NovelToon NovelToon
Dendam Putri Yang Tertukar

Dendam Putri Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Sejak bayi, Lin Yuxin ditukar demi kemewahan anak keluarga Chen... Chen Ruoxi. Bertahun-tahun disiksa di rumah orang asing, dia akhirnya kembali ke keluarga kandungnya, hanya untuk difitnah habis-habisan oleh Chen Ruoxi yang iri pada kecantikan Lin Yuxin, apalagi saat Kaisar menjodohkannya dengan Putra Mahkota Li Chen... Sifat iri nya semkin menjadi. Lin Yuxin dituduh wanita murahan sekaligus dalang percobaan racun, Lin Yuxin yang tak mampu membela diri pun dijatuhi hukuman mati... sementara pelayan setianya, Xiao Yan, dibungkam selamanya oleh Chen Ruoxi.

Namun takdir memberinya kesempatan kedua. Lin Yuxin bangkit kembali tepat di hari dia pertama menginjak rumah keluarga aslinya, membawa ingatan penuh tentang kehidupannya yang lalu. Kali ini, dia bersumpah, setiap fitnah akan dibalas, dan Xiao Yan tak akan mati lagi untuknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Cahaya kekuningan menerobos masuk, diikuti derap langkah tergesa. Semakin dekat langkah-langkah itu, semakin terang ruangan paviliun Yuxin.

Nyonya Su masuk paling depan dengan jubah tidur tersampir di bahunya. Seorang pelayan di sisinya mengangkat pelita tinggi-tinggi.

Semua pandangan langsung tertuju ke tengah ruangan. Pelayan pria itu meringkuk di lantai dengan pipi bengkak dan bibir berdarah, Xiao Yan berdiri gemetar sambil menggenggam kayu palang, dan Yuxin, yang sadar betul apa yang sedang terjadi, langsung memasang wajah ketakutan.

"Ibu!" Yuxin menghambur ke pelukan ibunya sambil terisak. "Ada pencuri masuk ke kamarku."

Nyonya Su menyambutnya dengan wajah cemas. "Ya ampun, Yuxin! Kau tidak apa-apa? Apa pencuri itu menyakitimu?"

"Berkat Xiao Yan, aku selamat, Ibu. Dia begitu berani. Dia tidak memikirkan keselamatannya sendiri demi melindungiku."

Xiao Yan tersentak mendengarnya. Sebenarnya keberaniannya tadi baru muncul karena Nonanya berdiri di sisinya. Kalau sendirian, kakinya pasti sudah lemas sejak pintu terbuka.

"Terima kasih, Xiao Yan," ucap Nyonya Su, menatapnya penuh haru. "Kau telah menyelamatkan putriku."

Xiao Yan buru-buru menunduk. "Hamba hanya melakukan yang seharusnya, Nyonya."

Langkah kaki lain terdengar dari lorong. Lin Boqing muncul dengan jubah luar yang dikenakan sekenanya, Lin Zhaoyi di belakangnya, dan tak lama Chen Ruoxi menyusul bersama Bai Hui. Rambut Ruoxi masih tergerai, tapi pita sutranya terikat rapi di ujung, seolah dia sempat merapikan diri di tengah kepanikan. Matanya menyapu ruangan dengan cepat, pria di lantai, kayu di tangan Xiao Yan, lalu Yuxin yang berada dalam dekapan Nyonya Su.

Senyum tipis yang tadi nyaris muncul di bibirnya menghilang.

"Apa yang terjadi di sini?" tanya Lin Boqing.

"Ada pencuri, Ayah," jawab Yuxin lirih menjauh dari pelukan Ibunya. "Dia menyelinap masuk saat aku sedang tidur."

Lin Zhaoyi menghampiri pria di lantai dan menarik kerah bajunya hingga wajahnya terangkat ke arah cahaya. Alisnya bertaut. "Ini pelayan rumah kita."

"Lao Zhou," gumam pelayan yang memegang pelita. "Dia dari halaman belakang, Tuan."

"Pencuri katamu?" Lin Boqing memandang pria itu dengan mata menyipit. "Seorang pelayan yang tinggal di bawah atapku, menyelinap ke kamar putriku tengah malam. Apa yang hendak kau curi, Lao Zhou? Barang berharga, atau yang lain?"

Lao Zhou tersungkur sampai keningnya menempel ke lantai. Bahunya berguncang. Matanya berputar liar ke seluruh ruangan dan berhenti sekejap saja pada satu wajah, wajah yang kini menatapnya dingin dan tanpa kedip.

Ruoxi mengangkat dagunya sedikit, sebuah peringatan yang hanya bisa dibaca oleh orang yang mengenalnya.

"Ampun, Tuan... hamba tidak bermaksud mencuri..." Suara Lao Zhou serak dan terputus-putus. "Hamba... hamba hanya menjalankan perintah."

Ruangan itu mendadak sunyi. Bahkan isakan Yuxin mereda.

"Perintah siapa?" tanya Lin Boqing pelan.

Lao Zhou menelan ludah. Dia menoleh sekali lagi ke arah Ruoxi, lalu kembali pada Lin Boqing, dan bibirnya mulai bergerak.

