NovelToon NovelToon
Saat Si Bajingan Jatuh Cinta

Saat Si Bajingan Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Contest / Light Novel / Tamat
Popularitas:343.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: shanty fadillah

Gak ada kata-kata, kecuali, sehat selalu buat semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanty fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hem Hem Hem (Beraksi lewat diam)

🐥SELAMAT MEMBACA🐥

Selama dalam perjalanan pulang bersama sang papa, Abie lebih banyak diam dari pada berbicara. Anak muda itu justru sibuk dengan benda pipihnya, si papa membiarkan anaknya sibuk dengan dunianya sendiri. Seraya memperhatikan sikap dan tingkah Abie yang tak biasa.

"Kau punya pacar, ya?" Tanya si papa tiba-tiba.

"Gak usah kepo, deh!" Jawab Abie sinis.

"Ya sudah, papa, minta maaf! Tapi Abie harus tau tata krama dan cara berbicara dengan orang tua dan Abie tak boleh sinis seperti tadi, Kamu boleh marah tapi luapkan saja kepada mama dan papa, karena kamilah yang membuat batinmu terluka, tapi kamu tak boleh merusak hidupmu sendiri.

"Telat. Gue udah rusak." Jawabnya santuy yang membuat si papa mengelus dada.

Tanpa sedikit pun menatap wajah lelaki paruh baya itu, Abie terus-terusan sibuk dengan benda pipihnya. Bahkan anak muda itu sesekali tertawa renyah, ternyata sahabat-sahabat dunia mayanyalah, yang saat ini mampu menghibur hati Abie.

"Bie, papa boleh bertanya?"

"Tanya apa, silahkan!" Jawabnya ketus.

"Kamu gak rindu papa, ya? Karena papa lihat kamu lebih sibuk dengan teman-teman di ponselmu itu daripada berbicara dengan papa?" Tanya Akias lembut agar tak menyakiti hati anaknya.

"Rindu. Rasa rindu sudah mati di hatiku," jawabnya lagi.

"Benarkah? Coba tatap mata papa, apa benar rindu itu sudah tak ada lagi?"

Abie terdiam sejenak, entah mengapa hatinya justru sangat bahagia saat mendengar pertanyaan itu dari bibir si papa. Anak muda berusia 20 tahun itu menatap wajah si papa dengan sangat seksama, namun tak mengucapkan sepatah kata pun.

Akias membalas tatapan anaknya dengan senyuman. "Baik-baik ya sayang! Papa percaya Abie anak baik," ucapnya yang membuat Abie tertunduk.

Tak selang berapa lama, sampailah mereka di halaman rumah Abie dan tanpa permisi, anak muda itu segera turun dari mobil milik si papa. "Kias, terima kasih atas waktumu hari ini," Ucapnya tulus meski berterima kasih hanya menyebut nama saja.

"Sama-sama. Kau baik-baik, ya!" Pesan si papa. "Oh, iya Bie, papa sudah transfer uang ke ATMmu, gunakan uang itu sebaik mungkin, ya!" Titah si papa lagi.

"Berapa banyak uang yang anda kirim, 2 juta, 3 juta atau 5 juta?"

"4 juta Bie," jawab si papa singkat.

"Oh, lumuayan untuk main perempuan." Ucap Abie tanpa basa basi.

Akias hanya mampu tersenyum kelu, mendengar pengakuan anaknya, lelaki paruh baya itu lagi-lagi mengelus dada. "Papa pulang, Abie baik-baik, ya!" Pesan si papa lagi yang langsung di balas senyum paling tulus dari bibir anaknya.

________________

Abie melangkah pelan, terdengar orang tengah bercakap ria di dalam rumahnya, yang membuatnya cukup penasaran.

Dan, mata Abie seketika terbelalak tak percaya saat mendapati si mama tengah bercanda dengan seorang pria yang seusia papanya. "Siapa dia?" Todong Abie tanpa basa basi.

"Kau sudah pulang, sayang? Kenalkan ini, om Irfan, dia teman dekat mama, dan kemungkinan akan menjadi papa sambung buatmu," jelas si mama tanpa ragu.

"Begitukah, heeemmmmm___!" Jawab Abie sesantai munkin, padahal hatinya hancur berkeping-keping.

