TAHAP REVISI
MASIH BANYAK TYPO DAN SALAH EYD, MOHON DIMAAPKEN🥲
Bagaimana jika ternyata selama ini kalian diawasi secara diam-diam. Bahkan saat tidur ternyata seseorang juga datang menemanimu tidur.
Seorang pria misterius yang selama ini ternyata memperhatikan seorang wanita bernama Valerie. Apa yang selanjutnya akan terjadi?
ayo, baca dan tambahkan dalam list favorit kalian.
Bye 😘💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violet Slavny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 5
...Part ini sudah di Revisi, jadi mungkin pembaca lama akan mendapati sedikit perubahan namun tidak mengubah alur dalam skala besar. Terimakasih🙏...
Valerie Pov
Aku duduk dengan wajah bertumpu pada kedua tanganku yang berada di atas meja. Aku duduk di kursi kantin dengan malas dan wajah frustasi dengan semua cobaan hidup yang tiba-tiba mulai berdatangan. Dulu, bisa dikatakan hidupku berjalan sangat lancar dan teratur.
Saat sekolah sampai kuliah, aku selalu mendapatkan beasiswa. Ditambah aku selalu masuk ke dalam sekolah-sekolah yang aku inginkan. Dulu aku tidak kaya. Aku dirawat oleh kakek dan nenekku dengan semampu mereka. Namun, kami tak pernah merasakan kelaparan, bahkan kekurangan pakaian atau apapun itu.
Setelah tamat, aku bahkan langsung ditarik dan diundang oleh perusahaan yang benar-benar aku idamkan dan akhirnya jadilah aku yang sekarang. Namun masalah kini mulai datang secara beruntun dan tiba-tiba.
"Vale." Melanie kembali berteriak heboh dan duduk di depanku.
"Berita eksklusif." Ucapnya semangat sambil menggoyang bahuku.
"Apa?" Tanyaku datar.
"CEO kita ternyata sudah memiliki kekasih. Angela Dortmund, Artis cantik papan atas yang sangat terkenal itu."
"APA?" Tanpa sadar aku berteriak kesal sambil menatap Melanie tajam, sampai-sampai aku baru sadar kalau semua mata kini tertuju padaku dengan pandangan heran.
Jadi dia sudah memiliki kekasih? Lalu kenapa dia memelukku bahkan menciumku seenak jidatnya? Kalau begitu, disini akulah yang menjadi pihak ketiga hubungan mereka. Akulah pelakornya! Damn!
"Kau marah dengan berita itu?" Tanya Melanie menatapku.
"Tentu saja. Dia sudah memiliki kekasih, kenapa masih menciumku sesukanya?" Jawabku kesal sambil membayangkan wajahnya yang seketika membuatku emosi.
"Aku benar-benar penasaran dengan sosok CEO kita yang asli." Ucap Melan. Kubaringkan kepalaku ke atas meja, meratapi nasib sialku. Rasanya aku ingin menangis karena kesal dan marah.
"Ahhh... Sudahlah aku tak ingin membahasnya." Ucapku malas dan mencoba menghilangkannya dari pikiranku.
"Vale, untuk menghilangkan stress mu, bagaimana jika malam ini kita ke bar?" Aku langsung mengangkat kepalaku dan menatap Melanie dengan wajah datarku.
"Setuju." Seketika aku tertawa senang dan Melanie ikut tertawa bersamaku. Malam ini aku akan membuat pikiranku benar-benar hilang ingatan dengan masalah yang ada.
Hilangkan Sean! Hilangkan masalah seseorang yang masuk ke dalam kamarku! Bagaimanapun juga, aku benar-benar butuh refreshing dari semua ini.
Jangan salah sangka, ini adalah kedua kalinya aku ke bar. Pertama, saat itu aku masih kuliah dan diundang hadir di pesta ulang tahun temanku yang diadakan di bar. Kakek dan Nenek sangat protektif jika aku datang ke tempat seperti itu. Mereka selalu melarangku dan aku selalu berpikir, hey, this is New York, who the hell doesn't go to the bar?
Aku tau mereka mungkin khawatir jika aku mengkonsumsi alkohol, lalu mabuk tak karuan dan yang lebih parah dibawa oleh pria hidung belang. Namun sekarang aku akan bersenang-senang tanpa sepengetahuan mereka berdua.
***
Setelah pulang bekerja, aku mampir ke sebuah butik untuk membeli sepotong mini dress 10 cm di atas lutut, dengan model pundaknya yang terbuka. Dress hitam dengan punggung terekspos dan tali yang berada di depan dada membuatku terlihat seksi. Walau tidak terlalu ketat di badan, namun tetap memperlihatkan lekuk tubuhku yang ramping.
Aku mampir ke Apartemen Melanie untuk mandi dan bersiap di sana. Setelah selesai dengan penampilan kami yang cukup menggoda, aku dan Melanie dengan gembira langsung pergi menuju bar.
Melewati jalanan yang ramai dengan berbagai lampu yang menunjukkan kehidupan kota New York di malam hari. Menghabiskan 20 menit untuk sampai ke bar yang kami tuju.
"Hey Tom." Sapa Melanie pada bartender tampan di depan kami. Pria bernama Tom itu tersenyum dan membalas sapaan Melanie.
