NovelToon NovelToon
Langkah Sunyi Arunika

Langkah Sunyi Arunika

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Konflik etika / Penyesalan Suami
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bunaya

Empat tahun lamanya Arunika mengalah dan hidup sebagai istri pajangan, demi menghormati amanah almarhum ayahnya. Namun, segalanya hancur saat ia mendengar rencana kejam Saka. Pria itu berniat menikah lagi dengan kekasihnya, namun menolak menceraikan Arunika hanya karena butuh statusnya demi warisan keluarga Daniswara. Saka mengira Arunika wanita lemah yang akan pasrah dipoligami.
Kekecewaan mendalam itu justru membangkitkan sisi cerdas yang selama ini Arunika sembunyikan. Tanpa labrakan histeris, Arunika menyusun skenario skakmat dalam senyap. Tepat di hari pernikahan megah Saka, ia melangkah pergi membawa dokumen cerai dan menayangkan video perselingkuhan suaminya di gedung pesta. Sebuah langkah sunyi yang tidak hanya menyelamatkan harga dirinya, tetapi juga menjadi awal runtuhnya seluruh takhta palsu yang Saka banggakan.

Ingin tahu kisah selengkapnya? Yuk ikuti cerita Langkah Sunyi Arunika hanya di NovelToon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Dua Garis yang Merubah Segalanya

Pagi itu, suasana di dalam apartemen studio milik Arunika terasa begitu sunyi dan dingin. Di luar jendela besar, langit Jakarta Selatan tampak mendung pekat, menyisakan sisa-sisa aroma tanah basah akibat hujan badai semalam yang belum sepenuhnya usai. Apartemen ini dibeli Arunika dua tahun lalu sebagai bentuk investasi jangka panjang, salah satu cara menghabiskan uang saku yang diberikan Saka setiap bulannya.

Siapa yang menyangka, tempat yang semula ia sewakan kepada orang lain, kini justru menjelma menjadi benteng pertahanan pertamanya setelah keluar dari rumah mewah Saka.

Arunika berdiri mematung di depan wastafel kaca kamar mandi. Matanya menatap lurus ke arah sebuah benda pipih putih bergaris ungu yang baru saja ia letakkan di atas permukaan marmer kelabu. Jantungnya berdegup begitu kencang dan bertalu-talu, seolah-olah ingin melompat keluar dari rongga dadanya. Detik demi detik berlalu terasa berjalan sangat lambat, hingga akhirnya, cairan di dalam alat itu bergerak, memunculkan satu garis merah tegas, yang dalam hitungan detik disusul oleh kemunculan garis merah kedua yang tidak kalah pekatnya.

Dua garis merah. Positif.

Arunika membeku di tempatnya berdiri. Seluruh pasokan oksigen di sekitarnya mendadak terasa habis. Kedua tangannya yang bergetar hebat perlahan turun, menyentuh permukaan perutnya yang masih terasa rata di balik kaos longgar yang ia kenakan. Setetes air mata yang sejak semalam ia tahan dengan sekuat tenaga akhirnya luruh juga, membasahi pipinya yang pucat, disusul oleh tangisan dalam keheningan yang menyesakkan dada.

Pikirannya langsung terlempar pada memori kelam dua bulan lalu, ketika Saka pulang larut malam dalam keadaan mabuk berat setelah merayakan keberhasilan proyek besarnya. Malam itu, untuk pertama kalinya setelah empat tahun pernikahan kontrak mereka, Saka melanggar batasannya sendiri dengan membawa Arunika ke kamar utama dan memaksanya tidur di ranjangnya.

Sekuat apa pun Arunika menangis, menolak, dan memohon agar suaminya berhenti, tenaga Saka yang berada di bawah pengaruh alkohol jauh lebih kuat. Pria itu merengut kehormatannya secara paksa hanya dengan bisikan dingin, "Aku ingin meminta hakku."

Malam pahit penuh paksaan itu... ternyata kini meninggalkan benih kehidupan yang nyata di dalam rahimnya.

Pintu kamar mandi diketuk pelan dari luar, memecah lamunan kelam Arunika. Dinda, yang sejak subuh sudah setia terjaga di ruang tengah apartemen demi menemani sahabatnya, melongokkan kepala dengan wajah yang dipenuhi rasa cemas.

"Nika? Kamu tidak apa-apa di dalam? Bagaimana hasilnya?" tanya Dinda dengan suara yang melembut.

Arunika tidak mampu menjawab dengan kata-kata. Tenggorokannya terasa tersumbat oleh gumpalan emosi. Ia hanya mengambil alat tes kehamilan itu dengan jemari yang masih gemetar, lalu melangkah keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang lemas tak bertenaga.

