NovelToon NovelToon
Sistem Om Level Dewa

Sistem Om Level Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Hidup tenang Bayu sebagai karyawan sekaligus selebgram hancur seketika saat ia harus mengasuh enam keponakan perempuannya yang super aktif. Namun, kemunculan "Sistem Om Level Dewa" mengubah segalanya dengan menjanjikan kekayaan tak terbatas asalkan ia berhasil membuat para keponakannya bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Tik tok tik tok.

Suara detik jam dinding di ruang rapat terasa sangat lambat pagi ini.

Bayu duduk di kursi kebesarannya menatap layar proyektor yang terhubung langsung ke internet.

Semua karyawan Pratama Creative berkumpul di ruangan itu dengan wajah yang sangat tegang.

"Dimas, apakah tim teknis dari perusahaan Beauty Glow sudah menekan tombol rilisnya?" tanya Bayu memecah keheningan.

"Sudah Bos, videonya baru saja diunggah ke semua platform media sosial sepuluh detik yang lalu."

Maya menggigit kuku jarinya karena merasa sangat gugup menunggu reaksi penonton atas debut pertamanya.

Reza juga terus mengusap telapak tangannya yang berkeringat dingin ke celana jeansnya.

Wush.

Angka penonton di layar proyektor tiba-tiba melonjak drastis dalam waktu kurang dari satu menit.

"Seribu, sepuluh ribu, astaga sudah tembus seratus ribu penonton Bos Bayu!" teriak Reza kegirangan.

Sorakan bahagia langsung meledak di dalam ruang rapat tersebut.

"Komentarnya juga sangat positif, mereka semua memuji kecantikan Maya dan warna lipstiknya yang memukau."

Bayu tersenyum sangat puas melihat angka penjualan di tautan keranjang kuning yang berputar dengan sangat cepat.

Hanya dalam waktu sepuluh menit, stok awal lipstik Beauty Glow sebanyak sepuluh ribu buah ludes terjual.

Pak Haryo dari pihak klien bahkan langsung mengirimkan pesan ucapan terima kasih yang sangat panjang ke ponsel Bayu.

[Ding!]

[Agensi Tuan berhasil mencetak rekor penjualan luar biasa pada kampanye komersial pertama.]

[Tingkat popularitas agensi meningkat drastis di mata publik.]

[Mendapatkan Bonus Kas Perusahaan sebesar Lima Ratus Juta Rupiah yang telah ditransfer ke rekening agensi.]

Suara sistem yang sangat merdu itu membuat senyuman Bayu semakin bertambah lebar.

"Kerja bagus semuanya, ini adalah awal mula dari dominasi Pratama Creative di dunia hiburan digital Jakarta."

Maya melompat-lompat gembira dan memeluk Dimas saking senangnya melihat hasil kerja keras mereka dihargai.

Namun di sudut ruangan yang gelap, Vanya yang masih menyamar sebagai Naya berdiri dengan wajah yang sangat masam.

"Gadis udik seperti Maya bisa terkenal secepat ini hanya karena uang Bayu?" batin Vanya menahan rasa iri yang luar biasa.

Vanya mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga kukunya menancap ke telapak tangannya sendiri.

"Aku harus membuat kekacauan hari ini agar perayaan mereka hancur berantakan."

Bayu kemudian berdiri dan menepuk tangannya dua kali untuk meminta perhatian seluruh tim.

Plok plok.

"Untuk merayakan kesuksesan ini, jam dua siang nanti kita akan mengadakan siaran langsung perayaan interaktif."

"Maya, kau harus memakai gaun sutra merah eksklusif yang baru saja dikirim oleh butik sponsor kita tadi pagi."

"Siap Kak Bayu, aku akan bersiap-siap dan merias wajahku di ruang ganti sekarang juga," jawab Maya penuh semangat.

Vanya melihat ini sebagai kesempatan emas yang sangat sempurna untuk melancarkan rencana jahatnya.

"Biar saya saja yang membawa dan menyiapkan gaun merah itu ke ruang ganti Mbak Maya," ucap Vanya berpura-pura sangat rajin.

Bayu menatap Naya sekilas lalu menganggukkan kepalanya memberikan izin.