"Kenalin ini Valerie–sahabatku, dan Vale ini Tommy–temanku di sini." Ucap Melanie memperkenalkan kami.
Tommy mengulurkan tangannya sambil tersenyum, "Hai, Tommy, call me whatever you want!"
"Valerie, just call me Vale." Ucapku sambil membalas uluran tangannya.
Aku dan Melanie duduk di kursi sambil memesan beberapa racik minuman yang Tom buat. Hingga 15 menit setelah kami duduk, Melanie beranjak dari tempatnya dan berjoget ria di atas dance floor.
Sedangkan aku dan Tom, asik mengobrol sambil tertawa bersama. Namun aku benar-benar tak sadar jika dua gelas akan membuatku mabuk. Kupikir aku bisa lebih baik dari ini. Rasa panas di tenggorokan dan di perutku terasa tidak nyaman, karna aku memang tidak terbiasa dengan alkohol.
Hingga di tengah kesadaranku, kurasakan seseorang duduk di sampingku dan mengelus pahaku dengan kurang ajar. Aku menepis tangan pria tersebut dan menatapnya tajam.
"Mau kutemani cantik?"
"Hey... Jangan sembarang menyentuhku!" Ucapku. Mataku berkunang-kunang dan tak bisa melihat jelas wajah pria ini. Dunia seakan berputar dan aku mencoba untuk bangkit dan menjauh darinya.
Dengan tubuh sempoyongan, aku mencoba terus melangkah dan akhirnya sampai di dance floor. Entah kenapa kakiku membawaku ke sini. Mabuk memang benar-benar mengerikan.
Brak.
Kudengar bar tiba-tiba begitu berisik dan riuh. Aku yang memang sudah setengah sadar dengan pandangan berkunang, menatap beberapa pria dengan pakaian hitam menerobos masuk ke dalam bar dengan kasar.
Hingga muncullah seorang pria yang kelihatan tampan, berjalan ke arahku. Semakin dekat dan akhirnya tubuhku meremang ketika wajah Sean terlihat jelas berdiri di depanku dengan ekspresi menakutkan.
"Kau gadis bodoh." Aku mendengar umpatannya, lalu kurasakan tubuhku terangkat di atas pundaknya.
Tubuhku bergelantungan terbalik menghadap punggungnya dan posisi ini berhasil membuatku semakin pusing dan mual. Aku pasrah tak dapat melakukan apapun di dalam gendongannya, hingga akhirnya dia membawaku masuk ke dalam mobilnya.
"Sean."
"Sean."
Author POV
"Sean."
"Sean."
Setelah Vale memanggil nama Sean dua kali dengan pandangan kosong, Sean menatap gadis di sampingnya itu dengan wajah lembut. Kepala Vale berbaring nyaman di bahunya dan tangannya membelai rambut Vale dengan halus.
"Sean."
"Apa sayang?" Tanya Sean menjawab panggilan Vale yang ke tiga kalinya.
"Pergi dari pikiranku!" Sean terdiam menatap Vale yang bersandar padanya.
"Tidak! Aku suka kau selalu memikirkanku." Ucap Sean menatap Vale lembut. Tangannya tak berhenti mengelus rambut Vale dengan penuh perhatian.
"Mual, aku mual." Sekarang Valerie malah merengek dan semakin menggelayut manja pada lengan Sean. Beberapa kali Vale membuka mulutnya seakan ingin memuntahkan sesuatu dari dalam perutnya, namun tidak ada yang keluar. Sean mencoba mengusap perut Vale naik turun untuk meringankan gejolak di perutnya.
"Sebentar lagi kita sampai." Ucap Sean.
Alhasil Vale tenang merasakan elusan lembut itu di perutnya dan semakin memepetkan dirinya di dalam dekapan Sean.
Sean menggendong tubuh Vale ke dalam kamar gadis tersebut, lalu membaringkannya dengan hati-hati. Ia kembali menutup pintu kamar Vale, lalu berjalan ke arah lemari untuk mengambil piyama gadis itu.
Menggantinya dengan santai, menghapus riasan wajah Vale dengan begitu lembut. Setelah selesai, Sean membuka bajunya sendiri, lalu ikut berbaring di bawah selimut. Ditariknya tubuh Vale ke dalam dekapannya, lalu mengecup kening gadis itu lama.
"Sleep tight honey." Ucap Sean setelah mengecup kening Vale dan mencium singkat bibirnya, lalu ikut tidur bersama.
Bersambung.....
Hay.. 😆😆
Ketemu lagi samakyu 😘
Gimana part yang ini, udah mulai-mulai ngeh sama semuanya? atau belum? Pasti kalian bertanya-tanya kok si sean bisa masuk ke kamarnya si vale gampang banget sih? ☺️
pantengin terus cerita ini sampai semua rahasianya terbongkar ya. Kalian juga bisa komen menurut kalian apa sih yang terjadi 🤔, jika kalian melihat dari sisi aku sebagai penulis cerita ini. Nanti aku lihat apa ada yang bener nggak tebakan kalian.
jangan lupa share, like, dan komen, jangan kupa tambahkan dalam favorit kalian.
bye.. 😘💕
jgn jgn yg bikin merah leher kamu jg pk direktur nih