NovelToon NovelToon
Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis
Popularitas:19.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rifani

Novel ini adalah lanjutkan dari novel ISTRI KECIL SANG PEWARIS. Sengaja di pisah karena novel ini di khususkan untuk kebahagiaan rumah tangga Gabrielle dan Elea setelah semua masalah hidup terselesaikan. Di novel ini Elea akan memulai hidup barunya sebagai seorang mahasiswi. Dia juga akan belajar menjadi seorang model dan juga desainer dari Grandma Clarissa. Juga akan mengisahkan tentang usaha Gabrielle dan Elea dalam memiliki momongan hingga pada akhirnya mereka di beri tiga pewaris seperti yang pernah di lihat Elea dulu.

Novel ini mengandung banyak keuwuan, kebucinan dan juga kelucuan. Harap kepada para pembaca untuk tidak muntah paku ketika membaca bagian-bagian berbahaya tersebut.

Terima kasih dan selamat tersesat dalam dunia halu bersama penulisnya. Salam kiss kiss onlen dari emak termanis se-Mangatoon 😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pujian Untuk Sang Istri

"Res, bagaimana persiapannya?" tanya Gabrielle sambil mengendurkan dasi di leher. "Jangan lupa siapkan juga buket mawar putih untuk istriku. Dan satu lagi. Sekarang Elea sedang menggemari wine. Kemarin malam aku tidak sengaja melihatnya sedang mencuri di gudang anggur. Tolong siapkan rasa yang terbaik ya."

"Baik, Tuan Muda," sahut Ares patuh.

"Oh iya, apa kau sudah memberitahu Cira tentang acara malam ini?"

Ares mengangguk.

"Tapi sepertinya dia akan sulit untuk pergi karena Grandma Clarissa terus saja merengek ingin ikut berlayar. Beliau bahkan membuat saya tidur sendirian karena meminta Cira untuk bermalam di rumah Tuan Bryan."

Gabrielle tertawa pelan. Dia jadi ingat saat istrinya menjadi rebutan semua orang. Bahkan terkadang Gabrielle harus rela bertengkar dengan anggota keluarga yang lain jika waktunya bersama Elea di kurangi. Dan untung saja Elea selalu berada di pihaknya. Perempuan yang sebentar akan segera berusia dua puluh tahun itu selalu mengutamakan perintah yang dia ucapkan. Kepatuhan itulah yang selalu membuat Gabrielle menggila jika Elea tidak ada di sisinya. Elea sudah seperti nikotin yang sangat candu. Gabrielle benar-benar sudah tidak bisa lepas lagi darinya.

"Res, menurutmu Elea akan suka tidak dengan kejutan ini?" tanya Gabrielle. "Pemikirannya itu sedikit unik. Aku takut dia tidak merasa happy malam ini."

"Saya rasa ketakutan anda tidak berdasar, Tuan Muda. Meski terkadang aneh, tapi saya yakin Nyonya Elea pasti akan sangat menyukai pemandangan langit malam ketika berada di atas kapal pesiar. Lagipula di sana nanti akan ada Nona Patricia, Lusi, Nona Muda Kayo, dan juga Cira. Tapi untuk Cira saya tidak berani menjanjikan karena sekarang dia sedang dalam cengkeraman seekor singa tua. Saya harap anda bisa maklum, Tuan Muda," jawab Ares sambil tersenyum.

"Kau kurang ajar sekali Res menyebut neneknya Elea dengan sebutan singa tua. Dia bisa membuatmu mati berdiri jika sampai mendengar hal ini!" ucap Gabrielle.

"Dan untungnya Nyonya Elea sedang tidak ada di sini. Beliau masih belum kembali dari kampus."

Begitu Ares menyebut kata kampus, Gabrielle langsung teringat kalau sejak tadi Elea belum menghubunginya. Padahal pagi tadi istrinya itu sudah berjanji akan datang ke kantor siang ini. Khawatir terjadi sesuatu, Gabrielle segera meraih ponselnya kemudian menelpon mata-mata yang dia tugaskan untuk mengawasi kegiatan Elea di kampus.

"Istriku sedang apa? Kelasnya sudah berakhir apa belum?" tanya Gabrielle begitu panggilan terhubung.

"Selamat siang, Tuan Muda. Saat ini Nyonya Elea sedang makan di kantin bersama dengan Nona Luri. Dan sepertinya kelas masih belum berakhir karena mahasiswa kelas desain lainnya masih belum pulang."

Terdengar dengusan pelan saat Gabrielle mendengar jika istrinya masih akan berada di kampus untuk beberapa waktu ke depan. Dia langsung merasa tidak bersemangat.

