NovelToon NovelToon
Abi Baik, Abi Gak Jahat

Abi Baik, Abi Gak Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Duda / Mengubah Takdir
Popularitas:643
Nilai: 5
Nama Author: Eritasyofia

Pertemanan medsos membuat wanita yang sudah berusia senja jatuh cinta pada seorang pria muda yang pantas menjadi anaknya.
Dia tidak bertepuk sebelah tangan keduanya saling jatuh cinta, saling sayang, saling memberi dan merima.
" umi gak mau melanjutkan hubungan ini, kalau umi tahu Abi punya istri."
" gak Abi sudah sepuluh tahun menduda.."
Ketika akhirnya dia tahu bahwa si pria punya istri, dia ingin mundur tapi ...
"'Umi, kita jalani aja hubungan ini, apa umi mau, Abi sayang umi.."
Dia menyerah, cinta terlarang itu berlanjut..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eritasyofia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehangtana Yang Kembali Pulang

Winta masuk ke kamar untuk mengganti pakaian. Kain salat yang dipakainya jalan pagi tadi masih melekat di tubuhnya.

​Usai berganti baju, dia mengambil ponsel di atas meja. Sebuah notifikasi pesan singkat memicu senyum di bibirnya.

​"Assalamualaikum, Umi. Umi sudah sarapan?" sapa Rangga lewat WhatsApp.

​"Waalaikumsalam. Sudah, Bi. Abi lagi ngapain?"

​"Abi mau otw kerja. Tapi masih nunggu ciuman Umi dulu, nih."

​"Ih, Abi kok jadi genit banget, sih?"

​"Kok genit? Kan sama calon istri sendiri," balas Rangga cepat.

​Sambil terkekeh, jari Winta menekan layar ponsel, mengirimkan deretan stiker bibir ke kolom obrolan.

"Udah, ya!"

​"Muaaachhh..."

balas Rangga.

"Dadaaah sayang... Nanti Abi chat lagi, ya."

​"Oke, hati-hati di jalan, Bi."

​Layar ponsel meredup. Winta menyandarkan punggungnya, tersenyum manis. Di usianya yang tak lagi muda, hidupnya mendadak terasa begitu penuh. Dia benar-benar jatuh cinta lagi di usia senja.

​Bukannya langsung ke dapur untuk memasak, Winta malah keasyikan mengedit foto. Dia merangkai sebuah puisi singkat.

​Tuhan

Aku pikir enam tahunku terbuang sia-sia

Cinta tidak akan pernah lagi lahir di hatiku

Tapi Engkau datangkan dia

Dia yang mengisi hatiku

Yang membuatku bisa tertawa kembali

Jaga hatinya untukku, Tuhan

Jangan biarkan dia meninggalkan wanita senja ini

Jangan biarkan aku menangis lagi

Untuk sebuah kehilangan...

​Winta memadukan bait puisi itu dengan latar gambar laut berlatar senja keemasan. Sebuah lagu romantis disematkan sebagai musik latar, lalu diunggahnya ke media sosial. Tak butuh waktu lama, tanda suka mulai bermunculan.

​Dengan hati berbunga-bunga, Winta melangkah ke dapur. Jarinya cekatan meracik bumbu dan mengaduk santan, menyiapkan rendang pesanan Dinda.

​Begitu urusan dapur beres, Winta kembali ke kamar untuk mengecek ponsel. Rupanya sudah ada beberapa pesan masuk dari Rangga.

​"Maaf ya, Bi, baru balas. Umi tadi habis masak di dapur,"

tulis Winta.

​"Masak apa, Umi sayang?"

​"Masak rendang."

​"Wah, pasti enak banget tuh masakan Umi."

​"Jelas dong, Bi,"

balas Winta dengan stiker tersenyum.

​"Boleh Abi video call sekarang?"

​"Boleh, Bi. Telepon aja."

​Layar ponsel segera berpindah menampilkan wajah Rangga. Pria itu tampak rapi di ruang kerjanya, duduk di hadapan laptop.

​"Umi... cantik banget hari ini,"

puji Rangga begitu sambungan terhubung.

​Winta menepuk pipinya pelan, tersipu.

 "Ah, Umi kan udah tua, mana ada cantiknya lagi."

​"Siapa bilang tua? Umi enggak tua, kok. Umi masih kelihatan segar, makin awet muda malah."

​"Bisa aja Abi bikin Umi melayang..."

​"Umi udah salat Dzuhur?"

tanya Rangga kemudian.

​"Belum, Bi. Yaudah, Umi salat dulu, ya. Abi katanya mau keluar cari makan?"

​"Iya, nih. Cium dulu dong?"

​Winta tak lagi sungkan. Rasa canggungnya luruh, merasa dirinya sudah menjadi bagian dari hidup Rangga.

 "Iya, Suamiku... muachhh."

​"Makasih, Istriku... Muaaachhh!"

​Bahagia melingkupi dada Winta. Di atas sajadah, usai merapatkan kedua telapak tangan, dia menyisipkan doa agar Allah benar-benar menyatukan takdirnya dengan Rangga.

​Selesai berdoa, ingatan Winta mendadak tertuju pada satu nama di akun TikTok Rangga, Sri.

Penasaran, Winta mencoba mengirimkan pesan pribadi ke akun wanita itu.

​"Assalamualaikum, Mbak Sri salam kenal, Mbak Sri tinggal di mana?"

​Tak lama, balasan masuk.

 "Waalaikumsalam. Saya di Makassar, Mbak Winta. Mbak Winta sendiri di mana?"

​"Oh, saya di Pekanbaru, Mbak."

​"Wah, kebetulan banget, keluarga saya juga ada yang di Pekanbaru!"

​Percakapan mengalir hangat. Dari sekadar basa basi mengenai domisili, Winta mulai mengobrolkan hobinya menulis novel dan cerpen.

​"Ini nomor WhatsApp saya ya, Mbak Sri. Siapa tahu nanti mau ngobrol-ngobrol lagi,"

tulis Winta sambil menyematkan nomor ponselnya.

​Niat hati ingin mengorek informasi soal Rangga mendadak tertahan. Winta memilih menyimpan pertanyaannya untuk nanti.

​Obrolan di ponsel membuat waktu berlalu tanpa terasa. Ketika matahari mulai tergelincir ke barat, riuh suara dari pintu depan menandakan anak dan cucunya sudah pulang.

​Di ruang makan, aroma gurih rendang menyambut mereka. Suasana meja makan langsung terasa hidup.

​"Wah, bau rendangnya sudah tercium dari depan pintu!"

seru Dinda sambil menarik kursi.

"Oma memang tiada tandingannya kalau soal masak."

​Cucunya yang paling kecil melongok ke atas meja dengan mata berbinar.

"Oma, ini rendang buatan Oma yang empuk itu, kan? Mau bumbu dong , Oma!"

​"Sabar, Jagoan. Cuci tangan dulu sana,"

sahut Winta tertawa, menyendokkan potong daging terbaik ke piring sang cucu.

​"Makasih banyak ya, Oma. Kalau bukan Rendang buatan Oma, Dinda enggak bakal doyan,"

timpal anaknya sambil melahap suapan pertama.

"Serius, Ma, ini bumbunya meresap banget."

​"Iya dong, masaknya pakai rasa sayang," jawab Winta terkekeh.

​Rasa hangat mengalir di dadanya melihat piring-piring di meja makan ludes dilalap anak dan cucunya. Di sela gelak tawa keluarga yang memenuh ruang makan sore itu, Winta tersenyum lembut, menyimpan syukur atas kebahagiaan yang melimpah di usia senjanya.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!