NovelToon NovelToon
Posesif Bagas

Posesif Bagas

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Posesif
Popularitas:807
Nilai: 5
Nama Author: Safira Maulidah salsabila

Semuanya bermula dari sebuah kejadian yang sama sekali tidak pernah ia rencanakan.

Tinggal di panti asuhan membuat gadis itu terbiasa menjalani hidup sederhana,Jauh dari kata kemewahan,Namun satu hal yang selalu berhasil membuatnya tersenyum adalah kelinci kesayangannya.

Hingga suatu hari,Kelinci itu tiba-tiba kabur.

Tanpa berpikir panjang,Ayla berlari mengejarnya hingga keluar ke jalan raya,Karena terlalu fokus mengejar,ayla tak menyadari sebuah motor melaju ke arahnya.

Brak!

Dalam hitungan detik,Hidupnya seolah berubah.

Beruntung,Seseorang datang menolongnya sebelum keadaan menjadi lebih buruk,Pertemuan yang awalnya hanya sebuah ketidaksengajaan itu ternyata menjadi awal dari kisah yang jauh lebih besar.

Siapa sebenarnya lelaki yang menolongnya?

Dan apakah setelah pertemuan itu,Takdir seolah terus mempertemukan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira Maulidah salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6

Pagi hari di panti asuhan terasa cerah,Sinar matahari masuk melalui jendela kamar ayla,Udara pagi yang segar membuat suasana terasa tenang.

Ayla perlahan membuka matanya.

Beberapa detik ayla hanya menatap langit-langit kamar,Ayla kemudian duduk di tempat tidur sambil merapikan rambutnya.

"Sudah pagi."

Setelah itu ayla turun dari tempat tidur dan membuka jendela kamar,Cahaya matahari langsung masuk menerangi ruangan.

Di halaman panti sudah terdengar suara beberapa anak yang bermain.

Tak lama kemudian terdengar suara seseorang memanggil dari luar kamar.

"Ayla!."

Ayla langsung mengenali suara itu,Ayla membuka pintu kamar.

Di depan pintu sudah berdiri dua sahabatnya,Siapa lagi kalau bukan rina dan salsa.

Rina tersenyum lebar.

"Selamat pagi!."

Salsa ikut melambaikan tangan.

"Pagi!."

Ayla tertawa kecil.

"Kalian pagi-pagi sudah datang."

Rina langsung masuk ke kamar tanpa sungkan.

"Kami mau mengajak kamu keluar."

Ayla sedikit heran.

"Keluar ke mana?."

Salsa menjawab dengan semangat.

"Jalan-jalan!Ke pusat kota."

Ayla berpikir sebentar.

"Boleh sih."

Lalu tiba-tiba ia teringat sesuatu.

"Tapi aku harus izin dulu sama bagas takutnya dia nanti marah."

"Ya sudah,telepon saja."

Ayla mengangguk,Lalu ayla mengambil ponselnya dan membuka kontak bagas.

"Sebentar ya."

Ayla kemudian menekan tombol video call.

Nada panggilan berbunyi beberapa detik.

Rina dan salsa ikut mendekat karena penasaran.

Beberapa detik kemudian panggilan tersambung,Layar ponsel langsung menampilkan wajah bagas,Namun bagas ternyata masih tidur,Rambutnya sedikit berantakan dan matanya masih terpejam.

Rina langsung menahan tawa.

"Dia tidur!."

Salsa menutup mulutnya agar tidak tertawa keras.

Ayla sedikit panik.

"Bagas!."

Tidak ada jawaban.

Ayla memanggil lagi.

"Bagas!."

Bagas bergerak sedikit di tempat tidurnya.

Lalu perlahan membuka satu mata.

Bagas menatap layar ponsel dengan wajah masih sangat mengantuk.

"Sayang?."

Ayla langsung tersenyum.

"Pagi."

Bagas menyipitkan mata melihat jam di layar ponselnya.

"Masih pagi."

Rina langsung berbisik ke salsa.

"Masih pagi katanya."

Padahal matahari sudah cukup tinggi.

Ayla menahan tawa.

"Bagas,Aku mau keluar sebentar."

Bagas masih setengah sadar.

"Keluar?."

"Iya."

"Kemana?."

Ayla menunjuk ke arah rina dan salsa yang berdiri di sampingnya.

"Ke pusat kota sama mereka."

Rina dan salsa langsung melambaikan tangan ke kamera.

"Halo!."

Bagas menatap layar beberapa detik,Lalu menghela napas kecil.

"hmm."

Ayla mengedipkan mata.

"Boleh kan?."

