NovelToon NovelToon
Dibuang Karena Gendut, Dipilih Menjadi Ibu

Dibuang Karena Gendut, Dipilih Menjadi Ibu

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Romansa pedesaan / Cewek Gendut / Cerai / Tamat
Popularitas:164.6k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Mireya Ananta diceraikan suaminya karena tubuhnya yang gemuk.

Terusir tanpa harta, ia hanya memiliki uang dua puluh ribu rupiah dan terpaksa mencari pekerjaan.

Sebuah lowongan membawanya ke kediaman Arven Zarreti, tuan tanah bengis yang memiliki perkebunan luas di sebuah desa.

Arven membutuhkan seseorang untuk mengasuh Elden, putranya yang berusia lima tahun dan menolak sekolah karena takut bertemu orang lain.

Awalnya, Arven menguji Mireya terlebih dahulu, apakah benar di bisa membuat Elden makan tanpa harus dipaksa. Ternyata, berbekal pengalaman mengasuh anak kakak iparnya, Mireya dengan mudah membuat Elden menikmati makannya.

Keesokan hari, Penghulu datang ke rumah itu.

"Kita menikah!"

Jadi lah, beberapa hari usai cerai, Mireya langsung menjadi istri pria bernama Arven.

Mireya menjadi ibu sambung bagi Elden, dan mengurus lahan pertanian milik Arven. Bagaimana kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Mantan Suami

Diam-diam, Syahzan mengikuti seseorang itu.

Mireya tampak tertawa. “Jangan berlari.” Ia menasihati seorang anak kecil.

"Siapa anak itu? Gumamnya?"

Bahkan Syahzan mengikuti Mireya yang masuk ke dalam toko pertanian. Namun, kali ini ia memilih menunggu dan bersembunyi di luar.

"Kenapa Mireya kembali kurus? Bukan kah Mama dan Luwi sudah ..."

Namun, ucapannya tak ia sambung. "Mireya, aku ingat sekali. Kecantikan dan kelembutanmu itu lah yang membuatku jatuh cinta padamu dulu."

Tak lama kemudia, Mireya keluar. Obrolan mereka terdengar sampai ke telinga Syahzan.

“Nyonya benar-benar tahu soal tanaman.”

"Nyonya? Mireya jadi Nyonya? Apa dia sudah menikah lagi?" Syahzan masih bersembunyi.

Mireya tampak tersenyum. “Sedikit kok, Pak.”

“Sedikit?” Pria paruh baya di dekatnya memegang keranjang belanja.

“Kalau ini sedikit, saya tidak tahu seperti apa kalau Nyonya benar-benar menguasai pertanian.”

Mireya terlihat tertawa kecil.

Anak kecil bersamanya menarik tangan Mireya.

“Ibu!”

Kembali kening Syahzan mengerut. "Ibu? Jadi, sekarang Mireya menjadi ibu anak itu?" Lalu tampak Syahzan menghitung dengan jarinya.

"Perceraian kami belum genap tiga bulan, dia sudah menikah?" Syahzan tampak semakin penasaran dan terus mengikuti mantan istrinya itu.

“Hm?”

“Ada biji semangka!” ucap anak kecil itu.

“Jangan diambil.”

“Kenapa?”

“Kita belum punya tempat untuk menanamnya.”

Anak kecil itu tampak kecewa. “Tapi aku suka semangka.”

“Nanti kita tanam kalau ada lahan yang cocok.”

Anak kecil itu tersenyum. “Janji?”

“Janji.”

Mireya kemudian memasukkan beberapa bibit sayuran ke keranjang.

Setelah itu, ia mengikuti mereka ke toko pupuk. Seperti tadi, dia masih sembunyi dan menunggu untuk memastikan.

Mireya menyerahkan sepasang sarung tangan baru untuk anak kecil tadi.

"Kenapa Mireya begitu perhatian dengan bocah itu?"

“Lihat, Ibu!”

"Bahkan, dia begitu fasih seolah sudah terbiasa memangil itu kepada Mireya," gumamnya lagi.

Perempuan itu kini membungkuk membantu memperbaiki tali sepatu anak itu. Kemudian anak itu berdiri dan menggenggam tangannya.

Mireya tersenyum. Senyum yang dulu sangat sering dilihat Syahzan. Namun entah kenapa sekarang terasa asing.

Setelah memastikan ternyata perempuan itu benar-benar mantan istrinya, akhirnya Syahzan melangkah mendekat.

“Mireya?”

Mireya yang mendengar suara yang tak asing memanggil namanya langsung menoleh.

Matanya membesar. Senyumnya menghilang.

Syahzan berdiri beberapa langkah di depannya.nTatapannya berpindah dari Mireya kepada anak kecil di sampingnya. Kemudian kepada Pak Can.

“Ini…” Ia kembali menatap Mireya.

“Mireya, ini benar-benar kamu?”

Mireya menggenggam tangan Elden sedikit lebih erat.

Pak Can langsung memperhatikan perubahan wajahnya.

Elden mendongak. “Ibu?”

