NovelToon NovelToon
Cinta Pada Waktunya

Cinta Pada Waktunya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:27.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda RH

Sama sekali tidak terbayangkan dalam hidup Zain harus menikahi perempuan yang sama sekali ia belum kenal sebelumnya. Keadaan yang membuatnya harus melakukan tanggung jawab besar. Tidak ada orang yang ingin terkena musibah. Namun karena sudah takdir, maka semua harus tetap berjalan semestinya.

Dengan berjalannya waktu, takdir pula yang membuka hati Zain untuk mencintai orang yang memang seharusnya ia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang tua Zain

Sebelumnya di tengah perjalanan, mereka masih mampir di salah satu Masjid untuk shalat Ashar. Mereka juga mampir di salah satu toko sembako untuk membeli beras dan gula.

Ummi sangat senang saat melewati jalan menuju rumah Pak Zakir karena banyak pemandangan hijau yang menyegarkan mata.

"Kita sudah sampai, Pak, bu."

Nampak rumah itu sudah sepi karena hampir Maghrib.

Akhirnya mereka turun dari mobil. Pak Jali membantu Zain membawakan barang bawaan yang sudah di beli di toko sembako.

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam. "

Nampak Indri keluar dari rumah itu. Ummi dan abi mengira dia adalah anak Pak Zakir.

"Nduk, Tiyas nya mana?" Tanya Pak Jali.

"Oh ada di dalam, sebentar saya panggilkan. Monggo silahkan duduk."

Indri masuk ke dalam memanggil Tiyas.

"Yas yas... "

"Iya dri, siapa yang datang?"

"Itu, orang itu. Bapak yang waktu itu ngasih kamu yang sama mas yang menabrak bapak mu."

Deg

Entah kenapa hati Tiyas kembali terusik. Padahal ia sudah mengikhlaskan kepergian sang bapak.

"Yas, gimana. Mau ditemui?"

Tiyas mengangguk.

Ia segera beranjak memakai jilbabnya lalu keluar menemui mereka. Ia cukup terkejut karena ternyata yang datang bukan hanya Zain dan Pak Jali, tapi juga ada dua orang lainnya.Jika dilhat-lihat mereka sepertinya bukan orang sembarangan.

"Nah ini dia Tiyas, Pak, bu." Ujar Pak Jali memperkenalkan Tiyas kepada orang tua Zain.

Tiyas mematung sejenak.

Ummi sempat memuji Tiyas dalam hati. Menurut ummi, Tiyas memiliki paras yang cantik alami dengan kulit kuning langsat dan bulu mata yang lentik.

"Tiyas, ini kedua orang tua mas Zain."

Tiyas pun menghampiri ummi Zain dan mencium punggung tangannya.

"Nak Tiyas, apa kabar?"

"Baik, bu."

"Maaf ya, kami baru sempat datang ke sini. Zain dan abinya sangat sibuk."

Tiyas hanya menganggukkan kepala.

Tidak lama kemudian Indri datang membawa minuman dan kue untuk mereka.

"Silahkan, pak, bu. Maaf makanan kampung." Ujar Tiyas.

Ummi dan abi mencicipi kue yang ada di hadapannya. Sedangkan Zain, ia sibuk dengan pikirannya sendiri.

Beberapa menit kemudian, Adzan Maghrib berkumandang. Pak Jali, Zain, dan Abi pergi shalat Maghrib ke Masjid. Kebetulan jarak Masjid dari rumah Tiyas tidak jauh. Jadi mereka jalan kaki ke sana. Sedangkan ummi, shalat Maghrib di rumah Tiyas.

"Maaf Bu, rumahnya berantakan. "

"Nggak pa-pa, nak."

Tiyas mengantar ummi ke kamar mandi. Setelah itu, Ummi shalat di kamar Tiyas.

"Silahkan shalat, bu."

"Saya permisi ya, nak. Maaf sudah merepotkan."

" Tidak kok, bu."

Kamar berukuran 2x3 meter itu memang jauh lebih kecil dibandingkan kamar di rumah ummi. Namun ummi dapat melihat kamar itu sangat rapi. Ummi juga melihat foto di dinding. Seorang Bapak dan anaknya yang memakai baju seragam SMP.

"Ini pasti Pal Zakir dan Tiyas." Gumamnya.

Ummi segera shalat Maghrib.

Sedangkan Tiyas dan Indri duduk di ruang tamu. Indri menunggu ummi selesai shalat. Sedangkan Tiyas, baru kemarin ia datang bulan.

Sekitar jam 6 petang, Zain, abi, dan Pak Jali kembali dari Masjid. Para tetangga pun baru keluar dari Masjid dan langsung menuju rumah Tiyas untuk mengikuti acara tahlil malam ini. Ummi ikut membantu Riyas dan ibu-ibu yang sedang mempersiapkan hidangan untuk orang yang tahlil.

"Tiyas sepertinya itu tunanganmu."Ujar Indri.

Sontak ummi langsung menoleh ke arah orang yang baru datang.

Tiyas pun langsung menoleh namun langsung buang muka. Ia juga tidak menggubris ucapan Indri.

"Tiyas, kenapa dia baru muncul?"

"Kami sudah tidak ada hubungan, dri. Bapak sedang membatalkan pertunangan kami."

"Apa, yang benar? Bukannya dulu Bapakmu yang ngotot."

Tiyas menghela nafas panjang.

"Sudahlah, dri. Jangan bahas itu dulu. Intinya kami sudah putus hubungan.

"Iya iya, maaf."

Obrolan mereka tentu didengar oleh ummi.

