NovelToon NovelToon
Lebih Sekadar Tante

Lebih Sekadar Tante

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Agatha soul

Bagi Arvin, Karin bukan sekadar tante dari sahabatnya. Karin adalah tempatnya pulang, tawa yang selalu ia cari, dan masa depan yang ingin ia tuju. Di saat kedekatan mereka mulai mencairkan dinding perbedaan usia, sebuah kencan tak sengaja justru membawa kembali bayang-bayang masa lalu Karin yang belum usai.
Ketika masa lalu menuntut tempatnya kembali, akankah Karin bertahan pada zona nyamannya, atau berani melangkah demi rasa yang lebih dari sekadar tante?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agatha soul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sekarang aku udah dewasa, Tan

Setelah tangisnya agak mereda, Karin perlahan mendongak, menatap Arvin dengan mata yang masih basah dan memerah. "Kenapa kamu gak pernah ngasih kontak kamu, hah? Biar Tante gak bisa hubungi kamu, ya? Biar kamu bebas bisa pacaran sama cewek-cewek di sini tanpa perlu ngerasa bersalah?!" tanya Karin, suaranya masih bergetar diwarnai sisa rasa cemburu.

Arvin menggelengkan kepalanya dengan cepat, ekspresi panik yang jarang sekali ada di wajah dinginnya kini terpampang jelas. "Enggak, Tante. Dia bukan pacar Arvin. Satu-satunya wanita yang ingin aku pacari itu cuma Tante."

"Bohong!" ketus Karin, memalingkan wajahnya ke samping karena terlanjur sakit hati.

Melihat Karin yang enggan menatapnya, Arvin langsung menangkup kedua pipi wanita itu dengan lembut namun tegas menggunakan kedua telapak tangannya yang hangat, memaksa Karin untuk melihat langsung ke dalam manik matanya yang penuh kesungguhan.

"Tante, dengerin aku... Papa suruh aku datang ke restoran itu malam ini. Aku bener-bener gak tahu sama sekali kalau itu semua jebakan yang diatur Papa buat ngerayain hari ulang tahun aku dan ngenalin aku ke anak kolega bisnisnya. Aku gak tahu, Tante."

Mendengar penjelasan yang keluar dari mulut Arvin, Karin terdiam beberapa saat. Dia menarik ingusnya yang hampir keluar, mencoba mencerna kalimatnya. "Terus... gadis pirang itu pacarmu?" tanya Karin lagi, menuntut jawaban mutlak.

"Bukan, Tante. Dia cuma salah satu anak dari rekan bisnis Papa yang datang, dia tadi cuma mau ngucapin selamat ulang tahun ke aku," jawab Arvin jujur tanpa ada yang ditutupi.

Mendengar jawaban itu, rasa kesal di dada Karin justru kembali mendidih. Dia mendorong dada bidang Arvin dengan kuat sampai cowok itu terpaksa mundur beberapa langkah dan pautan tangan mereka terlepas.

"Bohong!" seru Karin lagi, emosinya naik satu oktav. "Kalau emang bukan pacar, kenapa tadi kamu tidak menolak ciumannya?! Kenapa kamu malah diem aja menerima ciumannya itu di pipi kamu?! Dan kenapa setahun penuh kemarin kamu bener-bener gak ada kasih kabar sama sekali, hah?! Kamu sengaja mau bikin Tante gila?! Kamu mau mainin perasaan tante, hah?!"

Arvin menatap Karin dengan sorot mata yang sarat akan rasa bersalah dan penyesalan yang mendalam. Jarak tiga tahun ini ternyata tidak mengurangi sedikitpun rasa cintanya, justru melihat Karin nekat datang sejauh ini membuatnya sadar betapa berharganya wanita di depannya ini.

"Aku minta maaf, Tante..." ucap Arvin lirih, menundukkan kepalanya sejenak sebelum kembali menatap mata Karin dengan pasrah, siap menerima segala amukan dan konsekuensi demi bisa mendapatkan maaf dari wanita yang teramat dicintainya itu.

Arvin melangkah maju lagi, kali ini dia tidak berani menyentuh Karin tanpa izin. Dia berdiri tepat di depan Karin, membiarkan tubuhnya terkena hembusan angin malam yang semakin menusuk.

"Aku minta maaf, Tante... untuk semuanya," ucap Arvin, suaranya terdengar sangat rendah dan bergetar. "Soal ciuman di pipi tadi, aku bener-bener kaget karena dia tiba-tiba maju. Tepat di detik aku mau dorong dia, aku liat Tante di balik kaca. Fokus aku langsung hilang, aku gak peduli lagi sama dia atau Papa, yang ada di pikiranku cuma Tante."

Karin membuang muka, dadanya masih naik turun menahan amarah, walau dalam hati dia tahu Arvin tidak sedang mengarang cerita.

"Terus soal setahun ini aku gak kasih kabar..." Arvin menarik napas panjang, wajahnya mendadak berubah getir. "Papa tahu soal surat-surat yang aku kirim ke Tante lewat kurir tahun lalu. Papa marah besar. Dia tahu aku buru-buru selesaiin kuliah biar bisa cepet balik ke Indonesia buat nemuin Tante."

