NovelToon NovelToon
Maharaja Harem: Sistem Penguasa Jagat

Maharaja Harem: Sistem Penguasa Jagat

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Sistem / Epik Petualangan
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: RIOR

Dibuang dan dibiarkan mati di kegelapan Alas Purwo, Satria Pamungkas justru membangkitkan "Sistem Penguasa Jagat". Di dunia Nusantara Kuno yang kejam, kesaktian adalah segalanya. Satria tidak peduli pada moralitas; ia menghancurkan musuh hingga ke akar-akarnya dan melipatgandakan energinya setiap kali menaklukkan wanita-wanita paling berpengaruh di jagat raya. Dari seorang buangan, sang anti-hero bangkit menembus ranah dewa, membangun imperium harem tak terbatas, dan memaksa seluruh Dwipantara bertekuk lutut!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIOR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: Bayang-Bayang Kutukan Sang Penguasa Samudra

Angin laut bertiup kencang, membawa aroma belerang yang pekat dari sisa-sisa reruntuhan Pulau Karang Terlarang yang perlahan mulai tenggelam ke dalam pelukan samudra.

Kapal perang bertiang tiga milik Satria Pamungkas kini telah memutar haluan, bergerak meninggalkan pangkalan pusat Faksi Bajak Laut Laut Selatan yang kini tidak lebih dari sekadar tumpukan batu karang berdarah.

Di atas geladak, Dyah Sekar Ayu bergerak cepat bersama beberapa boneka ghaib yang dikendalikan oleh sisa energi Mantra Cundamani, menata peti-peti kayu berisi batu permata mistis, logam langka, dan gulungan kitab pusaka hasil jarahan dari gudang rahasia mendiang Ki Ageng Segoro.

Satria Pamungkas berdiri sendirian di anjungan tertinggi, menatap riak air laut yang perlahan kembali menggelap. Jubah hitamnya berkibar dengan irama yang tenang, kontras dengan gemuruh energi yang masih bergolak di dalam dantiannya.

Meskipun tubuh fisiknya tampak diam, kesadaran batin Satria sepenuhnya terfokus pada antarmuka hologram sistem yang berkedip-kedip di ruang batinnya.

[Bip! Sinkronisasi Inti Emas Ranah Raja Tahap 1 telah mencapai 100%.]

Status Meridian: Sempurna (Diperkuat oleh jalur energi kosmik).

Saldo Poin Saat Ini: 372.500 Poin.

Rekomendasi Sistem: Segera lakukan pembersihan sisa kutukan ghaib pada Pedang Bintang Delapan Kosmik Kedewaan sebelum memasuki wilayah perairan fana.

Satria mengernyitkan alisnya di balik caping bambu. "Sistem, jelaskan apa yang dimaksud dengan sisa kutukan ghaib? Bukankah Ki Ageng Segoro telah hancur menjadi abu?"

[Bip! Analisis Mendalam: Kematian Ki Ageng Segoro telah memicu Kutukan Getih Segoro. Esensi jiwa yang hancur dari seorang kultivator Ranah Raja Tahap 2 meninggalkan residu energi kebencian purba yang kini melekat pada slot permata kedelapan pedang Anda. Jika tidak dimurnikan dalam waktu 24 jam, kutukan ini akan menarik perhatian entitas penjaga samudra kuno yang berada di Ranah Raja Tahap 4 ke atas.]

Mendengar penjelasan tersebut, seulas senyum dingin penuh penghinaan muncul di bibir Satria. Ia tidak pernah mengenal rasa takut terhadap apa yang disebut kutukan atau takdir. Di matanya, setiap hambatan ghaib yang datang hanyalah kesempatan lain yang disediakan oleh alam semesta—atau sistem—untuk memanen lebih banyak poin.

"Buka Toko Kategori 4. Cari metode pemurnian terbaik yang bisa dibeli dengan saldo saat ini," perintah Satria tanpa ragu.

[Bip! Menampilkan Item Pemurnian Toko Kategori 4:]

Air Suci Sembilan Langit Kedewaan – Harga: 50.000 Poin. (Memurnikan segala jenis kutukan ranah raja dalam waktu 1 jam).