Bagas mengangguk pelan.

"Hati-hati."

Ayla tersenyum senang.

"Siap."

Bagas kemudian memejamkan matanya lagi.

"Kalau sudah telepon."

Sebelum ayla sempat menjawab,Layar menunjukkan bagas sudah kembali tidur.

Rina langsung tertawa.

"Dia tidur lagi!."

Salsa ikut tertawa.

"Cepat sekali."

Ayla menatap layar ponselnya lalu menggeleng sambil tersenyum.

"Dia benar-benar mengantuk."

Rina langsung menarik tangan ayla.

"Sudah,Sana siap-siap."

Salsa ikut berkata semangat.

"Keburu kesiangan nanti!."

Ayla tertawa kecil.

"Baik,baik."

Tak lama kemudian ayla bersiap-siap.

Beberapa menit kemudian mereka bertiga keluar dari panti dengan wajah ceria,siap menghabiskan hari bersama di luar.

...••••••...

Pukul dua siang di panti asuhan terasa cukup tenang.

Matahari masih bersinar terang di langit,Halaman panti diterangi cahaya matahari yang hangat,Sementara beberapa anak panti bermain di teras depan.

Di depan gerbang panti,Sebuah mobil hitam berhenti perlahan.

Bagas keluar dari mobilnya sambil melihat jam di tangannya.

"Jam dua."

Bagas menatap ke arah bangunan panti sejenak,lalu berjalan menuju pintu dan mengetuknya pelan.

Tok tok tok!

Beberapa detik kemudian pintu terbuka,Salah satu anak panti muncul dengan wajah cerah.

"Kak Bagas!."

Bagas tersenyum tipis.

"Siang."

Anak itu mengangguk semangat.

"Iya!Kak ayla dari tadi sudah siap-siap."

Saat itu dari arah dalam terdengar suara ayla.

"Aku di sini!."

Ayla berjalan keluar dengan wajah cerah. Ia mengenakan pakaian santai dengan jaket tipis dan rambut yang diikat rapi.

Begitu melihat bagas,Ayla tersenyum lebar.

"Kamu benar-benar datang jam dua."

Bagas menjawab santai.

"Aku yang mengajak."

Ayla mengangguk kecil.

"Iya juga."

Beberapa anak panti yang berdiri di dekat pintu langsung bertanya penasaran.

"Kak ayla mau ke mana?."

Ayla menjawab dengan semangat.

"Ke pantai."

Anak-anak langsung berseru riang.

"Wah enak sekali!."

"Salam sama laut ya,Kak!."

Ayla tertawa kecil.

"Iya."

Bagas lalu berkata singkat.

"Ayo."

Ayla mengangguk.

"Iya."

Ayla melambaikan tangan kepada anak-anak panti.

"Kak ayla pergi dulu ya."

"Hati-hati!."

Ayla kemudian berjalan menuju mobil bagas.

Mobil bagas mulai melaju meninggalkan panti asuhan.

Matahari masih cukup terik,Namun angin yang masuk dari jendela mobil terasa sejuk.

Ayla duduk di kursi penumpang sambil melihat pemandangan di luar jendela.

Pepohonan dan rumah-rumah yang mereka lewati tampak terang disinari matahari siang.

Sesekali ayla melirik bagas yang fokus menyetir.

"Kita masih jauh?."

Bagas menjawab singkat.

"Sebentar lagi."

Ayla bersandar di kursinya.

"Keluar siang-siang begini ternyata enak juga."

Bagas meliriknya sebentar.

"Makanya jangan tidur terus."

Ayla langsung menatapnya kesal.

"Kamu mulai lagi."

Bagas hanya menahan senyum tipis.

Sekitar setengah jam kemudian,Matahari mulai sedikit condong ke barat,Cahaya siang perlahan berubah menjadi lebih lembut,Mobil bagas mulai memasuki daerah pantai,Dari kejauhan,Laut mulai terlihat memantulkan cahaya matahari sore.

Mata ayla langsung berbinar.

"Bagas!."

Bagas meliriknya.

"Iya."

"Itu laut!."

Bagas mengangguk kecil.

"Makanya aku bilang sebentar lagi."

Tak lama kemudian mobil berhenti di area parkir dekat pantai,Mereka turun dari mobil,Angin laut langsung menyambut wajah mereka,Suara ombak terdengar pelan menghantam pantai.

Ayla berjalan beberapa langkah ke arah pasir.

"Bagus sekali."

Pantai masih cukup ramai,Beberapa orang berjalan santai di pinggir pantai,ada juga anak-anak yang bermain pasir.

