NovelToon NovelToon
Selir Favorit Sang Mafia

Selir Favorit Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja sastrala

Dijual oleh keluarganya demi melunasi utang, Aurora terperangkap dalam sangkar emas milik Gabriel Moretti—bos mafia paling dingin dan ditakuti di dunia bawah tanah. Meski hanya berstatus sebagai selir rahasia tanpa cincin di jarinya, Aurora menjadi satu-satunya wanita yang sanggup melunakkan kegelapan sang iblis. Di antara benturan bahayanya, ancaman musuh, dan obsesi Gabriel yang makin mengekang, Aurora harus memilih: menyerahkan hatinya secara utuh pada sang penguasa, atau bertaruh nyawa demi merebut kebebasannya kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja sastrala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

Sinar matahari pagi yang menembus celah gorden raksasa kini melukis garis-garis keemasan di atas sprai sutra yang berantakan. Udara kamar yang dingin terisi oleh aroma pembuat mabuk perpaduan antara wangi tubuhku, keringat, dan jejak penyatuan yang belum sepenuhnya dingin.

Napas parauku masih naik-turun tidak teratur, beradu dengan suara debaran dada Gabriel yang kokoh di bawah telingaku.

Aku terbaring pasrah di atas dada telanjangnya. Satu tangan Gabriel yang berotot dan hangat melingkar protektif di pinggangku, menyanggah tubuhku agar tidak merosot, sementara tangan satunya lagi jemarinya terus bergerak lembut menyisir helai demi helai rambut panjangku yang lengket oleh keringat.

Tidak ada kekerasan. Tidak ada paksaan. Tidak ada rasa sakit yang biasanya membakar organ intim dan seluruh persendianku setiap kali pria ini selesai meluapkan obsesinya.

Di dalam benakku yang masih linglung oleh sensasi gairah yang intens, sebuah kenyataan merayap masuk dengan pelan namun begitu telanjang: pria ini bisa bersikap lembut.

Manusia berhati dingin yang selama ini kukenal sebagai iblis tanpa belas kasihan pria yang memerintahkan pembantaian tanpa berkedip, yang memperlakukanku seperti barang pajangan berharga yang bisa diremukkan sesuka hati baru saja membawaku melintasi batas dunia yang tak pernah kuseberangi sebelumnya.

Malam ini, untuk pertama kalinya sejak aku diseret ke dalam sangkar emas bernama Puri Moretti, aku merasakan apa yang dinamakan surga duniawi yang sesungguhnya.

---

Sejak malam pertama aku dijual oleh ayahku demi melunasi utang judinya, seks di dalam kepalaku selalu bertaut dengan trauma, rasa takut, dan penghinaan. Gabriel selalu mengambil apa yang diinginkannya bagai badai yang menghancurkan. Ia tidak pernah peduli apakah fisiku siap, apakah hatiku terluka, atau apakah tubuh kecilku sanggup menahan kebuasannya. Bagiku, ranjang ini adalah arena pertempuran di mana aku selalu menjadi korban yang berdarah-darah.

Namun malam ini, di bawah naungan fajar yang baru terbit, segalanya runtuh dan dibangun kembali dalam bentuk yang sama sekali asing.

Gabriel tidak hanya menyentuh kulitku; ia menyentuh bagian jiwaku yang paling dalam dan tersembunyi. Setiap bisikan ma'af yang tersirat dari ritme gerakannya, setiap usapan hangat jemarinya di lekuk tubuhku, dan cara ia menatap mataku dengan kepasrahan murni saat aku memegang kendali... segalanya begitu memabukkan hingga melumpuhkan seluruh naluri pertahananku.

Ia tidak membiarkanku merasa sendirian. Ketika gelombang kenikmatan itu menghantamku berkali-kali hingga napasku tercekik, Gabriel ada di sana memelukku rapat, membisikkan kata-kata penuh kehangatan di telingaku, dan membiarkan jemariku mencengkeram punggungnya yang tegap sebagai tumpuan.

Sensasi terbuai yang menyengat hingga ke ujung jari-jariku masih menyisakan getaran halus. Rasa manis yang begitu hebat dan asing berkecamuk di dalam dadaku, berbenturan keras dengan kenangan pahit tentang pendarahan dan dinginnya ruang *ICU* beberapa minggu lalu.

Bagaimana mungkin jemari yang sama, yang dulu mencengkeram rahangku hingga memar dan mencabut belasan nyawa di medan perang, kini bisa membelai pipiku dengan begitu hati-hati seolah aku terbuat dari kaca yang paling mudah pecah?

Aku menggerakkan kepalaku pelan, menengadah untuk menatap wajah pria yang sedang memelukku ini.