"Ya sudahlah kalau memang dia masih ada kelas. Oh ya, tadi di kampus ada yang mengganggunya tidak? Istriku terluka tidak? Awas saja ya kalau tubuhnya sampai lecet. Aku bersumpah akan mengirimmu pergi ke dunia antah-berantah."

Ares menggelengkan kepala mendengar keposesifan Tuan Muda-nya yang sedikit berlebihan. Namun dia bisa maklum karena keadaan nyonyanya baru saja pulih. Andai hal ini terjadi pada Cira, Ares mungkin akan melakukan hal yang sama seperti Tuan Muda-nya. Tapi ya sudahlah, mau sakit ataupun tidak sakit banteng pencemburu ini akan tetap bersikap posesif pada pasangannya. Keposesifannya benar-benar sudah tidak ada obat.

"Saat Nyonya Elea baru sampai di kampus, beliau sepertinya memberi sedikit pelajaran pada Kak Ning. Nyonya terlihat begitu marah karena Kak Ning memandang rendah dirinya. Saya kurang jelas mengenai apa yang di ucapkan oleh Nyonya. Tapi yang pasti wajah Kak Ning langsung pucat pasi tak lama setelah dia melihat sesuatu di ponsel Nyonya."

Wow, sepertinya Kak Ning ini menjadi korban pertama dari kepolosan istrinya. Gabrielle yang mendengar hal ini pun merasa sangat puas. Dia suka jika istrinya menindas orang lain yang berani meremehkannya.

"Lalu kehebatan apalagi yang dilakukan oleh istriku? Dia membuat mahasiswa di sana mati berdiri tidak? " tanya Gabrielle dengan penuh semangat.

"Ada satu kejadian lagi, Tuan Muda. Dan ini baru terjadi beberapa menit yang lalu. Di kantin ada satu geng yang di ketuai oleh gadis bernama Lolly yang mencoba untuk memalak Nyonya Elea dan Nona Lusi. Namun Nyonya membalas mereka dengan cara yang sangat keren!"

"Cara apa? Ayo cepat ceritakan padaku!"

Gabrielle jadi antusias sendiri membayangkan betapa kerennya Elea saat membabat para musuhnya. Di bayangannya sekarang Elea sedang mengeluarkan jurus mautnya untuk membuat gadis bernama Lolly itu berubah menjadi batu. Seperti biasa, lidah beracun.

"Saat Lolly meminta agar Nyonya memberikan semua uangnya, dengan santai beliau menumpuk uang di atas meja. Ada juga belasan black card yang membuat para mahasiswa di sana menelan ludah. Namun hal itu tidak membuat Lolly merasa puas, Tuan Muda. Dia mengejek Nyonya sebagai manusia purba dan bertanya apakah Nyonya memiliki kuda putih atau tidak. Dan setelah itu Nyonya berbalik mengejek Lolly dengan mengatakan kalau dengan semua uang yang beliau miliki sanggup untuk membuat Lolly tidak berani menampakkan wajahnya di kampus. Lolly marah, kemudian berniat untuk menampar wajah Nyonya. Dan di saat yang bersamaan Nona Lusi mendorong Lolly hingga terjatuh kemudian mengancam akan melaporkan perbuatannya ke pihak kampus. Setelah itu semuanya kembali normal seperti biasa, Tuan Muda."

Ares tersenyum melihat Tuan Muda-nya tertawa terbahak-bahak. Dia pun ikut merasa bangga karena si nyonya kecil mampu menghadapi masalah dengan cara yang sangat keren.

"Hahahahhaaa... ini baru istriku. Kau benar-benar sangat luar biasa, sayang. Aku beruntung memiliki kancil cantik sepertimu!" puji Gabrielle sambil terus bertepuk tangan.

"Tuan Muda, panggilannya masih tersambung!" ucap Ares mengingatkan.

"Astaga, aku sampai lupa saking senangnya, Res. Istriku sangat hebat bukan? Ah, sayang sekali aku tidak ada di sana tadi. Jika iya, maka aku akan menjadi orang yang bertepuk tangan paling kuat untuk memberi penghormatan padanya. Istri kecilku sungguh sangat mengagumkan!" sahut Gabrielle tak bisa berhenti memuji kemampuan sang istri. "Ya sudah kau awasi terus istriku dan juga istrinya Gleen. Dan jika ada kejadian seperti itu lagi jangan lupa untuk mengabadikannya dalam video. Aku ingin melihatnya juga asal kau tahu."

"Baik, Tuan Muda. Nanti jika ada mahasiswa yang mencari masalah lagi dengan Nyonya, saya pasti akan langsung merekamnya. Kalau begitu panggilan ini saya matikan dulu, Tuan Muda. Nyonya Elea dan Nona Lusi sepertinya sudah mau kembali ke kelas. Mereka saat ini sedang berjalan keluar dari kantin."