Melihat ekspresi wajah Arunika yang pucat pasi dan mata yang berkaca-kaca, Dinda langsung paham tanpa perlu mendengar penjelasan dari mulut Arunika. Dinda menyambar alat tes itu dari tangan Arunika, menatap dua garis merah pekat di sana, lalu sedetik kemudian ia langsung menghambur memeluk tubuh Arunika dengan sangat erat.

"Astaga, Nika..." bisik Dinda dengan suara yang bergetar menahan tangis haru sekaligus amarah yang membuncah kepada Saka. "Dua garis merah... Kamu benar-benar mengandung anak pria bajingan itu."

Arunika menangis dalam diam di pundak sahabatnya, meluapkan seluruh sesak, kehancuran mental, dan rasa takut yang selama ini ia pendam sendirian di rumah mewah itu. Di dalam pelukan hangat itu, ketulusan Dinda terasa begitu nyata. Bagi Arunika, Dinda bukan lagi sekadar sahabat sejak masa SMA, melainkan saudara perempuan tanpa ikatan darah. Arunika mengingat kembali masa-masa sulit beberapa tahun lalu, ketika Dinda berada di titik terendah hidupnya akibat perceraian buruk orang tuanya, dan Arunikalah satu-satunya orang yang selalu ada untuk mendengarkan dan menguatkannya tanpa menghakimi. Kini, roda kehidupan berputar, dan ini adalah masanya bagi Dinda untuk berdiri tegak sebagai tameng dan pelindung di titik terendah hidup Arunika.

Isak tangis Arunika tidak berlangsung lama. Hanya dalam hitungan menit, sisi cerdas, tegas, dan keteguhan mental yang selama ini ia sembunyikan kembali mengambil alih kendali diri. Ia menghapus air matanya dengan kasar, lalu mundur satu langkah dari pelukan Dinda, menatap sahabatnya dengan sorot mata yang mendadak berubah menjadi sangat kokoh.

"Saka jangan sampai tahu. Anak ini tidak ada hubungannya dengan Saka, Din," ucap Arunika, suaranya kini terdengar sangat datar, dingin, dan menekan. "Dia adalah anakku. Hanya anakku sendiri."

Dinda menatap Arunika dengan pandangan khawatir. "Tapi, Nika... Saka pasti sedang frustrasi mencarimu ke seluruh pelosok Jakarta saat ini karena skandal video itu. Jika dia, Valerie, atau ibu mertuamu yang gila hormat itu sampai tahu tentang kehamilan ini, mereka tidak akan tinggal diam. Kamu tahu sendiri seberapa cemasnya Saka mempertahankan posisinya dari ancaman wasiat mendiang papanya."

"Saka memang sedang panik karena wasiat itu, Din. Jika aku pergi, posisinya sebagai CEO akan terancam di Daniswara Group," sahut Arunika dengan senyum tipis yang mematikan. Pikirannya melintasi ingatan tentang ketakutan suaminya yang tidak ingin kehilangan posisi sebagai CEO dan pewaris utama.

"Dia dan ibunya hanya mementingkan harta, posisi dan status. Padahal, mereka sama sekali tidak tahu apa isi warisan yang sudah disiapkan almarhum Papa mertua sebelum meninggal. Yang ada di otak Saka saat ini, dia berhak atas segalanya asalkan dia tetap terikat pernikahan denganku. Dan dia mengira aku adalah gadis yatim piatu miskin yang bisa dia perdaya dengan hadiah mewah demi membeli izin berpoligami."

Arunika berjalan mendekati jendela apartemen, menatap lurus ke arah gedung-gedung pencakar langit Jakarta di kejauhan dengan kepala tegak.

"Saka boleh saja cemas memikirkan wasiat Papa mertua karena gugatan ceraiku. Tapi dia jangan sampai tahu tentang anak ini. Untung saja aku pergi bukan dengan tangan kosong. Uang hasil penjualan dan sisa uang bulanan dari Saka selama kami menikah lebih dari cukup untuk membiayai hidupku selama bertahun-tahun, bahkan untuk fasilitas persalinan terbaik nanti tanpa perlu menyentuh satu sen pun uang keluarga Daniswara."

Arunika menoleh ke arah Dinda, sorot matanya mantap. "Aku tidak bisa tetap tinggal di Jakarta, Din. Kota ini terlalu sempit dan berbahaya untuk kehamilanku. Jaringan bisnis Saka terlalu luas di sini. Aku memutuskan untuk pergi dan tinggal di Yogyakarta bersama Ibu Sandra."

Dinda tertegun, lalu matanya berbinar lega. "Ibu Sandra? Wanita yang menjadi ibu susumu saat kamu bayi dulu?"

"Iya. Hubungan kami sangat dekat, tapi almarhum ayahku sengaja merahasiakan detail ini dari dokumen keluarga korporasi Daniswara demi menjaga privasi beliau. Saka dan ibunya sama sekali tidak tahu tentang keberadaan Ibu Sandra. Aku akan sangat aman di sana," jelas Arunika.

