Shen yifan adalah seorang pemuda yang terobsesi dengan pembuatan pil, namun sayangnya, ia tidak bisa menjadi alkemis di dunia ini hanya karena menjadi manuisa cacat.
Banyak sekali kultivator. Namun orang-orang untuk menjadi seorang alkemis di dunia ini sudah sangat jarang di temukan, bahkan menjadi salah satu kemunduran mutlak.
Salah satunya, hampir di seluruh dunia ini hanya 000,1% para kultivator yang mempunyai element api.
Salah satunya adalah kakek Shen yifan.
Apakah Shen yifan bisa menggapai cita-citanya untuk menjadi alkemis? Atau dia akan mengubah takdir secara tidak langsung, untuk menjadi alkemis sejati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon En zz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5 : Keberuntungan di dalam kesialan
Apa itu dao?
Terkadang seseorang kultivator mengabaikan pertanyaan seperti itu, bukan karena malas berpikir, tapi karena itu adalah pertanyaan yang sangat kompleks untuk di jawab, bahkan orang-orang superior pun terkadang menghindari pertanyaan seperti itu.
Beda dengan manusia cacat ini, Shen yifan melayang di balik kehampaan alam semesta, tubuhnya kaku tidak bisa bergerak.
-Apa itu dao?-
Shen yifan dalam keadaan mata tertutup, mendengar suara entitas yang asing baginya, tidak tahu siapa itu, namun Shen yifan merasakan seluruh tubuhnya sangat panas dan sakit.
"dao?" di dalam lubuk hatinya.
-Apa itu dao?-
Shen yifan tidak bisa menjawab, karena baru pertama kalinya ia mendengar hal itu, ia menghabiskan waktunya dua tahun untuk mengeluh tidak belajar sedikitpun esensi dari dunia ini.
sebelum dua tahun yang lalu?
Shen yifan benar-benar tidak ingat, yang hanya ia tahu, bahwa kakeknya memungut Shen yifan saat itu, sebelum itu tidak ada yang tahu, bahkan—mungkin Shen yifan juga tidak tahu, tidak ingat apa yang terjadi padanya sebelum di bawa oleh kakek Lu ming, sampai di kasih nama sama kakeknya, karena ia tidak tahu namanya sendiri.
Namun di dalam pikiran Shen yifan seperti ada pengetahuan yang menyimpang, entah darimana dan tidak tahu siapa yang memasang pengetahuan itu.
-semua akan kembali kepada dao.- Itulah yang ada di dalam pikiran Shen yifan.
Seolah menjawab pikiran, entitas itu terdiam, lalu.
-Jawaban yang menarik. Aku tahu seluk beluk kehidupanmu, tapi tidak tahu siapa yang mengajarkanmu di dalamnya, sungguh aneh.-
Entitas misterius itu tidak bisa menebak, kenapa seolah ada dua pengetahuan di dalam satu tubuh?
-kalau begitu, sampai ketemu kembali.-
Tubuh zihan mulai bercahaya, perlahan tubuhnya menjadi miliaran partikel cahaya, lalu lenyap.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Sialan, kalian pengecut, lemah!"
Di suatu tempat yang megah, Gu lie menampar anak buahnya yang tersisa, setelah enam orang lainnya tewas oleh Shun yifan.
"Melawan manusia cacat saja gak becus!" lalu Gu lie menendang anak buahnya yang sedang berlutut.
"Tuan, tidak seperti rumor yang di katakan, dia mempunyai kekuatan!" Salah satu anak buahnya memberanikan diri untuk berbicara.
"Kekuatan? Dari seseorang yang cacat?" Gu lie mengangkat salah satu anak buahnya yang berbicara, Gu lie mencengkeram leher anak buahnya. "kalian berhalusinasi?"
"T-tuan, d-dia benar-benar mengeluarkan kekuatannya!" Suara anak buahnya hampir tidak terdengar.
"Kekuatan macam apa hah? Dari seseorang yang cacat?" Gu lie merasa sangat kesal.
"I-itu dia melempar-lempar a-api merah di tangannya!"
Seketika Gu lie terdiam, kaget. Gu lie tahu api merah itu, Gu lie melepaskan cengkeramannya.
"Oh, tua bangka, tua bangka, ternyata kau mewariskannya, haha!" Gu lie tertawa, karena ini akan memudahkannya untuk mencuri Flame devouring dari orang yang cacat—dari Shen yifan.
"Kemana perginya bocah itu?" Gu lie bertanya kepada salah satu anak buahnya yang tidak sengaja melihat Shen yifan jatuh.
"Bocah itu jatuh ke jurang dan berakhir di sungai yang deras menuju perbatasan!" jawab anak buahnya.
"Perbatasan yah?" Gu lie mulai melihat keluar ruangan itu.