"Bagus Naya, pastikan gaunnya tidak kusut saat Maya memakainya nanti."

Vanya segera berjalan keluar dari ruang rapat menuju ruang penyimpanan baju dengan langkah yang dibuat sedikit terburu-buru.

Melihat kepergian wanita itu, insting Bayu langsung memberikan peringatan tanda bahaya.

"Wanita ular ini pasti sedang merencanakan sabotase murahan untuk merusak acara siaran langsungku nanti."

Bayu segera membuka panel sistem di dalam kepalanya tanpa diketahui oleh siapa pun.

"Sistem, buka Toko Rahasia sekarang juga, aku butuh alat pengintai yang ukurannya sangat kecil dan tidak bisa dideteksi."

Layar biru transparan langsung muncul membeberkan katalog barang dari dimensi lain.

[Membuka katalog Toko Rahasia...]

[Kamera Lalat Transparan - Harga: Rp 50.000.000.]

[Fungsi: Kamera terbang kasat mata yang bisa merekam dan mentransmisikan video langsung ke layar ponsel Tuan dengan resolusi tinggi.]

"Harga lima puluh juta untuk menangkap basah penjahat sepertinya sangat sepadan, beli satu sekarang juga sistem."

[Transaksi diproses, saldo Tuan telah dipotong sebesar lima puluh juta rupiah.] Wush.

Seekor lalat robot sebesar butiran debu yang tembus pandang muncul dari udara kosong tepat di depan wajah Bayu.

Bayu memberikan perintah mental kepada lalat robot itu untuk terbang mengikuti arah Vanya pergi.

Di dalam ruang ganti yang sangat sepi, Vanya melihat gaun sutra merah mahal itu tergantung rapi di balik pintu.

Dia memastikan tidak ada orang lain di lorong sebelum menutup pintu ruang ganti dengan rapat.

Cklek.

Vanya mengeluarkan sebuah gunting kecil tajam yang biasa digunakan untuk memotong benang dari dalam sakunya.

"Kita lihat apakah kau masih bisa tersenyum dan siaran langsung dengan gaun robek ini Maya," gumam Vanya dengan senyuman licik.

Srek srek srek.

Vanya mulai menggunting bagian resleting dan jahitan punggung gaun sutra tersebut dengan gerakan yang sangat cepat dan kasar.

Hanya dalam waktu satu menit, gaun seharga belasan juta rupiah itu hancur dan tidak mungkin bisa dipakai lagi.

Vanya meniup ujung guntingnya dengan gaya arogan lalu memasukkannya kembali ke dalam saku.

"Ups, sepertinya ada tikus nakal besar yang merusak gaun sponsor ini," tawa Vanya pelan menertawakan hasil karyanya.

Sementara itu di ruang rapat, Bayu sedang menatap layar ponselnya yang menampilkan siaran langsung dari Kamera Lalat Transparan.

Darah Bayu mendidih melihat rekaman sabotase yang dilakukan Vanya dengan sangat jelas dan tanpa rasa bersalah.

"Wanita ini benar-benar tidak punya otak, dia berani merusak properti agensiku di dalam markasku sendiri."

Bayu langsung berdiri dan mengebrak meja rapat dengan sangat keras membuat semua orang terlonjak kaget.

Brak.

"Dimas, Reza, ikut aku ke ruang ganti pakaian sekarang juga!" perintah Bayu dengan suara menggelegar.

Dimas dan Reza saling berpandangan bingung namun langsung berlari mengikuti langkah lebar bos mereka yang terlihat sangat marah.

Maya yang baru saja keluar dari toilet juga ikut berlari menyusul karena penasaran melihat keributan tersebut.

1
Adelina Lin
thor,gimana ibunya anak anaknya gk diceritakan lagi
kiyoe: heheh iyaa nanti muncul kok kak ibu dari keenam anak² itu 🙏
total 1 replies
Wega Luna
yu, ponakan2 mu itu bisa dibuat model juga🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
apa gunanya sistem kalo tidak memberi peringatan, jangan sampai lah terjebak terlalu jauh ,semoga ketahuan,
Adelina Lin: thor jangan sampai rencana busuknya si vanya terlaksana, kasihan bayu dan keponakannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!