NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ceo

Transmigrasi Ceo

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Bagus Dwi

Dikhianati hingga tewas di dunia modern, Anya, seorang CEO jenius ahli strategi investasi, bertransmigrasi ke tubuh Permaisuri Xian—seorang istri kaisar yang lemah, miskin, dan ditindas oleh para selir di istana belakang.
Namun, si licik salah memilih lawan. Jiwa yang baru ini tidak mengenal kata menyerah. Menggunakan ilmu ekonomi modern, Anya mengobrak-abrik Paviliun Logistik, menyikat habis menteri korup, dan membalikkan keadaan hingga para musuhnya gemetar ketakutan!
Di tengah aksi balas dendamnya yang badass, Kaisar Liang yang dingin dan berwibawa justru mulai mendekat, terpikat oleh kepakan sayap sang Ratu yang baru.
"Kau sangat menarik, Xian. Katakan padaku... apa yang sebenarnya terjadi padamu?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagus Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 PERJANJIAN RAHASIA DUA PENGUASA

Malam harinya, ketika seluruh kompleks istana belakang telah diselimuti oleh kesunyian malam yang damai dan diselimuti kabut tipis, Kaisar Liang kembali mendatangi Istana Phoenix secara rahasia. Tanpa membawa satu pun pengawal pribadi berbaju zirah atau kasim senior di belakangnya, pria tinggi tegap itu melangkah masuk menyusuri selasar kayu dengan gerakan kaki yang hampir tidak bersuara, menuju langsung ke arah ruang kerja pribadi Anya.

Di dalam ruangan, Anya masih duduk menghadap ke meja kerjanya yang dipenuhi oleh belasan gulungan laporan efisiensi anggaran bulanan yang baru. Cahaya dari sebatang lilin besar yang menyala terang menerangi wajah cantiknya yang tampak fokus, menciptakan bayangan siluet yang indah di dinding ruangan.

"Kau sungguh tidak pernah berhenti membuatku takjub, Permaisuri Xian... atau harus kupanggil siapa jiwa baru yang ada di dalam tubuh ini?" suara bariton Kaisar Liang yang rendah dan berat tiba-tiba memecah keheningan ruangan dari arah ambang pintu.

Anya tidak tersentak kecil seperti wanita biasa. Dia mengangkat pandangan matanya dengan sangat tenang, menatap wajah tampan sang Kaisar yang kini melangkah masuk dan duduk di kursi kayu di seberang meja kerjanya tanpa menunggu undangan resmi. "Baginda Kaisar Liang datang berkunjung malam-malam begini... apakah ada urusan negara penting lainnya yang membutuhkan bantuan dari 'pisau bedah' hamba ini?"

Kaisar Liang terkekeh pelan, sebuah senyuman menawan yang sangat jarang terlihat keluar dari mulut sang penguasa berdarah dingin itu kini terukir di wajah tegasnya. Dia mencondongkan tubuh tingginya ke depan meja, menatap lurus ke dalam sepasang mata pekat Anya dengan kilatan rasa hormat intelektual yang sangat mendalam.

"Kau telah berhasil menghancurkan klan Cui dari dalam istana belakang hanya dalam hitungan hari—sebuah pencapaian luar biasa yang bahkan tidak bisa dilakukan oleh seluruh dewan penasihat militerku selama bertahun-tahun karena keterikatan politik mereka," ucap Kaisar Liang dengan nada suara yang rendah namun sarat akan keseriusan. "Kemampuan analisismu dalam memetakan aliran keuangan sangat tajam. Aku datang malam ini untuk menawarkan sebuah kemitraan baru yang lebih permanen dan strategis di antara kita berdua."

Anya menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi kayu yang nyaman, melipat kedua tangannya di depan dada sambil menatap tajam pria penguasa tertinggi di depannya itu. "Sebuah kemitraan strategis yang sehat selalu membutuhkan pembagian keuntungan yang seimbang bagi kedua belah pihak, Baginda. Jika hamba setuju untuk menggunakan kemampuan analisis keuangan hamba guna membantu Anda membersihkan sisa-sisa pejabat korup yang berada di dewan menteri luar kekaisaran Han ini, apa keuntungan nyata yang akan hamba dapatkan sebagai balasannya?"

Kaisar Liang sempat tertegun selama beberapa detik mendengar tuntutan berani dari Anya. Di dalam seluruh hidupnya, semua wanita selalu bersujud memohon perhatian atau belas kasihannya, namun wanita di depannya ini justru berbicara dengannya seperti seorang mitra bisnis setara yang sedang menegosiasikan kontrak investasi saham mayoritas. Hal itu justru membuat rasa ketertarikan dan kekaguman di dada Kaisar Liang semakin meledak tinggi.

"Aku menawarkan tiga hal kepadamu, Xian," jawab Kaisar Liang dengan sepasang mata elang yang berkilat penuh keyakinan mutlak. "Pertama, kebebasan otoritas mutlak bagimu untuk mengatur seluruh istana belakang tanpa ada campur tangan dariku atau dewan tetua adat. Kedua, pasokan dana tak terbatas dari kas pribadi kekaisaran untuk mendukung seluruh proyek renovasi dan sistem kesejahteraan yang kau bangun. Dan ketiga... posisi sah sebagai satu-satunya wanita yang akan berdiri sejajar mendampingiku di puncak tertinggi kekaisaran ini seumur hidupmu, bukan sebagai pajangan politik, melainkan sebagai rekan penguasa sejati."

Anya menatap lurus ke dalam manik mata Kaisar Liang selama beberapa saat yang panjang, mencari tanda-tanda kebohongan atau manipulasi politik khas penguasa kuno di dalamnya. Namun, yang ditemukannya hanyalah sebuah kejujuran murni dan rasa hormat yang mendalam dari seorang pria yang akhirnya menemukan belahan jiwa intelektual yang sepadan dengannya di dunia yang penuh dengan kepalsuan ini.

Anya tersenyum tipis—sebuah senyuman yang sangat menawan yang membuat jantung sang Kaisar sempat berdesir halus. Dia mengulurkan tangan kanannya di atas meja kerja untuk menyambut kesepakatan tersebut. "Baiklah, Baginda Kaisar Liang. Kontrak kemitraan strategis kita resmi dimulai malam ini. Mari kita bersihkan kekaisaran ini bersama-sama."

1
evi carolin
sat set libas semua ,basmi abis ampe keturunan dan nol ga punya harta jabatan dan gelar 😱
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
awal langsung panas... semangat
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: suka kok tapi klo bisa Jangan terus sebut dunia ku... biar ngga bocor klo Permaisuri nya bukan asli kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!