Api Suci Pembalik Sukma – Harga: 80.000 Poin. (Membakar residu jiwa hitam dan mengubahnya menjadi esensi Prana murni yang bisa diserap oleh Inang).

"Beli Api Suci Pembalik Sukma," putus Satria. "Aku tidak hanya ingin membersihkan kutukan ini, aku ingin memeras setiap tetes energi yang ditinggalkan oleh bajingan tua itu untuk memperkuat fondasiku sendiri."

[Bip! Memotong 80.000 Poin Sistem. Saldo Anda saat ini: 292.500 Poin.]

[Mengirimkan Api Suci Pembalik Sukma langsung ke dalam bilah pedang...]

Sreeeeeng!

Satria menarik Pedang Bintang Delapan Kosmik Kedewaan dari punggungnya. Begitu bilah hitam keunguan itu teracung ke langit, segumpal api berwarna putih keperakan mendadak muncul dari udara kosong, membungkus seluruh permukaan pedang termasuk permata safir kosmik di pangkal gagangnya.

SSSSSZT!

Suara desisan yang menyayat hati terdengar dari dalam bilah pedang. Bersamaan dengan kobaran api putih tersebut, gumpalan asap hitam berbentuk wajah raksasa Ki Ageng Segoro yang sedang berteriak histeris mencoba keluar dari dalam besi pusaka. Wajah ghaib itu menatap Satria dengan kebencian yang mendalam, mencoba memancarkan gelombang kutukan mental langsung ke arah otak Satria.

"Bocah terkutuk... kau tidak akan pernah bisa kembali ke daratan dengan selamat! Penguasa Lautan Purba akan menuntut balas atas darahku!" raung kutukan jiwa tersebut ghaib, hanya bisa didengar oleh Satria melalui jalur spiritual.

"Suaramu terlalu bising untuk sesosok mayat," ucap Satria datar.

Ia mengalirkan Prana emas murni dari Inti Emas Ranah Raja-nya secara masif, menekan asap hitam tersebut kembali ke dalam kobaran api putih ghaib. Di bawah tekanan ganda dari Prana emas Satria dan Api Suci Pembalik Sukma dari sistem, residu kebencian Ki Ageng Segoro tidak mampu bertahan lebih dari beberapa hela napas.

Wajah asap itu perlahan meleleh, hancur berkeping-keping, dan berubah menjadi tetesan cairan ghaib berwarna ungu bening yang langsung meresap melalui pori-pori kulit telapak tangan Satria.

BOOM!

Sebuah sensasi hangat yang menyegarkan mengalir melewati meridian lengan Satria, menuju langsung ke dalam dantiannya. Inti Emas-nya bergetar pelan, menyerap esensi murni tersebut hingga warnanya menjadi semakin solid dan memancarkan kilau keunguan yang lebih pekat.

[Bip! Pemurnian Sukses Sempurna!]

• Kutukan Getih Segoro: Berhasil dihapus sepenuhnya.

• Peningkatan Kapasitas: Fondasi Ranah Raja Tahap 1 Anda kini telah stabil sepenuhnya, menghilangkan masa konsolidasi yang biasanya membutuhkan waktu tiga tahun meditasi.

• Bonus Senjata: Ketajaman Pedang Bintang Delapan Kosmik Kedewaan meningkat secara permanen sebesar 15% terhadap makhluk beratribut air.

Satria mengayunkan pedangnya sekali ke arah laut kosong di sisi kanan kapal, menciptakan garis tebasan angin vertikal yang membelah permukaan air laut hingga sedalam sepuluh meter sepanjang beberapa ratus meter sebelum akhirnya menyatu kembali. Kepuasan dingin terpancar dari sorot matanya saat ia mengembalikan pedang itu ke dalam sarungnya.

Sementara itu, Dyah Sekar Ayu berjalan mendekat dari arah geladak tengah, membawa sebuah gulungan perkamen kulit kambing kuno yang tampak setengah terbakar namun bagian dalamnya masih utuh. Ia membungkuk hormat sebelum berbicara dengan nada suara yang penuh ketakutan suci.