Mireya menarik napas perlahan. “Elden, jangan jauh-jauh dari Ibu.”

Syahzan mendengar panggilan itu. "Ibu?" Tatapannya kembali jatuh kepada anak kecil tersebut.

Kemudian kepada cincin pernikahan yang baru telah melingkar di jari Mireya.

Wajahnya berubah. “Kau…”

Syahzan belum selesai bicara ketika sebuah suara terdengar dari belakang mereka.

“Nyonya Mireya!”

Mireya menoleh. Seorang pria dari toko pertanian tadi tampak berlari kecil membawa sebuah kantong.

“Nyonya, bibit stroberi tadi tertinggal.”

Mireya menerimanya. “Oh, terima kasih.”

Syahzan semakin bingung.

Nyonya?

Bibit?

Anak kecil?

Pria tua?

Dan cincin?

Sementara itu, dari dalam mobil yang berhenti tidak jauh dari sana, seorang pria memperhatikan kerumunan tersebut.

Arven.

Ia akhirnya turun dari kendaraan. Tatapannya langsung tertuju kepada Mireya. Lalu kepada pria yang berdiri di depannya.

Arven tidak mengenalnya. Namun ia melihat jelas cara pria itu memandang Mireya.

Tatapan yang terlalu lama. Terlalu mengenal. Arven melangkah maju.

Dan suara dinginnya terdengar dari belakang Mireya. “Mireya.”

Mireya membeku. Syahzan ikut menoleh. Arven berdiri beberapa meter dari mereka.

Tatapannya berpindah kepada Syahzan.

Dingin.

Tajam.

Tidak ramah.

Kemudian Arven berkata,

“Kau tidak memperkenalkan suamimu padanya?”

Mireya menelan ludah. Syahzan membelalakkan mata. 'Suami? Jadi dia benar-benar telah menikah? Padahal, perceraian kami belum genap tiga bulan?'

*bersambung*

1
Erna Masliana
salahkan dirimu sendiri tidak mau jujur
Erna Masliana
tinggal bilang apa susahnya.. palingan jadi majikan lagi.. jangan buat orang yang menampung dan membela mu kelihatan bego di mata mantan keluarga bejatmu
Erna Masliana
jujur aku gak ngerti..masa Iddah itu di hitung setelah ketok palu atau kata talak?? terus yang namanya sidang perceraian setauku tidak ada yang sehari beres..sepupuku aja perlu 6bulan 3 kali sidang sampe ketok palu..kalo dalam Islam ya dihitung dari kata talaknya suami bukan dari ketok palu deh kayaknya
SoVay: boleh dbaca sampai selesai y kak, ceritanya udah tamat 🙏🍅
total 1 replies
Erna Masliana
ih hayang nga geplak s Mireya.. bertele tele..aku orangnya gak sabaran 😛
Erna Masliana
ya banyak.. karena kamu gak cari tau..gak nanya dg benar..kamu juga punya rahasia... jangan marah
Erna Masliana
greget ih...Mireya terlalu lemah.. sampe harus di bela anak kecil
Erna Masliana
rumah s Arven tipe terbuka y .. tapi waktu masuk ada penjaga kok enteng banget masukin orang
Erna Masliana
ya gak bisa udah ketok palu meski ada masa Iddah kalo ceweknya gak mau rujuk ya gak bisa maksa kembali.. apalagi untuk hidup menderita.. lagian itu pas ketok palu bukannya harusnya prosesnya lama..s syahzan sekaya apa sih atau seberpengaruh apa sampe dapat surat cerai tanpa mediasi langsung sidang putusan.. terus alasan cerai yang diajukan apa?
Erna Masliana
karena butuh itu fakta kenapa takut.. memang saat itu kamu benar benar lagi terpuruk kan.. makanya lihat peluang langsung ambil itu realistis untuk bertahan hidup bukan matre
Erna Masliana
ini tidak di apa apain s Syahzannya?? minimal bikin drama di begal gitu??
Erna Masliana
kalo dg trik licik syahzan aja kalah maka Zareti memang tidak sekuat itu
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣ngeles biar gak kena amuk
Erna Masliana
kenapa berharap dicari gitu 😛
Erna Masliana
gantung kamu di pohon itu merepotkan karena kamu berat😁✌️.. lebih praktis di dor atau racun ✌️✌️
Aji Priatun
suka karyanya Author
Yulvita Darnel
waw... masa dari 50% turun bebas menjadi 35% ada-ada saja mireya.
Dewi Habibah
bagus ceritanya
SoVay: terima kasih kk 🍅🍅🙏
total 1 replies
Yulvita Darnel
gara-gara kelaparan akhirnya lolos jadi kandidat ibu tiri, bagus juga tuh taktik.
Yulvita Darnel
ada-ada aja Thor masa iya ada pekerjaan jadi ibu tiri, boleh daftar nggak 🤣🤣🤣🤣
SoVay: tapi lowongan sudah teriso 🤣
total 1 replies
Wati Anja
semoga mireya dan keluarga barunya bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!