Arvin menatap Karin dengan sorot mata yang begitu haus akan rindu. "Semua akses aku diputus lagi sama Papa. Aku dikasih pilihan, kalau aku tetep nekat hubungin Tante, Papa bakal pakai link bisnisnya buat bikin hidup Tante susah di sana. Aku gak mau Tante kenapa-napa gara-gara aku. Jadi, aku milih buat bener-bener tutup mulut, belajar kayak orang gila, biar bisa cepat lepas dari genggaman Papa."

Karin tertegun. Cengkeraman tangannya di jaket perlahan mengendur. Dia tidak menyangka kalau dibalik kosongnya kotak suratnya setahun ini, ada perjuangan seberat itu yang harus ditanggung Arvin sendirian di negeri orang.

"Sekarang aku udah lulus, Tante. Aku udah bukan anak SMA lagi yang gak punya apa-apa, aku udah kuliah sekarang dan kerja sampingan kaya tante," ucap Arvin lembut. Dia perlahan meraih tangan kanan Karin, lalu menuntunnya untuk menyentuh dadanya sendiri, tepat dimana jantungnya berdegup dengan sangat kencang.

"Aku udah tepatin janji aku buat tumbuh dewasa. Dan sekarang... giliran aku yang bakal jaga Tante. Jangan pulang dulu ke Indonesia ya? Temenin aku di sini, sebentar aja."

Karin menatap tangan mereka yang saling bertumpu di dada Arvin. Rasa kesal, cemburu, dan lelah seketika mencair, digantikan oleh rasa hangat yang luar biasa. Empat tahun penantiannya ternyata tidak sia-sia. Bocah kaku yang dulu dia peluk saat terluka, kini benar-benar telah menjelma menjadi pria dewasa yang siap melindunginya.

Karin menghela napas panjang, melirik ke segala arah di trotoar jalanan yang mulai sepi demi menutupi perasaannya yang campur aduk. Ada rasa lega, haru, sekaligus bingung yang mendalam di benaknya.

Dia benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran ayah Arvin. ‘Kenapa beliau sampai tega melarang anaknya berhubungan denganku?’ batin Karin heran. ‘Pernah bertemu aja enggak, tahu mukaku juga paling cuma dari foto yang Arvin punya, tapi kenapa tiba-tiba aku dibenci dan ditentang sampai segitunya? Emang beliau tau aku? Aku emangnya morotin anaknya gitu padahal enggak, nggak ngajarin hal aneh juga. Apa yang salah?’ Rasa tidak adil itu sempat singgah di hati Karin, membuat keningnya berkerut samar.

Melihat raut bingung dan lelah di wajah wanita yang dicintainya, Arvin tidak ingin membiarkan malam ulang tahunnya ini terus-menerus diselimuti ketegangan. Arvin menarik pelan tangan Karin, menuntunnya berjalan menjauh dari trotoar tersebut. "Tante belum makan malam, kan? Ayo, aku bawa Tante ke tempat makan lain. Kita makan malam bersama... sekaligus merayakan ulang tahun aku. Hanya kita berdua."

Karin sempat menahan langkahnya sejenak, menatap genggaman tangan Arvin yang begitu kokoh. Di bawah pendar lampu jalan kota asing ini, Karin akhirnya luluh. Dia mengangguk pelan, membiarkan jemarinya bertaut sempurna di sela-sela jari Arvin. Rasa lapar dan dinginnya malam seolah menguap begitu saja, digantikan oleh kebahagiaan kecil karena malam ini, setelah empat tahun yang panjang, dia akhirnya bisa merayakan ulang tahun Arvin secara langsung.

1
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
pagi2 udh bikin heboh kantor. so sweet😍😍😍
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
tujuh tahun lalu. artinya arvin umur 14 ya
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
tambah penasaran. siapanya karin si bram ini.
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
jd ngebayangin. lucu banget ini😄
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
masih betah aku bacanya👍👍
Agatha soul: terima kasih 😍
total 1 replies
Zed Analytical Number Nine
lumayan diajak liburan ke Curug
Agatha soul: liburan kan
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
kalau jujur kan jadi banyak pertanyaan
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
ga bisa berhenti bacanyaa😞
Bunga
🤭🤭🤭
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
lagi patah hati krn kamu kariiin😄
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
ih karin. udah tau penakut malah stel film horor. hayoo mau modus ya😄
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
aku suka ceritanya. ga bakal nyesel bacanya deh.
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
yang lompat ke arvin kan karin. karin niii cari2 alasan aja😄
Agatha soul: biar gak terlalu malu kan 🤣
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
asli aku suka nih ceritanya.
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
aji mumpung nii arvin😄
seonghyeon
seru. semangat author..
seonghyeon
brondong semakin di depan
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
hadeh,, teman keponakan jadi perhatian sama dia😄
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
astaga, malu banget itu
seonghyeon
Karin tipeny brondong /Doge/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!