"Yang Mulia Raja, hamba menemukan ini di dalam kotak rahasia yang tersembunyi di bawah singgasana Ki Ageng Segoro. Ini tampaknya bukan peta biasa, melainkan sebuah dokumen komunikasi rahasia antara Faksi Laut Selatan dan faksi internal dari Kerajaan Kediri," ucap Sekar Ayu sembari menyodorkan perkamen tersebut dengan kedua tangannya.

Satria mengambil perkamen itu, membukanya dengan satu gerakan tangan ghaib. Sepasang mata emas murninya menyapu tulisan-tulisan kuno yang tertera di sana. Seiring baris demi baris informasi yang dibacanya, senyum kejam di wajah Satria semakin melebar. Ia selalu mencari keuntungan taktis langsung mengenali nilai dari dokumen ini.

Dokumen tersebut berisi perjanjian rahasia di mana salah satu Patih agung dari Kerajaan Kediri, Patih Gajah Sarkara, secara diam-diam memberikan pasokan budak dan besi suci daratan kepada Faksi Laut Selatan.

Sebagai imbalannya, armada bajak laut Ki Ageng Segoro bertugas mencegat dan menenggelamkan setiap kapal dagang atau utusan diplomatik dari Kerajaan Singasari yang mencoba melewati perairan selatan, guna melemahkan stabilitas ekonomi saingan terbesar mereka.

"Menarik..." gumam Satria, suaranya bergaung rendah menembus angin malam. "Kerajaan Kediri yang agung ternyata memelihara tikus laut untuk menggerogoti tetangga mereka sendiri. Patih Gajah Sarkara ini... dia baru saja memberiku alasan terbaik untuk meruntuhkan gerbang kotanya."

"Yang Mulia, Patih Gajah Sarkara dikenal sebagai seorang pendekar Ranah Senopati Tahap 5 puncak yang memimpin garis depan pasukan gajah Kediri," Sekar Ayu memberikan informasi tambahan dengan cepat. "Namun, di hadapan kekuatan Ranah Raja milik Anda yang sekarang, dia tidak lebih dari sekadar belalang yang mencoba menghentikan kereta kuda."

Satria melemparkan kembali perkamen itu ke arah Sekar Ayu yang langsung menangkapnya dengan sigap. "Simpan dokumen itu, Sekar Ayu. Itu akan menjadi surat kematian bagi faksi Patih tersebut ketika kita tiba di daratan tengah. Namun, sebelum kita menghadapi tentara daratan, sistem mendeteksi adanya pergerakan aneh di garis batas Segoro Getih."

Satria membalikkan tubuhnya, menatap ke arah utara di mana air laut mendadak berubah warna menjadi hijau pekat dan mengeluarkan uap dingin yang tidak biasa. Udara di sekeliling kapal perang mereka mendadak turun drastis hingga ke titik beku, membuat lambung kayu kapal mulai dilapisi oleh lapisan es tipis.

[Bip! Peringatan Skala Tinggi!]

• Deteksi Entitas Kuat: Terdeteksi kemunculan makhluk pelindung kuno Ki Penjaga Arus Dalam (Ranah Raja Tahap 3 awal).

• Penyebab: Meskipun kutukan telah dibersihkan, sisa kematian massal ribuan perompak telah membangunkan makhluk ghaib yang tertidur di dasar palung laut selatan ini.

• Estimasi Jarak: 2 Kilometer di depan kapal, bergerak naik dengan kecepatan tinggi.

Satria Pamungkas tidak menunjukkan kepanikan sedikit pun. Sebaliknya, ia melangkah maju ke ujung anjungan kapal, membiarkan angin es menerpa wajahnya yang dingin.

Tangan kanannya kembali bertumpu pada gagang pedang kosmiknya, siap untuk melakukan pembantaian berikutnya demi mengumpulkan poin sistem yang melimpah sebelum kakinya kembali menginjak tanah daratan Dwipantara.

1
Anata diya
/Smile//Smile//Smile/
Ranah Pengangguran Bintang 5
Semangat Thor!!! Jangan Sampai Putus Ditengah Jalan....
Tante Mimi
Bagus.. ceritanya seru, tapi sayang bab-nya masih sedikit /Sob/ semangat, jangan lupa update yang banyak/Chuckle/
RIOR'CC
Jangan Lupa Follow & Like Guys 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!