"Ya sudah matikan saja. Karena kau telah memberiku kabar yang sangat menyenangkan maka aku akan memberimu bonus tambahan untuk bulan ini. Tolong pastikan keselamatan istriku dengan baik. Dan ingat, jangan memandangnya lebih dari tiga detik. Oke!"

"Baik, Tuan Muda. Dan terima kasih untuk bonusnya."

Gabrielle kembali tertawa setelah memutuskan panggilan. Dia jadi gemas sendiri saat membayangkan betapa lucunya Elea ketika membuat Kak Ning dan Lolly tak bisa berkata-kata lagi. Ekpresi di wajahnya pasti terlihat sangat konyol.

"Mental Nyonya Elea cukup mengerikan, Tuan Muda!" ucap Ares membuka percakapan.

"Iya Res. Aku pikir dia akan menjadi mahasiswa yang tertindas. Ternyata dugaanku salah,"

"Saya berani jamin kalau Kak Ning itu pasti sangat kaget begitu tahu kalau Nyonya adalah cucu dari desainer pujaannya. Karena yang saya dengar dari Safira, Kak Ning ini begitu mengidolakan Grandma Clarissa. Harga dirinya pasti langsung jatuh saat Nyonya memperlihatkan fotonya yang sedang bersama Grandma!" tambah Ares sambil terkekeh pelan.

"Aku setuju dengan perkataanmu, Res. Oh iya, tolong kau pesankan kuda putih untuk istriku ya. Jika bisa usahakan besok pagi sudah ada di halaman rumah. Aku ingin menjadikan kuda tersebut sebagai hadiah utama untuk ulang tahunnya."

"Baik, Tuan Muda."

Tuan Muda, tolong jangan jadikan kuda itu sebagai hadiah utama juga. Saya dan Nun bisa sangat bingung untuk menentukan mana hadiah utamanya karena ada puluhan hadiah utama yang sudah anda siapkan sejak bulan kemarin. Tolong jangan mempersulit kami, Tuan Muda. Tolong....

...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...

...🍀Jangan lupa vote, like, dan commen...

...ya gengss...

...🍀Ig: rifani_nini...

...🍀Fb: Rifani...

1
Maya Lara Faderik
dari siri pertama pertemuan Elia,levi dan Gabriel sampai siri kedua tak henti ketawa🤣🤣🤣🤣😄
Avril
tapi memang sih..aku sering ketagih Bau uang 😂
Nazema Ardiansyah
lanjutkan ka
Laili Dwi Agustina
Bern dingin seperti beruang kutub tapi pria yang gentleman 👍😍
Laili Dwi Agustina
wow hanya dengan amora ...Bern mengucapkan banyak kata...sudah gak irit bicara👍😍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘᴊᴇᴍɪᴍA💘ѕ⍣⃝✰zc❖: ‎Halo sahabat pembaca ✨
‎Aku baru merilis cerita terbaru berjudul BUKAN BERONDONG BIASA
‎Bercerita tentang Lucyana yang dikhianati oleh masa lalu, lalu terjebak dalam pernikahan mendadak dengan Sadewa—seseorang yang jauh lebih muda dengan luka sendiri yang membuatnya trauma.
‎Bisakah keduanya bertahan? Ataukah cinta mereka akan menyerah pada masa lalu yang menghantui?
‎Mampir, ya… siapa tahu kamu ikut jatuh hati pada perjalanan mereka.
‎Terimakasih💕
total 1 replies
Jumiah Miah
padahal menunggu knp sampai dsni crtanya pdhal bgus bgt aqu taunya cuma dsni
Yanxy Yanxipl
Gabriel saraf binatang sja di cemburu in benar2 saraf
Dahlia Anjani
sabar Levi... kenapa gk iyakn aja ucapan ellea barusan.. skrg nyselkna..🤣🤣🤣🤭🤭
Dahlia Anjani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Andrea
dah 2 tahun gx update juga ini novel..gx jelas penulis'y😒
Dahlia Anjani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 astaga ellea...
Dahlia Anjani
sabar nun 🤣🤣
Dahlia Anjani
sabaarr sabaarr dokter Jackson hehe
Ailiya Amalia
sangat bagus
Maghfira
mak tolong update lagi dong please 😭😭😭
Tety Yulianti
Luar biasa
Ra Lasminah
Karl dialah musuh dalam selimut
Ra Lasminah
flow seperti elea yg bisa melihat kedepan sedangkan Karl seperti Gabriel ayahnya yg bisa baca pikiran orang karna musuh yg sebenarya adalah pada Karl karna dialah yg mendapatkan kutukan itu
Bundana Irpan Sareng Faizal
❤❤❤❤
Syella Alvionita
Mak, Judul yang punya flow apa ya ? Aku kok cari gak ada
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!