Ayla menoleh ke bagas dengan wajah senang.

"Terima kasih sudah mengajakku ke sini."

Bagas berdiri di sampingnya dengan tangan di saku jaket.

"Kamu suka?."

Ayla mengangguk cepat.

"Suka sekali."

Ayla berjalan mendekati air laut,Ayla melepas sepatunya lalu merasakan air laut yang menyentuh kakinya.

"Dingin!."

Bagas hanya memperhatikannya dari belakang.

Ayla menoleh.

"Kamu tidak ikut?."

Bagas berjalan mendekat perlahan.

"Kalau aku ikut nanti kamu basah."

Ayla mengerutkan kening.

"Maksudnya?."

Tiba-tiba bagas menyipratkan air laut dengan kakinya ke arah ayla.

Ayla langsung kaget.

"Bagas!."

Bagas tertawa kecil sambil mundur.

"Kamu mulai duluan!."

Ayla langsung membalas menyipratkan air ke arah bagas.

Sekarang mereka berdua tertawa kecil di tepi pantai.

Beberapa waktu berlalu,Matahari mulai turun perlahan menuju cakrawala,Langit berubah menjadi warna jingga keemasan.

Ayla dan bagas duduk di atas pasir menghadap laut.

Ayla menatap matahari yang perlahan tenggelam.

"Indah sekali."

Bagas juga melihat ke arah matahari terbenam.

Beberapa detik mereka hanya diam menikmati pemandangan,Angin sore bertiup lebih sejuk,Langit perlahan berubah dari jingga menjadi ungu gelap,Matahari akhirnya tenggelam sepenuhnya di balik laut.

Waktu terus berlalu,Langit kini berubah menjadi malam,Lampu-lampu di sekitar pantai mulai menyala,Suasana pantai menjadi lebih tenang dibandingkan tadi sore.

Ayla memeluk lututnya sambil melihat laut yang kini tampak gelap.

"Lautnya sekarang gelap."

Bagas melihat ke arah laut.

"Iya."

Ayla menoleh ke arah bagas dengan senyum lembut.

"Hari ini menyenangkan."

Bagas menatapnya sebentar lalu berkata pelan.

"Kalau kamu senang,berarti berhasil."

Ayla tertawa kecil.

"Kamu ini seperti sedang menjalankan misi."

Bagas mengangkat bahu sedikit.

"Mungkin."

Ayla berdiri lalu menatap laut sekali lagi.

"Baiklah."

Bagas ikut berdiri.

"Kita pulang?."

Ayla mengangguk.

"Iya."

Mereka berjalan kembali menuju mobil dengan langkah pelan,Di belakang mereka,pantai kini hanya diterangi cahaya bulan dan lampu-lampu yang berkilau di sepanjang jalan,sementara suara ombak terus datang dan pergi di malam yang tenang,Mereka berjalan kembali menuju mobil.

Langkah ayla sedikit pelan karena pasir masih menempel di kakinya,Bagas membuka pintu mobil untuknya tanpa banyak bicara.

Ayla tersenyum kecil.

"Terima kasih."

Bagas hanya mengangguk singkat.

"Iya."

Setelah ayla duduk di kursi penumpang,Bagas menutup pintunya lalu berjalan memutar ke sisi pengemudi.

Tak lama kemudian mobil kembali menyala.

Lampu mobil menerangi jalan keluar dari area pantai yang kini mulai sepi.

Beberapa pedagang masih terlihat membereskan dagangannya,Sementara suara ombak perlahan menjauh ketika mobil mulai meninggalkan pantai.

Di dalam mobil suasananya cukup tenang.

Lampu jalan memantul pelan di kaca jendela.

Ayla menyandarkan punggungnya di kursi sambil melihat keluar.

"Pantainya lebih indah dari yang aku bayangkan."

Bagas meliriknya sekilas.

"Bagus."

Ayla tersenyum kecil.

"Terima kasih."

Bagas sedikit mengernyit.

"Sudah bilang tadi."

Ayla tertawa pelan.

"Iya,Tapi aku mau bilang lagi."

Beberapa saat mereka kembali diam,Hanya suara mesin mobil dan musik pelan dari radio yang terdengar,Angin malam masuk dari jendela yang sedikit terbuka,Mobil terus melaju di jalan yang kini semakin sepi,Lampu-lampu kota mulai terlihat dari kejauhan.

Ayla sedikit menggigil karena angin malam yang masuk dari jendela.

Tanpa banyak bicara,Bagas memutar kenop AC agar lebih hangat.

Ayla menyadarinya,Lalu menoleh pelan ke arah bagas.