Acara tahlilan pun sudah dimulai. Kebetulan ustadz yang memimpin tidak bisa hadir karena ada undangan maulid di kampung sebelah. Pak Jali meminta tolong abi untuk memimpinnya. Abi pun tidak menolaknya.

Akhirnya pembacaan surat Yasin dan tahlil selesai. Para pemuda membantu mengangkat hidangan yang sudah disiapkan untuk dibawa ke bawah tenda untuk dibagikan kepada orang yang tahlil. Setelah selesai makan, besek pun dibagikan.

"Alhamdulillah sudah selesai. Yang hadir juga cukup banyak. Banyak yang mendo'akan Bapakmu, Yas." Ujar Ibunya Indri.

"Alhamdulillah, bi. Terima kasih bibi sudah membantuku selama beberapa hari ini. Kalau tidak ada bibi', Tiyas tidak tahu akan seperti apa jadinya." Ujar Tiyas dengan mata yang berkaca-kaca.

"Kamu sudah seperti anak bibi sendiri. Jangan merasa sendiri. Ada bibi dan Indri yang akan membantumu."

"Terima kasih, bi."

"Sama-sama."

Satu persatu orang yang tahlil pulang. Kini Tinggal bapak Indri, Pak Jali, abi, Zain, dan Ridho yang masih duduk santai.

Saat melihat Ridho masih duduk santai, hati Tiyas kesal.

"Kenapa dia belum pulang? Males banget!" Batinnya.

Tiyas dan ibu-ibu yang lain membereskan piring bekas konsumsi lalu mencucinya. Ummi ingin ikut membantu, namun Tiyas melarangnya.

Tidak lama kemudian, Ridho masuk ke rumah itu, mencari Tiyas. Zain memperhatikannya. Ia tahu dari Bapaknya Indri kalau Ridho adalah tunangannya Tiyas. Sampai di dalam rumah, kebetulan ia bertemu dengan Indri.

"Mas, kamu cari siapa?"

"Mana Tiyas?"

"Ngapain cari Tiyas. Kalau mau pulang ya pulang saja."

"Ada hal yang harus aku bicarakan dengannya."

Belum sempat Indri menjawab, Tiyas sudah berdiri di belakangnya.

"Ada perlu apa lagi, mas? Terima kasih sudah ikut mendo'akan bapak. Silahkan kalau mau pulang."

"Tiyas, dengarkan aku! Aku mau menjelaskan sesuatu."

"Ndak ada yang perlu dijelaskan! Semuanya sudah jelas. Mas sudah beristri dan sebentar lagi akan menjadi seorang ayah." Sarkas Tiyas. Ia sudah tidak bisa menahan emosi.

Indri cukup terkejut mendengarnya. Ummi yang juga berasal di ruang tamu hanya bisa mendengarkan mereka.

"Tiyas, aku terpaksa. Aku tidak mencintainya."

"Hebat, tidak mencintai tapi bisa menghamili. Mas pikir aku ini perempuan bodoh? Astaghfirullah, mas."

"Tiyas, aku dan bapakmu sepakat kita akan menikah tahun ini. Apa kamu tidak ingin memenuhinya? "

Tiyas tersenyum getir mendengarnya.

"Bersyukurnya bapak berpesan kepadaku sebelum pergi untuk selama-lamanya. Bahwa bapak sudah membatalkan pertunangan kita."

Ridho terkejut mendengarnya. Ia tidak menyangka jika rencananya akan gagal. Ternyata Pak Zakir sudah memberitahu Tiyas.

"Sialan!" Batinnya.

"Mas mau mengelak? Kalau bapak sudah mengambil keputusan seperti itu, artinya bapak mengetahui sesuatu. Jadi jangan pernah mas munjul di hadapanmu lagi!"

Ridho kalah telak. Keinginannya untuk beristri dia gagal total. Ia pun pergi tanpa pamit.

"Kasihan sekali Tiyas. Sudah ditinggal bapaknya, dan ternyata dikhianati tunangannya." Batin ummi.

Bersambung....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Sri Supriatin
Eeh tanggung thot🤭🤭😄😄
Faidah Ida
akhirnya unboxing jg..... 😄😄😄
Karsa Sanjaya
kapan nih kisah zean
Novita Sari
mas zain unboxing... update double thor...
Valen Angelina
akhirnya bersambung... bsoknya uda selesai 😂😂😂
Yusmala Nursari
semakin panas nih
Yusmala Nursari
Bagus ceritanya
Sri Supriatin
Lanjuuut thor 👍👍👍
secret
cerita authorr yang selaluu ringann tp baguusssss, toppp
Faidah Ida
Dag Dig Dug ser..... 😄

maju Zain pantang mundur.. hehehehe
secret
duuhh duhh kewajiban apaa tuchh🤭😂
dewi rofiqoh
Kewajiban yang mana mas zain?
Sri Supriatin
Eeh di gantung jadi nunggu besok dong thor🤭🤭🤣🤣
Novita Sari
otw unboxing..
Teh Euis Tea
eeehhh zain udah kasih kode tuh yas, ayo gasken berpahala loh yas 🤭🤭🤭🤭🤭
Valen Angelina
wkwkwkw ada yg gak tahan lagi 🤭🤭🤭🤭
betriz mom
menunggu keseruan para sepupu berkumpul beserta opa haris dan oma Raisya🤗😍🙏
secret
otewe yaa bang Zain nafkah satunyaaa😂
dewi rofiqoh
Baru nafkah lahir ya, nafkah batinnya on the way🤭🤭🤭
Bunda RH: nafkah batin lebih banyak dr nafkah lahir 🤭
total 1 replies
Novita Sari
mas zain dah gak sabar mau unboxing....lanjut thor...
Bunda RH: iya tapi masih malu-malu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!