Alena tidak pernah menyangka akan dinikahi oleh Aditya Pradana, CEO dingin yang juga mantan kakak iparnya.
Tujuannya satu: menjadi ibu untuk Sean, anak tiri berandal yang membencinya setengah mati.
Sean melakukan segala cara untuk mengusir Alena.
Balapan liar, berkelahi, membolos.
Tapi Alena yang berjilbab ini tidak takut.
Ia lawan balik Sean di arena balap dan di lapangan futsal.
Hingga Sean diam-diam kagum dan berbisik, "Siapa sebenarnya kamu, Bunda?"
Di sisi lain, Aditya Pradana yang dibantu Rendra, mulai menyadari...
Adik iparnya yang dulu pendiam itu, kini menjadi wanita yang tidak bisa ia lepaskan.
Pernikahan kontrak ini, apakah akan berakhir dengan cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atha Diyuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29
3 hari setelah drama ngidam rujak mangga muda pedes jam 2 pagi.
Kandungan Alena sudah 14 minggu 4 hari. Baby bump-nya makin jelas, kalau pakai dress hamil sage green ketat, sudah kelihatan banget tonjolannya terlihat cantik. Ngidam anehnya masih ada, kemarin ngidam es krim duren jam 11 malam, hari ini ngidam tahu bulat digoreng dadakan 5 biji.
Tapi hari ini bukan tentang ngidam Alena, hari ini tentang Sean yang panik level 1000.
Jam 06.00 pagi, Sean sudah bangun, mandi 2 kali, pakai parfum Aditya yang mahal seharga 3 juta, memakai kemeja putih baru, rambut disisir rapi pakai gel rambut.
Kenapa? Hari ini Naya mau main ke rumah Pondok Indah. Pertama kalinya mau dikenalakan sama calon mertua.
Sean turun ke dapur, Bi Ijah lagi masak menu makanan yang Alena minta,bi Ijah terkejut lihat Sean yang sudah srapih itu.
"Loh Kak Sean, mau kemana Kak? Rapi banget Kak?"
Sean wajahnya langsung memerah, "Bi... hari ini Naya mau kesini Bi... mau kenalan sama Ayah Bunda Bi..."
Di taman belakang, Alena sedang duduk sembari menikmati tahu bulat 5 biji anget yang masih anget, melihat Sean dari kejauhan susah terlihat rapi banget langsung heboh.
"Ya ampun anak Bunda ganteng banget hari ini nak!"
Alena hari ini pakai dress hamil putih sage dengan jilbab warna coklat susu,wajahnya tampan semakin segar dan glowing, baby bump-nya juga semakin kelihatan, sudah siap menyambut calon mantu dan jadi calon mertua muda umur 24 tahun.
Jam 07.00, Aditya turun dari lantai 2, mau berangkat ke Pradana Tower, pakai jas hitam, dasi hitam, CEO mode on. Melihat Sean sudah rapi mengenakan kemeja putih dan parfumnya yang hilang 3 semprotan, langsung tau.
"Sean, hari ini Naya kesini ya? Jam berapa? Ayah cancel meeting jam 10.00 biar bisa kenalan dengan calon mantu." ucap Aditya.
Sean makin panik, "Ayah jangan pakai jas hitam dong Yah! Nanti Naya takut Yah! Ayah kan mukanya dingin,kaku, serem Yah kalau pakai jas hitam!"
Aditya tertawa, "Loh Ayah harus pakai jas hitam nak, biar Naya tau calon mertuanya CEO Pradana Group, biar Naya gak macem-macem sama jagoan Ayah."
Jam 10.00 pagi, bel rumah Pondok Indah bunyi.
Ting Tong!
Sean yang duduk di sofa sudah 1 jam menunggu, langsung loncat lari ke gerbang, lebih cepat dari satpam Rudi.
Di depan gerbang, ada cewek cantik pakai dress putih sopan panjang sampai lutut, rambut panjang diikat setengah, bawa buku psikologi dan bawa kue lapis legit.
Nayla Putri, 18 tahun, Psikologi UI, IPK 3,9, yang udah pacaran sama sean selam 3 minggu.
"Naya! Kamu dateng!" Sean tersenyum dan membuka gerbang sendiri.
Naya tersenyum manis, dia terlihat agak gugup, "Hai Sean, maaf ya telat, macet dijalan."
" Tidak Maslah sayang,gapapa.Ayo masuk,ayah dan bundaku sudah menunggu di taman belakang.