"Abie, are you oke?" Si mama melihat expresi tak biasa dari raut wajah anaknya.

"Iya." Jawabnya singkat seraya berlalu dari hadapan sang mama dan lelaki tak di kenalnya itu.

Abie segera berlalu dan masuk kedalam kamarnya, Anak muda itu menutup pintu dengan sekuat tenaga.

BRAAAAKKKKKK.

Suara tutupan pintu kamar milik Abie yang tak biasa, membuat si mama sadar bahwa Abie tengah marah. Dan sadar belum bisa menerima keberadaan Irfan dalam hidupnya. "Pelan-pelan saja, dia pasti akan mengerti suatu saat nanti." Ucap Irfan.

__

"Sialan, setan, kurangajar," upatan-upatan itu keluar tanpa sopanya dari mulut Abie, dia benar-benar marah dan tak terima jika sang mama harus menikah lagi.

Bruuuuuukkk

Tubuh si tinggi itu menghempas di atas ranjang empuk miliknya, dia berkali-kali menarik nafas panjang lalu membuang secara perlahan, berharap hatinya akan menjadi lebih baik lagi.

"Wooooooowww!" Pekik Abie tiba-tiba saat membuka layar ponsel miliknya. "Chat juga dia, walau masih dengan gaya dinginya," gumam Abie lagi.

Ya. Anak muda itu tersenyum sumringah saat mendapatkan chat balasan dari salah satu penulis online yang di kepoinya.

"Hay Bie. Sorry baru balas, kakak lagi sibuk tadi, ada apa? kok emotnya mewek??" Isi chat pertama yang Abie baca.

"Mau curhat, boleh?" Balas Abie.

"Boleh, curhat aja. Nanti sebisa mungkin aku kasih petuah, walau aku tau petuahku tak akan guna buatmu." Chat kedua.

"Isss kakak lah, masa kasih nasehat aja gak bisa?" Abie berlagak sok manja (ASLI MANJA).

"Ya udah sih, silahkan kalau mau curhat!" Si penulis tak terlalu merespon gaya manja si anak muda itu.

Hal itu sontak membuat Abie semakin penasaran bukan kapok, tapi dia justru semakin ingin tau. "Asli nih orang, sombong. Liat aja, ketemu ntar tak pacarin lu," omelnya dalam hati.

Malam itu Abie menghabiskan waktu hanya di depan ponsel miliknya, chat selama hampir 1 jam lamanya dengan penulis bernam Shafa itu cukup membuat Abie faham, seperti apa sifat si wanita itu.

"Dia tak suka anak alay dan nadanya ketus tanpa basa basi. Bahkan terkesan cuek tapi perduli, benar-benar membuatku semakin penasaran. Gemes asli," gumamnya lagi. "Heeemmmm. Tapi ada satu penulis juga yang belum aku chat, kalau dari gaya menanggapiku lewat grup chat, dia juga cuek deh kayaknya, sebab selama kenal dia gak pernah menyapaku lewat pesan pribadi, padahal penulis yang lain say hallo semua. Astaga, aku rasa dia sombong juga, dasar Desy Puspita😭.. Sombong amat lu jadi cewek." Omelnya lagi.

Hingga akhirnya kedua penulis itu menjadi prioritas utamanya. Bahkan berbagai cara Abie akan lakukan, agar bisa merebut perhatian mereka dan jika perlu bertatap wajah langsung. "Tenang Bie, otak gunakan, anak cerdas ayo berfikir," Abie menepuk jidatnya sendiri.

Kini hidup Abie bagai terbagi dua, dunia nyata dan dunia maya, bahkan Abie bercita-cita menjadikan teman dunia mayanya tersebut menjadi teman di dunia nyata. "Kali aja bisa sahabatan, terus jadian pacaran dan nikah deh," Khyalnya mengada-ada.

Bukan Abie namanya, jika tak bisa mewujudkan sesuatu yang di inginkanya, karena bagi anak muda itu, tak ada kata pantang menyerah. "Apa yang aku mau, harus bisa aku wujudkan." Begitulah Abie.

Deerrrrrt

Deerrrrrt

Tiba-tiba ponselnya bergetar. Abie segera mengangkatnya karena tertera nama Dani di layar ponselnya.

"Hallo, Dan, ada apa?"