"Hamba disuruh oleh Bai Hui, Tuan." Nama itu jatuh ke tengah ruangan seperti pecahan porselen.

Bai Hui, yang sejak tadi berdiri setengah langkah di belakang Ruoxi, terlonjak. "Bohong!" pekiknya. Suaranya melengking dan pecah di ujung. "Hamba tidak kenal orang ini! Dia sedang memfitnah hamba, Tuan!"

"Hamba tidak bohong!" Lao Zhou mengangkat wajahnya yang lebam, matanya merah. "Sore tadi dia menemui hamba di halaman belakang. Dia memberi hamba dua keping perak dan bilang hamba harus ke kamar Nona Yuxin lewat tengah malam. Perak itu masih ada di lengan baju hamba."

Lin Zhaoyi merogoh lipatan lengan baju pria itu dan mengeluarkan dua keping perak yang terbungkus kain lusuh. Dia melemparkannya ke lantai dekat kaki Bai Hui. Bunyi denting logam itu terdengar nyaring di kamar yang hening.

Wajah Bai Hui memucat seperti kertas. Dia menoleh ke belakang, ke arah tuannya.

Ruoxi sudah menyiapkan ekspresinya. Kedua alisnya terangkat, bibirnya sedikit terbuka, sorot matanya sepenuhnya terkejut dan terluka, seolah baru saja ditikam dari belakang oleh orang yang dia percaya.

"Bai Hui," ucapnya lirih, hampir tak percaya. "Kau melakukan ini?"

"Nona..." Bai Hui menatapnya dengan mata membelalak, mulutnya bergerak tanpa suara. Ruoxi tidak membalas tatapan itu. Dia justru menunduk, mengusap sudut matanya dengan ujung lengan.

"Ayah, Ibu, aku sungguh tidak tahu," ucapnya dengan suara bergetar. "Bai Hui sudah bertahun-tahun melayaniku. Aku tidak pernah menyangka dia berani berbuat serendah ini pada Yuxin."

Yuxin merasakan bibirnya hendak melengkung, tapi ia segera menahannya. Dia tidak menyangaka Ruoxi menumbalkan Bai Hui.

"Ruoxi pasti sama terkejutnya denganku, Ibu," bisiknya, cukup keras untuk didengar semua orang. "Mungkin Bai Hui punya alasan sendiri. Aku yakin dia tidak berniat jahat."

Nyonya Su menepuk punggungnya. "Kau masih membela orang yang mencelakaimu," gumamnya, lalu menatap Bai Hui dengan sorot yang sama sekali tidak ramah. "Sedangkan dia..."

Lin Boqing melangkah maju dan berhenti di depan Bai Hui. Bayangannya menutupi seluruh tubuh dayang itu.

"Angkat kepalamu."

Bai Hui mendongak perlahan. Air matanya sudah mengalir deras, membasahi bedak tipis di pipinya.

"Aku hanya akan bertanya satu kali, Bai Hui. Kau melakukan ini atas kemauanmu sendiri, atau ada orang lain yang menyuruhmu?"

Bai Hui membuka mulut. Matanya bergeser, sedetik saja, ke arah Ruoxi.

Ruoxi berdiri diam di sisi Nyonya Su dengan wajah basah oleh air mata yang tampak begitu tulus. Hanya bibirnya yang bergerak, tanpa suara, membentuk dua kata yang hanya bisa dibaca oleh Bai Hui dan Yuxin.

Pikirkan keluargamu.

Napas Bai Hui tersendat. Jemarinya mencengkeram ujung roknya sampai buku-bukunya memutih.

1
Adi Sudiro
lama" muak ama ni cerita drama yg di ulang ulang ujung " nya matanya pada picek menjijik kan wassalam lah ku kira cerita nya agak lain dari yg lain ternyata sama saja alurnya..
Dessy C: Maaf ya akak kalau tidak sesuai harapan 🙏... terimakasih atas masukannya nanti akan di perbaiki ke depan nya 🙏🥰
total 1 replies
Yeni Astriani
saya kecewa sama Li cen sbg Putra Mahkota yang tidak mampu melindungi Putri Mahkota dr persengkokolan jahat Permaisuri Xuan terlalu mudah kena tipu daya Gu Yueran
kymlove...
selalu diam dan mengamati, sehingga telat untuk membela diri.... entah kenapa yuxin ini mengamati situasi terlalu lama, seakan berhati-hati sekali, tapi dengan selalu lama dalam mengambil tindakan terkesan membiarkan masalah terlalu terlambat untuk di selesaikan!
Dessy C: makasih akak masukan nya 🙏🥰
total 1 replies
Adi Sudiro
perkumpulan wanita culas.... 🤭🤭🤭
Adi Sudiro
lah kan memang bukan putri keluarga lin... lawak nih tuan besar... 🤭🤭
Dessy C: makasih akak komemn nya 🙏🫰
total 1 replies
kymlove...
bagus!! jika ruoxi masih tak tau diri.. dan tetap gak sadar diri...!! emang bener 2 benalu abadi sih ini!!
kymlove...
bilang aja jujur yuxin kalau ruoxi memberi mu hanfu sampah!!!
kymlove...: semangat trz kk🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!