NovelToon NovelToon
SITEM PENGUBAH JALUR HIDUP

SITEM PENGUBAH JALUR HIDUP

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Selama lima tahun, Bayu telah mengorbankan segalanya untuk merawat Vira dan membesarkan anak dari mantannya, namun ia justru diusir dan dicap sebagai sampah begitu Rama,pria kaya yang dulu mencampakkan Vira,kembali dengan jabatan mentereng sebagai manajer perusahaan besar.
Dihina habis-habisan di depan pintu keluar kantor catatan sipil usai meneken surat perceraian, hidup Bayu berputar 180 derajat saat sebuah Sistem Pengubah Jalur Hidup bangkit di kepalanya dan memberinya kartu-kartu kekayaan mutlak.
Dari seorang pria melarat berhati tulus, Bayu kini melangkah ke dunia para elite kota besar, siap membalas setiap tetes air mata dengan kekuasaan yang membuat orang-orang yang dulu merendahkannya berlutut memohon ampun.


Bantu Cherlly dengan LIKE,KOMENTAR & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Kami selalu balas komentar yang kaka pertanyakan🥰🥰💋
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Roda pesawat jet pribadi berbadan mulus itu menyentuh landasan pacu Bandara Internasional ibu kota dengan sangat halus.

Suara turbin perlahan melemah seiring laju pesawat yang mulai melambat menuju hanggar khusus VVIP.

Di dalam kabin privat yang mewah, Bayu duduk dengan santai sambil merapikan jas hitamnya.

Kirana berdiri di dekat jendela kecil kabin, merapikan dokumen-dokumen penting di dalam tas kerjanya.

"Kita sudah mendarat di Jakarta, Tuan," ucap Kirana dengan suara profesional.

Bayu mengangguk pelan lalu berdiri dari kursi empuknya.

"Bagus," jawab Bayu singkat.

"Mari kita lihat seperti apa sambutan para penguasa pusat ini."

Pintu utama pesawat terbuka otomatis setelah tangga khusus terpasang rapat di lambung pesawat.

Udara panas ibu kota langsung menyergap begitu mereka melangkah keluar dari kabin ber-AC.

Di bawah landasan, sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam legam dengan sopir berseragam lengkap sudah siap menanti.

Namun, tidak tampak pejabat tinggi atau perwakilan terhormat dari asosiasi pengusaha yang menyambut mereka secara langsung.

Hanya ada seorang pria paruh baya berjas rapi dengan ekspresi wajah kaku berdiri di dekat pintu mobil.

Pria itu memegang selembar papan kecil bertuliskan nama perusahaan Bayu dengan nada seadanya.

Kirana mengerutkan keningnya melihat penyambutan yang terkesan dingin dan meremehkan itu.

"Tampaknya mereka sengaja mengirim bawahan rendahan untuk merendahkan kita, Tuan," bisik Kirana tajam.

Bayu tersenyum tipis tanpa menunjukkan rasa tersinggung sedikit pun di wajahnya.

"Biarkan saja," balas Bayu santai. "Kita ikuti permainan mereka dulu."

Mereka berdua berjalan menuruni anak tangga pesawat menghampiri pria paruh baya yang menunggu.

Pria itu melirik kedatangan Bayu dan Kirana dengan tatapan mata yang menyapu dari ujung kepala sampai kaki.

"Anda Tuan Bayu dari daerah itu?" tanya pria paruh baya tersebut tanpa sedikit pun rasa hormat.

"Benar," jawab Bayu datar.

"Kenalkan, saya Haris, asisten pribadi dari Bapak Arga Rahardja," ucap pria itu memperkenalkan diri dengan nada congkak.

Haris melipat kedua tangannya di dada sambil mendengus kecil.

"Tuan Besar Arga tidak bisa menyambut Anda secara langsung karena beliau sibuk mengurus proyek nasional bernilai triliunan rupiah," lanjut Haris menyindir.

Kirana hendak melangkah maju untuk memprotes sikap tidak sopan itu, namun Bayu mengangkat tangan kanannya mencegah.