"Bie, kamu dimana sih? Banyak cewek-cewek cari elu, Astaga, ngapain mereka telpon ke nomer hpku sih?"

Dani merasa kesal karena banyak cewek-cewek alay tiba-tiba menghubunginya. Lebih anehnya lagi mereka mengira bahwa no tersebut milik Abie.

Hahahahahahahaha "Bayak yang cari ya, Dan? Berapa sih memangnya?" Tanya Abie di iringi tawa.

"Banyak, Bie, mana suaranya mendayu-dayu gitu, bikin aku geli," jelas Dani lagi. "Tapi aku heran, kenapa mereka menghubungiku🙄???""

"I'iya, karena aku memberi no ponselmu saat mereka sibuk minta nomerku.😁...!" Jelas Abie seraya menahan tawa.

"Abieeeee... Astaga." Dani pun ngomel-ngomel tak jelas. Namun dengan cepat pula Abie mematikan sambungan ponselnya, yang membuat Dani semakin kesal di buatnya.

"Nikmati noh, suara-suara manja tante-tante kurang belaian," ucap Abie tertawa geli. "Hiiiih, sereeemm!" Tambahnya lagi.

.

.

.

.

_______

Hidup itu YA SUDAHLAH kalau kata Habie 😊.

TETAP SEMANGAT

🐥Terima kasih🐥

1
Davos Anwasus
kak shanty ... apa kabar bank abie ....
bank abie maaf ya waktu itu gak sengaja kepencet unfollow jadi ilang pertemanan kita pdhal banyak yg pingin diobrolin.
Davos Anwasus: kucari cari lagi ndak ktemu bank abie nya 😭😭😭
total 1 replies
Lina Sutiah
Semoga selalu ada dlm lindungan Alloh yaa bie jg selalu diberi kekuatan dan diangkat penyakitnya....🤲🤲😭😭😭😭😭
Yunitri
menarik
Ara Ramadhani
Baru ngeh ini kisah nyata si abie
Tetap semangat dan selalu positif thingking meski semua bergantung takdir yang kuasa
Semoga dipermudahkan, dikuatkan dan selalu ikhlaskan hati
Apapun serba mungkin jika Yang Kuàsa berkehendak
Zuraida Zuraida
abi kan kang ngibul 😁
Mmhh Al Fatih
Bagus bangeeeet ceritanya ....perjuangan seorang Abie🌹🌹🌹
Baihaqi Sabani
aduh ko dani sok polos...🤣🤣🤣🙈🙈🙈
Algarib Arapah
mantap
Davos Anwasus
setelah sekian purnama ... apa kabar kak abie kak shan ... kangeeen .... semoga kabar baik kak abie
Ruk Mini
terharuuuu....walo pendek tpi meloooww. tq thorr..karya mu menghibur
En Dik
tulisannya rapi.. alurnya apik... like like like
En Dik
awal yg menarik thor...
APRILIA
cinta onlen..begitu mudahnya berpindah hati 😄
APRILIA
tumben manggilnya papa
APRILIA
papa tentara..mama dokter ..kok ga peka banget..masih selalu merasa anaknya masih dengan keadaan seperti dulu
sepertinya ortunya jg mengingkari kenyataan🤔
APRILIA
efek dari broken home?hmmm..🤔
Davos Anwasus
apa kabar kak
kangeeeeeeeennnnn 🥰
agent rahasia😎😎
baru gabung di grup dan si Abie itu GK sombong koq dia mw nyapa saya😊😊....mudah2an cepet sehat ya bie🤗
agent rahasia😎😎: terimakasih Thor😊😊😊😊
total 4 replies
De Si
mampir
Ayank Ryeoun: Makasih kak❣❣❣❣❣❣❣❣
total 1 replies
Nunu Adelia93
ka Shan apa bang BIE udah sehat sekarang???
mdh2n Abang selalu d beri kesehatan yahhh
aku gabung d GC tp baru tau segala nya hari ini 😭😭😭😭
yg sabar ka Desi buat ngasih semangat k bang BIE 💪💪💪💪
Nunu Adelia93: mudah2n bang BIE sehat seperti dulu LG ka Shan 😭😭😭😭
sampe skrng klo liat mereka d GC serasa sakit Nh dada 😭😭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!