas di sini. Saya takut... saya takut jika saya tinggal lebih lama, saya tidak akan menjadi manusia lagi."

​Eleanor terisak. Ia memeluk kepala Liora, menangis sejadi-jadinya. "Ini bukan tentang hutang, Liora. Kau adalah nyawaku. Bagaimana bisa kau bicara tentang mengembalikan semuanya?"

​Liora menggeleng kuat-kuat di dalam pelukan itu. "Saya tidak mau memiliki hubungan apa pun lagi dengan nama Caelum. Saya ingin bebas. Tolong, Nyonya... jangan biarkan saya mati perlahan di rumah ini."

​Di belakang mereka, Leo berdiri kaku. Matanya berkaca-kaca, memerah menahan badai emosi yang berkecamuk. Ia ingin berteriak bahwa Liora tidak boleh pergi, ia ingin menyeretnya kembali ke kamar, tapi lidahnya terasa lumpuh. Keras kepalanya masih mengunci mulutnya rapat-rapat. Ia hanya diam, membiarkan egonya yang besar menjadi tembok yang memisahkan mereka, meski hatinya terasa seperti sedang diiris sembilu melihat Liora bersimpuh memohon kebebasan darinya.

​Eleanor menatap Leo, berharap putranya akan bersujud dan meminta maaf. Namun, Leo hanya membuang muka, menatap ke arah lain dengan rahang yang mengeras.

​Melihat keras kepala putranya yang sudah melampaui batas kemanusiaan, Eleanor akhirnya menghapus air matanya. Ia mengambil keputusan besar.

​"Baiklah," ucap Eleanor dengan suara yang tajam namun penuh luka. "Jika rumah ini adalah penjara bagimu karena keberadaan putraku, maka aku sendiri yang akan membukakan pintunya untukmu."

​Liora mendongak, ada secercah harapan di matanya yang redup.

​"Tapi aku tidak akan membiarkanmu pergi sendirian ke jalanan," lanjut Eleanor sambil menatap Leo dengan kebencian yang nyata. "Aku yang akan menemanimu. Aku yang akan mencarikan tempat tinggal baru untukmu. Aku tidak akan membiarkanmu sedetik pun tanpa perlindunganku, meskipun itu berarti aku harus ikut meninggalkan rumah ini."

​Leo tersentak. Matanya yang berkaca-kaca kini menatap ibunya dengan tidak percaya. "Ibu? Apa yang Ibu katakan?"

​Eleanor tidak menjawab Leo. Ia membantu Liora berdiri, memapah gadis itu dengan hati-hati. "Ayo, Liora. Kemas barang-barangmu yang paling berharga saja. Jangan bawa apa pun yang dibeli dengan uang pria sombong ini. Kita pergi sekarang."

​Leo hanya bisa berdiam diri, terpaku di posisinya saat melihat Liora dipapah keluar melewati dirinya. Liora sama sekali tidak menoleh. Bagi Liora, Leo sudah menjadi hantu di masa lalunya yang ingin ia lupakan.

​Saat pintu mobil Eleanor tertutup dan deru mesinnya menjauh meninggalkan gerbang mansion, Leo masih berdiri di tempat yang sama. Darah Liora yang tadi menempel di tangannya kini sudah mengering, meninggalkan bekas kecokelatan yang kotor.

​Ia tetap pada keras kepalanya, menolak untuk mengejar, menolak untuk meminta maaf. Namun, di dalam dadanya, ada sesuatu yang retak dan hancur berantakan. Ia menyadari bahwa malam itu, ia tidak hanya kehilangan Liora, tapi ia juga kehilangan satu-satunya tempat ia pulang ibunya.

​"Bagi Liora, kebebasan adalah kemiskinan yang jujur; ia lebih memilih lapar daripada kenyang oleh roti yang diberikan dengan hinaan."

​"Leo adalah raja tanpa takhta ia memenangkan egonya, namun kehilangan setiap orang yang mencintainya."

​"Terkadang, diamnya seseorang bukan berarti ia kuat, melainkan karena ia terlalu pengecut untuk mengakui bahwa dunianya telah runtuh."

​"Eleanor menyadari bahwa mencintai putranya berarti membiarkan putranya merasakan dinginnya kesepian yang ia ciptakan sendiri."

1
brawijaya Viloid
Thorr update setiap harii bintang 6 untuk author 🥰🥰
Ra H Fadillah: "Wow, terima kasih atas rating bintang 5 nya 💞! 🙏 Rasanya senang banget ceritanya bisa menyentuh hati kamu. Kalau penasaran dengan kisah lain yang penuh emosi dan drama, aku baru saja merilis ‘Breathing Without You’. Siap-siap terbawa perasaan, ya!"
total 1 replies
Anonymous
mo nangiss bgt wajib baca sihh 😢
Anonymous
jgn ngagantung dong authro plis 😭
Anonymous
awas menyesal leo 🥺
Anonymous
seru bgt mo nangisss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!