"Tidak masalah," kata Bayu tenang.

"Kesibukan orang penting memang berbeda."

Haris mendengus sinis mendengar jawaban sabar dari Bayu.

Dalam hati, asisten arogan itu menganggap Bayu hanyalah pengusaha daerah biasa yang bernasib beruntung dan bisa diinjak-injak dengan mudah.

"Silakan masuk ke mobil," perintah Haris menunjuk sedan hitam di depannya dengan dagu terangkat.

"Tuan Arga sudah menunggu kalian di restoran privat hotel bintang lima."

Bayu dan Kirana masuk ke dalam mobil tanpa memedulikan sikap menyebalkan Haris.

Mobil sedan mewah itu melaju membelah kemacetan jalan raya ibu kota menuju pusat kota Jakarta.

Sepanjang perjalanan, gedung-gedung pencakar langit menjulang megah mengapit jalanan yang padat oleh kendaraan.

"Ibu kota memang sibuk, Tuan," ujar Kirana memecah keheningan di dalam mobil.

"Kesibukan yang penuh dengan kepalsuan dan intrik," balas Bayu melirik ke luar jendela.

Tak lama kemudian, mobil itu memasuki pelataran parkir sebuah hotel termewah di jantung kota Jakarta.

Haris membukakan pintu mobil dengan gerakan cepat lalu memimpin jalan menuju restoran privat di lantai atas.

Langkah kaki mereka berhenti di depan pintu kaca tebal berukir emas.

Ceklek.

Haris mendorong pintu kaca itu lebar-lebar mempersilakan Bayu dan Kirana masuk ke dalam ruangan.

Di dalam ruangan restoran privat yang luas itu, duduk seorang pemuda berjas putih gading dengan gaya sangat arogan.

Pemuda itu sedang menyesap anggur merah mahalnya sambil dikelilingi oleh dua orang pengawal pribadi berbadan kekar.

Namanya Arga Rahardja, pewaris utama korporasi raksasa keluarga Rahardja yang menguasai berbagai sektor industri di negeri ini.

Arga mendongak perlahan saat mendengarkan suara langkah kaki mendekat.

Pandangan mata Arga menatap Bayu dengan senyuman meremehkan yang amat kentara di bibirnya.

"Oh, jadi ini pengusaha daerah yang sensasinya luar biasa itu?" sapa Arga dengan nada suara menyindir.

Arga bahkan tidak beranjak sedikit pun dari kursi makannya untuk menyambut tamu yang baru datang.

Kirana mengepalkan kedua tangannya kesal melihat sikap angkuh pemuda tersebut.

Bayu tetap tenang, melangkah pasti mendekati meja makan lalu menarik kursi tepat di depan Arga.

"Selamat siang, Tuan Arga," sapa Bayu dengan senyuman tipis yang sangat misterius.

Arga meletakkan gelas anggurnya ke atas meja dengan bunyi dentingan kecil.

Clang.

"Langsung saja pada intinya, Tuan Bayu," ucap Arga dengan gaya bicara sok berkuasa.

"Ibu kota ini bukan tempat bermain untuk pengusaha kecil seperti kalian."

Bayu menyandarkan punggungnya di kursi, menatap tajam ke arah Arga tanpa berkedip sedikit pun.

"Bermain?" tanya Bayu tenang.

"Siapa bilang aku datang ke sini untuk bermain-main?"

Arga tertawa sinis mendengar jawaban penuh percaya diri dari Bayu.

"Lalu apa?" bentak Arga sedikit meninggikan suaranya.

"Mencari belas kasihan agar proyekmu tidak hancur di sini?"

Suasana di dalam restoran privat itu mendadak memanas dalam sekejap mata.

1
Cherlly
trimakasih banyak kaka sudah suport saya😘😍
Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
Bagonk
semangat up Thor
Cherlly: trimakasih banyak kak kasih saya semangat untuk up novel😍😘😘😘

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Bagonk
Ceritanya cukup menarik, baik dari alurnya serta karakter orang-orang dalam cerita ini
Cherlly: trimakasih kaka atas bintang 5 nya😘😍

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!