Namun, Arunika tidak berhenti sampai di situ. Sisi ambisiusnya yang elegan menolak untuk sekadar bersembunyi meratapi nasib. "Selain itu, kemarin aku sudah memeriksa jadwal pendaftaran pascasarjana. Aku akan melanjutkan kuliahku ke jenjang S2 di Universitas Gadjah Mada. Gelar sarjanaku dari Jakarta sudah sah. Dengan melanjutkan studi di UGM, aku bisa tetap produktif, meningkatkan kapasitas diriku, dan bersiap menjadi ibu tunggal yang berpendidikan tinggi."

Dinda tersenyum penuh rasa bangga yang luar biasa, menggenggam erat tangan sahabatnya. "Kamu benar-benar luar biasa, Nika. Lemah lembut, tapi otakmu bekerja seperti seorang grandmaster catur. Biarkan Saka dan selingkuhannya sibuk meraba-raba ketakutan mereka soal wasiat Papa mertuamu di Jakarta, sementara kamu dan anakmu akan memulai babak baru yang jauh lebih megah di bawah langit Jogja yang damai."

Malam itu juga, dengan bantuan Dinda yang mengurus seluruh logistik secara senyap, Arunika mengemas kembali kopernya. Langkah sunyinya kini resmi membawanya keluar dari hiruk-pikuk ibu kota, bergerak menuju kota budaya untuk merajut masa depan baru yang mandiri, tanpa pernah menyisakan celah bagi Saka untuk tahu bahwa di dalam rahimnya, seorang putra mahkota baru telah mulai bernapas.

1
Muft Smoker
percuma saka ,, arunika udh b aj ma km ,, 🥱🥱😒😒
Aidil Kenzie Zie
Saka mau cari Arunika untuk minta maaf 🤔🤔🤔 yang benar aja 🤭🤭
yang pastinya mau balikan agar bisa jadi orang kaya lagi 🤣🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Cari aja smp k lubang semut,biar prshaan bngkrut trs dia d tndang sklian...wktu slingkuh sm mak lampir,otaknya ga d pke sma skli...glirn udh kcau,bru mkir....🙄🙄🙄
Noey Aprilia
Ubek2 aja 1 kota smp puyeng....
d kira gmpng gt buat ktmu sm nika.....🙄🙄🙄
Tini Uje
g seru ih..dah ketauan aja dimna arunika
Bunaya: Tenang kak, author tidak akan semudah itu membuat Saka menemukan Arunika. Tunggu, akan ada kejutan di Bab berikutnya 🤭
total 1 replies
Noey Aprilia
Slmt mnkmti khncuran saka....
stlh mnyesal krna udh mnykti arunika,sbntr lg bkln d ksih kjutan yg lain dr istri trcnta.....🙄🙄🙄
Muft Smoker
lanjuut kak ,,

senengnya kalo arunika tetap di kelilingi org2 baik ,,
gx perlu km ketemu lgi dg saka ,, biar laa dy hdup yg telah di pilih ny ,,
Muft Smoker
kebenaran akhirnya trungkap yx ,,
Aidil Kenzie Zie
apa Mahendra tau kalo Saga bukan pewaris asli
Noey Aprilia
Syukurlh kl nika d klilingi orng2 baik...
slain kluarga,ada jg mas mahen yg diam2 prhtian....mnimal yg onoh ga bkln brani ngusik lg....
Noey Aprilia
Brdo'a sja smga msih bs ktmu sm arunika untk mnta maaf,trnyta kakek agung sm pngecutnya ky saka....🙄🙄🙄
Noey Aprilia
Trnyta saka bkn ank kndungnya pa radit....smuanya msuk akal kl gt...tp mreka yg ga tau malu,pst ttp ngarep haknya arunika.....🙄🙄🙄
Ais
mampus smoga kamu strok lina dan siapa hendrawan ini apakah orang setara raditya atau malah dibwh raditya kedudukannya?
Tini Uje
nah kan benerr sakaratul anak haremmm 😂
Tini Uje
jgn2 saka anak haram lagi 😄..
Noey Aprilia
Mngkin saka sbnrnya bkn ank pa radit,jd wjar aja kl wrisan ga jtuh k tngn dia mskpn ank laki2.....🤔🤔🤔
Lucy
Bom atom nya,apakah saka bukan ank Raditya 😃😃😃ank selingkuhan lina🤭makanya warisan jatuh pada Arunika😃
Lanjut thor👍👍
Rohmi Yatun
cerita yang menarik 👍
Rohmi Yatun
lanjut Thor🙏
Rohmi Yatun
hadir Thor.. menarik ni kayaknya ceritanya👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!