Gabriel terpejam. Garis-garis tegas di wajah tampannya yang biasanya selalu dipenuhi kerutan ketegangan dan kekejaman kini tampak begitu tenang. Rahangnya yang kokoh merileks, dan deru napasnya berhembus teratur membelai keningku. Untuk pertama kalinya sejak aku mengenalnya, Gabriel Moretti terlihat seperti seorang manusia biasa, bukan monster yang menakutkan.

Perlahan, seolah menyadari tatapanku, kelopak matanya terangkat. Manik mata hitam segelap malam itu terbuka, langsung mengunci pandanganku. Tidak ada kilatan intimidasi atau dominasi gila di sana. Yang tersisa hanyalah kehangatan pekat dan kepemilikan yang teramat dalam.

"Kenapa menatapku seperti itu, Cara mia?" bisiknya serak, suaranya mengandung nada berat yang begitu seksi di pagi hari.

Aku terdiam beberapa saat, tenggorokanku terasa agak kering. "Aku... aku tidak pernah menyangka," ucapku jujur, suaranya hampir menyerupai bisikan halus yang tersapu angin pagi.

"Tidak menyangka apa?" jemarinya terangkat, mengusap lembut sudut bibirku yang sedikit membengkak akibat ciumannya sepanjang malam.

"Bahwa manusia sepertimu... manusia yang hidup dari darah dan rasa takut orang lain... bisa menyentuh seseorang dengan kelembutan seperti ini," lanjutku, menatap lurus ke dalam matanya tanpa rasa takut yang biasanya membelenggu.

Raut wajah Gabriel sedikit berubah. Kilatan rasa bersalah yang kelam melintas sejenak di matanyasebuah pengingat bisu akan luka dan trauma yang telah ia goreskan di tubuhku. Ia merapatkan pelukannya di pinggangku, memangkas jarak di antara kami hingga tidak ada lagi udara yang tersisa.

Ia membawa tanganku yang bebas ke atas dadanya, tepat di mana jantungnya berdetak keras dan teratur di balik kulitnya yang hangat.

"Aku bisa menjadi iblis untuk seluruh dunia di luar sana, Aurora," bisik Gabriel, suaranya terdengar begitu berat, dalam, dan dipenuhi oleh kebenaran yang tak terbantahkan. "Aku bisa membantai ratusan orang tanpa mengedipkan mata jika mereka mengusik kekuasaanku. Tapi di kamar ini... di hadapanmu... aku hanyalah pria yang bertekuk lutut."

Ia menunduk, menempelkan dahinya ke dahiku. Napas hangatnya berbaur dengan napasku.

"Aku meremukkanmu karena kegilaan dan ketakutanku sendiri," lanjutnya dengan kejujuran yang menelanjangi jiwanya. "Aku takut kehilanganmu, tapi cara gilaku justru hampir membunuhmu. Malam ini... dan untuk sisa hidupku... aku tidak akan pernah membiarkan rasa sakit itu menyentuhmu lagi. Kau adalah satu-satunya hal yang ingin kujaga dari tanganku yang berdarah ini."

Kata-kata itu terpatri kuat di dalam udara pagi yang hening.

Aku memejamkan mata rapat-rapat. Ada pergulatan hebat di dalam batinku. Akal sehatku menjerit, mengingatkanku bahwa pria di hadapanku ini adalah penyebab dari segala penderitaanku, orang yang menyekapku di dalam sangkar emas ini dan membunuh kebebasanku. Namun tubuh dan jiwaku yang baru saja dilumat oleh kelembutannya tidak bisa membohongi kenyataan: bahwa malam ini, ia berhasil meruntuhkan dinding kebencian yang kubangun dengan susah payah.

Surga duniawi yang ia berikan malam ini begitu manis dan memabukkan hingga terasa seperti racun yang nikmat. Aku tahu ini adalah perangkap baru perangkap kelembutan yang jauh lebih berbahaya daripada rantai atau bentakan kasarnya. Karena jika rasa takut membuatku ingin melarikan diri, kelembutan ini justru membuatku ragu apakah aku masih ingin pergi dari sisinya.

Gabriel menarik daguku pelan, membimbing bibirku kembali menyatu dengan bibirnya. Ciuman fajar itu dimulai dengan sangat lambat dan manis, sebelum perlahan-lahan kembali menyalakan sisa-sisa gairah yang belum sepenuhnya padam di antara kami.

Ketika tubuhnya kembali menindih tubuhku secara perlahan, menyelimutiku dengan kehangatan dan kelembutan yang membuai, aku membiarkan diriku tenggelam sekali lagi dalam pusaran rasa nikmat ini. Di atas peraduan yang menyaksikan kehancuran dan kebangkitanku, aku pasrah dilumat oleh iblis yang telah belajar cara mencintai dengan lembut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!