"Kamu perhatian juga ternyata."

Bagas menjawab singkat.

"Biasa saja."

Ayla tersenyum lagi.

Suasana mobil terasa hangat meskipun malam semakin dingin.

Beberapa menit kemudian,Ayla bersandar lebih nyaman di kursinya,Matanya mulai sedikit mengantuk,Lalu ayla melirik bagas sekali lagi.

"Bagas."

"Iya."

"Hari ini benar-benar menyenangkan."

Bagas menoleh sebentar.

"Bagus."

Ayla tersenyum lembut,Lalu tanpa sadar kepalanya perlahan bersandar ke arah jendela mobil,Beberapa menit kemudian matanya benar-benar terpejam,Ayla tertidur.

Bagas baru menyadarinya ketika mobil berhenti di lampu merah,Bagas melirik ke samping,Ayla tertidur dengan wajah yang tenang,Rambutnya sedikit berantakan,Bagas menatap ayla beberapa detik,Lampu lalu lintas berubah hijau,Mobil kembali melaju di jalan malam yang tenang,Mobil bagas akhirnya berhenti di depan panti asuhan,Bagas mematikan mesin mobil,Beberapa detik bagas hanya duduk diam,Lalu menoleh ke samping,Ayla masih tertidur dengan kepala bersandar ke jendela mobil,Nafasnya pelan dan wajahnya terlihat sangat tenang,Bagas menghela napas pelan.

"Sayang"

Tidak ada jawaban.

Bagas memanggil lagi sedikit lebih pelan.

"Sayang."

Ayla hanya bergerak sedikit,Tapi tidak benar-benar bangun.

Bagas terdiam sebentar, lalu membuka pintu mobil dan keluar.

Bagas berjalan memutar ke sisi penumpang,Membuka pintu dengan hati-hati agar tidak membuat suara keras.

Ayla masih tertidur.

Bagas menatapnya sejenak,lalu berkata pelan.

"Kamu benar-benar tidur."

Dengan hati-hati bagas menyelipkan satu tangan di belakang punggung ayla dan tangan lainnya di bawah lututnya,Perlahan bagas mengangkat tubuh ayla dari kursi mobil.

Ayla sedikit bergerak,tapi tetap tertidur,kepalanya tanpa sadar bersandar di bahu bagas.

Bagas menutup pintu mobil dengan siku lalu berjalan menuju pintu panti.

Langkahnya pelan agar tidak membangunkan ayla.

Tok tok tok!

Beberapa detik kemudian pintu dibuka oleh penjaga panti yang sudah cukup tua.

"Oh nak bagas?."

Bagas mengangguk kecil.

"Maaf mengganggu."

Ibu panti itu melihat ayla yang tertidur di gendongan bagas lalu tersenyum tipis.

"Sepertinya ayla capek sekali."

Bagas menjawab singkat.

"Iya."

Bagas lalu berjalan masuk ke dalam panti.

Lampu lorong menyala redup,Suasana sangat tenang,Hanya terdengar suara langkah pelan bagas,Bagas menaiki tangga dengan hati-hati agar ayla tidak terbangun,Beberapa saat kemudian bagas sampai di depan kamar ayla,Pintu kamar tidak terkunci,Bagas membukanya perlahan dengan bahunya.

Di dalam kamar terlihat sederhana tapi rapi,Ada tempat tidur kecil,meja belajar,dan rak buku di sampingnya.

Bagas berjalan mendekat ke tempat tidur,Dengan sangat hati-hati bagas menurunkan tubuh ayla ke atas kasur.

Ayla sedikit bergerak ketika punggungnya menyentuh kasur.

Bagas menarik selimut lalu menyelimutinya perlahan,Beberapa helai rambut ayla jatuh menutupi wajahnya,Tanpa sadar bagas menyibakkannya pelan.

Ayla bergumam pelan dalam tidurnya.

"Bagas"

Bagas sedikit terdiam,Bagas menatap wajah ayla beberapa detik,Lalu berkata sangat pelan.

"Tidurlah."

Bagas kemudian berdiri dan berjalan menuju pintu,Sebelum keluar,Bagas menoleh sekali lagi ke arah ayla yang kini tidur dengan tenang,Lampu kamar dimatikan,Hanya menyisakan cahaya lembut dari lampu lorong yang masuk melalui celah pintu,Bagas menutup pintu kamar perlahan.

1
Citra bella Suteja
ayla teralalu lemah ngga bisa tegas ngga berani melawan,,,
Lisa
Ceritanya bagus Kak
Lisa
Aku mampir Kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!