Mereka masuk dan langsung ke taman belakang, Alena sudah berdiri dilorong taman tersenyum ramah menyambut Naya.
Naya melihat Alena, langsung mendekat dan salim, cium tangan, "Selamat pagi Tante Alena, aku Naya Tante,maaf ya Tante baru bisa main kesini."
Alena yang baru berumur 24 tahun dipanggil Tante sama cewek 18 tahun langsung tertawa dan refleks memeluk Naya, "Hai Naya sayang, panggil Bunda aja ya sayang, jangan Tante ya sayang, cantik banget kamu sayang!"
Naya membalas pelukan Alena," Bunda juga cantik banget.
Lalu dari pintu belakang, Aditya keluar, masih dengan jas hitamnya.
Melihat Aditya datang Naya terlihat gugup,kemudian menyapa aditya "Selamat pagi Om Aditya..."
Aditya diam 3 detik, menatap Naya dari atas sampai bawah, mode CEO interview calon karyawan.
Naya makin gugup, Sean yang melihat itu meraih tangan Alena dan menggenggamnya erat.
Tiba-tiba Aditya senyum, senyum ramah pertama kali ke pacar Sean, melepas jas hitamnya dan menaruhnya di kursi.
"Panggil Ayah aja Naya, jangan Om, Om itu kayak Om-Om banget."
Naya langsung merasa lega dan tersenyum, "Iya Ayah... makasih Ayah..."
Aditya duduk, langsung mode calon mertua dadakan interogasi CEO.
"Naya, Ayah tanya ya, kamu pacaran sama Sean mau serius atau main-main?"
Mendengar itu sean langsung panik, "AYAH!"
Naya juga kaget dengan pertanyaan yang dilontarkan Aditya.
"Ayah, aku pacaran sama Sean mau serius Yah, Sean anak baik Yah, pinter, sayang keluarga, aku lihat Sean sayang banget sama Bunda sama calon adiknya yang masih 14 minggu di perut Bunda, aku jadi yakin Sean bisa jadi cowok yang tanggung jawab Yah."
Alena yang mendenger jawaban Naya langsung terharu, pegang tangan Naya, "Trimakasih Naya,kamu betul Sean anak yang baik , bertanggungjawab dan juga penyayang."
Aditya mengangguk, merasa puas dengan jawaban naya.
"Bagus Naya, Ayah suka jawaban kamu. Ayah cuma mau bilang, Sean itu jagoan Ayah satu-satunya, umur 18 tahun, baru masuk UI, jangan diajak macem-macem ya, fokus kuliah dulu, pacaran boleh, tapi jaga batasan ya,kejar cita-cita karna masa depan kalian masih panjang dan ya Ayah belum siap jadi kakek.
Naya dan Sean langsung merona mukanya semerah tomat.
Mereka komapka menjawab. "AYAH!"
Alena sampai teretawa ngakak, "Mas Adit ih apa sih Mas ngomongnya Mas!"
Jam 11.00, makan siang di taman belakang.
Sean dan Naya terlihat mesra,mereka saling menyuapi dan kebersamaan mereka membuat Aditya dan Alena merasakan kebahagiaan yang sama.
Alena berbisik ke Aditya, "Mas, mereka terlihat sangat cocok ya Mas?"
Aditya balik berbisik, "Cocok sayang, cantik, pinter, sopan, nila IPK 3,9, Psikologi UI, Ayah setuju, calon mantu idaman dan Naya juga keliatannya tulus.
Jam 12.00, Naya pamit pulang, Sean mengantar sampai gerbang.
Di depan gerbang Naya tersenyum sambil berkata, "Sean, terimakasih ya.Ayah dan bunda begitu baik menyambutku.Aku seneng bisa bertemu mereka.Meskipun awalnya aku takut.
" Takut kenapa?" kata Sean
" CEO kan biasanya galak,jutek, dingin dan menyebalkan.Kaya dicrita novel-novel." kekeh Naya.
Sean tersenyum," kamu ini bisa saja,mana ada ayah begitu.Ayah baik,dia memang kaku dan tegas tapi dia penyayang.
Naya pulang setelah grab yang dia pesen sampai. Sean gegas lari dan masuk ke dalam rumah dan menyusul ayah bundanya yang masih ditaman.
"Yeeees,ayah bunda trimakasih sudah bersikap baik dan lembut pada Naya.Tadi Naya bilang ayah dan bunda baik banget naya suka ketemu ayah dan bunda."
" Syukurlah Kalau begitu Sean."
Alena dan aditya tersenyum melihat wajah bahagianya Sean.
Bersambung