Menceritakan tentang seorang anak berumur 4 tahun bernama Aydin yang membutuhkan sosok Bunda. Aydin selalu diatur sang Ayah bagai robot, segala sesuatu yang dijadwalkan untuknya harus dilakukan tepat waktu. Karena sifat perfeksionis waktu sang Ayah yang merupakan seorang CEO perusahaan besar dan tidak bisa mempercayakan anaknya diasuh oleh keluarga maupun orang lain, karena kekayaan yang dimilikinya menjadi incaran mereka yang menginginkannya membuat Aydin selalu dalam bahaya. Mereka dipertemukan dengan Nayyara seorang mahasiswi semester akhir yang ceria, suka alam dan fotografi.
"Brukkk..." bunyi sesuatu jatuh
"Ah, apa ya ?" kaget Naya kemudian langsung berbalik dan melihat seorang anak kecil terduduk dilantai karna terjatuh
"Adek tidak apa-apa ?" Kata Naya sambil berlutut didepan anak kecil tersebut dan membantunya berdiri
"Bunda ? " kata anak tersebut
"Aydin ingin Bunda" sambung anak tersebut sambil menunjuk Naya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ralia Imutz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6
Setelah pertemuan dengan Aydin, hari-hari Naya selalu saja ada terbersit wajah anak yang menggemaskan itu. Matanya yang indah dengan bulu mata yang lentik menghiasi, pipi yang menggemaskan bagaikan mochi, manis dan lembut begitu pikirnya, serta tingkahnya yang sangat menginginkan Naya membuat Naya merasa ingin menyayangi lebih anak tersebut.
Naya pada dasarnya memang suka anak kecil dan dia sudah terbiasa dengan anak kecil karena sewaktu dikampung ketika adiknya yang paling kecil masih balita Naya seringkali membantu ibunya mengasuh adiknya tersebut, karena sang ibu harus menyiapkan toko kelontong di depan rumah mereka.
“Ahh,,, Anak itu sungguh lucu, aku sangat ingin memegang pipinya yang menggemaskan itu mirip sekali seperti mochi. Apakah kami bisa bertemu lagi ? “ batin Naya saat terbayang wajah Aydin dan tersenyum
“Hm, sudahlah jika memang ditakdirkan untuk bertemu pasti bertemu. Lebih baik aku fokus menyiapkan diri untuk wawancara besok” seru Naya dalam hatinya dan mengakhiri bayangan anak mochi dalam pikirannya.
Saat ini Naya sedang berada dalam kamarnya dan melihat beberapa video untuk simulasi wawancara nanti agar tidak gugup. Ya, Naya sudah memutuskan untuk memulai karirnya menjadi seorang pegawai kantor agar gaji yang diterimanya lebih besar dan jumlahnya pasti sehingga dia dapat mengaturnya dengan seksama agar bisa mengirim uang ke desa untuk adiknya yang saat ini sudah SMA.
Selama kuliah sebisa mungkin dia sisihkan hasil kerjanya untuk dikirim ke orang tuanya di desa. Naya sangat ingin melihat ibu dan adik-adiknya bahagia dan tercukupi kebutuhan mereka, maka untuk itu Naya harus bekerja keras.
Karena semester akhir dan tidak ada mata kuliah yang diambil kecuali menyusun tugas akhir untuk kelulusannya nanti yang hanya membutuhkan 1 minggu sekali untuk konsul ke Dosen pembimbing, sehingga Naya merasa pekerjaannya ini tidak akan menganggu kuliahnya. Ya, alasan Naya selama ini tidak ingin terikat dengan agensi tertentu dia tidak ingi pekerjaannya menganggu waktu kuliahnya. Agar beasiswanya tidak dicabut Naya harus mendapatkan IPK yang tinggi dan Naya harus meluangkan waktunya untuk belajar agar beasiswanya tetap aman.
***
Hari yang dinantikan tiba, hangat mentari menyinari seorang perempuan yang mengendari motornya melaju dijalan kota yang ramai. Dengan kemeja putih dan rok hitam Naya siap untuk wawancara kali ini, dia sudah mempersiapkan dirinya dengan matang.
M GROUP begitulah logo perusahaan yang terpampang jelas di salah satu gedung pencakar langit yang ada di hadapan Naya saat ini, dia mendapatkan info lowongan pekerjaan ini dari salah satu temannya, karena temannya pikir Naya akan mendapatkan pekerjaan ini.
“Nayyara Salma “ panggil seorang petugas menandakan bahwa giliran Naya saat ini untuk di wawancara
“Saya Pak “ sahut Naya sambil berdiri
“Terimakasih” sapa Naya sopan saat melalui pegawai yang bertugas memangginya tadi
“Bismillah, kamu bisa Nay ! Semangat !” batin Naya menyemangati dirinya, sebenarnya tangannya sudah berkeringat ketika namanya dipanggil tadi
“Dengan saudari Nayyara Salma ? “ tanya seorang pria paruh baya yang duduk dikursi pewawancara
“Benar Pak “ sahut Naya sopan
“Silahkan duduk“ sambung pria paruh baya tadi
Sesi wawancarapun dimulai, beberapa pertanyaan di ajukan sama dengan wawancara pada umumnya. Namun ternyata lowongan yang Naya ajukan diri untuk mendaftar memerlukan syarat khusus yakni skill berbahasa minimal 3 bahasa yang harus dikuasi dan fotografi, pekerjaan tersebut adalah Tour Guide (pemandu wisata) dan untungnya Naya memenuhi persyratan khusus tersebut.
Naya berharap bahwa pekerjaan yang didaftarnya kali ini berhasil didapatnya, pekerjaan kali ini sangat sesuai dengan dirinya sambil bekerja dia bisa menikmati alam karena akan menjadi pemandu wisata untuk orang asing yang datang ke kota ini dan juga fotografi dia sangat suka memotret.
Menurut Naya pekerjaan ini adalah yang paling tepat untuk dirinya, sambil bekerja dia bisa sambil menikmati hobinya, betapa menyenagkannya ketika hobimu adalah pekerjaanmu.
Naya keluar dari ruangan wawancara dengan perasaan lega, dia sudah berusaha dengan maksimal dan berharap hasilnya tidak akan mengecewakan dirinya. Ketika naya berada dalam lift dia merasa kakinya menjadi berat, seperti ada yang menggantung di kakinya.
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣
like 👍 dan komen 💬
See you next episode ya 😉~~~
Buna => bunda
tapi.. tak apa Ton lanjutkan 🤣🤣🤣🤣