NovelToon NovelToon
Aretha

Aretha

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Penyesalan Suami
Popularitas:918
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Aretha memilih hidup menderita bersama suaminya. padahal Kemewahan disediakan oleh orangtuanya. Namun Suaminya berselingkuh karena tekanan dari mertuanya. Apakah Aretha bisa mempertahankan rumah tangganya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesayangan Mertua

Hari ini sesuai janji Andreas, bahwa akan mengantar istrinya ke tempat kerjanya baru dia pergi ke tempat kerja di rumah sakit yang berbeda. Hari ini tidak ada operasi, Aretha hanya membantu dokter seniornya melakukan visit ke pasien - pasien. Begitu pula dengan Andreas hari ini dia hanya bertugas di poli penyakit dalam.

Dari kedatangan Andreas, dia di pantau oleh dokter gigi Jihan. Sampai dengan jam makan siang, dia melihat dokter Andreas sedang makan siang sendiri di kantin rumah sakit. Seperti biasa dokter Andreas akan menikmati masakan istrinya, kebiasaan semenjak dia menikah. Selalu di sediakan makan oleh istrinya.

"Boleh bergabung??"

"Eeee Ji, silahkan."

"Semenjak menikah, sekarang lebih sering bawa tas bekal."

"Iya, Ji. Biasa istriku sudah bangun pagi menyiapkannya."

"Ternyata anak orang kaya itu pintar masak ya."

"Iya lah, dia pintar banget." Lagi asik berbicara dengan Jihan, Andreas menerima telepon dari istrinya yang memberitahukan bahwa dia sudah selesai kerja. Dan bisa pulang."

"Sayang, tunggu. Abang jemput. Pasien abang juga sudah habis."

Andreas langsung merapikan kotak bekal makanannya dan di masukan pada tasnya.

"Ji, gue duluan ya. Mau jemput Tea."

"Oke."

Setelah semua urusannya diselesaikan, Andreas langsung menuju rumah sakit tempat istrinya bekerja. Tea sudah menantinya di taman lobi yang ada di depan. Andreas sudah melihat istrinya.

"Mas, kita mampir beli buah dan sembako dulu ya."

"Berarti swalayan dong dek."

"Iya."

"Oke sayangku."

Sebelum ke rumah orangtua Andreas, mereka mampir membeli buah - buahan dan berbelanja kebutuhan rumah seperti sembako. Pukul dua siang mereka tiba di rumah masa kecil Andreas. Rumah sederhana yang asri. Adriana waktu melihat kedatangan mobil kakaknya langsung menjemput kedua kakaknya dengan semua bawaan mereka.

"Bagaimana keadaan mama dek??"

"Masih demam kak."

"Kan sudah dibawa mama ke dokter???"

"Iya. Tetapi demamnya ngak sembuh."

Aretha memperlihatkan mukanya ke dalam kamar mama mertuanya. Ternyata kedatangan mereka sudah di nanti oleh mama.

"Mama malas makan nak."

"Biar Thea aja yang menyuapi mama."

Sedangkan Andreas sedang mempersiapkan perlengkapan medisnya untuk memeriksa mama.

"Harusnya dokter sarankan agar mama di rawat di rumah sakit. Tetapi mama tidak mau."

Andreas melihat ke papanya kemudian balik lagi melihat mamanya yang masih lemas.

"Mama, ngak mau makan lagi nak. Ngak enak."

"Mama mau makan apa nanti Thea belikan, yang penting mama makan."

"Mama mau makan roti, pakai selai kacang boleh??"

"Boleh. Tadi Thea ada beli roti dan buah."

"Sayang, kamu gendong mama ke ruang depan dulu. Biar aku bersihi kamar mama dan papa."

Andreas pun mengangkat mama ke ruang keluarga, di baringkan di atas sofa, yang baru Andreas beli sebelum dia menikah. Dan Aretha mulai membersihkan kamar mama dan papa mertuanya. Ternyata banyak sekali barang - barang tua yang mama simpan. Baju yang di gantung di belakang pintu di lipat rapi dan di masukan di kantong untuk di bawa ke laundry.

Tiga puluh menit kamar mertuanya sudah kembali bersih. Barang - barang sudah di taruh pada tempatnya. Kemudian Andreas membawa mamanya kembali ke kamar.

"Sayang, sepertinya mama harus opname deh."

"Mama ngak mau Andre."

"Kenapa ma?? Biar mama dapat perawat yang baik."

"Ngak mau sayang. Mama di rawat di rumah saja."

"Sayang coba kamu cek deh kesehatan mama. Aku takut diagnosaku salah."

Aretha menggunakan stetoskop suaminya mulai memeriksa tubuh mertuanya. Akhirnya mereka memutuskan untuk menginfus mama di rumah. Semua obat - obat yang di tulis oleh Andreas bersama Aretha istrinya langsung di beli oleh Andreas bersama semua perlengkapan termasuk tongkat buat gantung infus. Mereka juga memperhatikan kenyamanan mama mereka.

Setelah Andreas datang, Aretha yang memasang infus di tangan wanita tua yang sudah melahirkan suaminya. Setelah semua obat sudah masuk kedalam tubuh mama, terlihat kulit wajah mama mulai sedikit cerah.

"Sayang, apa malam ini, kita tidur disini??"

"Iya, mama sedang di rawat. Adek dan papa ngak bisa merawat."

Akhirnya malam ini, mereka tidur di rumah orangtua. Kamar bujang suaminya langsung dibersihi oleh Aretha. Yang penting nyaman buat mereka beristirahat. Pagi - pagi sekali Aretha sudah bangun, selesai dia dan Andreas berdoa. Thea ke dapur sedangkan Andre ke kamar orangtuanya melihat cairan infus. Setelah di ganti infusnya. Andreas langsung membangunkan adiknya. Karena tidak mau istrinya sendiri di dapur.

Untung hari ini, weekend, Andreas dan Aretha memutuskan untuk tetap di rumah orangnya. Setelah obat masuk langsung lewat infus, keadaan mama mulai membaik. Sehingga mama sudah bisa makan di meja makan.

"Ana, baju kotor mama dan papa bisakan kamu cuci pagi sebelum ke kampus atau setiap weekend, jangan di tumpuk."

"Abang, mama itu ngak mau adek mencuci baju mereka."

"Ma, biarkan ade yang cuci. Jangan di tumpuk - tumpuk. Ngak baik buat kesehatan papa dan mama."

"Dengar tuh ma, apa kata Andre."

"Iya."

Karena tidak mau orangtuanya kelelahan mengurus rumah. Aretha memang mengorder alat - alat elektronik yang digunakan membantu mama atau Anna membersihkan rumah. Karena kesehatan mama sudah membaik. Malam harinya Andreas dan Aretha pulang ke rumahnya.

Orangtua Andreas merasa bersyukur, karena kedua anaknya bisa meluangkan waktunya untuk mengobati mama yang sakit. Sampai di rumah, Aretha langsung menganti bajunya dengan baju olah raga dia langsung berolah raga, sedangkan Andreas membuat jus buatnya dan istri tercinta.

"Sayang, terima kasih ya. Kamu mau menolong mama."

"Malu ya bang, masa anak dan menantunya dokter ngak bisa rawat mama. Itu juga orang tuaku."

Andreas langsung memberi ciuman mesra di bibir istrinya. Walau dia sedang berolah raga.

"I love you."

"Love you more abang."

1
HiaTus
kita juga suka uang 🤭
Ceisye: 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!