"Iya, perbatasan kota istana langit!" Lanjut anak buahnya.
"Ini perintah. Segera kirimkan orang-orang ku untuk menelusuri sungai, Bocah cacat itu tidak akan bertahan setelah jatuh dari tebing!" Gu lie memerintahkan anak buahnya untuk mencari Shen yifan di setiap sudut sungai.
"Siap tuan!" Salah satu anak buahnya bergegas keluar.
(Flame devouring, akan menjadi milikku!)
......................
Di tepi sungai, Shen yifan masih tidak sadarkan diri. Namun tiba-tiba ia terbangun oleh kayu yang mengalir dari sungai, mengenai kepalanya.
"Aduh!" Shen yifan kesakitan, karena baru saja ia harus terjun dari tebing, sekarang kepalnya malah terkena oleh kayu itu.
"Arghh, sakit sekali!" Ketika Shen yifan duduk, ia merasakan nyeri yang sangat luar biasa di pinggul kanannya, Shen yifan memeriksa, ternyata ada luka yang cukup dalam dan darah yang mengalir sangat murni.
"Untung saja aku masih hidup, luka ini harus segera ku tutupi!" Shen yifan mulai merobek lengan baju nya, dan mengikatkan nya di daerah pinggul yang kena luka.
"Arghhh!" Saat mengikatnya, ia merasakan sakit yang luar biasa.
"Sial, kalau terus begini, anak buah Gu lie pasti mengejarku!"
Lalu ia teringat akan dirinya bisa menyerap energi spiritual, ia berharap energi itu bisa menutupi lukanya, setidaknya untuk meringankan luka.
Shen yifan duduk meditasi, ia menutup matanya dan mulai mengalirkan energi alam kedalam tubuhnya.
"Energi disini sangat melimpah, tapi kenapa hanya sedikit yang masuk?" Keluh Shen yifan, karena energi yang di hasilkannya sangat sedikit.
"Ahh, yang penting energi ini meringankan lukaku." Benar saja energi alam itu meringankan luka dalamnya.
"Sambil menyerap energi, aku akan berkultivasi, semoga naik ranah!" Shen yifan tahu betul, walau dulu saat bersama kakeknya ia tidak bisa menyerap energi alam, dia memang kultivator dalam artian lain. Namun di sisi lain ia tidak bisa berkultivasi.
Shen yifan mulai memadatkan dantiannya, mengumpulkan setiap partikel-partikel energi spiritual.
Tubuhnya mulai bercahaya, tanda Shen yifan akan segera menerobos.
Setelah beberapa saat ia berkultivasi.
"Akhirnya aku jadi seorang immortal, walau masih di ranah condensation Qi!"
Rasa senang sekarang berada di dalam lubuk hatinya, Shen yifan sudah menerobos langkah awal dari kultivasi, yaitu ranah kondensasi tahap awal, yang merupakan. (Menyerap energi spiritual alam (Qi), menyimpannya di otot dan pembuluh darah. Tubuh menjadi sekuat baja, lari secepat angin, tapi belum bisa terbang.) Itulah pengetahuan umum menurutnya.
"Sekarang aku dimana?" Shen yifan mulai bingung, karena setiap melihat semua arah, ia hanya melihat lembah dan sungai.
Tanpa mengetahui apapun Shen yifan mulai berjalan menyusuri sungai.
Tidak lama kemudian, akhirnya ia mendengar suara riuh banyak orang, setelah berjalan sedikit.
"Wah, di depan ada kota!" Shen yifan melihat tembok dan gerbang besar sekitar belasan meter di depannya.
Sembari memegang pinggulnya yang sakit karena berjalan, ia terus melangkah, namun saat dia akan melangkah lagi, kakinya bergetar dan perutnya terus berkeroncongan, alhasil dia ambruk di sisi jalan, seperti pengemis.
"Kenapa kesialan ini terus mengikutiku?" keluh Shen yifan di sisi jalan.
Tiba-tiba ada kereta kuda yang sangat mewah menuju gerbang itu, Melintasi Shen yifan yang sedang ambruk.
Shen yifan melihat sekilas seorang wanita dibalik tirai jendela kereta kuda, memakai cadar tipis, namun kecantikannya sampai kedalam mata Shen yifan.
Siapa sangka, kereta itu melewati Shen yifan sedikit, orang di dalam kereta itu melempar beberapa batu spiritual kehadapan Shen yifan.
Shen yifan terdiam, dan langsung mengambil batu spiritual itu.
"Di sangka aku pengemis? Ah sudahlah, beberapa batu spiritual kelas menengah, bisa membuat perut ini menjadi besar haha!"
Shen yifan berdiri lagi semangat, dan langsung menuju kota istana langit.